
"Zahra minta maaf ya mbak,karena zahra kalian jadi salah faham"
"iyah enggak papa,ya sudah saya ke masjid dulu"
pamit ku dan meninggalkan mereka.sesekali menengok ke arah mereka.rasa cemburu di hati masih ada,walaupun hanya salah paham. tak bisa di pungkiri aku sangat menyayangi nya,dia calon suami ku,tak ada yang bisa merebutnya dari ku.
Tak ada yang boleh mengambil pujaan hati ku.dia milik ku hanya milikku.
Setelah sholat ashar ,aku mengajak nada untuk berjalan menikmati pemandangan sawah-sawah di kawasan pesantren.
Udara nya begitu sejuk,memanjakan mata,ingin berlama-lama di tempat ini.
"anisa,,jadi wanita itu sepupu ustadz fauzan?"tanya nada
Kami duduk di gubuk tengah-tengah sawah.
"iya da,dia namanya zahra,"
"terus kamu percaya aja sama ustadz fauzan?"
"emmm,,,,sebenarnya aku enggak percaya da,aku benar-benar cemburu,aku enggak rela dia di ambil wanita lain,dia hanya milik ku"
"iyah sayaaang aku hanya milik mu"tiba-tiba aku mendengar suara yang begitu aku kenal.
betapa terkejutnya kami,di belakang kami ada ustadz fauzan.dan dia tersenyum manis.
"lagi ghibah ya?"tanya nya sembari terkekeh
"a antum dari kapan di sini tadz?"tanya ku masih terheran-heran.
"dari tadi sayang,mas denger semua pembicaraan kalian kok"
aku dan nada sama-sama berpandangan.salah tingkah
"em maafin saya tadz"nada meminta maaf karna dia merasa bersalah telah memulai pembicaraan tersebut.
"iyah enggak papa da,saya paham kok,kamu sayang sahabat mu ini"jawab nya tersenyum.
"sayang ayok ke rumah mas !"ajak nya kepadaku
"kan anisa piket tadz,besok sore ajah yah?"tolak ku karna aku merasa tidak enak untuk meninggalkan tugas piket ku.
"kenapa sayang? anisa masih marah sama mas?"
"enggak mas,anisa kan masih piket".jelas ku
"ya sudah besok saja,"jawab nya dengan nada kecewa.
"nanti malem kita makan di luar yah,buat menebus kesalahan mas"
"yang salah anisa,anisa yang cemburuan"
"tapi mau kan sayang?"
"iyah mas,"
Kami bertiga masih asik bersenda gurau.memang mas fauzan salah satu guru di pesantren yang asik untuk ngobrol.
Tak terasa waktu pun menunjukan pukul 5 sore.
sesampai nya di asrama kami pun menyirami tanaman yang di sana.
"nad ,,,nanti kamu ikut aku yah?"
"kemana nis?"
"makan malam bareng mas fauzan,"
"aduh,,enggak mau lah,takut ganggu kamu ngedate,aku mau makan di rumah aja nis,"
" hemmm ya sudah kalau begitu"
waktu yang aku tunggu-tunggu telah tiba.aku sudah bersiap untuk pergi bersama mas fauzan.
"nis,udah di tunggu ustadz fauzan tuh"ujar tari
"kok beliau gak telfon aku yah tar?"
"mungkin dia enggak punya kuota nis,ya sudah kamu temui beliau kasian,nanti kesemutan"
"kalian enggak papa nih aku tinggal?"
"iyah tenang ajah,nanti ada ustadzah rusmi yang nemenin kita makan kok" jawab tari.
"ya sudah aku berangkat yah,assalamu'alaikum?"
"wa'alaikumslam"jawab mereka kompak.
"masya alloh cantik sekali calon istriku ini"puji nya dan membuat muka ku merah merona.
"mau pakai motor anisa atau mas?"
"motor anisa aja yah,tapi mas pingin anisa yang mengendarai,"
"ih kok gitu sih? "tanya ku heran
"kan mas belum pernah bonceng anisa,mau ya sayang"rengek nya
"ya udah ,"aku pun mengalah
di setiap perjalanan dia selalu memeluk pinggul ku dengan erat,membuat aku risih.tetapi aku juga merasakan nyaman.
udara malam ini begitu dingin menusuk tulang.
"dingin banget ya sayang?"
"iyah mas dingin,mana anisa gak pake jaket"
"pake jaket mas ya sayang"tawarnya."ayok menepi sayang,"
"enggak usah mas,mas kan pake kemeja pendek,kalo jaket nya anisa pake kasian mas nya.bentar lagi juga kita sampai mas"
"ya sudah nanti kita cari jaket buat kamu ya sayang"
"enggak usah mas,jangan boros-boros lah"
"kan buat calon istri mas"
Setiba nya di tempat makan.kami memilih tempat makan berupa saung-saung paling pojok,mungkin tujuan mas fauzan agar bisa bermesraan.
Suasana malam ini sangat romantis,tempat yang sejuk ,dengan lampu bohlam dan beberapa pelita di setiap pojok saung,terdapat kolam ikan di area tempat makan itu.
tempat makan tersebut sangat lah ramai.karna malam ini malam minggu,tidak bisa di pungkiri banyak pasang kekasih yang berkencan di tempat ini.
"sayang,,,,maafin atas kejadian tadi siang yah"
"iyah mas,,anisa yang minta maaf udah cemburu" tangan kami pun saling menggenggam.
Tangan ku begitu nyaman ketika di genggam nya.mata kami saling beradu,pandanganya begitu dalam menusuk mata ku .
"mas sayang kamu nis,mas enggak mau kehilangan kamu" mas fauzan meraba pipiku dan mendarat kan kecupan di kening ku.
"anisa juga mas,anisa enggak mau kehilangan calon suami yang limited edition seperti mas"
"ih,,kaya barang aja limited edition nis"di mencubit hidung ku gemas.
Tawa kami pun pecah,dia selalu mencubit pipi ku. protes ku dia abaikan dengan alasan gemas melihat pipi ku yang sekarang lebih tembem dari sebelum nya .
makanan yang kami pesan datang. di tak segan-segan menyuapi ku.
"mas gak malu nyuapin nisa?"
"buat apa malu sayang,kan kamu calon istri ku,berapa hari lagi kita akan menikah"senyum nya yang membuat aku tambah sayang.
"ngomong-ngomong,kamu mau minta mahar apa sayang?"
"eeee terserah mas,semampu mas saja"
"sayaaaaaang,,,"dia menggenggam tangan ku dan menatap ku dalam.
"yang namanya mahar itu,perempuan yang meminta sayang,jadi anisa mau minta apa?"
"anisa bingung mas,,"
"jangan bingung sayang" tatapan nya semakin dalam.
"pake emas ajah yah sayang,besok kita cari,gimana?"
"ya sudah mas kalo begitu,"
"3 hari lagi kita menikah sayang,walaupun baru menikah sirih ,tapi mas bahagia ,nanti kalo kamu sudah lulur kita langsung nikah resmi yah"
"kita menikah siri hanya untuk menghindari dari perbuatan zina sayang," lanjut nya kemudian mengecup kening ku kembali.
"iyah mas,anisa paham kok"aku pun reflek mengecup tangan nya.
"makasih yah mas,udah sayang anisa,padahal anisa tahu di pesantren banyak yang suka mas,yang mengidolakan mas"
"bisa aja kamu sayang,di hati mas tetap ada kamu" dia memeluk ku erat.
Rasa yang tak bisa di ungkap. pelukan nya begitu nyaman,tak ingin aku melepas kan pelukan ini.