Ustadz Fauzan

Ustadz Fauzan
KAKAK KETEMU GEDE



malam hari nya aku tidak bisa tidur mememikirkan apa yang akan ustadz fauzan katakan padaku.


"kamu kenapa nisa? kok belum tidur"


"iyah nih ada yang aku fikirin da"


"bilang dong nisa,jangan di pendem sendiri"nada meyakinkan ku


"enggak ada apa-apa nada,"


akhirnya aku paksakan untuk tidur.walaupun sulis untuk memejamkan mata ini


Ke esokan harinya aku di panggil oleh salah satu santri dan memberitahukku bagian keamanan menyuruhku untuk ke kantor


"nisa kamu belum siap?" tanya kak sofi


"b belum ka,"


"semalam ustadz fauzan izin katanya kamu di suruh orang tua kamu ke kota"


"apah?? ustadz fauzan pun berbohong" kejutku dalam hati


"i. iya ka.. apa nisa di izinkan pergi"


"iya nisa boleh.ambil buku perizinan kamu ya saya tanda tanganin" perintah nya..


aku pun mengambil buku itu dan menyerahkan nya.setelah di tanda tangani aku pun bersiap-siap .menggunakan pakaian yang menurutku pantas.dan menyemprotkan wewangian kesukaan ku.


"uluuuuuh udah wangi ni sahabat aku"ledek nada


"mau kemana sih sahabatku ini?"tanya nya sembari mengedipkan matanya


"ihhh jangan ngeledek aku seperti itu lah,aku berangkat dulu ya da"


"ati-ati ya "


aku pun berjalan keluar asrama menuju tempat ustadz fauzan katakan.


"assalamu'alaikum tadz"


"wa'alaikumslaam" beliau menengok .dan agak terkejut melihat ku


."masya alloh cantik sekali kamu nisa"puji nya membuat muka ku merah merona.


"udah siap? ayok kita berangkat,"ajak nya


aku pun membonceng di sepeda motor nya.. dengan canggung dan malu


"pegangan dong nisa ,nanti kamu jatuh" perintah nya sembari menarik tangan ku untuk melingkar di perut. nya..


rasanya tidak percaya bagi ku.


tak terasa kami pun sampai di sebuah cafe dengan disain yang estentik.


"terserah antum saja tadz,nisa nurut"


dan aku pun membuntutinya di belakang menuju tempat yang menurut nya nyaman untung mengobrol.


"kamu mau pesen apa?" pelayan datang menghampiri kami


"terserah antum saja tadz,anisa ngikut"


"wah kalo saya gak pesan apa-apa kamu juga ikut enggak pesan nis?.pesan lah nis" perintah nya


"ya udah anisa pesan jus alpukat dengan roti bakar saja tadz"


dan pelayan pun pergi meninggal kan kami


"fauzan!"


panggil seseorang,dan ustadz fauzan pun mencari sumber suara itu,


"hai bang" ustad Fauzan pun melambaikan tangan nya ke sumber suara..dan menghampiri nya dengan menarik tangan ku


"assalamu'alaikum fauzan"


"wa'laikumslaam bang,kok abang ada disini dimna istri nya"tanya ustad fauzan sembari mencari seseorang


"iya ane kesini mampir,habis nganterin proposal,istri ane enggak ikut,dia kan lagi hamil besar"jelas nya


"oalah udah berapa bulan bang?"


"udah 8 bulan ini.. ngomong-ngomong ini siapa zan?


"kenal kan saya anisa adek sepupunya ustadz fauzan"aku memperkenalkan diri


"oh iya saya rizki,teman kuliah fauzan senang bertemu dengan ukhti"


abang rizki menempel kan badaan nya ke ustadz fauzan dan berbisik


"beneran itu adek sepupu antum?,atau jangan-jangan antum itu kakak ketemu gede nya dia?"ledek abang rizki terkekeh membuatbustadz fauzan garuk-garuk kepala yang tidak gatal itu.


"kalian sudah pesan?"


"sudah bang.."


kalau belum bergabung lah dengan ane disini zan"pinta nya


" kami di sebelah sana saja bang ,ada hal penting yang mau saya bahas dengan anisa"


"eheeeeem y sudah,ane juga bentar lagi mau pulang"mereka pun berjabat tangan kemudia saling pelukan dan kami pun menuju meja yang kami tinggal kan.


...----------------...