VINCENZO

VINCENZO
BAB 7



jam menunjukan pukul 12.00 itu bearti jam makan siang


namun hana harus bergegas menemui bosnya yang tadi memanggilnya lewat ponsel


dengan nafas terengah-engah hana mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan bosnya itu


" tuan memanggil saya? apa ada yang bisa saya bantu tuan? " hana berusaha menstabilkan nafasnya


" besok ada perjalanan bisnis asisten saya tidak dapat menemani saya karna saya butuh wakil dari perusahaan maka kamu yang akan ikut "


vincen berbicara cukup panjang dan itu juga cukup mengejutkan bagi hana ini adalah momen langka sang bos berbicara cukup banyak kepadanya


Namun perjalanan bisnis hana sama sekali tidak tau harus bagaimana sedangkan dia baru memulai pekerjaan ini tapi sudah di beri tugas yang begitu banyaknya


" hah apa? apa aku tidak salah dengar ya ikut perjalanan bisnis aku kan anak baru yang baru bekerja satu hari kenapa malah disuruh perjalanan dinas sabarr sabarr hanaa "


" em tuan maaf sebelumnya ya saya kan baru pertama dan ini juga hari pertama saya ker- "


" apa kamu tidak bisa kalau begitu buat surat dan kirimkan ke HRD "


belum juga selesai berbicara tapi sudah di potong dengan begitu kejamnya


" ah bukan begitu tuan saya siap,, tapi bolehkah saya bertanya berapa orang yang ikut perjalanan bisnis ini biar saya bisa mengatur semuanya "


" hanya kamu yang ikut, sudah jangan banyak bicara kembali bekerja "


degg jawaban vincen sungguh membuat hana terpaku kaget bingung hara rasakan jadi satu


pasalnya hana merasa takut kalau hanya berdua apalagi pergi dengan bosnya


bukan apa apa hana takut dia membuat kesalahan dan langsung di pecat detik itu juga


namun hana berpikir mungkin itu sudah menjadi tugasnya mau tidak mau hana harus mau dan harus bekerja dengan profesional


keluar ruangan ponsel hana berdering


dan ternyata yoona teman sekantornya itu


" hallo kamu di mana naa aku udah nunggu di cafe sebelah kantor dari tadi kamu bilang mau cepet "


semprot yoona yang sangat keras, yoona memang seperti itu jika dengan hana dia akan menjadi lebih cerewet seperti kaka kepada adiknya


" ahh aku lupa tadi aku di panggil presdir yoona kalo aku ga dateng tamat riwayat aku maafin aku, aku kesana sekarang masih ada 30 menit jam makan siang tunggu akuu cintakuuu "


hana mencoba menjelaskan tentang apa yang menimpabya sehingga dia telat datang untuk makan siang bersama sahabatnya itu


saat tiba di cafe hana melihat sekeliling dan melihat yoona yang melambaikan tangan ke arahnya


" hanaaa disini "


" maafkan aku yaa tadi benar benar kacau deh hari pertama tapi ujiannya berat banget "


timpa hana sembari duduk di kursi berhadapan dengan yoona


" tenang duluu naa minum dulu deh aku udah pesenin cappucino latte tapi belum aku pesenin makananya kamu mau apa na? "


" samain aja sama kamu yoon "


" gimana na hari pertamanya enak ga? oh iya aku denger presdir vin sendiri ya yang milih kamu jangan jangannn hehe "


yoona sengaja menggoda temannya itu karna terlihat sekali hana sangat lelah


" mau ngomong apa? jangan apa coba kayanyaa wajar si dia gapunya sekretaris tetap sifatnya aja gitu bikin merinding terus "


hana berbicara sambil memegang tanggannya seolah olah dia merinding


" yee sekarang aja bilang engga nanti juga klepek klepek apalagi presdir kan guanteng bangett aku aja yang pernah ngeliat sekilas kebayang terus apalagi kamu yang sering tatap tatapan hahaha "


" ah engga deh dia bukan tipe yang aku cari tapi kalo liat asistennya boleh juga di senggol "


mengobrol berdua dengan yoona membuat stres kerja yang hana alami di hari pertamanya menghilang


selesai makan siang mereka berdua kembali ke pekerjaan masing masing


yoona sebagai manajemen marketing dan hana yang naik ke lantai atas untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai sekretaris presdir


tak terasa pekerjaan yang tadinya terasa berat bagi hana kini sudah mulai terbiasa untuk hana sendiri


jam pulang kantor tiba hana sedang membereskan barang barangnya dan hendak pulang


melihat kantor presdir yang masih menyala lampunya itu tandanya sang bos masih ada di dalam jadi dia berusaha untuk tetap tenang dan tidak membuat suara agar bosnya tidak terganggu


di lobby yoona sudah menunggu hana untuk pulang bersama


" yuk pulang "


hana yang melihat yoona sedang berdiri langsung menghampirinya


mereka berdua berjalan menuju batsmen dimana mobil yoona terparkir


" mau langsung pulang naa ga main dulu kek "


" engga ah yoon aku capek banget apalagi lusa aku ada perjalanan bisnis jadi pengen istirahat biar tetep fitt " hana berbicara dengan nada khas orang yang kelelahan


tak butuh waktu lama mobil yoona sudah sampai di apartemen yang hana tinggali sendiri


dia membeli apartemen ini 2 bulan yang lalu saat semua aset di jual dan memiliki sedikit tabungan jadi ia putuskan untuk membeli apartemen yaa walaupun baru 70% dari harga jual dan masih harus melunasi 30% sisanya


mobil berhenti. hana yang mengucapkan salam perpisahan dan terimakasih kepada yoona keluar dari mobil sambil melambaikan tangganya ke arah mobil yoona yang sudah melaju pergi


sesampainya di rumahnya yoona memilih langsung mandi dan tidur


" sudah cukup hari ini hana kamu hebat "


semenjak orang tuanya meninggal hana merasa sangat kesepian yang dia punya hanya yoona dan orang tua yoona yang menganggap hana anak mereka juga


namun biar bagaimanapun hana tidak munafik dia benar benar kesepian saat ini hanya dirinya sendiri yang dia punya untuk saat ini


jadi jangan heran jika hana berbicara pada dirinya sendiri


saranghae❤