Uncontrolably

Uncontrolably
5. Dunia



Universe


Galih Utama Marion


Dunia .....


Kali ini saya ingin mengajak kalian berbicara tentang dunia, yang di dalamnya terdapat tempat kalian tinggal dan berdiam yaitu rumah...


Rumah, Dari salah satu buku yang bungkusnya terbuka di toko Gram*dia yang selalu saya kunjungi dulu bersama adik saya.


"Kalau memang sesuatu ditakdirkan untuk mu, meskipun kamu pergi ke manapun, kamu akan tetap kembali ke dia, karena dia adalah rumah mu, tempat mu untuk pulang pada akhirnya."


Tapi ada satu bagian yang baru saya baca belakangan ini sendirian untuk pertama kalinya tanpa kehadiran adik saya yang menemani, menarik nya kata kata ini cukup membuat fikiran saya menjadi penuh dengan seseorang.


"Rumah tempat mu pulang, tempat mu merasa nyaman, tempat mu merasa jadi diri sendiri "


Tempat dimana saya bisa menjadi diri saya,dan selalu menantikan kepulangan saya ketempat yang kami sebut rumah, tempat yang selalu sunyi hingga malam hari dan membiarkan nya makan malam sendirian selama beberapa waktu belakangan ini.


Tapi mari kita lihat dari sisi para pemikir pintar di negara tempat saya dan adik saya tumbuh dewasa terlebih dahulu sebelum setuju dengan kata-kata dari para penulis romansa tadi .


Dunia...


1 bumi dng segala sesuatu yg terdapat di atasnya; 2 alam kehidupan; 3 semua manusia yg ada di muka bumi: hampir seluruh -4 lingkungan atau lapangan kehidupan; 5 (segala) yg bersifat kebendaan.


Bagi saya, dunia saya tak perlu sebesar itu, cukup hanya sebuah little universe tempat yang di dalamnya terdapat orang-orang yang saya sayangi, tempat dimana saya bisa menjadi si 'aku' yang sebenarnya, bukan si 'saya' .


Tapi tiba-tiba tempat itu berubah menjadi kosong dan hanya terisi oleh satu orang saja, seseorang yang menjadi alasan saya untuk tetap hidup dan ingin menjadi si 'saya' seutuhnya, hanya di depannya saya menjadi 'aku' tapi dengan hati si 'aku'.


.........


Pagi ini saya kembali makan berdua bersama adik saya satu-satunya,menu kami selalu sama jika saya yang memasak, hanya akan ada roti panggang dengan olesan selai coklat dan juga segelas susu.


Memanggang roti dan memasak air juga termasuk memasak bukan?.


"Iris Moudi, jika kau tidak turun dalam hitungan ke sepuluh.... jangan salahkan aku jika kau terkurung di rumah ini seharian!!!! " tentu saja saya berteriak ,hidup dengan nya selama 19 tahun lebih membuat saya sangat hafal akan diri nya, serta cara menghadapinya.


"Satu......"


"Dua ...."


"Chankaman oppa !!!"


"Tiga....!!....tidak berlaku tuan putri "


"Empat..."


"Aishhh..." sangat jelas terdengar suara berisik dari kamar nya di lantai atas... dan saya rasa, saya tau apa yang akan terjadi.


"Li....-..."


Brukkkkkkk!!!!!


Saya sudah mengira akan ini,tubuh tersungkur denga kaki menyilang karena tersandung kaki nya sendiri, siku dan lutut serta telapak tangan nya yang aku yakin pasti akan mendapatkan luka.


"Uwahhhhhh...... sakit ,astaga tulang punggung ku .........Huhuhu" bodoh nya dia, dia selalu berbohong tentang dimana luka nya ,sehingga saat kami menyentuh nya dia tidak akan kesakitan.


"Bukan punggung mu bodoh yang sakit, tapi ini, ini ,dan ini" hahaha saya sangat suka melihat ekspresi kesakitan akibat lukanya saya sentuh.


"Aduh, kakak aku kenapa mesti kakak sih, udah tau adiknya jatuh ,bukannya di tolongin malah di ketawai "


"Cup cup cup..... kasian adik kecilku ini, sini kakak bantu "


"Shireo... napeun oppa !"


Anggap saja begitu, saya tidak pernah masalah dengan ucapannya yang kadang tak terkontrol, tapi itulah dirinya.


.......


Iris Moudi


Setiap pagi hari datang menyapa itu adalah bahagia ku, syukur ku karena aku masih bisa bernafas dengan benar dan masih bisa memiliki pria tampan nomor dua di dunia versi ku, iya versi ku. Kalau versi kalian jelas orang lain bukan?.


Jika pagi bahagia ku maka siang adalah panggung ku, panggung sandiwara dimana hidup seolah enggak ngijizin aku buat jadi the real of me. Siang menjadi sangat panjang saat aku menghabiskan waktu merasa seorang diri di sini.


Tapi emang Baekhyun adalah definisi dari segala keanehan di dunia untuk ku, maka dia menjadi pengecualian....


"Ris temenin gue beli choki choki yokk , lagi pingin ngemil coklat itu gue gegara liat anak tetangga gue jajan itu pagi pagi "


"Gak"


"Perasaan gue enggak nanyak lo mau apa kagak dah, yok ahhh "


Dan selalu begini jadi nya kalau dia udah mulai ngajakin buat nemenin dia, bahkan dia enggak peduli kita mau atau enggak .


Kantin fakultas kita enggak ada jual itu jajanan anak anak yang Baekhyun mau, alhasil kita jalan keliling kantin kampus


Jangan harap bakal ada obrolan hangat antara kami, diam adalah cara terbaik dalam menghadapi segala bentuk ketidak nyamanan bagi ku, tapi tidak untuk nya.


"Ris, lo tau enggak anak kucing gue sekarang udah pada pinter jalan semua, kasian gue liatitu induknya pada geger nangkepin Anaknya yang enam nyawa itu" Dan segala hal enggak penting yang bakal dia omongin tanpa perlu repot-repot aku bertanya, suaranya sudah akan mengisi seluruh waktu yang kami habiskan.


"Moudi?.... Iris Moudi?!" Hanya satu orang yang aku kenal yang selalu memanggil ku dengan sebutan yang berbeda.


"Na Eun?" Ya Naeun the definition of perfect girl in the world .


" Aghhh..... Udah lama banget kita enggak jumpa " percayalah bahkan aku tak pernah menduga akan mendapatkan kata-kata itu dari seorang Naeun.


"Hmmm iya udah lama, kamu apa kabar ?"


"Me ... Its still good, kamu gimana ? Apa kabar nya kak Galih?" Kamu akan selalu baik, itu sudah pasti.


"Looks like what you see, he's good" yahhhh kami baik, enggak , tapi kami berusaha baik tanpa mu lagi Naeun.


"Lo bisa ngomong Baek-baek juga ya ternyata " sekali saja, kalau nyungsepin orang enggak dosa, kayaknya Baekhyun bakal jadi korban pertama ku.


"Hah.... Ngaco lo" Sumpah aku masih bingung dengan keadaan yang sekarang.


" Lah kan emang bener "


"Kenalin gue Baekhyun, temen satu satunya alien ini di kampus" Fikss Baekhyun adalah definisi makhluk sial yang sialnya terlalu baik untuk aku usilin.


"Naeun, Son Narun."


"Nama yang cantik cocok sama orang nya " Baekhyun ternyata sama saja juga dengan laki-laki lain saat melihat seorang Son Naeun.


"Terima kasih, tapi tunggu dulu. Apa maksudnya teman satu satunya dia?" Habis kau Iris ....


" Tapi gue rasa udah enggak lagi, jika gue liat kalian juga temenankan, yaudah gausah di bahas lagi"


Ada yang berbeda dari cara Baekhyun menjawab pertanyaan Naeun tadi, mau tidak mau rasanya bersyukur juga dia tidak mengatakan hal aneh.


"Eohh.... Ne, Tapi kau salah Baek, kami bukan hanya sekedar teman. Benarkan Ria ?"


"Eoh.... Ne Naeun ah"


.....


Byun Baekhyun


Gue tau kalau orang sering ngira kalau gue itu bodoh or anything something shitt too, tapi gue enggak sebodoh itu untuk enggak peka sama perubahan suasana yang ada di sekitar gue.


Iris, gue ketemu dia saat gue lagi sibuk sama pikiran enggak penting milik gue.


Iya, gue juga kadang mikirin hidup gue yang kayaknya bego amat.


Enggak itu aja, tapi takdir gue aja yang so shit. Itu aja.


Biasanya gue ke taman kota selalu naik motor kesayangan gue yang udah nemenin gue sejak gue pertama kali pubertas dan udah jadi sobat gue buat nyalipin mobil mobil estate yang selalu ngerasa kalau dia adalah si penguasa kaya yang enggak sadar diri.


Iya awalnya gue kira dia cuma cewek idiot yang lagi liatin eksaitet sama ikan yang bisa berenang aja di Aer.


Iya, sesederhana itu pikiran gue awalnya.


Tapi pas gue ketemu dia lagi di kampus pas gue lagi mau maen sama sepupu gue yang enggak kalah dinginnya sama es batu di kulkas nyokap gue.


Gue ketemu dia lagi, duduk di samping sepupu laknat gue.


Gue kira dia kayak cewe lain yang lagi nyoba pdkt atau sok ngerayu sepupu gue yang sialnya cakep nya hari gue akuin.


Tapi gue salah, dia cuma diem di pojokan itu kelas, enggak ngomong sama orang laen, kayak orang bisu pokoknya.


Tapi pas gue tanya sama temen kelas sepupu gue, malah gue yang di maki sama dia gara-gara di kira lagi ngejekin itu cewek. Kan taik banget enggak sih.


Kalian penasaran gimana ceritanya?. Nih gue lagi Baek jadi gue umbar dikit aib gue sama kalian pada.


Awal mulanya kan ceritanya nih gue udah Mayan sering mampir ke kelas itu sepupu gue, dan emang udah biasa gitu kok, bukan gegara cuma itu cewe aneh aja beneran dah.


Jadi pas ada cewek yang selalu gue kasih nama Tasya alias 'Tah syapa'. Ya gue panggil bentar.


"Eghhh bentar deh itu anak yang duduk di samping es balok siapa sih?, Kok gue sering liat dia duduk nya di situ Mulu."


" Iris maksud Lo?"


"Iya kali, kan gue kagak tau namanya tadi bego"


"Elo tuh mah yang bego, dasar namja aneh"


"Ahelah Mala bawa ati lo mah"


" Ya elo sih abisnya ngatain gue duluan"


"Tuh bocah bisu atau idiot sih ?"


" Eghhh.... Anjirr lo Baek kalau ngomong, kalau ngomong enggak di saring"


Dan dari situ gue tau kalau itu cewek namanya Iris, dan enggak bisu apa lagi idiot. Jadi aman aja kalau dia duduk di sampingnya Chanyeol.


Tapi bodoh nya makin hari gue makin penasaran sama cewek yang kayak bisu gitu, pokoknya gue masih bakal nganggap dia bisu sampe gue denger sendiri suaranya.


Di taman yang sama pas gue baru pulang dari maen warnet murah dekat kampus gue.


Lagi-lagi gue liat dia, lagi. Dengan segala hal yang sama pada dirinya selain baju yang dia pakai.


Gila gue sampe merhatiin segitunya.


Di posisi yang sama, pandangan yang sama, juga keadaan yang sama.


Sendirian, enggak sama siapa pun, kenapa gue tau?, Karena gue jadi ikutan duduk di samping dia gitu aja. Toh ini tempat umum siapa yang berani ngelarang gue.


Sini gue laporin ke pak presiden.


Dia diem, gue juga diem. Sampe waktu yang cukup lama.


Biasanya gue enggak bakalan bisa diem lebih dari 5 menit kalau ada orang yang gue tau alias kenal.


Tapi herannya kali ini enggak, rasanya nyaman aja bisa duduk di sini sambil ngeliat ikan yang berenang enggak jelas.


Gue sadar kalau gue jadi keliatan idiot juga. Iya gue sadar diri malah.


Tapi gue enggak peduli.


'Hahhhhh'


Bukan, itu bukan suara gue yang buang angin. Sumpah.


Tapi suara napasnya gadis di samping gue ini.


Kalau gue boleh ngebanggain sesuatu ya satu, gue cukup peka sama kemampuan gue buat maen game, yang di bantu oleh tingkat kepekaan gue yang Mayan tinggi itu aja.


Tapi bukan itu masalah nya.


Sangking pekanya gue, gue sampai sadar sama kenyataan kalau gadis ini punya beban yang luar biasa besarnya bagi dia.


Enggak tau kalau itu bagi gue, kan gue belum ngerasain.


Dan gue bisa liat dia buka satu surat yang isinya cuman satu kata aja


"Maaf"


And i've too much something mess my little brain.


Gue jadi mikir pas itu, apa itu dari mantan ya?, Sahabat nya atau orang yang udah buat jahat di hidupnya sampe dia jadi kayak orang bodoh gini.


Kalua gue jadi dia gue bakal maki itu orang sumpah...


Dan gue berharap dia bakal maki maki itu surat kayak cewek cewek lebay di kampus gue.


But she did'nt it. And something make me surprised and make me feel that she is the freak out girl.


She just said.


" Iya aku maafin"


Not just it.


"Lagian kata appa, kita enggak boleh dendam sama orang lain"


" Eomma juga bilang gitu dulu"


" Kalau kak Galih, mungkin enggak kali yah.. hehehe"


She so freaking shit to said it without expression.


Dan dia keliatan kosong saat itu, tapi enggak dengan suaranya.


She sounds so soft and warm. Dan itu yang bikin gue pingin dengar suara nya lagi dan lagi.


Suaranya buat kita selalu ingat dengan satu kata 'rumah'.


Iya, rumah, nyaman dan hangat, bikin Lo betah berlama-lama di sana buat ngelakuin segala hal asal berada di sana.


Dan gue pingin dia ngomong lagi, karena setelah itu dia cuma diem aja balik lagi ke mode bisunya.


Jadi, i'm make something it out of the blue with my sounds


"Hai, gue Baekhyun, Byun Baekhyun"


.


....... TBC.........


Kakarina: maybe something is nothing for you, but no for other people. Maybe it can be a big deal for they are


Hidup ini enggak sekedar tentang apa yang kamu lihat hari ini atau kemarin. Tapi juga tentang apa yang akan kamu lihat di kemudian hari.


Aku terlalu sering berkhayal sesuatu yang Rumit sampe malah bikin karakter Baekhyun jadi kayak gini wkwkwk.


Aghhh fyi, aku bakal ke Malang buat ikutan salah satu program dari kampus aku.


Jadi kalau kalian anak kota Malang, bisa dong rekomendasiin tempat yang enak buat di datangin....


See u on next chapter... Anyeonggggg!!!!!