
Akhirnya pagi datang menyamput mereka dari tidur.
Di mansion keluarga Cassano seperti biasa para pelayan sedang sibuk dengan urusan sarapan para tuan dan nyonya nya
Vincen sendiri memang sudah bangun dari tadi dan sekarang sedang menyiapkan dirinya berangkat ke kantor
seperti biasa tuxedo hitam adalah favorit vincen mungkin jarang sekali vincen memakai warna lain han yang paling ia sering kenakan adalah warna hitam
begitu pula hana, hana sudah siap dan hendak berangkat ke kantor membawa koper kecil miliknya ponsel serta totebag kecil yang dia isi dengan ponsel dompet dan paspor
" udah bagus belum ya? udah ah gapapa dari pada telat "
hana sempat ragu dengan pilihan bajunya kali ini tapi ia usahakan agar tetap percaya diri
hana pun berangkat ke kantor menggunakan taxi jika biasanya dia berangkat menggunakan bus hari ini dia memesan taxi karena membawa koper
hana biasanya menggunakan bus karena menghemat uang transport saja tapi tidak apa apa jika menggunakan taxi sesekali
-
-
-
di mansion, semua anggota keluarga sedang makan sarapan bersama
" vinzo berapa umurmu kenapa kamu belum juga menikah? "
" iya sayang kenapa? mami kan pengen punya cucu banyak temen mami yang udah punya cucu "
kedua orang tua vincen kompak menanyakan tantang pernikahan putranya itu
bukan tanpa alasan tapi memang vincen sudah sering kali di jodohkan tapi belum ada satu pun yang berhasil menarik hati sang putra
" saya sudah selesai "
Padahal vincen baru memakan setengah dari sarapannya namun saat sang kedua orang tuanya kembali memcoba menjodohkannya selera makannya hilang
vincen berlalu dari meja makan menuju mobil yang sudah terparkir di depan pintu kali ini vincen mengemudikan sendiri karena asisten roy sedang berada di kantor cabang mengurus masalah yang sedikit terkendala
-
-
-
hana baru sampai di kantor namun ponselnya berdering
kringg..kringgg... kringgg
" hallo " sambut hana saat mengangkat panggilan telpon yang masuk
" dimana kamu? "
" saya baru sampai di kantor tuan dan ini masih di luar "
" tunggu di situ jangan kemana mana kita berangkat 20 menit lagi "
panggilan pun di tutup.
hana nanya bisa membuang nafas dengan kasar saat sang bos lagi lagi berbicara dengan ketus kepadanya
" kenapa si tidak bisa bernada sedikit ngomongnya biar aku ga takut Ngejawabnya dasar bos kulkas "
benar saja tak lama kemudian sang bos datang dengan mobilnya
" selamat pagi tuan " ucap hana membungkuk memberi hormat
tak ada jawaban tapi hana tak perduli dia mulai terbiasa dengan sikap bosnya yang dingin itu
membawa kopernya kebelakang memasukannya di bagasi mobil lalu dia berjalan dan duduk di samping sang bos
tak ada percakapan hanya hening di dalam mobil itu
20 menit mobil melaju menuju bandara sebelum pesawat berangkat
hana dan vincen berjalan bersama menuju pesawat yang akan mengantarkannya
hana terkejut bukan main saat dia pikir akan menaiki pesawat pada umumnya namun tebakannya salah
dia berangkat menggunakan pesawat pribadi milik vincen yang sangat mewah interiornya
kali ini hana benar benar bangga pada dirinya sendiri bisa bekerja dengan orang seperti vincen
pesawat pun berangkat setelah pilot dan co pilot memberi sambutan untuk tuannya
hana benar benar takjub baru pertama kali dia melihat pilot memberi sambutan langsung kepada penumpang
[ tapi lebih tepatnya pemilik si ya xixi ]
hana duduk di sebelah vincen menikmati pemandangan melalui kaca jendela pesawat.
" wow indah sekali jika dilihat dari sini "
saat sedang kalab menikmati pemandangan
tiba tiba pesawat yang di naiki hana mengalami turbulensi yang membuat hana panik
" tuann apa yang terjadi ini kenapa pesawatnya bergoyang hiks hiks "
tanpa hana sadari tangannya memegang erat lengan vincen dan memeluknya dari samping
vincen yang kaget hanya bisa diam
namun mendengar hana menangis anehnya dirinya merasa tidak tega
" tidak apa apa hal ini wajar "
di luar kendali vincen malah menenangkan hana dengan mengelus rambut hana
tersadar apa yang ia lakukan segera ia menyingkirkan tangan hana dari lengannya
" hanya begini saja sudah menangis sangat tidak cocok menjadi sekretaris saya "
jika tadi suaranya lembut berbeda dengan kali ini yang sedikit ketus menyindir
" maaf tuan saya hanya takut "
hana mencoba menenangkan dirinya hingga pesawat kembali stabil
karena waktu perjalanan cukup lama hana memutuskan untuk tidur
sedangkan vincen dia memutuskan untuk bekerja di depan laptopnya
itulah vincen dimanapun asala bisa dia akan terus bekerja sungguh gila kerja namun hal inilah yang membuatnya sukses di usia mudanya
saranghae❤