WHEN LOVE TALKS

WHEN LOVE TALKS
45



ehemmmm... masih ada yg nungguin gak nih..... kalau masih mana suaranya.......


happy Reading aja, aku gak mau banyak alasan hihi๐Ÿคญ


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Hari ini riza dan anak-anak memang lagi pulang ke rumah pribadi mereka, selama Arya dapat misi jadi pakdos selama 7 bulan tinggal disana. riza justru hampir gak pernah pulang, kalok dulu sering sekarang malah males pulang. setelah mendengar curhat suaminya, riza malah mikir ada baiknya dia juga tinggal dirumah pribadi untuk sementara. dirumah ini riza udah kayak nyonya, apa2 tinggal tunjuk dia cuma ngurus anak ama suami. sudah 1 bulan riza bakal pulang perginya sama supir, beh.... riza sekarang udah kayak istrinya CEO kalok kata kawan kantornya.


" bun...... bun...... tau tugasnya anak2 gak, tadi ayah taruh di meja" teriak Arya


" lebih tepatnya berserak, ehh... untung ini kuping ciptaan Allah " omel riza dalam hati


" yeeee... ditanyain malah diem" kesel Arya dari lantai 2


" yeeee.... mau dibantuin malah ngomel" balas riza yg berada didapur


" buk.... makannya udah siap " bibi


" oh... iya bi makasih " riza


" iya buk, saya mau kebelakang dulu"bibi


" oh... iya, bi..... jangan lupa bilang sama yg lain, makan dulu jangan kerja mulu" riza


" iya bu, kebetulan mereka sedang makan buk, ini juga saya mau nyusul bu" bibik


" ohhh ya udah, saya mau keatas dulu, sama titip si kembar ya...bik, itu lagi pada tidur disofa"riza


riza langsung menghampiri suaminya, yg lagi kayak ibu2 yg telat arisan. riza langsung mengambil apa yg dicari suaminya, si suami udah ngomel. riza memandang suaminya itu dengan ringisan, kok pada suka sama Arya Ananda Wijaya ini. udah ketus, dingin, mulutnya pedes banget, kalok dirumah itu beda banget sih. riza langsung memeluk suaminya, yg kadang punya pikiran radak2 itu.


" apa sih bun, tar malem aja ini ayah lagi nyari barang, pakek raba2 lagi" Arya mulai berlayar


" dasar pikirannya itu yah, orang lagi pingin peluk, emang gak boleh gitu "riza


" hah.... apa lagi ngisi bun, ngidam apa gimana "Arya cerah


" apaan si kembar masi 18 bulan ya.... itu dikotak kertas tugasnya, ngeselin banget"riza sewot


" ehhh kok pergi, mau kemana bun... " Arya


"mau kebawah aja, bagusan nanem bunga aja dari pada disini" riza


brakkkkkkkkk" ini suara pintu๐Ÿ˜


" aduh..... bisa roboh ini rumah lama2,ย  sampek geter lo ini rumah, susah punya bini wonder woman, apa2 pakek kekuatan super kalok marah" Arya ngomel


"ย  bunda dengar ya.... yah"riza


"tuh... kan serem banget tu bini satu" batin Arya


riza yg bete langsung nyiram bunga didepan rumah, lebih baik ngurusin kembang2 pikirnya. disaat riza lagi asik dengan kegiatan favorit para ibu2, suara berisik diluar menghentikan aktivitas ibu 2 anak itu. pintu pagar kayu itu ia buka bagian kecilnya, riza hanya melihat gerombolan cewek dan cowok setengah mateng lagi adu mulut.


" ehem...... permisi, mohon maaf ada apa ribut2 disini " riza kalem


riza terkejut melihat tatapan mereka yg melihat riza dari atas sampai kebawah, pingin rasanya riza timpuk ni orang2.


" eh... adek ini siapa ya.... kok dirumah pak Arya " tulang lunak


" adek" bingung riza sambil nunjuk dirinya sendiri


" iya.... kamu adeknya pak Arya benerkan " tante girang



"saya it-" riza


"ihhhhh... imut banget sih.... kalok lagi bingung gitu" temennya tante2 girang


riza cuma bisa senyum, antara seneng karena diberikan muka babi fece ehhh... Babyface๐Ÿคฆโ€โ™€๏ธ. disamping seneng ada gak sukanya, ternyata suaminya itu banyak penggemar berat. tidak hanya cewek sejati, bahkan Alien juga ada buat riza malah takut.


" adek..... kakak luci mau tanya, mas Arya ada dirumah gak" luci


" eh... kalok jujur, nanti kakak Barbara kasih uang jajan loh..." barbara


" aduh.... kayaknya musti akting, biar bisa menyatukan kedua alam yg berbeda ini " batin riza


" dekk.... jawab aja, isss... lo semua bisa minggir gak, takut ini adek ipar gue" mona


aduh.... mona.... mona beneran ini orang kayak monalisa yg kejedot pintu, bengep tu muka udah biru2. si mona kayaknya ketua mahasiswa ini, buktinya pada mundur gak berani.


" ehem...... jadi ceritanya kalian mau ketemu mas Arya " riza


"iya..... " jawab mereka serentak


" mas Arya lagi sibuk didalam, kayaknya tadi lagi meriksa tugas gitu deh" riza


tak lama Arya keluar kebalkon kamarnya, terlihat Arya sedang menelpon.



para mahluk yg dibawah udah pada histeris, liat Arya seolah memberi saranghae. kenyataan Arya menangkap bulu yg terbang, biar tidak lengket di baju. riza yg melihat kelakuan suaminya jadi kesel, ingin rasanya menyupal mulut orang2 ini.


" ini laki satu apa sih maunya, awas aja nanti" geram riza


" melenyot deh" semua


" eh.... kira2 ada yg bisa dibantu gak, soalnya saya takut mengganggu para tetangga kalok kita pada berisik, jadi kalau sekiranya bisa ditunda besok, urusannya dikampus aja, gak enak ama tetangga soalnya, maaf loh bukannya ngusir tapi lebih baik, kita bubar aja ya... daripada berurusan dengan satpam hehehe " riza halus tapi agak kesel


semua langsung diam mendengarkan omongannya riza, salah satu dari mereka mewakili untuk bicara. mereka kemari itu gak bawa tangan kosong, mereka bawa hadiah buat Arya.


" ini buat mas Arya ( mengangguk), gini loh.... ini mahal banget, tar kalok ada masalah dan kalian minta balikin gimana, soalnya ini mahal banget" riza


" kita gak minta balikin kok, kita iklas dengan senang hati ngasih ke mas Arya, jadi adek tenang aja, justru kalok adek tolak kita yg kecewa dan sedih " mona


" ok deh.... makasih buat hadiahnya " riza


" sama2 adek" semua


" sialan dipanggil adek lagi " riza dalam hati


" ehhh.... ayahhhhhhhh, sini deh kemari bantuin bunda Anboxing " riza ceria liat suaminya turun



" banyak banget dari mana bun" Arya duduk disamping


" oh.... ini dari fansnya ayah tadi, yg ayah kasi saranghae tadi... ihhh suka lupa deh, mana pakek tebar pesona lagi di balkon berasa V BTS" riza


" kapan ayah begitu" elak Arya santai padahal dalam hati ketar ketir


mereka membuka semua hadiah dari mulai baju, celana, tali pinggang, jam tangan, parfum, kaus kaki, sepatu dan cemilan. riza sudah memutuskan tindakan apa yg harus dia ambil, riza memandang suaminya begitu fokus.


" k-kenapa bunda liatnya begitu, jadi serem liatnya " Arya


" ternyata ayah itu beneran ganteng banget tau, pantesan banyak yg suka " riza


" bunda juga cantik banget, buat ayah tambah cinta" Arya memeluk istrinya


~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~โ€ข~


pagi begitu cerah dihari rabu yg indah, riza sudah merencanakan hari ini dengan mengambil ijin tidak masuk kantor. wajah cantik dan senyum manis menyapa orang2 yg berpapasan denganya, mungkin wajahnya asing tapi tak asing bagi para dosen. ya..... riza sedang berada dikampus tempat keluarganya mengajar yaitu kampus UI. sikembar begitu anteng di strollernya, melihat pemandangan sekelilingnya.



semua orang menatap gemas pada sikembar identik itu, apalagi mereka ngobrol dengan bahasa bayi. riza mengetuk salah satu kelas, sampai suara "masuk" terdengar.


" assalamu'alaikum....... " riza sambil tersenyum



" waalaikumsalam " semua membuat semua tercengang


" maaf mengganggu kelasnya" riza


" kok gak bilang mau kemarin " Arya


Arya menghampiri riza dengan senyuman, sikembar jangan ditanya udah teriak2 liat ayahnya.



Arya menggendong arjuna dan Arga, bayi kembar itu udah meluk leher ayahnya buat gemas.


" bang juna gantian dong, adek Arga juga mau peluk ayah nak" Arya lembut


" Ayah " mahasiswa


" ok.... ini udah bar2, sini abang juna sama bunda dulu deh" riza melerai anaknya yg mau berantem


" bunda" mahasiswa


Arya yg melihat mahasiswanya udah syok, langsung menggenggam tangan riza penuh cinta.


" ok... mungkin kalian terkejut, wanita yg disamping saya ini istri saya dan yg montok2 ini anak saya" Arya


" halo.... nama saya riza, maaf ya mungkin menggu soalnya saya mau ada urusan di ruang dekan, tolong dibantu pak aryanya buat jagain Arjun sama arga sebentar"riza


"jadi...... " fans Arya


riza malah cuek dengan suara fans suaminya, riza meletakkan kedua jagonya di strollernya.


"yah bunda ke rektor dulu ya.... titip anak2 sebentar" riza


" ayah antar aja ya bun" Arya


" gak usah yah..... cuma ambil amplop doang" riza


"lagian aneh banget kok gak ikut wisuda, orang2 bangga udah lulus S3 cumlaude lagi" Arya


" gak inget ya..... suami kmaren pandemi, lagian prof. indra juga di Colombia sekalian bawa ijazah adek, udah ahhh ditunggu nie" riza


" iya... iya... sekali lagi selamat sayangku, mudah2an gelarnya berkah dan bermanfaat amin " Arya


"amin..... bunda pergi dulu ya.... jangan bandel, liatin ayah aja ya nakku" riza


riza langsung menyalami suaminya dan Arya menciun kening istrinya, penonton cuma menikmati rasanya ngontrak dibumi.


"ya.... ampun cocok banget sih... gemesin banget ini pasangan" mahasiswa


inilah cara riza membantu suaminya dan menegaskan posisinya, begitu elegan dan berkelas ajaran mama rasy. setelah kepergian riza suasana kembali ricuh dengan bisikan manja mahasiswa, Arya paham inilah bentuk suport istrinya dalam meringankan pekerjaan suaminya. Arya tersenyum mendengar pujian dari mahasiswanya, betapa serasi dan irinya mereka melihat keharmonisan keluarganya. Arya sadar ini baru awal dari perjalanan hidupnya berumah tangga, ada banyak rintangan yg harus dihadapi.


Arya sangat bersyukur dan beruntung dipertemukan dan dipersatukan oleh seorang riza. Arya merasakan artinya keluarga dan perjuangan, berawal dari menilang gadis itu, adu mulut, hingga timbul benih-benih cinta. Arya menutup pintu kelasnya, sambil memandang punggung riza yg sedang berjalan dengan senyuman.


"terimakasih ya.... Allah engkau pertemukan hamba dengan wanita ini, tolong jaga keluarga hamba dari marah bahaya, aku ingin selalu menggenggam tangan dan memeluk wanita ini seumur hidupku, makasih riza azahra ruzain memilihku jadi suamimu" Arya


Arya menutup pintu dengan rapat dan riza menoleh kebelakang, memandang kelas suaminya.


"makasih mas sudah jadi suami yg sabar, setia dan pengertian. tolong jangan kepercayaan yg aku beri, tolong jaga diri dalam setiap bertugas, kami selalu bangga sama kamu mas love you" riza


inilah mereka saling melengkapi dan mendukung disetiap waktu dan kondisi. inilah kisah perjalanan riza dan Arya, yg begitu berwarna setiap saat. Arya tetap menjalankan setiap tugas yg diamanahkan padanya dan riza selalu mendukung suaminya disetiap tugas.


..."tamat"...


estttt..... tunggu dulu dong.....


masi ada kejutan malam ini juga aku up lohh...... silahkan ditunggu bakalan aku post.... judulnya..InsyaAllah langsung 2 part ya.... untuk di sebelah mungkin besok aku


Tkn. 05 November 2022


jangan lupa fot dan komen....


makasih๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


tambahan:


Hai.... Hai...... jangan lupa mampir ke novel aku yg baru, baru hari ini bisa up.... muda2an kalian suka makasih๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜