
Iris Moudi
Mom I'm never wanna be getting older, I just wanna be mature by my self beside you.
Mom I'm scared today, to know that I can't be who I am in front they are.
Cause I know that life not just about me and we are. Cause I know that somebody else always staring at we are too.
Mom, how are you?, I wish you happy today, tomorrow and forever.
But...
Don't asking back to me...
Please...
You know that I can't be a liar with you all.
Mom, I wish you can't watching me too, like as I can't see you again mom,
Cause I know that you're not alone right now.
But I still right here with him, but I don't know why, this feeling always said that I am alonely...
Kita terbiasa untuk selalu melihat hal yang sama setiap malam hari.
Hanya bintang, bulan, dan langit gelap.
Kadang kita juga selalu berjalan berdua bergandengan tangan. Playing your warm hands around the way.
Gak ada kata penolakan setiap kali rengekan bodoh ku keluar setiap aku mengajak mu melakukan sesuatu hal bersama ku.
You just enjoyed this, and you look so happier, such as like me.
We will shared everything nothing special, but sit on this bench make me feel so special.
Kursi bambu kesukaan kalian yang dari sejak aku masih kecil hingga sekarang masih tetap sama, hanya warna nya saja yang berubah, itu pun karena ulahnya kak Galih yang selalu drawing anything that he want setiap kali kuas dan cat air ada di tangannya.
Hari ini sudah malam, dan aku kembali melakukan hal yang sama seperti dulu yang biasanya kita lakukan, bedanya....
I'm alone....
"Dek jangan kebiasaan duduk malem-malem diluar sendirian, enggak baik, ntar kamu sakit"
"Kak.. sini deh" panggil ku pada sosok laki-laki yang aku paling sayang sekarang ini.
"Sini deh, duduk duluuu" and i can't handle my self
"Jangan nangis, udah gede juga... dasar beruang kecil nya kakak" "Nih liat, kakak udah duduk nih"
"Aku enggak nangis kok..." iyaa, aku enggak nangis, karena seperti aku sudah terlalu banyak menangis akhir-akhir ini.
"Kak... coba deh liat bintang itu kak" tunjuk ku ada bintang yang paling besar dan terang di langit itu.
"Hmmm kenapa memang nya?"
"Iri liatnya kak, dia kayak kakak kak deh, gede tapi bersinar juga" kekeh ku sambil menyenderkan kepala ku di bahunya, it's so nice to feel this situation.
"Lah, Kok kayak kakak?" And him hand always like our father, bedanya tangan appa sedikit lebih kasar dan sudah mulai ada keriputan di setiap ujung jarinya dulu.
"Iya kak, karena bagi aku, sekarang cuma ada kakak yang paling berarti di hidup aku kak" and I'm never know, kalau dia ngeliatin aku dengan pandangan seperti apa...
"Tapi coba deh kak liat bintang yang itu juga kak" tunjuk ku ada bintang kecil paling redup, yang cahaya bahkan enggak terlalu jelas dan seperti tertutup oleh awan.
"Dia kayak aku deh kak" "kak elus-elusin kepala aku dong kak..." pinta ku dan i know, dia enggak bakal pernah nolak kalau situasi nya kayak gini.
"Kok kamu manja banget sih dek, kapan kamu gedenya kalau gini?"
"Aku enggak mau cepat-cepat gede kak, enggak enak" iya enggak enak sama sekali bahkan.
Bahkan kalau bisa, aku ingin kembali ke masa kecil ku lagi.
karena setiap kamu merasakan yang namanya dewasa kamu akan memiliki banyak hal yang dipikirkan, make your scared to take a chance, chooses something, and than you'll stay in the same place again and again.
dewasa enggak selamanya tentang udah berapa kali kamu tiup lilin dan makan kue ulang tahun mu, juga bukan pula udah berapa kali tanggal lahir kamu menemui mu setiap tahunnya.
Tapi Dewasa ya dewasa, dewasa karena semakin banyak hal yang kamu pikirkan, karena kamu udah enggak bisa cuman mikirin tentang kamu aja, kamu bakal mikirin gimana caranya kamu bertahan hidup, gimana pandangan orang lain terhadap kamu, apa yang salah dari kamu , gimana perasaan kamu, and then you will always thinking about your parents .
Kamu bakal mikirin gimana kabar kesehatan mereka, apakah mereka sudah makan hari ini?, apa ada orang yang mau mendengarkan kisah dulu miliknya mereka yang selalu sama setiap kali mereka menceritakannya. Dan kamu bakal mikirin, gimana kamu nantinya tanpa mereka, saat kamu akan meninggalkan mereka karena kamu dah punya kehidupan mu sendiri. Atau mungkin kamu tanpa mereka saat mereka sudah tak bisa lagi berada di sisi kamu, karena tuhan sudah terlalu merindukan mereka.
"lahhh, kok gitu entar kamu enggak bakalan bisa nikah dong, terus kakak juga enggak bisa nikah dong dek?" sungut kak Galih.
"Yaudah kakak juga enggak usah nikah aja, temenin Iris terus"
"Duh baby bear nya kakak kok gini kali sih dek, entar kamu enggak ada yang naksir dek"
"Biarin aja... kalau mereka enggak naksir aku yaudah, tungguin aja sampai ada yang naksir kak, kok susah" and I'm always be like this,
Terus yang bisa aku rasakan kak Galih itu gelengin kepala sambil jitakin kepala aku pelan.
"Dek... kamu bener dek" ujarnya tiba-tiba
"Hmmm emangnya aku ada salah dimana nya kak?" Tanya ku menatap nya dan dia malah senyum hangat banget kayak appa saat setiap kali dengarin cerita kami setiap malamnya
"Kamu itu bintang kecil itu dek" ujarnya
"Kelihatan redup padahal sebenarnya dia sangat terang sehingga cahaya masih bisa terlihat walaupun berada lebih jauh dari si bintang terang yang jaraknya lebih dekat dengan bumi"
"Kamu hebat, karena walaupun kamu jauh, kamu masih bisa terlihat dari jauh, kamu enggak serta merta menonjolkan diri di saat kamu bisa berbangga hati"
"Lahh kok gitu kak, emang apa yang bisa Iris banggain?"
"Hati kamu dek" terus aku cuma bisa mengira-ngira apa maksud dari ucapan nya.
"Kakak tau kamu lagi berjuang sendirian, tapi selalu ingat, kamu itu Iris Moudi nya kakak, segalanya kakak, segalanya appa dan eomma, Iris kami yang selalu lupa kalau dia udah nolongin orang yang enggak pernah dia kenal sebelumnya, the honestly girl dan Iris yang selalu jadi kesayangan nya kakak" ujarnya yang bikin aku terdiam....
" Yukk masuk dek, udah malam, kamu keluar tapi enggak pakai jaket, enggak pakai celana panjang, nanti kamu sakit" and I know that he's worried about me
Always
"Kakak .... Iris sayang kalian, tapi Iris enggak mau di tinggalin kalian, walaupun itu ke tempat yang paling indah sekali pun"
.....
Byun Baekhyun
Udah hampir dua minggu gue enggak ngeganggu gadis yang pendiam ini, tapi dua hari belakangan ini gue jadi penasaran sama kabarnya dia dan berakhir gue mampir ke kelas nya.
Mau tau apa?, gampang gue cukup sebut nama si tiang listrik aja dan mereka bakal paham juga kok.
"Lo ngapain di sini Baek?"
"Ketemu elo lah"
"Gue kok enggak yakin ya"
"Lo aja yang sering buruk sangka sama gue"
"Kan elo emang selalu ngelakuin hal buruk"
"lemes bener itu mulut ya kalau ngatain gue" dan gue udah terlalu biasa sama omongan ajaibnya dia, jadi gue udah KEBAL....
"gausah nyariin Iris, dia enggak masuk ni hari"
"Ehhh... siapa juga yang nyariin itu bocah "
"Ya elo lah, siapa lagi coba?"
"Gausah sok tau lo"
"Hmmm"
"Udah ketularan Iris lo ya?, ngedehem juga kalau ngejawab" dia diem aja pas gue bilang gitu dan gue yakin dia enggak bakal nanggepin lagi.
"Dia kenapa enggak masuk?" setelah lama gue duduk diem di bangku yang biasanya gadis itu duduki tiap harinya. entah karena udah terbiasa ngeliat dia duduk di samping sodara tiang gue ini,gue jadi ngerasa sepi gitu aja.
"Ga ada kabar, alpha dia tadi kayaknya di buat sama dosen"
"oughhh...gitu" "lo kok jadi kayak galau gini elah, kehilangan cewek lo ya?" kekeh gue yang bikin dia sukses melototin gue, enggak usah pake melotot aja itu mata udah gede kayak pingpong kalau terkejut ini lagi pakai acara sok-sokan melototin orang, gak tau lagi gue mau ngomong apa tentang itu mata bolanya.
Dan hari ini gue batal liat gadis itu setelah gue harus nekan rasa emosi gue ke dia gara-gara waktu itu, dan gue sendiri sebenarnya enggak tau kenapa harus marah sama dia. Dan gue enggak mau gagal gitu aja buat bisa ketemu dia.
Dan gue tau gue harus kemana habis dari kampus ini...
Sampai gue berakhir di sini sekarang.. di taman pertama kali gue ketemu sama gadis yang dulunya gue kira gadis autis gegara ngeliatin ikan sampa sebegitu intensnya...
Sialnya sejam gue udah nunggu kayak orang bodoh sendirian disini kayak orang bodoh, ya walaupun enggak sendirian amat, gue di temenin sama motor kesayangan gue dong pastinya yang udah hidup bareng gue baik suka maupun dukanya, walaupun belakangan ini gue sering di buat ngerasain duka sama ini motor gara-gara sering mogok tiba-tiba di tengah jalan...
Bodohnya lagi gue enggak langsung pulang elah,,,, masih aja dengan bodohnya gue nungguin di sini kayak anak autis juga sambil ngeliatin ikan di kolam belakang gue yang lagi berenang, yang untungnya masih bisa ngasih rasa tenang di pikiran dan jiwa gue,,,,
Elahhh.. sok-sokan ngomongin ketenangan jiwa gue,,,, berat bener dah
Tapi gue ya emang dasarnya bosenan orangnya gue jadi pingin balik ke rumah aja rasanya sekarang kangen main game di PC gue lagi udahan. maka untuk mengakhiri kegiatan bodoh gue.. gue tutup dengan....
"Baekhyun...?" finally..I meet her again. dan gue seneng dia baik-baik aja keliatannya
"Hmmm" Mampusinnn aja udah,, gue masih dendam sama elo Ris beneran dah enggak boong gue, masih gedeg gue sebenarnya sama lo, elahhh....
"Ris, kamu sama siapa?" dan gue lagi-lagi ketemu orang yang maha dasyatnya harus gue akuin gue mendadak jadi orang terjelek yang ada di sekitar ini anak sumpahhh...
Gue enggak boong, dari mukanya jelas dia bukan asli Asia Timur kayak gadis ini, tapi dia lebih cocok jadi model yang lagi abis syuting iklan baju casual merek enggak jelas yang gue enggak pernah tau merek apa, ya iyalahh,, gimana enggak gue aja kalau beli baju enggak pernah liat itu merk apa dan keseringan nyokap gue yang beliin baju kita satu keluarga.
"Temen kuliah Kak, namanya Baekhyun" Sumpahhh dia bisa lembut gini sama orang,, wah,,,,, enggak habis pikir gue. dan denger dia ngakuin gue jadi temennya entah kenapa gue mendadak seneng dengernya... hehehe.
"Ough gitu, saya Gilang kakaknya Iris senang bertemu dengan anda" wahhhhh kayaknya dia salah satu penganut pecinta bahasa baku sekali, ****** gue.
"Hehehe, byun Baekhyun" gue cuman bisa nyengir bodoh doang elah sambil nyambut uluran tangan nya dia, wuihhh jiwa nya sih kayaknya sebelas dua belas sama Chanyeol ini mah.
"Senang rasanya tau kalau adik saya memiliki teman di kampusnya, apa kalian teman baik?"
"Lumayan kak" bukan gue yang ngomong SUMPAHHHHH!!!!
"Baguslah" baguslah apanya coba wahai kamus berjalan,,,,,,
"Kakak lanjut lari lagi sebentar ya, kamu mau ikut atau mau ngobrol sebentar?"
"Kakak lari sendiri dulu gapapa kak?"
Bukan nya ngejawab dia malah senyum tipis gitu aja sambil ngusap kepala gadis depan gue terus udah lanjut lari lagi abis itu ngilang dah entah kemana.
"Lo bisa ngomong lembut juga ya ternyata" ujar gue yang dia jawab dengan lirikan nya ke gue.
"Hmmm" kannn lagi kan...
"Lo ngapain disini?"
"Suka-suka gue lah mau ngapain, kan ini tempat umum enggak ada tuh bacaanya tamu wajib lapor 24 jam sekali, berasa ada aja kepala RTnya di sini" dan omelan gue tanpa sadar bisa bikin dia tertawa pelan, beneran gue enggak boong, bakat gue ini memang paling manjur deh...
Dan setelah dia berhenti ketawa kita sama-sama diem sampai entah kenapa gue jadi keinget betapa enggak bersyukurnya dia selama ini, sampai dia jadi orang yang sangkin nyebelinnya kayak enggak punya etika kalau lagi diajak ngomong sama orang lain.
"Lo harusnya bersyukur Ris" gue tau dia lagi ngeliatin gue bingung sekarang, dan gue enggak peduli akan itu.
" lo harusnya bisa bersyukur karena lo masih memiliki tujuh keajaiban dunia versinya gue" dan gue senyum, lucu aja kalau inget tujuh versi keajaiban buat diri gue,
"lo mau tau apa Ris?" dia diem aja dan gue anggap kalau diam nya itu sebagai iya buat gue.
"lo masih bisa ngelihat indah dan suramnya langit, lo masih bisa denger ha-hal baik dan buruk buat lo, lo masih bisa nyentuh benda-benda yang menarik perhatian lo, lo masih bisa di sayangin sama orang-oang yang ada di sekitar lo, lo masih bisa merasakan pahit manisnya makan makanan kesukaan bahkan yang lo benci juga, lo masih bisa merasakan tertawa dan tertawa bersama orang lain, dan lo,,, " gue ngasih jeda buat ini
"Lo masih bisa ngerasain yang namanya cinta di hidup lo dari orang-orang yang berada di sekitar lo, dan lo masih bisa ngerasain yang namanya cinta lagi kelak"
Biasanya setiap kali gue selesai ngasih tau tujuh keajaiban duni versi gue, orang-orang bakal ketawain gue sambil ngomong"lo enggak pantas ngomong bijak gini elah, elo kesurupan ya?, atau,lo ngomong apa sih gue enggak ngerti" mentok nya mereka selalu nganggap gue aneh tiap kali gue ngomongin ini ke mereka. Dan nganggap gue enggak hapal sama tujuh keajaiban dunia versi dunia itu sendiri. Lo tau sendiri kan yang ada candi sama bangunannya itu loh pokoknya.
Tapi lama kita dieman habis gue ngomong kayak tadi gue kira dia bakal ngomong hal yang sama atau ya enggak akan beda jauh dari yang lalu, lalu,,,, tapi dia malah ..
"Makasih Byun Baekhyun, setidaknya lo bisa bikin gue sadar buat tetep Bersyukur sama diri gue sekarang" terus dia senyum, dan lembut.... Sumpahhh gue enggak boong, senyum versinya dia kalau kalau lagi gini... bikin gue..
"Thanks for being someone special in my life".....
.
.
....TBC....
A.N: kenapa cerita ini aku tulisnya panjang-panjang banget tiap chapter nya? jawabannya biar kalian bisa tau gimana diri mereka masing-masing dari setiap tokohnya, enggak cuman dari pandang salah satu tokoh saja...
Dan aku mau bikin kalian ngerasain gimana rasanya jadi diri Baekhyun yang karakternya.... kalian bisa tebak sendiri nantinya...
Aku harap kalian setia buat terus nungguin kisah mereka dan tetap suport aku, kalian enggak harus ngetap bintang kok, cukup klain koment aja aku seneng banget .... hehehe..
Biar aku jadi makin semangat nulisnya...