Uncontrolably

Uncontrolably
18. Harusnya



Byun Baekhyun


Dah lah gue muncul jadi pembuka kali ini lagi ya, gausah sok bosen ketemu gue, tau kok kalau kalian sebenarnya demen liat gue ngegas tiap kali muncul...


Ngomongin kata harusnya itu kayak penuh banget sama yang nama nya kekecewaan ke diri sendiri, yang beranggapan kalau apa yang lo bisa lakuin tuh harusnya bisa lebih hebat dari apa yang udah lo lakuin sekarang...


Kadang gue mikir, kenapa ya diri gue ini banyak banget rasa kecewa nya dari pada rasa bersyukurnya udah di kasih kehidupan sama Tuhan, padahal kerjaan yang bisa gue lakuin itu kebanyakan enggak ada faedahnya sama sekali buat orang lain.


Kadang malah gue mikir, kenapa ya banyak orang yang udah di kasih sama Tuhan itu kemampuan tapi enggak mau dia manfaatin buat bantu orang lain, enggak cuman mikirin dirinya sendiri.  Gendutin perut dia sendiri.  Padahal di luar sana tuh banyak banget orang yang udah mati-matian nyari sampah untuk di tukar dengan uang recehan biar bisa ngisi sejengkal perut keluarganya.  Dan kadang juga tetep aja udah banting tulang sana sini bikin hidup capek enggak perduli waktu tapi enggak ada yang bisa mereka nikmati sepantasnya apa yang udah mereka usahain. 


Kadang juga gue sering kecewa sama diri sendiri yang enggak bisa apa-apa selain mainin game online yang bisa bikin gue menang berkali-kali karena gue udah bisa nebak gimana arah permainan game ini karena gue tau kekuatan dari setiap lawan gue. Enggak kayak kenyataan yang enggak pernah bisa gue tebak sama sekali kemana arah dari semua ini.


Belakangan saudara gue lagi sibuk-sibuknya ngerjain skripsinya dia yang gue yakin isinya bukan cuman penelitian sederhana asal-asalan yang penting selesai. Enggak. Dia bakal buat penelitian yang ribet nya minta ampun dengan semua hal di luar jangkauan otak gue. 


Dan untuk Moudi.


Iyaaaa, guee manggil dia Moudi, Iris Moudi. Cewek datar yang diem nya kayak mode silent handphone di tangan lo sekarang yang kalian aktifin kalau lagi enggak mau di ganggu sama sekali. Dia kayaknya juga sama hidupnya kayak Chanyeol. Mereka dapet dosbing yang sama, dan gue jadi sering banget gabung sama mereka walaupun cuman mainin game di handphone gue dan berakhir jadi babu nya Chanyeol untuk ngerjain ini itu.


"Lama-lama lo harus ngegaji gue buat jadi babu lo Chan!" Amuk gue sambil nyerahin pulpen milik gue gegara pulpen itu bocah abis.


"Suruh siapa lo enggak ada kerjaan kayak pengangguran gitu, ya gue manfaatin lah" emang ya sekalinya enggak punya otak tetap aja enggak ada otak kalau ngomong nih bocah.


"Yeuhhh, gue bukannya pengangguran, ingat gue masih KU. LI. AH!, jadi belom berlabel pengangguran" jawab gue gampang.


"Yaudah anggap aja lo lagi gue latih jadi babu gue entar" jawab Chanyeol sambil memainkan pulpen di tangannya dengan senyum mengejek andalannya dan sukses bikin gue ngelempar buku yang enggak tau punya siapa ke muka dia. Dan sialnya malah ngenain bahunya Iris yang langsung bikin gue geger lah denger suara aduhannya dia yang pelan itu.


"Eghhhh maaf, beneran aslinya gue mau nimpuk itu tiang malah kenak ke elo" jelas gue.


"Makanya kalau mau ngelempar itu pake mata" bukan Iris yang ngomong tapi si tiang berjalan ini yang ngatai gue sambil bangkit enggak tau kemana.


Dan enggak ada jawaban dari dia selain ngangguk doang aja dan balik lagi fokus ngetik sesuatu di laptop dia, dan mendadak gue jadi bosen sendirian.


"Kenapa enggak ngerjain laporan lo" tanya dia tiba-tiba.


"Males" gue enggak boong, beneran gue males aja harus berkutat sama apa yang enggak gue ngerti sama sekali.


"Lo bakal ngecewain diri sendiri" balasnya yang bikin gue natap dia bingung buat apa dia repot-repot mikirin gue, toh yang kecewa diri gue sendiri bukan dia kok dia yang repot-repot.


"Gausah repot-repot mikirin gue, repotin aja itu kerjaan lo, isn't your business" sengit gue dan berhasil bikin dia berhenti ngetik dan natap gue tajam.


"Yes, it's ain't my business, but at least, it's disturbing me"


"Kenapa?" Tanya gue.


"Karena gue tau kecewa ke diri sendiri itu rasanya seburuk apa, walaupun mungkin enggak bakal sama kayak apa yang lo rasakan nantinya" dan gue bisa dengar dia ngehelah napas lagi. 


"Lo, gue enggak pernah tau apa yang ada di otak lo, but your always said something good to another people but not for you too" balas gue natap mata dia.


"Lo harus sadar kalau lo juga punya hak yang sama kayak orang lain, lo juga manusia" tandas gue bangkit dan pergi ke kamar Chanyeol dan gue malah nemuin pemuda tinggi itu natap gue penuh arti.


"Paling enggak lo bisa sedikit mikir tentang diri lo sendiri juga Baekhyun-ah" ucapnya menepuk punggung gue pelan dan jalan ngelewatin gue gitu aja.


"I guess I'm fine"


.......


Normal side


"Dek main yok, mumpung malam minggu" panggil kak Galih yang langsung masuk ke kamar adik nya yang tak pernah dia kunci itu.


Dan yang dia dapati adalah adiknya yang tertidur dalam posisi meringkuk dengan kaki yang tertekuk dalam. Wajah adiknya tertutup oleh rambutnya yang tergerai itu menyembunyikan wajah polos adiknya. Saat dia ingin merapikan rambut adiknya dia yang dia lihat wajah polos dengan gurat resah entah apa yang sedang adiknya mimpi kan tapi dia tau kalau mimpi adiknya itu bukanlah mimpi yang menyenangkan.


"Dek bangun, kita belum makan malam" ujar pria itu, tangan mengelus sayang rambut hitam adiknya.


"Dek..."


"Maaf" pelan Iris dalam tidur nya membungkuk kan badannya lagi menundukkan wajahnya seolah sedang menyembunyikan dirinya sendiri.


"Dek...." panggil nya lagi yang kali ini sukses membuat Iris bangun dari tidur nya dan langsung memasang wajah bingung nya.


"Kak, kok kakak di sini?"


"Kakak abis bangunin beruang hibernasi tadi" lembut Galih merapikan rambut adiknya yang berantakan.


"Isshhh" sungut Iris yang sukses membuat Galih terkekeh pelan dan berdiri menarik adiknya bangun juga.


"Ini malam minggu, should i date with you?" Ujar Galih sambil menaik turunkan alisnya yang membuat Iris tertawa pelan dan mengangguk.


"Letsss goooo" seru Galih semangat.


Dan berakhir lah mereka saat ini berada di salah satu pusat perbelanjaan, bukan jejeran tokoh yang menjadi tujuan mereka melainkan wilayah wahana timezone di lantai tiga gedung itu.


Banyak permainan yang mereka mainkan di sana dan kebanyakan adalah permintaan dari kakak laki-laki gadis itu dan selalu di angguki adiknya tanpa ada protes sama sekali, toh dia juga sangat menikmati apa yang sedang mereka lakukan juga.


"Kak gimana kalau kita battle dance yang kalah harus nurutin permintaan yang menang gimana?" Tawar Iris semangat, dan sukses membuat senyuman di bibir laki-laki yang diajak bicara nya itu tersenyum cerah.


"Siap-siap untuk kalah eoh" ujar Galih sombong. 


Dan mereka langsung menuju kearah permainan dance itu, tak butuh waktu lama mereka sudah fokus dengan permainan mereka dan Iris seolah lupa kalau kakaknya ini sangat hebat dalam melakukan apa pun, dan berakhirlah dia kalau kali ini, dan hal ini langsung membuat gadis itu merengut manja memasang wajah memelasnya meminta ronde ke dua namun di tolak mentah-mentah kakak nya itu.


"No, kau harus menuruti permintaan ku Ris" ujar Galih semangat, dia seolah memenangkan hadiah doorprice utama dengan bangga nya mengejek adiknya itu.


"Baiklah, baiklah.... apa permintaan kakak?" Tanya Iris.


"Nanti kakak kasih tau, sekarang ayo kita cari tempat makan" ujar Galih menarik tangan adiknya itu mencari salah satu restoran cepat saji di sana.


Mereka duduk berhadapan memakan makanan pesanan mereka dengan tenang yang di selangi sedikit canda kecil yang di lontarkan pemuda itu yang selalu di tanggapi dengan baik oleh adiknya. Hingga saat mereka memesan desert untuk menemani waktu luang mereka, Iris selalu sama dengan hidangan serba cokelat nya dia bahkan dengan bahagia nya menyendok buskin rubies rasa coklat nya yang penuh dengan toping coklat juga  itu.


"Kakak udah tau apa yang menjadi permintaan kakak untuk hari kemenangan kakak tadi" ujar pemuda itu melihat adik nya yang tersenyum tipis menikmati es krim di tangannya,


Jika biasanya saat mereka pergi bersama Iris akan selalu menjadi karakter hiperaktif yang tak pernah diam bahkan senyum di bibir gadis itu tidak akan pernah hilang dan menampilkan gigi gingsul nya, kini dia malah hanya akan menjawab setiap pertanyaan yang di lontarkan pemuda itu pada adiknya dan hanya akan ada senyuman tipis di bibir nya, bukan senyum lepas yang selalu dia lihat dulu.


Hanya gumaman yang di berikan Iris sebagai respon nya pada kakak laki-laki satu-satunya itu.


"Dek, tolong untuk kembali jadi diri mu sendiri yang dulu Ris, balik jadi adeknya kakak yang selalu berisik, selalu ketawa bahagia, Iris yang matanya selalu menatap segala hal dengan sorot bahgai dan lembut, jangan jadi seseorang yang bukan kamu Ris" ujar Galih menatap mata gadis kecil nya itu.


"Be happy Ris, senyum kayak kamu yang biasanya,  karena kakak kangen kamu adiknya kakak" pelan Galih mengusap rambut Iris pelan ada kasih sayang sangat jelas Iris rasakan.


"Maaf kak, but I doesn't deserve to be like that"


"Who said?!" Tembak pria itu dan hanya tundukan mata gadis itu yang menjawab semua pertanyaan di hatinya.


"Cukup dengerin ucapan kakak, bukan yang lain" ujar Galih lembut menatap mata adiknya.


"Dek, you deserve to be yourself. Adik kakak yang dulu selalu jadi Iris yang menyenangkan dan pelupa, gadis yang sangat suka tersenyum hanya karena hal-hal sederhana, adiknya kakak yang selalu bahagia, itu yang kakak mau" ucap nya lagi.


"Kak, aku..." ucapan gadis itu terpotong saat tangan laki-laki di depannya menggenggam hangat tangannya.


"Kakak mohon"


Tak lama ada senyuman yang mengembang manis di bibir cherry gadis bernama Iris itu, yang tentu saja membuat Galih terlihat bahagia melihat senyuman adiknya.


"Terima Kasih"


Malam itu Mereka habiskan dengan berbagai macam perasaan hingga membuat Iris mengambil suatu keputusan yang menurut nya adalah keputusan yang terbaik. Mereka menikmati malam minggu kali ini dengan banyak canda tawa yang tanpa mereka sadari kalau sedari tadi ada pria yang tak hentinya memperhatikan wajah gadis pemilik nama Iris itu.


"Kapan lo bisa seceria itu di depan orang lain Ris" ujar Chanyeol memperhatikan Iris lekat.


.... TBC.....


anyeong!!!!!... jangan lupa vote dan komen yaaa😉