
akhirnya aku sampai dirumah malam harinya.betapa aku merindukn keluarga..
mas fauzan tidak singgah lama di rumah ku.karna banyak yang akan dia persiapkan untuk besok.
esok harinya keluarga ku sibuk mempersiapkan makanan untuk di suguhkan kepada tamu nnti malam.aku hanya membatu mengupas bumbu walwpun di larang oleh ibuk dan bapak.
"enggak usah ke dapur ndok,nanti kamu bau bawang,"larang mereka dan akhirnya aku pergi ke kamar ku dan mengambil handphone yang mas fauzan beri.
ada 11 pesan masuk dan 9 telfon tak terjawab tertera di layar hp ku
~pagi calon istri ku?~
~kamu lagi ngapain~
dan bla bla bla.
akhirnya aku memutuskan untuk menelfon nya,pasti dia uring-uringan aku tidak menjawab pesan dan telfon nya.
tut tut tut
"halo,,,sayang kamu dari mana kok gak jawab pesan dan telfon aku,kamu mengabaikan aku yah,kok kamu jahat banget,kamu gak kenapa-kenapa kan?" pertanyaan nya panjang lebar,sampai tidak memberikan aku kesempatan untuk menjawab
"udah mas?"
"kamu dari mana sih sayang?"
"aku tadi habis mbantuin ibuk-ibuk di dapur mas,hp gak aku bawa,aku tinggal di kamar"
"alkhamdulillah kalo kamu tidak kenapa-napa,aku khawatir sayang"
i"iya mas aku baik-baik aja kok"jawab ku meyakinkan.
"oh ya sayang ,nanti habis ashar kami dari sini yah"
"iyah mas,"
kami pun mengobrol hingga 1 jam lebih,telinga ku terasa panas karna pengaruh dari hp.
Setelah sholat ashar,aku menyiapkan tempat di bantu oleh paman ku dan bibik ku,
mendigsain dengan begitu indah nya.menambahkan bunga2 plastik di setiap pojok ruangan .
Beberapa jam kemudian rombongan pun datang,alangkah terkejutnya aku ternyata beliau mengajak abah kyai ikut serta.
aku menggunakan kebaya berwarna abu abu dan di make up tipis oleh MUA.
"assalamu'alaikum,,kedatangan kami yang pertama silaturahmi,yang ke 2 ingin mengantar kan anak kami fauzan untuk meminang saodari anisa"
sambutan demi sambutan berlalu.aku pun di panggil oleh ibuk untuk ke ruangan.untuk menyalami tamu 1 per 1.setelah itu aku duduk di sebelah mas fauzan.
akhirnya pertanyaan di arahkan kepada ku oleh keluarga mas fauzan
"bagaimana anisa apa kamu mau menerima fauzan?"
"aku pun mengangguk" antara sedih dan bahagia
ibuk mas fauzan memakaikan cincin di jari manis ku dan sebuah kalung.
"alkhamdulillah"jawab mereka kompak
"bagaimana kalau mereka di nikahkan secara sirih?" ucap abah kyai yang di barengi anggukan dari para tamu
"boleh pak kyai,sata setuju"tukas bapak mas fauzan
"bagaimana dengan njenengan pak?tanya pak kyai kepada ayah ku.
"saya juga setuju pak,semua nya saya serahkan kepada mereka,mereka yang menjalani"
jawab ayah ku tegas
"bagaimana dengan kalian"
"saya setuju bah"
"anisa juga setuju bah,tapi apa anisa masih bisa sekolah?"
"tentu anisa,kalian menikah siri,ijab qobul di depan pemuka agama,"
"alkhamdulillah abah,kalau begitu anisa mau"
jawab ku mantap.
"Kalau begitu kita lakukan sekarang yah"
"tunggu dulu,walaupun menikah sirih bukannya harus ada surat nya juga?"protes bapak.
"betul pak,saya minta waktu 1 minggu untuk urus-urus surat nya dulu"jawab mas fauzan sopan,dan di barengi anggukan ayah .