
[Pov Ikhfa]
Disaat aku dan yang lainnya, berada ditempat persembunyian kita. Aku lalu duduk dan melihat gelang yang ada ditangan ku, aku pun mengingat-ingat kembali tentang asal usul gelang itu.
[Flashback] masih dengan Pov Ikhfa.
"Dimana aku sekarang?" Tanya ku seraya melihat-lihat sekiling.
"Toro? TOROO!" Teriak ku memanggil Toro.
"IKHFAA, aku disini," sahut Toro kepadaku.
Aku pun berlari menuju suara Toro berasal.
"Hai, Ikhfa apa itu?" Tanya Toro kepadaku.
Aku lalu melihat apa yang ditunjuk oleh Toro kepadaku, dan ternyata itu adalah....
"Bukan kah itu bumi, Ikhfa?" Tanya Toro kepadaku seraya melihat bumi.
"I- iya, itu bumi. Ta- tapi mengapa kita disini tempat apa ini?" Pikir ku kepada Toro.
... "Selamat datang ditempat ku, Toro Ikhfa"...
Tiba-tiba terdengar suara yang muncul entah dari mana.
"SI- SIAPA KAU?!" Tanya Toro kepada suara misterius
..."Hai, Toro nama ku nuel," ...
...Jawab suara misterius itu yang muncul dari segala arah ...
"Hai, kau yang disana. Kami ingin bertanya, sebenarnya kami berdua ada dimana? Dan sebenarnya siapa kau?" Tanya ku kepada suara misterius itu.
..."Apakah kalian tahu tentang ruang dan waktu? Itulah nama tempat yang sedang kalian kunjungi saat ini. Oh iya, sekali lagi nama ku adalah nuel salah satu penjaga ruang dan waktu di alam semesta ini," jawab suara itu yang tiba-tiba muncul dibelakang kami berdua. ...
"Oh, seperti itu. Apa mau mu dengan kami berdua tuan nuel?" Tanya ku kepada orang yang bernama nuel tersebut.
..."Hmm, mau ku adalah... kalian harus membantu ku mengembalikan ruang dan waktu seperti semula. Bisa kau lihat, banyak bumi yang menjadi satu dan hancur disana. Aku mohon kalian mencari sebuah alat yang diciptakan oleh seorang manusia dan masuk untuk melintasi ruang dan waktu tersebut. Dan mencari tahu siapa yang membuat alat itu. Gara-gara alat itu ruang dan waktu menjadi kacau, jadi ku mohon bantu aku," jawab pria itu kepada kami berdua seraya memohon dengan nada yang rendah. ...
"Apakah itu alasan mengapa bumi kami sampai dimasukki oleh monster-monster itu? Dan mengapa harus kami berdua?" Tanya Toro kepada pria itu.
..."Karena hanya kalian berdua adalah reinkarnasi dari dua pahlawan. Toro kau adalah reinkarnasi dari zuto pahlawan yang memiliki kekuatan elemen yang ada dialam semesta, dan kau Ikhfa adalah reinkarnasi dari zeo ahli ruang dan waktu. Hanya kalian berdua juga yang dapat menggunakan pedang yang ada di kakak mu Toro," jawab pria itu kepada kami....
"Ha? Kakak ku apa maksud mu?" Tanya Toro kepada pria itu dengan wajah yang panik.
..."Yah, sepertinya dulu kakak mu menemukan sebuah pedang dari gua yang ada dibumi kalian. Pedang itu adalah milik zuto dan zeo yang sengaja disembunyikan disana, karena mereka berdua memasang sebuah penghalang yang khusus untuk kami dan bukan untuk manusia biasa. Jadinya kakak mu bisa mengambil nya dengan sangat mudah, tapi untuk manusia biasa satu pedang sudah sangatlah berat jadinya kakak mu mengambilnya secara bertahap. Dia tidak ingin orang lain mengetahui bahwa ada sebuah artefak disana. Khem, dasar manusia memang sangatlah serakah. Tapi aku berterima kasih kepada kakak mu juga berkat dia pedang itu ter rawat dan aman disana," jawab pria itu seraya menunjukkan sebuah cuplikan kepada kami berdua. ...
Toro pun hanya bisa terdiam dan tersenyum lega mendengarnya walau sepertinya sedikit kesal sih.
"Lalu apa yang harus kami lakukan selanjutnya?" Tanya Toro kepada pria itu.
..."Pertanyaan yang bagus," sanjung pria itu kepada Toro....
..."Yang harus kalian berdua adalah seperti yang ku katakan dari awal kalian harus menuju tempat ini dan mencari sebuah retakan disana yang dibuat oleh mesin itu, lalu masuk kedalam nya dan mencari mesin itu. Namun itu bukan hal yang mudah untuk manusia, tetapi jika kalian setuju untuk mengatifkan kekuatan zuto dan zeo yang ada di diri kalian hal ini sangatlah mudah. Apakah kalian siap untuk mengatifkan kekuatan itu? Jika kalian tidak siap, kau tidak bisa hidup kembali bumi kalian pun akan hancur dan sahabat kalian akan pergi. Bagaimana apa yang akan kalian pilih?" Jawab pria itu seraya memberikan dua pilihan kepada kami berdua. ...
"Baiklah kami berdua setuju dengan itu," ucap Toro tanpa basa-basi.
"Yahh, mau bagaimana lagi. Layla kan telah mempercayai kita bahwa kita akan terus berjuang sampai akhir, jadi setuju sajalah Ikhfa. Hihihi," ujar Toro seraya memegang kepalanya dan tertawa riang.
"Yahh, baiklah. Terserah kau sajalah Toro," ucap ku kepada Toro seraya menghela nafas.
..."Pilihan yang sangat bagus. Baiklah aku akan memberikan mu sebuah gelang kepada kalian, agar kalian bisa menggunakan kekuatan yang ada di diri kalian. Ambil lah" ujar pria itu seraya memberikan sebuah gelang kepada kami berdua. ...
Setelah kami memakainya, ada sedikit perubahan kepada kami berdua seperti tubuh yang semakin ringan. Lalu setelah kami memakainya pria itu menjelaskan semua yang harus kami ketahui.
[Flashback off] masih dengan Pov Ikhfa.
"Oi, nglamun terus. Ayo pergi, katanya mau ke tempat saudaranya si Toro. Lihat tuh Toro sudah tidak sabar lagi," ucap Layla yang tiba-tiba mengagetkan ku.
"Iya-iya, aku ikut," ujar ku berusaha bangun.
"Cepat, dasar lambat!"
Kami pun pergi dari tempat itu, dan berpesan kepada penjaga tempat itu agar membuat shift keliling ke garis terdepan nanti untuk berjaga-jaga.
...--------------------------------------...
Ditengah-tengah jalan, kami melihat banyak sekali monster disana yang berkeliaran disana. Dan mengharuskan kami untuk mengendap-ngedap dan waspada.
Sesampainya dirumah kakaknya Toro, sungguh terkejutnya kami bertiga disana. Banyak sekali perabotan dan bahkan dinding nya pun sudah mulai roboh. Toro pun mulai panik dan mencari kakak nya itu, yah walaupun bukan kakak kandung tapi dia sangat menyayangi nya. Kami mencari-cari disemua sudut rumah namun tidak ada siapapun disana, sampai akhirnya.
"Kakak!
Toro menemukan kakaknya yang terbaring dilantai dengan penuh luka ditubuh nya.
"Kak, bangun kak," ucap Toro menitih kan air mata.
"To- Toro, ternyata kau masih hidup," ujar kakaknya Toro yang terbaring sekarat.
"Iya, kak aku masih hidup, dimana kak Seiko?" Tanya Toro menitih kan air mata.
"Kak, Se- seiko ada di asrama. Toro, kakak tolong selamat kan kak- kakak mu,"
"I- iya, kak pasti,"
Kami lalu pergi untuk menyelamatkan Seiko kakak nya.
"Hei, Ikhfa. Siapa sih Seiko itu?" Tanya Layla kepadaku.
"Seiko adalah saudara nya Toro, Toro memanggil nya kakak karena ayahnya Seiko adalah kakak nya ibunya Toro. Dia seumuran kita sih, dia banyak sekali prestasi seperti beladiri dan melukis," jawab ku seraya menenteng pedang ditangan ku.
"Oh, seperti itu. Pantas saja kakak yang tadi berpesan untuk membawakannya sebuah pedang untuk nya, sementara aku hanya bisa memakai dua tombak sapu ini. Nasib," ucap Layla seraya mengeluh.
"Hahaha, tenang saja nanti kamu juga mendapatkan senjata baru," ujar ku kepada Layla seraya menenangkan ia.
"Hmm, semoga saja," ucap Layla menghela nafas.
Kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke asrama Seiko kakak nya Toro.
Perjalanan kami pun dimulai dengan misi pertama yaitu menemui saudara nya Toro Seiko. Lalu kami akan melanjutkan misi utama kami, yahh seperti yang dikatakan orang misterius tadi. Sepertinya kami akan melintasi ruang dan waktu.