
Mobil melaju menuju hotel yang mereka tempati.. di sepanjang jalan hanya ada keheningan saja karna memang hana dan vincen tidak membahas apapun.
-
-
-
Hampir 20 menit mereka berkendara akhirnya mobil mereka sampai di hotel
hana yang turun duluan sambil menenteng paperbag berisikan dress yg tadi di belikan sang boss
hana menunggu vincen yang sedang memarkirkan mobilnya
hana masih penasaran apakah dres ini di belikan atau nanti gajinya yang di potong
" huhh... gimana ya ini sebenernya di belikan atau gajiku yang di potong mana ini dres mahal banget "
hana terus bertanya tanya sampai akhirnya vincen keluar dari mobil dan berjalan ke arahnya.
melihat hana yang melamun sedari tadi vincen akhirnya bertanya
" apa yang kamu pikirkan? "
hana tersadar dan melihat sang bos sudah ada di hadapannya saja padahal yadi masih di dalam mobil pikirnya
" Mmm... tuan dress ini bagaimana saya membayarnya? "
" tidak perlu bayar "
" ah? bener tuan? saya tidak perlu membayar? tapi ini kan mahal "
" hm tidak perlu yang penting besok tolong jangan buat saya malu "
" baik tuan saya tidak akan membuat kesalahan "
mereka berdua berjalan menuju lift bersama hana tidak lupa menekankan tombol llantai yang mereka tuju
lift terbuka. vincen berjalan terlebih dahulu meninggalkan hana di belakangnya seperti biasa
hana melihat sang boss sudah masuk ke dalam kamarnya dan dirinya pun sama masuk kedalam kamarnya sendiri
" akhirnya bisa istirahat juga, hari ini lumayan membuatku lelah aku ingin segera mandi, rasanya badan ini sudah seperti lem sangat lengket "
hana memutuskan untuk membersihkan diri sesampainya di kamar meletakkan barang barang yang dia bawa di atas meja dan dirinya pun bergegas menuju kamar mandi
-
-
-
di sisi lain vincen tengah sibuk menelpon seseorang dengan sorot mata yang serius
perkataan hana membuatnya sadar bahwa saat ini mereka pasti sedang di intai oleh seseorang mungkin salah seorang musuhnya
menjadi mafia memang harus selalu waspada dengan musuh yang mungkin ada di mana saja
" saya minta besok saat saya menghadiri acara kalian harus waspada melindungi saya, saya tidak ingin ada yang terluka "
tutur vincen meminta anak buahnya mengawasi dirinya dan hana di acara besok bukan dirinya yang ia khawatirkan namun hana.
baginya ada musuh atau tidak dia bisa menjaga dirinya sendiri namun hana dia tidak yakin oleh karna itu besok hana akan di jaga layaknya naratama oleh anak buahnya
vincen sudah selesai dengan telponnya, saat ini terlintas di benak vincen hana yang memakai dress yang dia beli tadi
vincen mulai menyadari tentang perasaan dan hatinya yang mulai luluh oleh hana,
sebelumya dia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini di dalam hidupnya
baru kali ini dia merasakannya saat dia bertemu hana.
" sudahlah aku terlalu banyak berfikir apa gunanya jika hanya aku yang merasakannya "
vincen menggelengkan kepalanya kemudian berjalan menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
-
-
-
Hana sudah selesai mandi mendengar ponselnya berdering hana segera melihat siapa yang menelfonnya
yoonaa
terlihat siapa nama orang yang menelponya
hana mengangkat telpon yoona dan mengobrol seperti biasa
seringkali hana merasa kalau yoona adalah satu satunya yang dia punya saat ini lelahnya hilang saat dia mendengar suara yoona
mungkin persahabatan dari dirinya kecil sampai saat ini membuatnya merasa yoona adalah keluarganya
" hallo ada apa yoo? "
" jika bukan aku yang menelpon kamu duluan kamu gaakan nelpon aku kan "
suara yoona seperti seorang adik yang ngambek pada kakanya itu membuat hana tersenyum geli
" iyaa iyaa maaf hari ini aku sibuk yoon tapi tenang udah engga kok karna semua kerjaan udah beres "
" apa kerjaan kamu banyak banget naa? uuu kacian kalo deket aku bantuin tapi sayang kamu jauh, lagipula aku gatau bantuinnya gimana bantu doa aja deh hahaha "
" engga kok sebenernya urusannya udah selesai kirain bakal beberapa hari klien baru setuju ternyata cuma sekali pertemuan klien langsung tanda tangan kontrak "
" waah berarti kamu pulang cepet dong dari Rusia "
" Mmm gatau juga, oh iya besok masih ada tugas mungkin lusa aku pulang yoon "
" tugas menjaga hati ya hahaha "
" kamu selalu aja gitu hm sebenernya aku juga kaget si sama tugas ini kamu mau tau ga apa tugasnya? "
" ya mau lah apaan tugasnya "
" nemenin tuan ke acara nikahan klientnya dan tadi juga aku ga nyangka bakalan di beliin dress "
" omo!!! seriusan? waah ada yang maju satu langkah nih, naa kamu harus dandan cantik buat besok yaa buat tuan vin klepek klepek "
" engga. makasih hahaha "
" eh kamu di kasih tau ngeyel yaudah udah dulu ya aku mau pergi sama my baby dulu bbayy "
" hati hati di jalan ya bayy "
telpon berakhir hana meletakkan kembali ponselnya di atas nakas samping tempat tidurnya dan dia merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.
sekian dulu yaa saranghae❤