Violet Ristallius

Violet Ristallius
Plosion




(Pamer cover baru dulu eak)


......................


Violet menoleh ke sana-sini dengan tanda tanya yang menyelimutinya. Karena tidak ada yang bisa dia lakukan lagi. Dia berjalan lurus ke depan. Langkah kakinya yang biasanya anggun dan dewasa sekarang malah menjadi mungil.


Rasanya tubuhnya kembali ke sepuluh tahun lalu. Violet berjalan terus ke depan. Rasanya tidak ada pintu di mana-mana.


Memori yang telah lama hilang meliuk bagai aurora di kepala Violet.


Violet memegangi kepalanya yang pening. Rasanya waktu menimpa memorinya yang membuatnya hampir hancur. Karena selama ini memori Violet kosong dan jika memorinya kembali, maka waktu akan menimpa ingatannya.


"Ukhh, aku harus cari jalan keluar,"


Violet membuat Ropis. Di tangannya langsung muncul sebilah pedang yang sering ia gunakan. Namun 'krakk'


Tiba-tiba pedang tersebut hancur berantakan. Pedang yang selama ini dipakai beberapa generasi hancur di depan Violet.


"Apa yang terjadi? Bagaimana bisa?!" bingung Violet seraya memandangi serpihan pedang yang hancur.


Dia mengingat sesuatu. Bahwa pedang milik Panglima Perang hanya bisa dipegang oleh penerusnya. Jika yang memegangnya bukan penerus dari Panglima Perang, maka pedang tersebut akan hancur.


"Tapi bukannya aku penerus nya?!" Violet masih tidak percaya dengan kejadian yang baru menerimanya.


"Tetapi memang ada yang aneh," gumam Violet. Dia mengeluarkan beberapa butiran salju. Semula warnanya sama saja, namun lama kelamaan butiran salju tersebut mengeras, membentuk seperti bintang namun ujungnya lebih runcing, dan sinar ungu menyilaukan mengitarinya.


Pemandangan yang sangat indah namun juga mengejutkan. Tidak tercatat dalam sejarah mana pun seorang Aethery bisa mengubah elemen nya menjadi elemen lain. Karena elemen merupakan berkah dari para Peri. Kecuali jika seorang Aethery melakukan percobaan ilegal untuk mengubah elemen nya menjadi elemen lain.


"Ini apa?" Violet kaget sekaligus kagum dengan apa yang dia lihat. Yap, elemennya yang semula Es berubah menjadi Kristal. Elemen Kristal yang merupakan tiga Elemen Rarous. Tiga orang legenda yang tidak pernah diketahui kapan lahirnya.


Krakk...krakkk...Pranggg....


Tempat yang sedang dipijak Violet tiba-tiba pecah seperti kaca dan kemudian Violet jatuh entah di mana. Tetapi dia sangat familiar dengan tempat itu.


Sebuah tempat seperti negeri dongeng. Terdapat satu kastel megah dengan lambang Rasi Bintang Taurus. Tidak lupa dengan danau jernih yang sangat besar. Berbagai tanaman yang mengisi tempat tersebut juga tidak main-main. Bunga musim semi semuanya mekar dengan anggun menjadi pelengkap suasana.


Surga bagi Aethery Utama. Satu kata yang ada di kepala Violet.


"Vil!" panggil seseorang dari arah depan. Violet melihat siapa orang tersebut. Dua anak laki-laki dengan rambut berantakan karena tertiup angin.


"Scens dan Halley," ujar Violet dalam hati melihat siapa yang menghampirinya.


"Ayo, cepat Vil! Ibunda akan marah jika kita tidak segera ke sana," Halley kecil langsung menggenggam tangan mungil Violet dan menariknya.


"Ehh, memang kita harus kemana?" tanya Violet yang ditarik tangannya dan dibawa lari oleh Halley dan Scens.


"Kita akan di reinkarnasi kan oleh Ibunda!" teriak Halley seraya berlari menuju kastel megah tadi.


Dilihat dari dekat memang kastel tersebut sangat indah. Arsitektur abad pertengahan serta bunga yang mekar di mana-mana.


Masuk ke dalam kastel tersebut disambut oleh pengawal. Rasanya kami bertiga seperti putri dan pangeran yang masuk ke dalam istana.


Violet, Halley, dan Scens berhenti di depan singgasana. Violet menolah noleh ke sana sini. Tidak lama setelah nya seseorang muncul dari belakang singgasana. Kain putih membalut tubuhnya. Rambut panjangnya nyaris menyentuh lantai. Senyum nya mengembang ketika melihat mereka bertiga.


Violet tertegun melihat nya. Dia pernah muncul di mimpinya saat itu. Memorinya yang telah kembali membuatnya bisa mencerna keadaan sekitar.


"Anak-anak ku sekalian. Kalian sudah besar ternyata," ucapnya dengan penuh wibawa namun tetap sangat anggun.


"Aneh, aku tidak bisa mengendalikan tubuhku," ucap Violet dalam hati.


Pandangan Violet lurus ke arah orang yang sekarang duduk di atas singgasana.


Tidak salah lagi dia adalah ibu dari para Aethery. Peri yang memberi berkah serta orang yang telah memberikan tanah baru agar para Aethery bisa hidup.


"Aku hanya bisa menonton. Beberapa saat lalu aku masih bisa mengendalikan tubuhku sendiri. Tetapi sekarang tidak. Apa ini hanya sebagian memoriku saja?" tanya Violet dalam hati pada dirinya sendiri.


"Kalian tidak usah terlalu formal begitu. Kalian anak-anak ku yang berharga,"


"Anda bilang kami akan di reinkarnasi kan? Apa kami boleh cepat pergi?" tanya Halley penuh semangat.


Ibunda Peri hanya tertawa kecil, "Yah, tentu saja. Kalian punya tugas masing-masing. Jadi tempat kalian turun akan berbeda," lanjutnya seraya menjulurkan tangannya. Seketika tanda milik Violet, Halley, dan Scens muncul tepat di dada mereka.


"Kalian akan menggantikan para Aethery serakah itu. Buatlah tempat menjadi penuh suka cita. Violet akan mengurus medan perang yang tengah berlangsung, Halley akan berada jauh di barat untuk menyucikan beberapa tempat yang tidak terjamah cahaya matahari, Scens berada di pusat Planet Therios untuk menghapus penelitian tentang kelahiran Aethery. Masing-masing dari kalian harus menjaga diri. Jangan sampai ada yang tahu bahwa kalian pemilik Elemen Rarous. Jika kalian sudah selesai. Segera mencari masing-masing. Berkumpul dan buatlah portal untuk kalian pulang kemari. Tetapi pasti itu akan lama,"


Senyuman dari Ibunda Peri menutup mimpi Violet. Dia membuka matanya dan menyadari bahwa dirinya sudah berada di atas ranjang.


"Ukhh, rasanya kepalaku mau pecah," ucap Violet seraya bangkit dari tempat tidur nya. Dia melangkah keluar dari kamar karena tidak ada orang di dalam kamar.


Violet berjalan menuju ruang depan. Dia penasaran, kenapa tidak ada orang di sana?


"Entah kenapa perasaanku tidak enak," ucap Violet. Dia kemudian keluar dari rumah Tim Utama Nove.


Benar-benar timing nya tidak pernah salah. Di luar sedang terjadi keributan.


"Cepat serahkan Nona Ristallius pada kami!!" teriak seorang lelaki berotot yang sedang mencoba masuk ke dalam penghalang buatan Halley.


"Astaga apa yang kalian lakukan!!" teriak Violet dan membuat pandangan beralih padanya.


"Vil, ini gawat!! Jangan sampai kamu tertangkap oleh mereka!!" teriak Scens yang tengah membantu Halley mempertahankan penghalang yang mengelilingi seluruh rumah.


"Kami bertiga sudah berkumpul Ibunda. Pedangku juga sudah hancur. Berarti elemen Kristalku yang tersisa. Planet Therios sejak dulu memperalat kami. Berarti ketika Halley kabur ke barat, ingatanku di hapus karena elemen Kristalku tiba-tiba meluap. Scens yang tersisa. Jika dulu aku bisa kenapa sekarang tidak,"


Violet tersenyum. Kemudian dia berjalan menuju Halley dan Scens. Violet juga melihat pada Dheta di balik penghalang. Dia mengangkat tangannya ke atas.


"Bedebah seperti kalian tidak pantas menjadi Aethery! Terimalah dosa kalian dan kembalikan semua elemen itu kepada Ibunda Peri!" seru Violet dengan lantang. Kemudian dari tangannya keluar cahaya ungu terang yang menyelimuti penghalang Halley dan Scens.


Krakkk....krakkk....krakk...


Suara kristal yang mulai terbentuk mengisi seluruh telinga. Penghalang Violet tidak hanya melindungi seluruh anggota Tim Nove, tetapi juga menghempaskan seluruh orang yang membuat keributan. Termasuk para Dheta yang ikut terpental sekitar 25 meter.


"Keren. Jadi ini kekuatan dari Aethery Utama," kagum Flave yang melihat sendiri bagaimana Violet menangani kerumunan orang tersebut. Begitupun yang dipikirkan Celosia dan Ruleus.


Halley dan Scens sudah tahu seberapa kuat Violet.


"Jika kalian masih berpikir ini sudah selesai. Kalian salah. Siapkan formasi bertarung, Tim Utama Nove!" seru Violet seraya mengeluarkan sebilah pedang ungu yang sangat tipis. Namun kita tidak tahu seberapa kuat itu.


"Siap, Kapten!!" seru semua anggota Tim melihat pemimpin mereka yang telah menemukan kembali jati dirinya.


Violet Ristallius


Ayo, ayo sukarela jadi bala bantuan


Episode selanjutnya masuk bagian perang ya~