
" oh tidak, aku terlambat bisa kena masalah nanti "
pagi hari hana terlambat bangun mungkin karena dia merasa sangat lelah kemarin
" cepet hana cepet masih ada 10 menit lagi "
hana sibuk dengan dirinya sendiri lari kesana lari kesini untuk mempersiapkan dirinya
akhirnya hana siap dengan stelan kerja layaknya orang kantoran berbeda dengan kemarin yang ia kenakan adalah blouse putih dan rok hitam
memoles wajahnya sedikit agar tidak terlalu pucat dan menggerai rambutnya membuatnya terlihat sangat cantik dan jangan lupakan pino tipisnya
" perfect " ucap hana sebelum meninggalkan apartemennya
untung saja dia tidak terlambat masuk kantor bisa di bilang hitungan menit saja dia terlambat maka akan ada banyak masalah yang menimpanya
" masih keburu ayoo dong cepet liftnya "
hana terus merasa gugup saat pintu lift belum kunjung terbuka
saat lift terbuka hana segera masuk kedalam namun saat dia hendak menekan nomor lantai 30
pintu lift kembali terbuka setelah tadi hampir tertutup
" selamat pagi tuan "
hana membungkuk memberi hormat kepada atasannya itu
dia tidak lain dan tidak bukan adalah vincen dan asistennya roy
" selamat pagi juga bu hana "
hanya roy yang membalas sambutan hana sedangkan vincen masih tetap dalam mode kulkas seribu
hana tersenyum saat asisten roy menyapanya kembali
" oh Tuhan tampan sekali pak roy ini dia sudah nikah belum yaa "
hana tersenyum sendiri saat melihat ke arah asisten roy
sebelumnya hana sudah di beritahu bahwa bosnya memiliki asisten pribadi dan namanya adalah pak roy
jadi hana yakin yang saat ini berdiri di samping bosnya adalah asisten yang bernama roy
pintu lift terbuka di lantai 30
tingg...
vincen berjalan terlebih dahulu dan disusul oleh asisten roy terakhir hana yang keluar dari dalam lift
" lusa kau ada urusan roy urus masalah yang ada di cabang kita di kota E "
vincen memberi perintah dan langsung di sanggupi oleh sang asisten
" dan kau ajari anak baru itu tentang perjalanan bisnis apa saja tugasnya selama mendampingiku lusa nanti saya tidak mau dia mempermalukan saya "
" baik tuan akan saya ajari "
hana yang baru merapikan mejanya membuka berkas berkas yang di kirim dari setiap departemen untuk di tinjau sang bos
fokusnya teralihkan oleh seseorang yang muncul dari dalam ruangan dan menghampirinya
" bu hana, tuan meminta saya untuk mengajari anda tentang perjalanan bisnis saya dengar anda belum berpengalaman "
tutur roy dengan ekpresi yang berbeda dari yang tadi saat berada di lift
saat ini ekpresi asisten roy hampir sama dengan sang bos seribu pintunya itu hanya datar saja
" asisten roy kenapa ya kenapa sekarang jadi sama saja dengan bos kulkas itu mungkin memang tadi di lift hanya perasaanku saja yang menganggap dia ramah "
dalam hati hana bertanya tanya namun dengan segera hana lupakan karena dia harus profesional dalam bekerja
hanya satu kali di ajari hana sudah tau apa yang harus dia lakukan kebiasaan sang bos yang tidak suka di ganggu
" sepertinya anda sudah paham kalau begitu saya pamit pergi selamat siang "
asisten roy berlalu begitu saja tanpa mendengar jawaban dari hana
waktu menunjukkan waktunya makan siang seperti biasa yoona akan selalu menelfon dan mengajaknya makan bersama
" hallo yoon iya aku kesana sekarang tunggu aku merapikan berkas berkas di atas meja ini agar tidak kelihatan berantakan "
hana menutup panggilan telepon dari yoona dan merapikan kertas kertas yang berantakan di atas mejanya
saat sedang merapikan hana di buat terkejut dengan suara di sampingnya
" ikut aku " hanya kata itu yang terucap dan sang bos langsung berjalan lebih dahulu
sadar akan perintah hana pun bergegas mengejar langkah vincen yang cukup panjang sehingga dia harus berlari kecil untuk mengejarnya
" kita mau ke mana tuan? " tanya hana yang bingung karna ini jam makan siang tidak mungkin sang bos ingin makan siang dengannya kan
itu yang ada di pikiran hana saat ini
namun tidak ada jawaban dari vincen yang membuat hana semakin bingung
sadar dia tidak bisa makan siang dengan yoona
hana menelpon yoona untuk meminta maaf
" maaf aku tidak bisa makan siang dengan mu mungkin lain kali saja "
vincen mendengar apa yang di katakan hana
dan bersikap acuh toh bukan urusannya dia mau menelpon siapa
lift terbuka di basement hana hanya mengikuti langkah sang bos dan sampai di mobil hitam keluaran terbaru dan edisi terbatas
vincen masuk kedalam mobil dan mengambil kemudi sedangkan hana hanya berdiri mematung
dia bingung harus bagaimana apakah pantas bawahan menaiki mobil yang di kemudikan bosnya
tapi jika iya dimanakah dia harus duduk
jika di depan dia tidak pantas jika di belakang justru terkesan lebih tidak pantas
" sedang apa kamu cepat masuk waktu saya sangat berharga " ujar vincen dari dalam mobil kepada hana yang hanya berdiri mematung
" tapi tuan saya harus duduk di mana saya rasa tidak pantas atau biar saya saja yang mengemudikan mobil ini " jelas hana yang merasa enggan
" cepat masuk dan duduk di depan "
titah vincen yang membuat mata hana melotot hampir saja keluar
[ uthor ini suka lebay ga segitunya kali ]
hana hanya menuruti perintah dia masuk dan duduk di sebelah bosnya
" aduh gimana ini canggung banget lagian mau kemana si cuma berdua pak roy kenapa ga ikut kalo kaya gini jadi gemeteran takut ngelakuin kesalahan " hana said di dalam hatinya
mobil pun melaju ke arah yang hana saja tidak tau kemana
saranghae❤