Ustadz Fauzan

Ustadz Fauzan
MENIKAH SIRIH??



setelah kejadian semalam aku pun merasa canggung bertemu dengan nya.


"anterin aku pulang yah mas hari ini"pintaku ketika kami duduk di kursi depan rumahnya


"kan besok pulang nya?kamu kenapa?"tanya nya dengan raut wajah terheran-heran


"nisa pingin pulang mas,udah kangen keluarga"


dia pun tak menjawab nya ,akan tetapi pergi meninggalkan ku sendirian.


aku tertunduk,memikirkan yang terjadi semalam .aku takut akan hal yang lebih dari itu.


akhirnya aku memutuskan pergi ke kamar ,karna memang di rumah ini sepi,ibuk bapak pergi ke sawah,dan adik nya pergi bersama teman-temanya.


tok tok tok


"nisa boleh aku masuk"suara mas fauzan


"i iyah mas"


dia melangkah masuk dan mendekat pada ku,


"nisa marah sma mas?"tanya nya sembari mengusap kepala ku


"maafin mas ya sayang,mas khilaf"busa di lihat dari pupil matanya ada penyesalan.


"mas janji gak akan mengulangnya lagi"janji nya


"iyah mas,janji ya"kataku


"tapi nisa minta di anterin pulang sekarang yah mas?"rengek ku


"tapi nanti sore ya nis,kita pergi jalan-jalan dulu muterin kampung,"


"boleh,ayok"


Kami pergi menggunakan sepeda motor nya mengelilingi kampung itu,


masih asri,masih banyak sawah-sawah ,ada sungai yang terbentang dengan batu-batu besar,terlihat banyak para pencari pasir sungai.sebagian mata pencaharian mereka mengumpulkan pasir kali untuk di jual.


berhenti di jembatan yang terbuat dari nambu,menikmati aliran air sungai yang sangat khas.


"kamu mau mandi sayang?"


"enggak mas..malu nnti di lihat orang"


"ayok mainan air sayang,"ajak nya sembari menyipratkan air di badan ku.


"iih mas rese,basah ni baju nisa,nisa bales ni" aku pun membalas menyipratkan air,


benar-benar asik bermain air di cuacana panas seperti ini.


baju ku basah kuyup begitu pun dengan nya.dia memandang bongkahan gunung kembarku yang tercetak jelas di luar baju ku.


membuat aku risih dibuat nya.


"ayok pulang mas,nisa dingin banget nih"ajak ku


"ayok sayang ,kamu udah menggigil seperti itu,kamu pake jaket ku ya sayang"sembari memakai kan jaket ke badan ku..


Sesampai nya di rumah ,aku berlari menuju kamar mandi,setelah selesai mandi aku lupa membawa handuk.


"maaaas,,!!"panggil ku ,3 kali memanggil dia baru datang menghampiri ku


"kenapa sayang?"


"nisa lupa bawa handuk mas"


"ya udh mas ambilkan yah sayang"


dia pergi menuju kamar ku untuk mengambil handuk .tak selang beberapa menit dia mengetuk pintu kamar mandi


"sayang ini handuk nya,"


pintu pun terbuka,


"mana mas?nisa udah kedinginan nih,"


"mau mas angetin sayang?" goda nya dengan tatapan nakal


"ih mas mana handuk nya jangan cari gara-gara deh"aku pun kesal karna di meledek ku dengan menarik kembali handuk yang akan di berikan kepada ku


"mas fauzan ih ,anisa dingin"


"iya iya ini sayang"dia pun menyerah memberikan handuk nya kepada ku


setelah mandi aku menuju kamar ku,betapa terkejutnya aku melihat dia di kamar itu sembari tiduran


"mas disini?"


"iyah sayang,ini kan kamar mas"dia terkekeh


"sini nis,duduk di samping mas,"dia menepuk nepuk kasur itu


"jangan di kamar mas,anisa takut,ayok di luar aja"


dia pun bangkit dan keluar kamar menuju ruang tv.


"nis besok kami sekeluarga mau datang ke rumah kamu,mas mau kita langsung nikah sayang"


betapa terkejutnya aku mendengar perkataan ny


"nisa belum lulus mas,baru mau masuk kelaa 3 SMA,"


"kita nikah sirih dulu sayang,"


"nisa kan pingin kuliah juga mas"


"kan bisa kuliah sayang walwpun kamu udah nikah,mas juga gak bakal halangi cita-cita kamu kok"


"ya udah mas liat nanti ajah yah? kita juga belum ngomong ke orang tua"


"mas udah bilang sama orang tua kita,"


aku terkejut ,"kenapa mereka tidak mengatakan kepada ku?"tanya ku dalam hati


mungkin kalo sudah di takdirkan seperti ini mau gimna lagi.