VINCENZO

VINCENZO
BAB 12



waktu terus berjalan mengiringi lama perjalanan


namun tiba tiba hana merasa mual dan bangun dari tidurnya


hana langsung berlari ke arah toilet mengeluarkan semua isi perutnya


hana terlihat sangat pucat dan sangat lemas tidak ada tenaga lagi untuk berdiri hingga akhirnya jatuh tak sadarkan diri di toilet


vincen yang terkejut melihat hana langsung berlari ke belakang hanya melihat saja namun hana tak kunjung kembali ke kursinya


dua pramugari yang bertugas saat ini sendang mencoba menggetuk ngetuk pintu kamar mandi yang tidak ada sahutan apa alun dari dalam


" nona maaf nona, pesawat akan segera mendarat tolong segera keluar dari dalam "


pramugari yang satu menggeleng pada teman pramugari yang lainnya


mendengar ada keributan di belakang membuat vincen mau tidak mau melihat apa yang sedang terjadi


" ada apa? " tanya vincen kepada sang pramugari yang sedang mengetuk pintu


" tuan, nona yang bersama tuan tadi sedang ada di dalam sudah hampir 10 menit tidak keluar kami sudah mencoba mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban "


" benar tuan sebentar lagi pesawat akan turun, akan sangat berbahaya jika nona ini tetap di dalam " timpal seorang pramugari lagi


vincen pun mencoba mengetuk namun hasilnya nihil


" sekretaris ashana tolong buka pintunya sekarang "


namun tetap tidak ada jawaban dari dalam


hingga pada hitungan ke tiga pintu pun di dobrak oleh vincen


saat pertama kali pintu terbuka terlihat hana sedang tergeletak di bawah


vincen segera menghampirinya dan menggendong hana kembali ke kursi penumpang


" ambilkan selimut "


" baik tuan "


tak lama kemudian pramugari memberikan selimut dan langsung di Terima vincen


" segera bawakan dokter setelah saya mendarat "


vincen mengubungi sang asisten untuk mengirim seorang dokter saat nanti pesawat mendarat


melihat hana yang pucat mmbuat vincen khawatir


" kenapa aku sangat mengkhawatirkan dia ada apa dengan diriku "


vincen berbicara di dalam hati sambil terus memandangi hana


-


-


-


tak lama ada seorang dokter yang masuk ke dalam pesawat untuk memeriksa hana


dia adalah dokter yang asisten roy panggil tadi


memeriksa hana menggunakan stetoskop saat hendak membuka 1 kancing bagian kerah hana vincen melotot


" apa yang kau lakukan " ujar vincen menyekal tangan sang dokter


" ttuan maaf untuk lebih mengetahui kondisi nona ini saya harus menempelkan stetoskop ini ke dadanya pakaian nona menghalangi tuan jadi saya hendak membuka 1 kancing kemejanya "


jelas sang dokter dengan hati hati dia tau siapa orang di depannya orang yang tidak akan pernah bisa dia hadapi


" lakukan itu tanpa menyentuh bajunya "


vincen tetap bersikukuh pada sang dokter yang mau tidak mau akhirnya sang dokter hanya menempelkan stetoskop di luar baju hana


" nona hana mengalami mual penerbangan tuan istirahat sebentar dan minum vitamin yang saya berikan nanti juga akan membaik dengan cepat "


sang dokter memberikan diagnosanya dan memberikan pill vitamin kepada vincen, lalu bergegas pergi dari lubang neraka itu


bagi sang dokter saat ini dia ada di antara hidup dan mati jika bertemu orang seperti vincen


hana tersadar dari pingsan melihat dia masih ada di pesawat membuatnya bernafas lega


" jika sudah bangun cepat keluar dari sini "


hana kaget dan menengok ke sampingnya


" tunggu tunggu apa yang terjadi? "


hana mencoba mengingat apa yang di alaminya seingatnya dia tidak sadarkan diri di toilet kenapa sekarang ada di sini


" sungguh merepotkan lain kali saya tidak mau hal seperti ini terjadi lagi merepotkan orang lain saja "


" maaf tuan saya janji hal ini tidak akan terjadi lagi "


tadinya hana berfikir kalau dirinya di bawa oleh bosnya ke kursi namun melihat gelagat sang bos hana yakin 100% bukan bosnya yang membawanya


" huh... mustahil hana orang ini yang membawamu "


mereka berdua keluar dari pesawat karena hana masih sedikit lemas akhirnya dia di papah oleh salah seorang pramugari perempuan untuk menuruni pesawat


Dan kini tibalah bereka berdua di Rusia


saranghae❤