Uncontrolably

Uncontrolably
10. Aku



Byun Baekhyun


Gue lagi-lagi jadi pembuka di chapter cerita ini, mungkin karena author ni cerita doyan bener liat gue ngumpat banyak banyak sama kisah di cerita ini.


Kayak gini nih contoh nya.


Gue bisa liat dari tadi ni bocah Laverna diem aja udah berasa bisu beneran.


Gue bahkan sengaja ngajak dia ke fakultas teknik yang agak jauhan dari fakultas kita biar gue setidaknya bisa ngajak dia ngomong, atau ngedengar protesan dari dia, eghhh malah gue berakhir di pelototi sama ini bocah.


"Gue bilangin sama elo ya, enggak sopan pelototi orang kayak begini ntar kalau ada senior yang lewat bisa kenak tampol Lo"


"I don't care"


"Aghh i see, you never thought of anyone else, you just Saw your pain right?"


Dan saat gue ngomong gitu ni bocah malah jadi diem di tempat dia berdiri tadi.


Gue jadi mikir apa gue salah ngomong lagi atau begimana ya gue enggak tau itu.


Tapi gue bisa liat dia diem kayak bukan lagi mikir atau apalah.


Dia pas gue liat kearah pandangan nya juga gue malah ngeliat ada laki-laki yang mukanya, shit he have a different level.


"Kakak?"


"Kamu enggak kelas?" Syokkk gue syok liat gimana pandangan ni cewek terkejut tapi jadi lembut banget gila.


"Sebentar lagi kamu masuk kan?, Kenapa di sini? Kamu jalan kaki kemari?"


Gila ni orang datang tiba-tiba langsung wawancara kayak reporter acara gosip


"Kakak apa kabar?" Gue selalu heran kenapa bisa ada cewek yang kayak gini, gue bisa liat ni cewek ngomong enggak pake urat lagi sama orang-orang yang belom pernah gue temui, dalam sejam gue bisa liat tiga kepribadian di diri dia yang menyedihkan, menyebalkan, bahkan lembut.


Gue jadi mikir ni anak Enggak kena penyakit bipolar kan, kalau iya fiks gue harus hati-hati sama ni anak. Wajib jaga jarak aman pokoknya.


"As you can see my dear" gue kok mendadak mau muntah ya denger ni orang sok nyebut my dear segala


Tapi cewek ini enggak ngejawab dia cuma senyum doang bahkan tipis bener kalau enggak gue perhatiin itu mukanya dari tadi Enggak bakal dah gue tau dia senyum atau kagak.


"Syukurlah kalau begitu kak,"


"Kamu kenapa engga ngehubungin kakak sih kalau udah balik kesini?"


"Maaf ya kak"


"Theres Nothing to forgive, kakak seneng kamu di sini"


" Aghh iya "


Yang gue tau, gue udah berasa jadi obat nyamuk doang, dianggurin bener...


"Kamu bareng siapa ?" Ujar laki-laki depan gue sambil senyum ramah, well buat orang-orang yang kenal sama sosok Iris mereka terlalu baik gue rasa, kasian gue sama nasib mereka.


Berarti nasib gue juga dong.


Kok gue baru nyadar ya, astagaa gue rasa gue udah mulai gila sekarang.


"Kenalin Baekhyun, Byun Baekhyun" Lo mau tau kayaknya gue harus akui, di depan laki-laki ini gue berasa kudu jaga image beneran parah, sampai-sampai gue harus repot-repot kasih senyum sok ramah sama kayak yang dia lakuin ke gue, bedanya dia keliatan tulus dan kalem, nah gue, jamin berasa senyum senyum nahan ke kamar mandi yang ada.


"Kim Junmyeon"


"Santai aja, gue seneng bisa kenal sama Lo"


Gila gue kira dia bapak-bapak kaku yang kalau ngomong sama orang baru pake saya-anda ternyata bisa gaul juga nih orang.


"Hehehe gue juga, tapi kayaknya gue enggak sopan kalau manggil nama atau 'elo' doang, kalau dilihat dari penampilan Lo kayaknya udah jelas lebih tua dari gue"


Jelas gue ngomong gitu, mahasiswa mana coba yang ke kampus pagi-pagi pake setelan jas non formal yang kayak biasanya hyung gue pake, jelas dia udah lebih duluan bernyawa dari pada gue


"Hahaha, Lo bener, kalau kalian satu angkatan mungkin gue agak lebih tua dari kalian"


"Rin lo angkatan 17 juga enggak sih?"


"iya"


"Berarti kita seumuran sama si tiang"


Dan gue bisa lihat dia hanya ngangguk polos gitu kayak lagi mikir jawaban nya dia bener atau Enggak


"Kak aku pamit dulu ya, semoga kita bisa ketemu lagi"


"Dan seharusnya kita memang harus tetap bertemu Ris "


"Eohh..."


" Tidak ada, adiknya kakak sudah sangat besar sekarang " Dan kalian tau apa yang gue lihat dia cuma diem kayak patung di kampus gue yang diem secara mendadak.


" Iya kak"


"Salam sama Galih, kakak nunggu main PS bareng dia lagi"


"Aghh ne, iya kak"


"Ris, maaf ya"


"Hah... Untuk?"


"Untuk segala nya " ujar pemuda ini aneh.


"Sudah sana balik ke kelas kamu, gue titip anak bayi ini ya sama Lo, kalau nakal jangan di pukul kasian dianya" gue bingung, sebenarnya nih orang siapa nya cewek ajaib ini kok sok-sokan ngatur Iris sesukanya


"Kita pergi dulu ya, yok Ris" pamit gue, setidaknya gue mesti nunjukin kalau gue anak baek-baek sama ini orang tua.


"Maafin kakak ya ris" Gue denger itu suara laki-laki tadi, tapi gue enggak pernah tau dia minta maaf untuk apa sama ni anak.


.......


"Gue heran sama lo, kok bisa ya lo punya temen bentukannya berbanding terbalik sama elo?"


Iya gue nanya langsung sama nih anak, gue udah penasarannya kelewatan bener dah.


"Hmmm"


Kan lagi,,, penyakitnya kambuh lagi, kebiasaanya kalau nanggepin apa-apa cuman hemmm hummm doang, kayak orang bisu beneran


"Dia kakaknya Na Eun" tiba-tiba aja kayak enggak ada beban, entah apa maksudnya, padahal gue enggak nanyak itu cowok tadi siapa.


"El-.."


"Jangan pernah penasaran sama hidup gue, karena enggak ada pentingnya sama sekali buat lo"


Baru aja gue mau ngomelin nih anak, tapi dia udah bikin gue diem sama omongannya yang sialnya bener. Dan gue mendadak enggak suka sama kenyataan itu.


"Gue cuman.." iya gue cuman bingung mau jawab apa, karena kalau gue udah penasaran gue harus selalu dapatin jawaban itu kebiasaanya gue


"Lo penasaran enggak kenapa gue ngomong sama mereka pakai 'aku-kamu' dan enggak begitu sama kalian juga?"


Dia mendadak ngomong, tumben pinter ngomong....


"Iya"


"Karena, kita punya jarak yang sangat jauh, kita enggak ada di posisi yang sama, dan enggak bakal pernah bisa dekat"


"Kok lo ngomong gitu?"


"Karena gue benci, gue benci untuk ada di sini dan segala hal yang ada di sini"


"Maksud lo"


"Lo cukup tau itu aja, terserah lo mau ngartiinnya gimana karena gue udah cukup muak sama yang ada di sini"


Dan setelah dia ngomong ngawur gitu, gue jadi diem di depan kelasnya dia, gue bisa lihat dia cuman duduk diem enggak buka bukunya sama sekali, sampai gue lupa kalau gue sendiri ada kelas pagi ini


Ris sebenarnya lo itu kenapa?


.........


Iris Moudi


Aduh iris,, kamu kok bodoh banget sih,,, ngapain juga pakai ngomong absurb kayak tadi di depan manusia ajaib itu,,, udah syukur dia tadi udah nyelamatin kamu dari Naeun sama kak Suho tadi pagi, nah ini kamu malah ngomong enggak nyambung sama dia.


Dan yang masih bikin aku enggak habis pikir adalah, kenyataan kalau Chanyeol masih duduk di samping ku, aku masih belum bisa ngeliat mata itu lagi


Dan yang aku tau , aku enggak bisa fokus sama sekali hari ini, bahkan aku nyesal buat sok-sokan duduk di depan meja dosen yang sialnya dia udah tua banget dan enggak mungkin aku tidur di depannya.


Selamat Ris kamu dapat jackpot hari ini


....


Entah sejak kapan aku jadi terbiasa ngelakuin hal bodoh ini, jalan berjam jam dengan tujuan yang aku sendiri enggak tau kemana sampai aku bisa nganggap kalau aku sudah tersasar di tempat yang enggak aku tau sama sekali


Kadang aku ngerasa apa sih yang salah?, kenapa aku harus ngelakuin hal bodoh kayak gini?, apa aku harus ngelakuin ini?, sampai kapan tapi?


Dan untuk jawaban dari semua pertanyaan ku tadi, aku sudah mendapatkannya sekarang


Semua ini terjadi karena aku adalah aku.


Enggak ada yang bisa menyalahkan kamu hanya karena dirimu seperti ini adanya, mereka tidak bisa mengubah orang lain tanpa pernah masuk kedalam hidup mu terlebih dahulu, paham apa yang kamu rasakan, paham dan mengerti apa yang kamu inginkan, serta, tau luka apa yang tengah kamu simpan.


Dan kenyataan untuk ada atau enggak mereka di dalam hidup kita kadang tergantung pada diri kita sendiri yang ngizinin atau enggak


Tapi yang aku tau saat sosok yang selalu aku rindu kan berada di sekitar ku, di situlah aku merasa bahwa tak apa menjadi seperti ini, enggak masalah untuk tetap terluka, karena, memang seharusnya seperti ini.


"Tuhan enggak sebaik itu buat ngasih lo kaki tapi tetep elo sakitin terus-terusan"


.......


Normal side


"Tuhan enggak sebaik itu buat ngasih lo kaki tapi tetep elo sakitin terus-terusan"


Mendadak langkah kaki gadis itu berhenti di tempatnya, ada perasaan enggak asing degan suara itu, tapi dia sendiri sepertinya lupa pada pemiliknya.


"Hahhhhh" jika kalian kira yang menghela nafas nya Iris maka kali ini jawabannya enggak, gadis itu malah membalikan tubuhnya dengan perlahan seolah sedang berjaga-jaga siapa yang memanggilnya, karena dia merasa sudah cukup terkejut dengan kenyataan bahwa hari ini dia sudah mengalami banyak hal, dan dia juga sudah sangat lelah rasanya sekarang.


"Chanyeol-shi?" Aghhh ya, 'shi' ternyata mereka masih sangat tidaklah dekat walau sudah hampir menghabiskan satu semester perkuliahannya di bangku yang bersebelahan.


"Hmmm,, lo ngapain disini?"


Sontak pertanyaan itu membuatnya tersadar sekarang sedang berada dimana, melihat gelagat kebingungan yang keluar dari gadis itu jelas dengan mudah dia tangkap dari pandangan matanya yang seolah sedan mencari nama petunjuk jalan atau tempat apa pun yang bisa memberi tau nya dia sekarang ada dimana.


Dan itu cukup membuat kerutan di wajah Chanyeol terlihat dengan jelas sekarang


"Being lost" tembak Chanyeol.


"No , I'm not"


" Bad lier" oke sepertinya di saat seperti ini Iris bahkan semakin terlihat terpojokan, karena sejujurnya bahkan dia tidak pernah sukses dalam membohongi orang lain bahkan kepada kakaknya sekali pun


" Thanks for your praise"


Terdengar dingin memang tapi cukup bisa di tangkap oleh Chanyeol adanya nada pasrah di situ dan,


" Lo udah mau mati ya?" pertanyaan itu tiba-tiba keluar begitu saja saat pandangan Chanyeol saat menyadari wajah gadis itu sangat pucat bahkan hampir tak ada rona nya sama sekali saat ini


" Sayangnya harapan lo belum bisa terkabul, maybe soon, as long as I deserve for this" ujar Iris seolah tidak perduli dengan apa yang dia ucapkan pada namja tinggi itu.


Bukan itu yang dimaksud Chanyeol, jelas memang ucapannya seperti itu, dia hanya bertanya bukannya mendoakan, dia tak seburuk itu ngomong-ngomong guys.


Melihat punggung kecil itu berjalan menjauhinya dia mendadak merasa kesal entah mengapa dan dia tak suka saat gadis itu salah paham padanya.


"Be good to your self, even if no one caring you" (baiklah pada dirimu sendiri, bahkan jika enggak ada satupun orang yang perduli pada dirimu)


Tanpa bisa dia kontrol langkah kakinya mengikuti kemana gadis itu pergi. Melihat punggung itu berjalan dengan sangat santai seolah dia sedang tidak merasa apa pun bibirnya sangat gatal untuk tidak berbicara pada gadis itu


Mendengar ucapan itu mendadak membuat Iris kesal dengan namja yang entah kenapa menjadi berisik itu,


Dia mengeluarkan headphone kesayangannya hadiah pemberian dari Appanya saat dia masih berada di bangku SMA, masa yang sangat manis menurutnya walau dia tak pernah merasakan yang namanya pacaran kala itu karena kakaknya terlalu berbahaya jika sampai dia ketahuan memiliki pacar, dan dia terlalu buruk untuk berbohong pada pria itu


Saat alunan lagu Heaven dari Bryan Adams berhasil ia dengarkan, perasaannya mendadak menjadi penuh dengan harap dan rindu akan kedua orang tuanya itu.


Chanyeol tau dia sangat bodoh karena sudah masuk dalam rasa penasaran nya pada gadis ini, namun dia tidak pernah tau bahwa dia sampai segila ini untuk mengikuti setiap langkah gadis di depannya bahkan dia menjadi penasaran dengan apa yang di dengarkan gadis itu.


Lagu apa yang sukses membuat wajah gadis itu menjadi lebih ekspresif walaupun hanya ada kesenduhan di sana.


Dan Chanyeol merasa bahwa tebakan nya selama ini benar tentang gadis ini, kalau ada banyak hal yang dia sembunyikan di balik sikapnya, hingga menutupi hampir seluruh sifat nya yang membuat Chanyeol penasaran kembali


"Gue juga mau denger" ujarnya menarik salah satu headphone gadis itu dan memasangnya di telinga caplangnya.


Now nothin'k can take you away from me


We've been down that road before


But that's over now


You keep me comin' back for more


And baby, you're all that I want


When you're lyin' here in my arms


I'm findin' it hard to believe


We're in heaven


Satu yang Chanyeol tangkap dari lagu itu, lagu ini terlalu menyedihkan untuk makna yang sedalam itu, dan dia suka .


"Apa judulnya?"


"Heaven" hanya jawaban itu yang dia dapatkan dari Iris gadis itu sepertinya sedang sangat menikmati lagu itu sampai dia tak mempermasalah kan satu headphonenya sudah terpasang dengan rapi di telinga namja tinggi itu.


Dan jika kalian ingin tau bagaimana saat ini gadis itu sekarang, ada seulas senyuman di wajahnya saat lagu itu hampir memasuki ending di saat hanya ada lirik.


You're all that I want


You're all that I need


We're in heaven


We're in heaven


We're in heaven


Dan senyuman itu cukup membuat Chanyeol terkejut, kali ini senyuman nya bukan senyuman hanya sekedar sikap sopan pada dosen nya saja atau senyum kaku pada Naeun yang belakangan ini cukup sering dia lihat


"Lo cantik saat lo senyum"


Coba tebak apa respon yang gadis itu berikan....


"So you will start for staring me too, Right?" Sinisnya Iris. Yang langsung di tolak namja itu dengan tegas.


"I won't trow my time for you, are you kidding me?"


"Hahaha, santai saja, gue juga enggak minat di ganggu sama manusia kayak lo"


hanya dengusan kasar yang Chanyeol berikan sebagai jawabannya


"Kalau lo emang enggak mau buang waktu lo, lo enggak bakalan ada di sini sekarang Chan" ujar Iris berhenti dan menghadap ke pemuda itu. Matanya jelas menatap mata tajam milik pemuda itu yang sukses membuat pemilik nya sedikit salah tingkah.


"Jangan biasain buang waktu berharga lo buat sesuatu yang enggak penting kayak apa yang lo bilang tadi"


"Gue enggak-..."


"You do Chan, lo ngelakuin hal bodoh hanya karena penasaran dengan hidup orang lain itu sama aja kalian merendahkan mereka secara enggak langsung Chanyeol shi"


"Maksud lo?"


Ada Helaan nafas yang di hembuskan Iris, membuat pemuda di depannya memandang heran dengan gadis dingin itu.


"Sadar enggak sadar, kalian sama aja kayak tokoh antagonis di cerita hidup orang lain Chan, dan lo udah jadi salah satu pemeran antagonis mungkin di hidup gue" ujar Iris tajam.


"Kalian datang bukan karena kalian peduli, tapi kalian hanya penasaran saja, kalian bahkan enggak berniat sama sekali buat jadi solusi dari setiap masalah yang di hadapi orang lain, kalian hanya penasaran dengan masa kelam apa yang di hadapi orang itu dan setelah kalian tau luka busuk apa yang dia hadapi, kalian akan mundur dari hidup mereka, tanpa pernah tau kalau luka itu udah kembali terbuka dan susah buat di tutupi lagi bahkan mengeringkan luka itu"


Kali ini, lagu yang sama masih terputar dengan setia di kedua telinga mereka, menjadi saksi kalau sebenarnya ada banyak hal yang mereka pikirkan tentang satu sama lain di kepala mereka sendiri.


Mata gadis itu menatap dalam ke arah mata namja tinggi di depannya, 


Hal yang membuat Namja itu sangat terkejut dengan kalimat panjang pertama yang di ucapkan gadis anehnya itu.


dan lagi kata-katanya menjadi tamparan yang cukup pedas padanya.


Karena, ya, dia saat ini berada di sekitar gadis itu hanya karena dia tengah penasaran saja.


Dia enggak pernah berpikiran apa lagi memimpikan apa yang akan dia lakukan pada gadis ini setelahnya.


"Lo tau Chanyeol shi, kadang elo harus faham juga makna dari luka orang lain bagi dirinya sendiri dan makan itu buat diri lo sendiri juga, biar lo enggak jadi orang jahat untuk orang lain"


Dan saat itu tepat di pukul enam sore hari itu, dia tau satu hal, bahwa gadis itu memiliki luka ternganga yang cukup dalam. Punggung gadis itu semakin lama semakin menjauh kearah jalan yang Chanyeol yakin, dia tidak tau tengah melangkah kemana......


....... TBC........


Pasti pernah dong kalian ngerasain berada di satu posisi dimana kalian merasa asing dengan sesuatu. Alasannya karena kalian enggak nyaman di sana . Dan merasa jauh lebih baik di tempat lama kalian walau kalian memiliki kenangan buruk disana, sebab disana adalah tempat tersimpannya kisah indah kalian yang sangat  sayang untuk di lupakan...


Aku harap buat kalian  yang sedang merasa asing di posisi kalian saat ini, kalian cukup merasa bahwa setidaknya di tempat itu, luka kalian iu enggak bakal kalian rasain lagi dari orang dan kondisi yang sama.


Cause life to much beauty to be so hard with it.


Jangan lupa komen dan tap bintangnya ya.... 


Walaupun tulisannya masih jauh banget dari kata baik, setidaknya aku udah berusaha memberikan yang terbaik yang aku bisa....


We Are One...