Violet Ristallius

Violet Ristallius
Prolog



Daftar Istilah


Aethery : Seorang yang terlahir dari sinar rasi bintang. Setiap rasi bintang menjadi tempat lahirnya Aethery dengan elemen yang berbeda-beda sesuai dengan keadaan Aethery saat pertama kali lahir.


Plosion : Surga bagi para Aethery sebelum bereinkarnasi kembali setelah mati.


Ropis : Senjata yang terbentuk dari elemen sesuai dengan imajinasi Aetherynya.


Dheta : Panggilan untuk petinggi di setiap planet. Semacam master.


Dheta Utama : Panggilan untuk presiden di Planet Therios.


Elemen Rarous : Elemen terkuat dan sangat langka.


Tim Utama Nove : Sebuah tim yang terdiri dari lima orang yang tinggal dalam satu rumah.


°°°°


"Musuh menyerang! Cepat! Arahkan semburan elemen itu pada lawan!"


Seorang gadis kecil dikurung dalam bola yang terbuat dari es. Kemudian sinar ungu keluar dari bola dibarengi dengan jeritan gadis itu. Lawan yang berada di seberang mereka pun lenyap tidak bersisa. Hanya tersisa serpihan-serpihan kristal berwarna ungu yang berserakan di tanah.


"Hosh, hosh, aku mohon lepaskan aku," jerit gadis itu seraya meronta dari dalam.


"Diam! Kamu itu berisik sekali!" seorang pria meneriakinya dan membuat gadis bermata ungu itu diam. Air mata berlinang dan dia menangis. Namun tidak ada yang memperdulikannya. Sekali lagi dan mungkin selamanya dia menjadi senjata perang.


Yah, karena dia seorang Aethery Kristal dari rasi bintang Taurus yang sangat langka. Bahkan butuh waktu bermiliar-miliar tahun untuk menunggu dia bereinkarnasi.


Namun karena dia anak terbuang, dia di jadikan alat perang dengan memanfaatkan semburan elemennya ketika meluap-luap melebihi batasan. Sakit? Tentu saja sangat sakit. Rasanya ketika energinya di lepas dengan paksa menggunakan alat bulat itu seperti sedang didinginkan di suhu yang sangat dingin. Bahkan suhu di Planet Yiki kalah padahal planet itu adalah planet paling dingin di galaksi saat ini. Belum lagi sebuah tali putih yang selalu mengikat dia dengan sangat erat dan membuatnya sesak napas.


"Hiks, hiks, hiks. Sangat sakit, aku mohon lepaskan aku," ucap gadis itu seraya meringkuk dan akhirnya tidak sadarkan diri.


°°°


Di dalam kamar yang sangat kecil. Dia membuka matanya setelah sempat tidak sadarkan diri. Seluruh badannya babak belur dan mengalami sedikit demam.


"Ughhh," dia bangun terduduk di atas kasurnya seraya memegangi kepalanya yang sangat sakit.


"Dimana aku?" tanyanya dengan suara kecil. Dia melihat sekeliling. Oh, dia sudah berada di kamarnya. Setelah tahu dirinya ada dimana, dia melihat tangannya sendiri. Serpihan kristal ungu keluar dari tangannya dan tiba-tiba air matanya mengalir.


Namaku Violet Ristallius. Seorang Aethery dari sinar rasi bintang Taurus dan juga seorang Elemen Rarous. Sejak kecil aku sendirian karena dibuang oleh orang tuaku. Pada akhirnya aku dipungut oleh seorang ilmuan yang meneliti kelahiran Aethery dengan ilegal. Namanya juga ilegal, dia meneliti bagaimana seorang Aethery bisa menguasai elemen lebih dari satu. Melawan kehendak peri yang memberi berkah pada kami. Awalnya aku pikir dia akan merawatku, namun aku dijadikan kelinci percobaan dan menjadi senjata pemusnah. Walaupun selalu membawa kemenangan, tapi aku selalu disiksa dan diperlakukan dengan kejam. Jadi ini yang namanya takdir.


Mata ungu Violet kembali berair dan dia mulai menangis lagi. Menangisi takdirnya yang sangat menyedihkan. Tanpa sadar akhirnya dia tertidur.


....


Samar-samar Violet mendengar seseorang berbicara padanya.


Kalian semua akan menggantikan manusia yang....


"Bau apa ini?"


Bau asap membangunkan Violet dari tidurnya. Dia bergegas melihat sekeliling dan ternyata jago merah sudah melahap seluruh isi kamarnya. Violet mencoba membuka pintu namun pintu tersebut terkunci dari luar. Dia berlari menuju jendela dan mencoba meminta bantuan dari orang-orang yang sedang sibuk menyelamatkan diri mereka.


"Brak...brak... tolong aku, aku mohon tolong aku!" ucap Violet seraya menangis. Namun tidak ada yang mempedulikannya. Malah orang-orang sibuk menyelamatkan barang berharga mereka keluar dari gedung yang merupakan tempat penelitian.


"Uhuk...uhuk...uhuk, aku mohon keluar kan aku..."


Violet melihat sekelilingnya. Api sudah melahap hampir semua barang di kamarnya. Dan tersisa dirinya yang terkepung api. Asap mulai mengepul dan Violet mulai kelelahan. Dengan napas terengah-engah, dia mencoba mengendalikan elemennya agak menjadi senjata. Namun tidak berhasil karena dia belum mahir mengendalikan kekuatannya.


Brak...brak...brak....


Violet mencoba meminta tolong dari balik jendela.


"Pak, pak, masih ada seseorang di dalam sana," ucap seorang anak laki-laki kecil yang melihat Violet mencoba keluar dari jendela lantai 4.


"Biarkan saja. Paling juga dia seorang anak hina sepertimu," jawab lelaki yang sedang menyelamatkan diri tidak memperdulikan apa yang dikatakan anaknya.


Karena merasa iba melihat Violet yang mencoba keluar, akhirnya anak laki-laki itu masuk lagi ke dalam gedung untuk menyelamatkan Violet.


"Kumohon tolong aku..." napas Violet melemah dan dia mulai merasa pusing. Tenaganya menghilang dan mulai tidak sadarkan diri.


Brakkk ...


"Hey, kamu tidak apa-apa?" samar-samar dia mendengar seseorang yang mendobrak pintu. Mungkin dia akan selamat.


"Jangan pingsan dulu," ucap anak itu dan membuat Violet membuka matanya.


Dia melihat seorang anak laki-laki seumuran dengannya sedang menggendong nya keluar dari api. Mereka diselimuti oleh kabut. Seorang Aethery Kabut dari sinar rasi bintang Libra.


"Jangan takut, aku akan menyelamatkanmu..."


Violet tidak sadarkan diri.


Saat bangun dia sudah berada disebuah laboratorium penelitian bintang. Saat ditanyai identitasnya oleh salah satu ilmuan, Violet tidak mengetahui siapa dirinya. Ingatannya hilang sepenuhnya. Yang dia ingat hanya namanya saja. Bahkan Violet tidak tahu bahwa dirinya adalah seorang Aethery Kristal.


Para ilmuan yang bekerja pun mengambil kesempatan ini untuk menjadikan Violet seorang Aethery milik Planet Therios. Dia diberi identitas palsu. Menjadi Aethery Es karena elemen Kristalnya di segel. Mungkin suatu saat mereka menjadikan Violet sebagai senjata perang lagi.


Selama beberapa tahun Violet tinggal di sana bersama dengan Scens (anak laki-laki yang menyelamatkan Violet saat kebakaran). Sampai akhirnya dia tumbuh menjadi gadis cantik dengan elemen es yang merupakan elemen langka setelah elemen milik Scens, yaitu elemen kabut. Karena elemen Kristalnya terpaksa disegel karena tidak bisa dikendalikan.


Karena umurnya yang sudah remaja, Violet dan Scens menjadi seorang Aethery perang. Semacam ksatria yang dilatih khusus di sebuah sekolah. Akhirnya mereka berdua dimasukan ke dalam sebuah tim yang terdiri dari lima orang. Tim Utama Nove.


Tetapi, Violet hidup tanpa ingatan masa lalu karena dia menjadi kelinci percobaan lagi saat berusaha mengendalikan elemen Kristalnya. Yang dia ingat hanya saat dia sudah menjadi Aethery Es.


Violet Ristallius. Berambut ungu dengan dua mata yang memiliki warna yang berbeda entah apa alasannya. Mata kanannya berwarna ungu dan mata kirinya berwarna merah menyala. Karena tidak ingin dianggap aneh jadi Violet menutup mata merahnya dengan perban.


Violet Ristallius