Travel Across Space and Time: Reincarnation

Travel Across Space and Time: Reincarnation
masa lalu 2



[Flashback] masih dengan POV Ikhfa.


"Baiklah mari kita masuk ke kelas. Sebentar lagi bel masuk berbunyi jadi mari kita bergegas." Ucap ku


Lalu kami berpisah dibelakang sekolah menuju ke kelas kami masing-masing. Sebelum tadi kami berpisah disaat aku berjalan beberapa langkah Toro membuat janji dengan ku."Hai namamu ikhfa kan. Apakah kau mau menemui ku dijam istirahat nanti?" Tanya Toro dengan nada dingin kepada ku


Sontak aku berhenti


"Iya, baiklah dengan senang hati aku akan menemui mu dijam istirahat" jawab ku. "Tapi, dimanakah tempat kita akan bertemu nanti?" Tanya ku


"Kita akan bertemu disini, jangan biarkan orang lain melihat mu kemari karena mungkin ini akan menjadi tempat rahasia kita berdua." jawab Toro kepadaku


"Baiklah, oh iya sekali lagi hai nama ku ikhfa mau kah engkau menjadi temanku? Kau belum menjawab pertanyaan ku kemarin kan?" Ujar ku mengulurkan tangan hendak berjabatan tangan dengan Toro.


"Hai, nama ku Toro senang berkenalan dengan mu" Jawab Toro berjabatan tangan dengan ku. Lalu kami berdua berbalik badan dan Toro mengatakan sesuatu "ku harap kita bisa menjadi teman yang baik." Kami pun berlari dan berpisah disitu.


"Stop, stop, stop. Dia waktu pertama kali mau menjadi teman mu seperti itu sikapnya? Sungguh aneh. Lalu apa yang dilakukan ia setelah kalian berjanji akan bertemu diwaktu istirahat?" Ucap layla menyela cerita ku.


"....... makanya dengarkan dulu disaat aku bercerita jangan menyela jika aku sedang bicara!" Ujar ku menyentak layla


"Hehehe, ya sudah silahkan lanjutkan lagi ceritanya kakak ikhfa." Ucap layla merayu ikhfa.


"Hmm, sampai mana aku tadi?" Tanya ku kepada layla.


"Emm, sampai dengan berpisah dengan Toro." Jawab layla


"Oh, ok terima kasih" Ucap ku.


Lalu akupun melanjukan lagi bercerita tentang Toro.


 


Lalu setelah bunyi bel jam istirahat, aku pun pergi kebelakang sekolah sesuai janji ku dengan Toro. Selagi aku berjalan aku melihat-lihat disekitar ku apakah ada orang yang mengikuti ku? Tapi setelah ku melihat-lihat disekililing ku, tidak ada siapapun yang mengikuti ku.


Setelah aku sampai disana aku pun melihat Toro sedang menunggu sambil bersandar didinding sekolah.


"Hai, apakah kau sudah lama menunggu ku?" Tanya ku seraya melemparkan minuman kaleng yang ku beli dari kantin kepada Toro.


"Tidak juga, aku malahan baru saja sampai." Jawab Toro seraya membuka minuman itu.


"Baiklah, apa yang akan kamu akan bicarakan kepadaku?" Tanya ku kepada Toro seraya tangan memegang minuman kaleng.


"Sudah aku katakan aku ingin menjadi temanmu sesuai dengan kemauan ku, karena aku ingin belajar lebih banyak lagi tentang arti kehidupan, aku tidak peduli keluarga mu kaya atau miskin aku hanya ingin berteman dengan mu dan menjadi tempat mu untuk mengutarakan semua isi hati mu." Jawab ku dengan tegas kepada Toro.


"Ayah ku pernah berkata "Nak dewasa itu tidak ditentukan oleh umur, melainkan kondisi yang membuat seseorang menjadi dewasa. Maka dari itu engkau harus mencari teman yang bisa mengajarkan mu tentang arti dewasa ya nak, diumur yang sekarang seharusnya kamu sudah sedikit mengerti tentang yang ayah bicarakan dengan mu. Apakah kamu mengerti maksud ayah nak? Tanya ayah ku berpesan kepada ku dulu sebelum aku masuk sekolah.


Toro hanya bisa terdiam dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi meninggalkan ku sendiri. Tampak airmata keluar dari matanya, aku berpikir sepertinya Toro mau menjadi temanku dan ternyata itu benar.


 


Satu tahun bertemanan ku dengan Toro di TK, dan kami akan masuk SD. Disaat kami pulang setelah berjalan-jalan karena pada hari itu kami sedang libur karena sudah lulus dan sedang menjalani libur tahun ajaran baru, kemudian kami mampir ke tepi sungai lalu aku membeli minuman kaleng ditoko.


"Ah, sepertinya kita akan lulus dalam beberapa minggu lagi, kau akan bersekolah di SD mana Toro?" Tanya ku melemparkan minuman kaleng kepada toro dan duduk bersantai ditepi sungai.


"Aku mungkin akan bersekolah di SD 1" jawab Toro "kau sendiri, akan bersekolah dimana?" Tanya Toro kepadaku.


"Hmm, sepertinya aku tidak bisa menemani mu untuk sementara waktu di SD nanti. Karena ayah ku ada suatu pekerjaan disuatu kota, yang mengharuskan kami untuk ikut dan tinggal disana. Aku mungkin akan kembali pada saat aku akan masuk SMP, tapi aku akan berusaha untuk bisa pulang 5 tahun lagi." Ucap ku kepada Toro dengan suara rendah." Toro maafkan-" tiba-tiba Toro memelukku dengan sangat erat. "Ikhfa, terimakasih atas semua yang telah engkau lakukan selama ini. Aku mohon maaf jika aku banyak salah kepada mu aku akan tetap terus menunggu mu disini, cepat lah kembali sahabat terbaik ku." Ujar Toro memelukku dengan air mata yang mengalir dari matanya.


Aku hanya bisa terdiam dan tersenyum dan mengelus-ngelus pundak Toro.


"Aku juga minta maaf jika aku banyak salah kepada mu Toro, aku pasti akan kembali secepatnya." Janji ku kepada Toro seraya memeluk nya dengan erat.


Lalu kami pun pulang ke rumah kami masing-masing. Ada banyak hal-hal yang kami lakukan setahun itu, seperti kami belajar bela diri (berpedang), saling membantu dan aku belajar membantu orang lain tanpa pamrih. Aku sangat bersyukur sekali bisa bersahabat dengan Toro.


 


Waktu pun berlalu dengan cepat. Hari dimana aku akan meninggalkan Toro untuk pertama kalinya sudah didepan mata. Aku sudah menyiapkan semua barang-barang ku dan menunggu kedatangan Toro.


"HAIII, IKHFAA TUNG GU DU LU." Ucap Toro berlari dan melambaikan tangan nya. Toro pun memberikan sesuatu kepada ku "nih, hadiah dari ku." Ujar Toro memberikan hadiah kepada ku.


"Apa isi didalam kotak ini?" Tanya ku membuka kotak itu, ternyata isi dari kotak itu adalah gelang dan pensil yang bertuliskan T K, itu adalah inisial kami berdua. Air mata ku berlinang melihatnya. "Terima kasih banyak Toro, karena sudah mau menjadi teman ku. Akan aku ingat selalu dirimu my best friend ku." Ujar ku mengusap air mata ku.


Kami berpelukan dan mengucapkan salam perpisahan. Lalu aku masuk kedalam mobil dan mengatakan "sampai jumpa kawan". Lalu Toro mengejarku, lalu aku membuka jendela dan melambaikan tangan kepada nya.


Itulah waktu dimana kami berpisah untuk pertama kalinya.


 


5 tahun berlalu, dan Ayahku pun sudah selesai melakukan semua pekerjaannya. Ketika aku sedang tidur dikamar, aku mendengar kabar dari Ayah ku bahwa nenek Toro meninggal dunia. Sontak aku panik dan bertanya kepada ayah ku "kapan neneknya Toro meninggal dunia Ayah?.