
setelah lamaran dia pun selalu berkunjung ke rumah ku .
Beberapa hari liburan sekolah .untuk santri kelas 12 yang dekat dengan pesantren di tugaskan untuk untuk piket membersihkan kawasan pesantren selama 2 hari.
dan saat nya aku mendapatkan jadwal piket bersama sahabat ku nada.
"kamu mau minta di jemput fauzan atau bawa motor sendiri ndok?"tanya ayah ketika aku memasukan keperluanku disana nnti.
"nisa bawa motor sendiri aja yah,kasian mas fauzan cape harus jemput nisa ke sini"
"kamu berani ndok?"tanya ibu khawatir
"berani buk"jawab ku meyakinkan,
"ya sudah kamu ati2 nduk kalo berangkat,jangan tinggalin sholat nya,makanya,jaga diri baik-baik yah"nasihat ibuku sembari mengelus kepalanku
"iya buk,insya alloh nisa jaga diri baik-baik"
setelah berpamitan aku pun berangkat dengan mengendarai motor sendiri.
aku memang tidak mau merepotkan mas fauzan,karana aku tau dia begitu sibuk mengurus pesantren karena dia termasuk menjadi pengurus pesantren itu.
"aku mau bikin kejutan ke mas fauzan"tukas ku dalam hati sembari senyum tipis.membayangkan dia terkejut melihat ku tiba-tiba ada di pesantren.
45 menit perjalanan aku pun sampai di rumah nada untuk menjemputnya.
"assalamu'alaikum nad"salam ku.setelah beberapa menit nada pun keluar menemui ku..
"wa'alaikumslam,ya alloh kamu sudah sampai nisa?"
"udah nad,aku samperin kamu dulu baru kita ke asrama,oh ya ini ada oleh-oleh dari ibu,"aku pun menyerahkan kantong keresek hitam berisi keripik singkong dan pisang.
"alkhamdulillah,terima kasih nisa,sampai kan ucapan terima kasih ku untuk ibuk kamu yah".
"siap laksanakan"
"ngomong-ngomong kamu kesini di anterin ustadz fauzan?"
"enggak nad,aku kesini bawa motor sendiri,niat nya pingin bikin surprise buat beliau,"
"waduh waduh calon istri nya ustadz fauzan yang penuh dengan kejutan ini"kata nada sembari di barengi tawa kami berdua.
setelah bercerita tentang lamaran itu. kami pun memutuskan untuk menuju asrama. karna memang di sana sudah ada 6 santriwati yang menunggu kedatangan kami.
sesampainya di asrama kami pun memulai membersihkan asrama dengan membagi tugas masing2.
"kamu gak telfon ustadz fauzan nisa?" tanya nada di sela-sela menyapu halaman poskestren.
"biarin aja dulu nad,nanti kalo bersih-bersih nya udah selesai baru aku telfon."
tiba tiba aku melihat mas fauzan membonceng seorang wanita sembari bercanda.wanita tersebut merangkul pinggul mas fauzan dengan erat.
"nad,,"aku pun memanggil nada.dan menunjuk ke arah beliau
"itu ustadz fauzan nisa,dengan siapa beliau kenapa mesra sekali?"tanya nada sembari memeluk ku .
"kenapa begitu mesra da?"tanya ku lirih tak terasa air mata ku pun berjatuhan,sakit rasanya .
"kenapa dia tega sama aku da,salah aku apa?"
aku pun menangis di pelukan nada.
Nada selalu menenangkan aku.aku pun memutuskan untuk pergi ke kamar.
hancur rasanya ,"kenapa kamu tega sama aku mas?"tanya ku lirih sembari memandang foto lamaran kami yang aku jadikan wallpaper di handphone.
"kamu gak coba telfon beliau aja nisa?"
"aku belum bisa telfon da"
"ya nanti kalo kamu sudah agak tenang kamu telfon beliau ya? tanya beliau pelan-pelan."nasihat nada kepadaku
"iya da,aku masih butuh waktu."
tiba-tiba mas fauzan menelfon ku
"itu ustadz fauzan menelfon mu anisa,angkat lah"pinta nada
aku mengangkat telfon dari mas fauzan dengan air mata masih mengalir,dengan hati yang bergemuruh,emosi yang benar-bener meletup.
"assalamu'alaikum."salam beliau dari sebrang
"wa'alaikumslam,"jawab ku dengan sesenggukan
"anisa kamu nangis? kenapa?ada apa?"tanya nya panik.
aku pun tak menjawab nya sepatah kata pun.
"tadi ibuk telfon,katanya nisa udah di pondok?"
masih tetap sama aku tak menjawab nya sama sekali.
"sayang,kenapa kmu gak bilang kalo sekarang jadwal kamu piket?"
"nisaaaaa,,kamu kenapa?kamu nangis?kamu baik-baik aja kan,jangan diam nisa,tolong jawab."
"mas..."panggil ku lirih masih sesenggukan.
"iyah sayang,,"
"bisa kita ketemu sekarang?"
"mas lagi ada keperluan sayang,kalo nanti malam gimna?"
"keperluan apa?"
"mas lagi enggak di pondok sayang?"
"oh iya anisa lupa kalo mas lagi pergi sama wanita lain" jawab ku dengan nafas sesak dan langsung aku akhiri telfon dari beliau.
aku pun menangis sejadi nya.
"salah aku apa ya alloh,kenapa dia tega sama aku,"
aku melihat dia berkali-kali menelfon ku kembali.
akhirnya aku pun tertidur,karena cape menangis.
"nis,,,,bangun"aku pun terbangun karena merasa ada yang membangunkan ku.aku membuka mata ku pelan-pelan melihat mas fauzan ada di samping ku. aku bergegas duduk membelakangi mas fauzan.
"kenapa antum ada di sini tadz"
"kamu kenapa nis?kenapa kamu menangis?mata mu sembab"
dia meraih tangan ku"tatap mata mas nis,?"
aku memberani kan membuka pembicaraan.
"kenapa antum tega ke saya tadz?salah saya apa?kalau memang antum tidak menginginkan saya lagi bilang?"tanya ku .tangisku pun pecah
"maksud kamu apa nisa?"jawab nya bingung sembari mengusap kepala ku .
"antum bermesraan dengan wanita lain,aku melihat nya sendiri"
"kenapa antum tega sama nisa?"
"tunggu tunggu,yang nisa maksud zahra?"
"aku gak kenal siapa itu,tapi antum bener-bener tega sama nisa"
mas fauzan pun langsung tertawa.
"kenapa ketawa.memang antum sengaja bikin aku sakit hati?"
"bukan sayang,tolong dengerin mas yah,"pintanya sembari mengusap air mata ku
"itu zahra sayang,sepupu mas,dia anak bibik aku,"
"kenapa mesra begitu?jangan bohong ke anisa?"
"bukan mesra sayang,dia kan ca pegangan ke mas?"
"anisa gak percaya sma sekali ke mas!"tegas ku
"ya sudah ayok kamu ikut kerumah mas,nanti ibuk yang jelasin ke kamu supaya percaya,"
"enggak usah,anisa mau izin pulang aja ,"
"jangan sayang,percaya sama mas yah,mas mohon percaya ke mas.mas sayang kamu,."mohon nya sembari berlutut di hadapan ku.
aku pun menariknya agar duduk kembali di samping ku.
"jangan seperti itu tadz!"perintah ku
"percayalah ke mas nisa,ayok mas ajak kamu ke rumah mas,!"pinta nya dengan memohon.
"aku mau antum ajak perempuan itu kesini nanti malam,dan jelaskan semua nya."
"iyah sayang nanti mas ajak dia bertemu kamu"
"ya sudah antum pergi,aku mau siap-siap mandi dan sholat ashar".pinta ku sopan
"iyah sayang,nanti malam kita makan di luar yah? di pondok enggak ada yang masak,"
"insya alloh tadz"
setelah itu mas fauzan pun pergi meninggal kan ku.dan aku meraih handphone yang ada di samping ku.
Begitu banyak catatan panggilan tak terjawab dan chat.salah satu nya dari ibuk.
ibuk:
(ndok kamu dimana,kenapa telfon ibuk tidak kamu angkat?)
ibuk:
(kenapa tadi fauzan telfon ibuk nduk? kamu sudah sampai kan?ibuk khawatir)
banyak sekali chat dari ibuk.aku tau beliau mengkhawatirkan ku.
aku pun membalas nya.
(assalamu'alaikum buk,maaf nisa baru bales,tadi anisa sibuk,trs anisa juga ketiduran buk,hp anisa silent)
aku pun membalas dengan berbohong supaya ibuk dan ayah tidak khawatir lagi,dan tidak menambah masalah nanti nya.
(wa'alaikumslam ndok..alkhamdulillah kalo kamu baik2 aja,kamu hub mas mu itu,dia khawatir ke kamu)
(iyah buk,nanti nisa tlfon dy)
setelah berbalas pesan dengan ibuk.aku pun memutuskan untuk mandi dan pergi ke masjid bersama nada.
aku melihat mas fauzan berdiri di depan poskestren bersama wanita yang dia bonceng tadi siang.
"kenapa mereka disitu nisa?"
"aku gak tau nad,biarin aja lah,"jawab ku sewot
"nisa!!!" panggil mas fauzan
langkah ku terhenti ketika mas fauzan memanggil ku.
Aku tak menoleh ke arah nya.rasa kesal di hati masih bergemuruh.
"ada apa? saya mau ke masjid," emosi ku memuncak tatkala perempuan itu mendekat ke kami.
Dengan nafas sesak,aku pun mengepal kan tangan .pelan-pelan ku buang nafas untuk meredam emosi .
"mas,,"sapa perempuan itu rasanya darah ku mendidih di buat nya .
"aku mau bicara dengan kamu sayang."
"ini sudah waktunya sholat tadz,nanti saja yah"pinta ku seraya melangkah meninggal kan nya bersama perempuan itu.
tangan ku di tarik mas fauzan.
"tunggu nis,mas mau jelasin ke kamu.kalo ini sepupu ku sayang zahra nama nya."jelas mas fauzan untuk meyakinkan ku .
"iyah mbak aku zahra,adek sepupu mas fauzan,kemarin kita enggak ketemu karna zahra masih di pesantren,maafin zahra ya bikin mbak anisa dengan mas fauzan jadi berantem"jelas wanita itu panjang lebar.
"kamu kira aku bakal percaya sama kamu mas?"batin ku sembari melirik ke arah nya.
"tolong percaya sayang,semua ini salah faham. nanti malam mas ajak kamu ke rumah yah,"
"insya alloh mas,"jawab ku ketus
zahra pun menyalami ku dan memelukku.
"zahra minta maaf ya mbak,karena zahra kalian jadi salah faham"
"iyah enggak papa,ya sudah saya ke masjid dulu"
pamit ku dan meninggalkan mereka.
...****************...