
Saat tengah duduk dengan santai setelah menghadiri rapat pertamanya hana lagi lagi di buat terkejut saat pintu ruangan terbuka dengan keras
Brakk!!
sontak suara itu membuat hana langsung berdiri
melihat sang bos keluar ruangan dengan sorot muka yang menakutkan membuat hana tidak berani bertanya
Saat ini tepatnya di dalam mobil yang sedang melaju kencang tampak seorang pria yang sangat murka
bagaimana tidak ada orang yang berani mengusik dirinya dengan menyebarkan informasi penting milik markas besarnya
" cari mati kau bajingan awas saja kan ku jadikan kau mayat yang tak akan pernah di temukan siapapun " umpat vincen di dalam mobil terus menerus
saat ini yang dia mau hanya menghabisi siapa yang berani Mengganggunya
cukup lama vincen berkendara akhirnya ia sampai di markas besarnya di dalam hutan mungkin tidak ada yang tahu kalau disitu adalah persembunyian markasnya
bughh bughh bughh......
terdengar suara pukulan dari dalam ruangan yang sangat gelap
disitu pula vincen duduk dengan sangat angkuh aura dingin yang sangat mendominasi
menyalakan sepuntung roko di tangannya
" ampun a-ampu un t-tuan saya ber-bersalah m-mohon ampuni ss-aya tuan " ucap seorang pria yang sudah bercucuran darah di mukanya
pria itu mencoba mencium kaki vincen namun segera di tendang oleh anak buahnya
" untuk apa lagi? habisi dia sekarang dan buat keluarganya menderita cukup bermain mainya aku sudah bosan " tutur vincen tanpa belas kasian kepada pria yang sudah tak berdaya meringkuk di lantai itu
" jj-angan tuan habisi saya ss-a-ya jangan app-a apakan keluarga saya mereka huftt huft tidak tahu apapun "
sungguh begitu kasian pria ini namun vincenzo Cassano bukan orang yang bisa sembarangan di usik
jika tetap mengusik makan akan berakhir seperti pria ini mati tanpa kata ampun
" tembak cukup 1 kali saja di kepalanya jangan membuang buang peluru bagusku "
" baik tuan " sahut alex sang tangan kanan di dunia hitamnya
mungkin bisa di bilang vincen punya due kehidupan yang satu putih dia memiliki roy dan yang satu hitam dia memiliki alex
satu suara tembakan berhasil membuat orang yang tergeletak meregang nyawa saat itu juga vincen pergi dari ruangan itu
Di perusahaan Cassano crop
hana yang bosan tidak melakukan apapun memilih untuk berkeliling sekalian mengingat tempat dimana ia bekerja
setiap bertemu dengan orang hana pasti akan menyapanya dan tersenyum ramah kepadanya
sehingga banyak orang yang menaruh kesan baik pada kali pertama mereka bertemu hana
saat ini hana berada di pantry membuat kopi cappucino latte kesukaannya menikmati kopi sambil melihat ponsel miliknya
percakapan grup teman temannya mengalihkan fokus hana dan hanya tertuju pada layar ponselnya sehingga dia tidak menyadari bahwa sepasang mata sedang menatap elang padanya
membalas dan membaca percakapan grup itu membuat hana tersenyum senyum sendiri di depan ponselnya
hingga saat suara deheman seseorang yang terasa tidak asing baginya membuatnya menoleh
dan lagi lagi hana terkejut dengan siapa yang berdiri di belakangnya
saat hendak berdiri tanggan hana menyenggol kopi yang tadi ia buat sampai sampai kopi itu jatuh mengenai kakinya
" aww panas panas " keluh hana saat air yang mendidih itu mengenai kakinya
" tuan sejak kapan tuan disitu, eh maksud saya kenapa tuan tidak memanggil saya lewat ponsel saya pasti akan langsung datang "
ckk
Hanya suara decakan yang hana dengar lalu setelah itu sang boss pergi lagi
" dasar gadis bodoh yang sangat ceroboh menyesal aku menerimanya "
umpat vincen di dalam hati setelah meninggalkan hana yang sedang menahan perih akibat air kopi panas itu
" bu hana ibu tidak apa apa? sepertinya luka ibu melepuh ayo kita ke klinik dulu bu " ajak Sinta seorang yang lebih muda darinya 2 tahun
" tidak apa apa aku baik baik saja jangan khawatir aku naik dulu ya takut presdir vin marah "
" beneran ibu tidak apa apa jika di biarkan mungkin akan jadi parah bu "
saat mengobrol dan meyakinkan hana untuk segera mengobati lukanya ponsel hana berdering tertulis nama presdir vin memanggilnya
dengan segera hana berjalan menuju ruangan presdirnya itu
saranghae ❤