
" maaf tuan kita mau kemana tolong beri tahu saya "
" makan siang bersama klien " singkat jawaban dari vincen membuat hana diam
hana tidak menjawab lagi dia hanya duduk diam melihat ke arah jendela menikmati ramainya lalu lintas di siang hari
Tanpa hana sadari hana mulai terlelap dalam tidurnya karna restoran yang kliennya pilih lumayan jauh dari kota tepatnya di pinggir kota dan berbatasan dengan pedesaan
vincen tidak tahu sebenarnya dia malas datang jika saja bukan karena pekerjaan mungkin vincen tidak akan datang
vincen melihat hana sekilas dari pantulan kaca di atasnya
ada sedikit rasa kagum ingat hanya sedikit mungkin bisa di bilang secuil saat dia melihat ke arah hana
Vincen sudah mencari tahu latar belakang hana yang tinggal seorang diri setelah di tinggal ke dua orang tuannya 2 bulan lalu
hampir 1 jam lama perjalanan akhirnya mobil yang mereka kendarai sampai di restoran yang sudah di reservasi
" halo ini saya, tolong Handel urusan kantor selama saya pergi mungkin butuh waktu 2 jam saya kembali ke kantor "
setibanya di restoran vincen menelpon sang asisten untuk menggantikan dirinya sementara
setelah itu vincen membuka pintu mobil dan menutupnya dengan sangat keras
alhasil hana yang sedang terlelap terbangun karna kaget
saat bangun hana menyadari dirinya malah ketiduran
" hanaa ampun deh kamu kenapa ketiduran coba, tuan vin marah ga ya "
hana segera turun dari mobil dan bersikap siaga kayaknya sekretaris profesional
" maaf tuan tidak akan saya ulangi lagi "
" hm "
hanya itu yang hana dengar dan vincen sudah berjalan masuk ke dalam restoran
hana berjalan dengan anggun di belakang sang bos
membawa tablet yang selalu siaga dengannya saat bekerja karna di dalam tables itu sudah tertera tugas dan jadwal bosnya hari ini
tiba di ruangan yang privat di sana sudah ada 2 orang yang menunggu kedatangan mereka
saat masuk kedalam ruangan vincen di sambut dengan ramah namun lagi lagi tidak ada senyum yang ia pancarkan
" silahkan duduk presdir vin kami sudah lama menunggu kedatangan anda "
ucap salah seorang pria paruhbaya yang hana yakini adalah klien hari ini
vincen duduk tanpa basa basi namun hana tetap berdiri di samping vincen
" Silakan anda duduk juga nona "
" terimakasih tapi sepertinya saya harus berdiri " hana menolak dengan halus
" duduk " kali ini vincen yang menyuruhnya duduk
" baik tuan "
mau tidak mau hana duduk di sebelah sang bos dan mendengarkan percakapan mereka bertiga
tidak lupa hana merekam semua pembicaraan yang ada di ruangan tersebut dengan ponselnya
karena tidak membawa buku catatan saat dia di ajak sang bos menemaninya
persingkat waktu
merekapun selesai dengan pembicaraannya setelah hampir 1 jam setengah berdiskusi
" terimakasih presdir vin selamat bekerja sama semoga kerja sama kita berjalan lancar "
vincen menyambut uluran tangan dari 2 pria kliennya begitu pula hana yang menyambut dengan senyuman manis khasnya
selesai membicarakan kepentingan kerja mereka berdua kembali ke kota menuju kantornya
namun saat tiba di kota jam sudah menunjukkan pukul 03.30 sore
karena macet mereka terlambat sampai ke kantor
" hah?... emm maksud saya kan masih ada 30 menit jam kerja tuan "
spontan hana menjawab dengan kaget saat dirinya mendengar sang bos menanyakan alamat tempat tinggalnya
" dimana alamatnya "
hanya jawaban itu yang di lontarkan vincen kepada hana yang tengah menatapnya
" gimana yaa masa iya aku di anter pulang sama bos sendiri lagian kan masih ada 30 menit jam kerja kenapa malah nanya alamat ya "
hana sempat terdiam cukup lama menimbang apakah dia benar harus pulang lebih awal dan di antar bosnya atau menolak dan memilih kembali ke kantor saja
" sekretaris ashana "
vincen berbicara cukup keras sehingga menyadarkan hana dari lamunannya
" ah bodoamat kan tuan sendiri yang menyuruhku langsung pulang juga bisa menghemat ongkos hehe "
" saya tinggal di apartemen gateway tuan yang ada di jalan X "
jelas hana yang akhirnya memberitahu alamat rumahnya kepada sang bos
tanpa ada jawaban mobil terus melaju ke arah jalan apartemenya
20 menit akhirnya mereka sampai di area depan apartement
sebelum turun hana mengucapkan terimakasih kepada sang bos yang telah mengantarkannya
" tunggu dulu "
saat hendak keluar mobil gerakan hana terhenti oleh kata tunggu dari sang bos
" perjalanan bisnis di majukan menjadi besok bersiap siap dan urus semua yang harus di bawa jangan membawa banyak barang saya tidak suka dengan orang yang membawa barang tidak penting saat bekerja "
" baik tuan saya akan segera siapkan semua yang anda perlukan sekali lagi terimakasih telah mengatar saya pulang "
hana keluar dari mobil dan berdiri, sampai mobil pergi hana baru berjalan menuju pintu masuk lobby apartemenya
kringg... kringgg.. kringgg...
ponsel hana berdering tanda ada yang menelponnya
siapa lagi kalau bukan yoona yang menelponnya
" kamu dimana naa aku menunggumu tapi kamu tidak ada tau gitu aku pulang duluan aja deh "
" maaf yoon tadi aku menemani presdir makan bersama klien tapi karna jaraknya lumayan jauh jadi waktu kami terbuanh di jalan akhirnya aku langsung di antar pulang ini aku baru sampe "
" whatt!!! apa kamu bilang?? kamu di anter langsung sama presdir??
" iyaa "
" omg kamu cuma jawab iya? "
" terus jawab apa lagi? emang kenyataanya begitu "
" waah baru 2 hari kerja kamu udah di anterin presdir jangan jangan presdir suka sama kamu naa "
" jangan sembarangan deh kalo ngomong, tadi itu mungkin karna udah waktu pulang kantor juga sekalian searah jadi aku sekalian di anter gaada apa apa kok "
" gamungkin si kalo gaada apa apa secara presdir kita kan dinginnya minta ampun kamu beruntung banget naa bisa di anterin sama diaa langsung "
" iya iya, yaudah aku tutup dulu ya aku udah sampe di rumah bye bye "
" oke deh aku juga udah sampe di basement bye "
obrolanpun berakhir sampai di sini tapi hana sedikit kepikiran dengan kata kata yoona
benar juga bukannya bosnya bisa saja menurunkannya di kantor tapi kenapa malah mengantarnya pulang?
entahlah.
tapi segera hana singkirkan pikiran pikiran tak berguna itu toh hana pikir hanya sebatas hubungan pekerjaan saja
saranghae❤