
"mas antar zahra yuk,zahra mau foto copi dekat pesantren mas ngajar!"rengek zahra karna memang zahra sepupu ku yang paling manja.
"ya sudah mas siap-siap dulu"
Di setiap jalan aku dan zahra selalu bersenda gurau,dia memeluk pinggang ku erat.
terkadang mereka yang tidak tahu kami sepupu akan mengira kalau kamu itu pasangan kekasih.
"mas,,kenalin mba anisa ke zahra dong kata ibuk mbak anisa cantik banget,"
"iyah nanti mas fauzan kenalin ke kamu"
setelah selesai memfoto copy.kami pulang kerumah dengan masih bercanda di setiap jalan.
Aku sengaja melewati pesantren karna ada berkas yang akan aku ambil di kantor.
Terlihat ada dua santri yang sedang menyapu di depan poskestren,aku merasa mengenal nya.
"sepertinya aku mengenal mereka? mungkin hanya perasaan ku aja "kata ku dalam hati.
ponsel ku pun berdering,aku menghentikan laju motor ku dan menepi.
"ibu nisa?"kata ku dalam hati
aku mengangkat telfon dari beliau
"assalamu'alaikum buk?"
"wa'alaikumslam zan,"
"iyah buk ada yang bisa fauzan bantu?"
"anisa sudah sampai? belum yah zan?"
"sampai mana buk?"
"hari ini jadwal dia...."
handphone ku pun mati kehabisan batre.
"aduh kenapa sampai mati ini hp"aku pun ngedumel sendiri.
"ada apa mas?siapa yang telfon?"
"ibuk anisa yang telfon malah handphone ku habis baterainya"
"ya sudah ayok kita pulang mas,cepat cas handphone mu itu,kali aja penting"
"ya sudah,"
sesampainya di rumah aku mengisi batre handphone ku. dan melanjutkan pekerjaan aku.
"tadi ibu bilang apa ya?anisa kemana,? "
tanya ku dalam hati.
pikiran ku tak tenang,selalu bertanya-tanya anisa dimana,
"coba aku telfon dia" aku mengaktifkan handphone ku.
di layar handphone ku tertera beberapa pesan dari ibuk anisa,dan anisa.
ibu anisa:
( nak anisa sudah sampai di pesantren belum yah?hari ini jadwal anisa piket)
aku tak langsung membuka pesan dari anisa.akan tetapi menelfon nya.
" berarti yang aku lihat tadi anisa."kata ku dalam hati
tut tut tut
"assalamu'alaikum nisa?
"wa'alaikumslaam"jawab nya dengan nada isak tangis .
"Anisa kamu nangis? kenapa?ada apa?"tanya ku panik.
dia tak menjawab pertanyaan ku.
"tadi ibuk telfon,katanya nisa udah di pondok?"
masih tetap sama dia tak menjawab pertanyaan ku.
"sayang,kenapa kmu gak bilang kalo sekarang jadwal kamu piket?"
"nisaaaaa,,kamu kenapa?kamu nangis?kamu baik-baik aja kan,jangan diam nisa,tolong jawab."
"mas..."panggil nya lirih masih sesenggukan.
"iyah sayang,,"
"bisa kita ketemu sekarang?"
"mas lagi ada keperluan sayang,kalo nanti malam gimna?"
"keperluan apa?"
"mas lagi enggak di pondok sayang?"
"oh iya anisa lupa kalo mas lagi pergi sama wanita lain" jawab nya dengan nafas sesak dan langsung akhiri telfon dengan ku.
aku membuka pesan dari anisa.
(Mas aku udah di pesantren)
(mas,tadi aku lihat kamu,bonceng perempuan kamu mesra sekali,)
(ini kelakuan kamu di belakang aku mas?)
" berarti yang aku lihat tadi anisa dan dia melihat aku membonceng zahra.
setelah menemukan kunci motor aku melajukan motorku dengan kencang.
setelah sampai di pesantren. Aku memasuki asrama putri,untuk menuju kamar anisa. aku merasa bersalah kepada nya.aku menaiki tangga dan berpapasan dengan nada.
"da,,anisa mana?"
"dia tidur tadz,kenapa antum tega sama anisa tadZ,anisa menangis sampai tertidur,antum jahat bikin sahabat aku terluka"
"iyah tadz dia melihat antum,kenapa antum tega?"
"wanita yang aku bonceng itu adek sepupuku da,tolong kamu percaya kepada ku."aku meyakinkan sahabat calon istri ku itu.
"temui anisa tadz,kasian dia menangis dari tadi,nada permisi pulang dulu"pamit nada pergi meninggalkan ku
Aku duduk di samping ranjang anisa,aku mengusap kepala nya,aku merasa bersalah terhadap nya.
"aku enggak buka handphone,aku enggak tau kalo kamu di sini sayang"kataku lirih
"nis,,,,bangun"aku membangunkan nya.
dia membuka mata pelan-pelan melihat aku duduk di samping nya. tetapi dia membelakangi ku.
"kenapa antum ada di sini tadz"
"kamu kenapa nis?kenapa kamu menangis?mata mu sembab"
"saya tidak apa-apa tadz,"
dia meraih tangan ku"tatap mata mas nis,?"
"kenapa antum tega ke saya tadz?salah saya apa?kalau memang antum tidak menginginkan saya lagi bilang?"tanya nya .
tangis nya pecah.
"maksud kamu apa nisa?"jawab ku sembari mengusap kepala ku .
"antum bermesraan dengan wanita lain,aku melihat nya sendiri"
"kenapa antum tega sama nisa?"
"tunggu tunggu,yang nisa maksud zahra?"
"aku gak kenal siapa itu,tapi antum bener-bener tega sama nisa"
aku pun langsung tertawa.
"kenapa ketawa.memang antum sengaja bikin aku sakit hati?"
"bukan sayang,tolong dengerin mas yah,"pinta ku sembari mengusap air mata nya
"itu zahra sayang,sepupu mas,dia anak bibik aku,"
"kenapa mesra begitu?jangan bohong ke anisa?"
"bukan mesra sayang,dia kan cuma pegangan ke mas?"
"anisa gak percaya sma sekali ke mas!"tegas nya.
"ya sudah ayok kamu ikut kerumah mas,nanti ibuk yang jelasin ke kamu supaya percaya,"
"enggak usah,anisa mau izin pulang aja ,"
"jangan sayang,percaya sama mas yah,mas mohon percaya ke mas.mas sayang kamu,."mohon ku sembari berlutut di hadapan nya.
dia menarik ku agar duduk kembali di samping nya."apa pun akan aku lakukan agar kamu percaya kepada ku nis" ujar ku dalam hati.
aku benar-benar menyayangi nya .aku benar-benar cinta anisa.aku tidak mau kehilangan dia.
"jangan seperti itu tadz!"perintah nya
"percayalah ke mas nisa,ayok mas ajak kamu ke rumah mas,!"pinta ku dengan memohon.
"aku mau antum ajak perempuan itu kesini nanti malam,dan jelaskan semua nya."
"iyah sayang nanti mas ajak dia bertemu kamu"
"ya sudah antum pergi,aku mau siap-siap mandi dan sholat ashar".pinta nya sopan.
Aku pulang untuk menjemput zahra,agar salah paham ini cepat selesai.
rasa kasihan melihat anisa menangis membuat hati ku perih.
Aku menunggu anisa di depan poskestren bersama zahra,
terlihat anisa bersama sahabat nya berjalan mengenakan mukenah.dia begitu cantik .pantas saja banyak santri yang mengejar-ngejar nya.
aku mencintai anisa,aku tidak mau jauh dari anisa.bagaimana pun caranya aku tidak akan melepasnya.
"nisaaa!!" panggil ku berharap
...****************...
anisa mendengar panggilan ku. walaupun aku tahu anisa melihat ku.aku melangkah menuju anisa.
"ada apa? aku mau ke masjid"jawab anisa ketus.
"tetep manis kamu nis walaupun sedang marah"batin ku sembari tersenyum.
"mas,"panggil zahra sembari berdiri di samping ku
"aku mau bicara dengan kamu nis"
"maaf tadz ,saya mau ke masjid,sudah waktu nya sholat nanti saja yah" anisa pun melangkah .dengan sigap aku menarik tangan nya.
"tunggu nis,mas mau jelasin ke kamu.kalo ini sepupu ku sayang zahra nama nya."
jelas ku berharap anisa percaya .
"iyah mbak aku zahra,adek sepupu mas fauzan,kemarin kita enggak ketemu karna zahra masih di pesantren,maafin zahra ya bikin mbak anisa dengan mas fauzan jadi berantem"jelas zahra panjang lebar.
aku tahu tak semudah itu anisa percaya.
"tolong percaya sayang,semua ini salah faham. nanti malam mas ajak kamu ke rumah yah,"
"insya alloh mas,"jawab nya ketus
zahra pun menyalami anisa dan memeluk nya
"zahra minta maaf ya mbak,karena zahra kalian jadi salah faham".
Anisa pun pergi meninggalkan ku dan zahra menuju masjid.
...****************...