VINCENZO

VINCENZO
BAB 4



saat sedang menyusun jadwal tuannya HP hana berbunyi notifikasi dengan tulisan ' Rapat pemegang saham '


hana adalah orang yang sangat disiplin setiap acara pasti dia akan usahakan tepat waktu seperti saat ini baru saja dia bekerja dia sudah mencantumkan jadwal di dalam hpnya


hana yang memegang HP dan tablet di tangannya sudah siap hendak mengetuk pintu bosnya


tok.. tokk.. tokkk


" permisi tuan "


" Masuk "


seru orang yang berada di dalam


hana membuka pintu perlahan dan menuju meja tuanya itu


saat sudah berdiri sempurna di depan meja dia baru berbicara


" tuan rapat pemegang saham akan di muali sebentar lagi semua orang sudah datang dan sedang menunggu tuan datang "


hana berucap sangat profesional layaknya sudah berpengalaman dalam bidang ini padahal dia baru saja memulainya hari ini


tidak ada sahutan dari tuannya dan masih saya berkutik di depan layar komputernya membuat hana bingung tapi bu yuni sudah berpesan pada hana jangan membantah ataupun melawan sang tuannya itu


tak lama kemudian vincen berdiri dan berjalan menuju pintu


hana yang menyadarinya pun langsung sigap berlari ke arah pintu untuk membukakan pintu sang tuan


namun sifat ceroboh hana lagi lagi terulang saat berlari menuju pintu hana malah tersandung kakinya sendiri dan hampir saja jatuh jika tidak ada tangan yang memegangnya


hana yang sadar akan situasi langsung berusaha berdiri tegap lagi


" maaf tuan " hanya kata maaf yang bisa hana berikan saat ini


" dasar ceroboh hilangkan sifat cerobohmu itu jika masih ingin bekerja "


setelah mengucapkan itu vincen berjalan di depan hana dan hana hanya diam di sepanjang perjalanan menuju ruang rapat


di dalam hati hana terus mengumpat untuk kebodohan dirinya dan mengumpat sang tuanya


" bodo banget si kamu hanaa kenapa coba bisa kesandung kaki sendiri malu maluin bangett ehh tapi dia juga kenapa malah marahin kan wajar kalo baru pertama kali kerja pasti gugup dan ngelakuin kesalahan hidup ini ga adill "


asyik mengumpat hana tak sadar jika sudah sampai di depan ruang rapat hana pun langsung bersikap profesional dan senyum khasnya saat memasuki ruangan


hana duduk di sebelah vincen dan memberikan rangkuman yang telah dia rangkum tadi kepada tuannya


vincen yang menerima itu membaca dengan seksama apa yang di rangkum hana


menurutnya rangkuman itu sangat mudah untuk di pahami olehnya


sementara itu ritual sekretaris baru di mulai, yaitu memperkenalkan diri


setelah memperkenalkan diri rapat berjalan dengan lancar butuh waktu 2 jam untuk menyelesaikan rapat tersebut namun hana tetap semangat dan tidak menunjukkan rasa lelah


" rapat selesai Terima kasih untuk semuanya "


Vincen orang pertama yang berlalu dari ruangan tersebut di susul hana di belakangnya


" apa jadwal selanjutnya " tanya vincen dengan suara datar miliknya


" disini tertulis anda akan makan siang dengan nona jesica anak dari pemilik perusahaan brown "


mendengar itu vincen langsung berhenti sejenak lalu kemudian melanjutkan jalannya


" batalkan "


hana bingung namun dengan segera mengiyakannya


hana langsung menelfon seseorang yang nomornya ada di dalam tablet


" mohon maaf untuk makan siang hari ini kami batalkan, ah iya karena presdir kami sangat sibuk hari ini, baiklah Terima kasih "


telpon di tutup dan mereka terus berjalan untuk memasuki lift


hanya ada mereka berdua di dalam lift, itu membuat hana sangat canggung pasalnya sang bos sangat menakutkan menurutnya


dia jarang berbicara tapi tatapannya seolah menguliti lawannya itu membuat hana merinding


cukup lama lift berjalan karna memang tujuan mereka adalah lantai tertinggi


hana merasa sakit pada pergelangan kakinya mungkin karna tadi dia tersandung dan keseleo namun hana baru merasakan sakitnya


vincen yang tak sengaja melihat ke bawah dan melihat kaki hana memar hanya bersikap acuh


dia pikir itu karna kesalahannya sendiri jadi nikmati sendiri sakitnya


" apa jadwal hari ini " tanya sekali lagi vincen dengan nada datarnya lagi


" kosong... eh maksud saya tidak ada jadwal lagi hari ini tuan " hana kembali merutuki sifat cerobohnya itu dengan menanpar pelan mulutnya


tak lama kemudian pintu lift terbuka vincen jalan terlebih dahulu meninggalkan hana yang susah payah berjalan ke mejanya


di sisi lain di dalam ruangan


" baik saya akan segera datang tunggu dan jangan lepaskan dia "


vincen keluar dengan sorot muka yang menakutkan


hana yang terkejut menyadari sang bos keluar langsung berdiri tegap


saranghae❤