Ustadz Fauzan

Ustadz Fauzan
second date pov fauzan



Setelah salah pahaman itu aku mengajak anisa makan malam.dan aku ingin membicarakan soal pernikahan nanti.


Nikah siri,iya kami memilih nikah secara siri .karna usia anisa saat ini masih 16 tahun. akan tetapi usia ku sudah matang untuk menikah. kami terpaut 12 tahun selisih usia kami. aku tidak ingin kehilangan dia.


semenjak dia memasuki kelas 2 Sekolah menengah pertama aku menaruh hati kepada nya.akan tetapi aku selalu memendam perasaan ini terhadap nya.


Terkadang hati ku sakit ketika mendengar dia di sukai oleh santri yang lain.akan tetapi aku masih takut untuk mengakui perasaan ini.


...----------------...


Malam hari pun datang,aku menunggu nya di tempat biasa.setelah menunggu beberapa saat dia pun datang.


aku terpesona melihat dia,walaupun matanya masih sembab karna menangis siang nya.aku merasa bersalah,membuat calon istri ku menangis .


Masya alloh cantik sekali calon istriku ini"puji ku dan membuat muka nya merah merona.


"mau pakai motor anisa atau mas?"


"motor anisa aja yah,tapi mas pingin anisa yang mengendarai,"


"ih kok gitu sih? "tanya nya heran


"kan mas belum pernah bonceng anisa,mau ya sayang"rengek ku supaya anisa menuruti mau ku.


"ya udah ,"dia pun mengalah dengan wajah yang agak kesal.


Di setiap perjalanan aku selalu memeluk pinggang nya dengan erat,aku mengetahui dia jika risih.


anisa merasa kedinginan,aku menawarkan dia memakai jaket ku tapi dia menolaknya. aku merasa kasihan padanya.


......................


sesampai nya di tempat makan,aku sengaja mencari tempat yang terdapat saung-saung.tempat nya romantis pas untuk para sejoli-sejoli seperti aku ini.


Aku memilih saung yang agak pojok.tujuan ku ingin bermanja-manja dengan nya.


"sayang maafin mas yah atas kejadian tadi siang"aku menggenggam tangan nya,aku merasa bersalah.


"iyah enggak papa mas anisa yang salah .terlalu cemburu"pandangan kami pun saling beradu.


"mas sayang kamu nis,mas enggak mau kehilangan kamu" aku meraba pipi nya dan mendarat kan kecupan di kening nya.. muka di memerah.


"anisa juga mas,anisa enggak mau kehilangan calon suami yang limited edition seperti mas"


"ih,,kaya barang aja limited edition nis"aku mencubit hidung nya gemas.


makanan yang kami pesan datang. aku pun mulai menyuapi nya.


"mas gak malu nyuapin nisa?"


"buat apa malu sayang,kan kamu calon istri ku,berapa hari lagi kita akan menikah"


"ngomong-ngomong,kamu mau minta mahar apa sayang?" tanya ku pada nya.karna memang dia belum meminta mahar apa pun..


Sedangkan pernikahan kami tinggal menghitung hari lagi.aku ingin memberikan mahar terindah untuk calon istri ku nanti .


"eee,,terserah mas saja semampu mas" jawab nya polos.


"sayaaaaaang"aku pun menggenggam tangan nya erat.


"yang namanya mahar itu ,perempuan yang minta sayang,bukan di tentuin dari pihak laki-laki sayang,terus anisa minta mahar apa?"


pandangan ku terus menusuk ke matanya.


"anisa bingung mas"jawab nya polos sekali.kepolosan nya yang membuat aku makin gemas. rasanya ingin selalu mencubit pipi nya itu.


"jangan bingung dong sayang,atau pake emas ajah yah?" tanya ku pada nya.


mungkin mahar menggunakan emas jalan alternatif bagi ku.


"ya sudah mas kalo begitu,"


"3 hari lagi kita menikah sayang,walaupun baru menikah sirih ,tapi mas bahagia ,nanti kalo kamu sudah lulus kita langsung nikah resmi yah" kata ku untuk meyakin kan nya.


"kita menikah siri hanya untuk menghindari dari perbuatan zina sayang," lanjut ku kemudian mengecup kening nya kembali.aku benar-benar buta cinta pada anisa. mendapatkan gadis yang sangat di idola kan oleh santri-santri memang lah membuat hati bangga .


"iyah mas,anisa paham kok" anisa tersenyum begitu manis.dan mencium punggung tangan ku dengan lembut.


"makasih yah mas,udah sayang anisa,padahal anisa tahu di pesantren banyak yang suka mas,yang mengidolakan mas"


"bisa aja kamu sayang,di hati mas tetap ada kamu" aku memeluk nya erat.


Aku tak ingin melepaskan pelukan ini. pelukan yang sangat nyaman di hati. yang membuat desiran cinta bergemuruh.


Tak mempedulikan orang-orang sekitar memperhatikan kami.orang berkata benar. jika sedang jatuh cinta dunia ini hanya milik kita berdua.


...---------------...