
Tak terasa hubungan kami pun sudah memasuki 7 bulan.penuh dengan rintangan,bersyukur orang tua kami pun merestui hubungan ini.
Dan abah kyai juga merestui,walaupun banyak yang tidak suka dengan hubungan ku.karena mereka merasa iri.
hari ini ada hari perpulangan bagi semua santri.libur akhir semester atau kenaikan kelas.
mereka di jemput orang tua masing-masing. namun perpulangan ini aku meminta orangtua ku tidake jemput ku,karna ustadz fauzan yang akan mengantar ku nanti.aku menghubungi orang tua ku menggunakan handphone beliau
"nisa boleh pinjam handphone antum tadz eh mas?"tanya ku masih seperti biasa gugup untuk memanggil nya mas,.
"boleh sayang,ini" beliau memberikan handphone nya kepada ku.
aku pun mencari kontak nomor ayah ku dan mengklik panggil
tut tut tut
"assalamu'alaikum ?"
"wa'alaikumslam iya ndok"
"yah,,anisa jangan di jemput yah ,katanya ustadz fauzan yang mau antar nisa ke rumah"
"iyah ndok,semalam dia sudah telfon bapak,dan meminta izin untuk mengajak kamu kerumah nya"
Aku pun kaget dengan perkataan ayah,kenapa beliau tidak memberitahu ku soal ini
"oh begitu yah,ya sudah nisa juga minta izin secara langsung ya yah,"
"iya ndok,kamu jaga diri baik-baik yah,jangan lupa maka yah ndok,"
"iya yah makasih yah,assalamu'alaikum?"
"wa'alaikumslaam"
aku menantap wajah nya,
"kamu kenapa sayang?"
"mas udah izin ke ayah yah?"
"iyah sayang,maaf ya "dia pun terkekeh sembari memcubit hidung ku
"hemmm sakit tau "aku pun manyun
setelah mengikuti acara pelepasan santri,aku pergi ke asrama untuk packing baju yang aku bawa secukup nya,
"kok kamu gak di jemput ayah kamu nisa?"tanya fatimah .
"enggak fat,aku mau pulang bareng ustadz fauzan,"
"oalaaaah seneng yah nis"
"kamu udah di jemput sama orang tua kami yah fat?"
"iyah udah nis,mereka di luar,ya sudah aku pamit yah,sampai bertemu setengah bulan yang akan datang" dia pun memeluk ku dan mencium pipi
aku pun masih berkutik di lemari ku ,memiliih baju yang sudah tidak aku pakai,dan akan aku bawa pulang kemudian memberikanya ken
saudara-saudara yang membutuhkan.
"ukhti nisa,ini ada titipan dari ustadz fauzan"kata salah satu santriwati memberikan tas kecil milik ustadz fauzan
"oh iya terimah kasih ukhti"segera aku mebuka tas tersebut
"kok handphone?"tanya ku dalam hati
aku menemukan secarik kertas di dalam tas tersebut
(pakai yah handpone nya)
kemudian aku membuka handphone tersebut cari nomor beeliau dan menelfon nya
"assalamu'alaikum mas?"
"wa',alaikumsalam sayang,kenapa kangen ya kan tadi kita baru ketemu"ledek nya
"kok mas kasih nisa handphone sih?"
"iyah sayang,kan udah bebas,jadi nanti kalo aku ngabarin kamu berangkat ke rumah aku tinggal telfon,kan udah gak ada santri yang berjaga"
"oh begitu,memang mas masih sibuk?"
"udah enggak terlalu sayang,kamu lagi ngapain?aku bawain makanan ya?"
"gak usah mas,nanti aku beli sendiri ajah "tolak ku
"wa'alaikumsalam"
akhirnya aku pun menuruni tangga menuju luar pesantren untuk mencari makanan,sebelum itu aku pergi kerumah nada yang tak jauh dari pesantren.
waktu pun menunjukan pukul 14.00.handphone ku berbunyi dan mendapatkan whatsaap dari beliau
(aku ke atas yah,jemput kamu)
belum aku balas beliau sudah berdiri di daun pintu kamar ku sembari tersenyum manis
"baru chat udan dateng ajah"gerutu ku
"iyah iyah sayang"dia pun terkekeh
"ayok kita berangkat kamu udah siap kan sayang,kerumah ibu mertua kamu"
aku pun membalas hanya dengan senyuman
dia membantu mambawakan ransel ku,dan aku membawa tas kecil .
aku membututinya dari belakang.terkadang dia iseng sengaja berhenti agara aku menubruk badanya dari belakang.
"awwww"
"ih mas rese"kata ku sembari memukul bahu nya .
Sesampainya kami di rumah orangtua beliau,aku oun di sambut dengan ramah oleh keluarga nya
.aku menyalami mereka satu persatu.
Tak terasa malam pun datang setelah makan malam beliau mengajak ku duduk di ruang keluarga yang disana ada ibuk,bapak,kakak,dan adik nya .
"nisa ,duduk ndok"perintah ibuk nya
aku menuruti perintahnya,dan di susul oleh beliau duduk di samping ku,sembari memegang tangan ku erat.
"ndok lusa ,ibu bapak mau datang ke rumah kamu"
"mau ngelamar mbak nisa nih,soalnya mas fauzan udah gak sabar pingin punya istri"ledek adik ustadz fauzan.
"iya ndok,kami mau melamar kamu untuk fauzan,dia sudah mantap ingin menikahi mu"
"anisa kan masih sekolah"jawab ku tertunduk
"lusa kita bicarakan sayang,sekarang udah malem,kamu tidur di kamar mas yah,nanti mas tidur di ruang tamu"
"iyah mas"
setelah itu mereka meninggal kan aku dengan ustadz fauzan,
"sayang duduk di samping rumah yuk,enak buat ngobrol disana"
aku pun mengikuti beliau dari belakang sembari memegang tangan ku.
"adem disni yah mas,walaupun gelap"memang gelap karna di samping rumah beliau terdapat sawah.
"iyaj tempat nya romantis yah sayang"katanya sembari mengusap pipi ku kemudian mencium nya.
kami duduk berhadapan tanpa celah sedikitpun,beliau mendekatkan wajah nya,dan mengecup bibirku,yang semakin lama menjadi ******* ,lidah nya mencari lidah ku
"emmmmmggghhh"
begitu panas ******* nya,sehingga membuat ku hampir kehabisan nafas,baru pertama kali aku merasakan ciuman,
Dia pun melepaskan ******* itu,dan menatap ku
"kamu suka sayang?"aku tak menjawab pertanyaan nya.
dia menarik dagu ku dan mulai ******* nya kembali,tangan nya lun tak diam meraba dua gunung milik ku yang masih ranum.
aku berusaha menyingkirkan tangan nya,lagi-lagi dia meraba nya kembali.
"emmmmmhhhh aghhhh,"
dia melepaskan ******* ku.
"maaf sayang"sesal nya.
aku pun pergi menuju kamar beliau yang akan ku tempati malam ini,aku tutup pintu itu dan menjatuhkan badan ku di kasur.
sembari memegangi bibir ku,rasanya senang akhirnya aku bisa merasakan ciuman dengan orang yang aku sayang akhirnya akupun tertidur.