
Setelah Layla pergi aku pun tertidur pulas dan bermimpi tentang Toro dan melihatnya sedang bertarung melawan para monster. Terdengar suara teriakan Toro dan monster itu, lalu aku melihat Toro sudah kewalahan melawan para monster itu. Dan akhirnya Toro terpojok dibuatnya dicengkram dan dilemparkan ke dinding sekolah.
TOROO!!
Sontak aku terbangun dari mimpi buruk itu, dan langsung berusaha untuk berdiri. Lalu aku mengambil dua tombak sapu dan berlari menuju Toro. "Toro, bertahan lah untuk beberapa saat lagi. Aku akan menyelamatkan mu Toro," pikir dalam benak ku berlari menuju Toro.
[Pov Toro] scene baru akan segera dimulai.
Sementara itu, keadaan Toro disana sudah mulai kewalahan oleh para monster - monster itu. Terdengar suara hentakan dan teriakan - teriakan monster - monster itu.
"Cih sampai kapan aku akan disini terus? Walaupun aku sudah membunuh lima monster, tapi mengapa mereka terus saja berdatangan?" Ujar dalam benak ku menghindari serangan monster - monster itu.
"Aku hanya memiliki satu pasang gagang sapu yang tersisa sekarang, apakah aku bisa bertahan hidup melawan monster - monster ini?" Ucap dalam benak ku dan menyerang monster - monster itu.
CLEEB
Suara tombak sapu ku yang aku tancapkan ke pundak monster itu.
AAAAAGGGRRRHHHHH
Teriakan monster itu.
UARG
Muntah darah keluar dari mulut ku.
"Cih, sepertinya aku sudah hampir melewati batas," ucap Toro seraya membersihkan sisa darah yang menempel dimulut nya dengan menggunakan tangan.
Lalu dalam sekejap ada sebuah lemparan batu dari monster itu, untung saja aku bisa menghindarinya. Namun belum berakhir sampai disitu banyak sekali serangan yang tiba menyerang ku.
"Kha kha kha, banyak sekali serangan yang dilakukan oleh para monster itu atau tingkat kewaspadaan ku yang berkurang?" Tanya pada benakku seraya ter engah - engah dan bersembunyi di sela-sela reruntuhan dinding sekolah.
DUAARRR
Suara lemparan batu dari monster itu. Untung saja aku masih bisa menghindarinya, namun tiba-tiba ada monster dibelakang ku hendak memukul ku.
"Cih, sepertinya aku akan berakhir sampai disini. Maafkan aku Ikhfa Layla, sepertinya aku tidak bisa menepati janji ku," ucap ku melayang diudara.
TOROO!!
Triak Ikhfa melompat dan mendorong ku kearah kanan.
"Apakah kau baik-baik saja Toro?" Tanya Ikhfa berusaha untuk mengangkatku, Ikhfa pun membawa ku ketempat yang aman.
"Sepertinya kita sudah aman disini Toro, tapi kita harus tetap waspada," ucap Ikhfa seraya mengawasi monster - monster itu.
"Kenapa kau kemari? Mana Layla?" Tanya ku kepada Ikhfa.
"Hmm, kau memang bodoh ya Toro? Aku kemari ya untuk menolong mu," Jawab Ikhfa tersenyum sinis kepada ku.
Aku hanya bisa terdiam mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Ikhfa, Tiba-tiba........
DUAARRR
"bagaimana mereka bisa tau tempat persembunyian kita?!" Tanya Ikhfa dibenak nya seraya menggendong ku dipundak nya.
Ikhfa lalu mendarat di reruntuhan dinding sekolah.
"... Hai, ikhfa. Bisakah kau menurunkan ku?" Pinta ku dengan wajah yang datar.
"Baiklah.. Baiklah"
BRACKSS..
Aku pun turun dari gendongan Ikhfa.
"Oh, iya Ikhfa. Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi, dimanakah Layla sekarang?" Tanya ku kepada Ikhfa seraya membersihkan debu dicelana dan punggung ku.
"Hmm, Layla tadi aku tinggal sih. Karena aku tidak ingin dia terluka," Jawab Ikhfa seraya memegang dagunya.
"Oh. Seperti itu, bagus lah kalau begitu. Aku juga tidak ingin dia terluka," ucap ku dengan lega.
Ikhfa pun hanya bisa terdiam dan tersenyum mendengar ucapan Toro. Namun Toro dan Ikhfa mendengar suara hentakan kaki para monster itu.
"Hai, Ikhfa apakah kau merasakan hentakan para monster-monster itu?" Tanya ku kepada Ikhfa seraya mengawasi sekiling.
"Yah, aku mendengarnya Toro," jawab Ikhfa kepadaku.
Beberapa lama kemudian, monster-monster itu mulai terlihat dibalik kabut yang muncul oleh reruntuhan dinding yang jatuh.
"Ah, sepertinya kita akan berlama-lama lagi disini," ujar ku mengeluh kepada Ikhfa.
"Jangan ditanya Ikhfa, tentu saja aku siap," jawab ku dengan percaya diri.
Aku dan Ikhfa pun berlari dengan cepat menuju ke arah para monster-monster itu dan menyerang monster-monster itu.
Kami berdua pun bisa membunuh banyak sekali monster raksasa itu.
BRACKSS
"Ah, sepertinya kita sudah melewati batas," ucap Ikhfa seraya bersandar dipunggungku.
"Sepertinya begitu," ujar ku bersandar dipunggung Ikhfa.
Mereka pun mulai kewalahan melawan para monster-monster itu. Serangan demi serangan dari monster-monster itu, beruntung aku dan Ikhfa masih bisa menghindarinya. Namun disaat aku terpojok dibuatnya, Ikhfa pun menyelamatkan nyawa ku lagi. Namun tidak dengan Ikhfa, dia terpental jauh sampai membentur kayu dan dinding.
IKHFAA!!
Triak ku berusaha berlari dan menyelamatkan Ikhfa, namun aku terpojok dan dilemparkan ke arah Ikhfa.
TOROO!!
Disaat aku mulai kehilangan kesadaran aku mendengar suara Layla. "La- Layla" dan akhirnya aku pun kehilangan kesadaran.
[Pov Layla] Flashback dulu.
"Hai, Ikhfa. Ini sudah hampir pagi loh, ayo kita bergegas. Loh Ikhfa? Ikhfa!"
Disaat aku berjalan menuju tempat Ikhfa, dia sudah tidak ada lagi ditempatnya. Lalu aku berpikir sejenak, dan sepertinya Ikhfa sudah pergi terlebih dahulu menuju ke tempat Toro berada. Sontak aku pun panik dan mengambil dua tombak sapu dan
"Hai, kakak-kakak anggota klub beladiri. Boleh saya minta bantuan dari kalian?" Tanya ku kepada anggota klub beladiri.
"Hai juga kak, bantuan apa yah?" Jawab salah satu dari anggota itu.
Aku lalu menjelaskan semua yang terjadi pada Toro dan Ikhfa, lalu mereka menanggapi nya dan memberikan 8 anak kepada ku. Kami pun pergi untuk menyelamatkan Toro dan Ikhfa.
[Flashback off] masih dengan Pov Layla.
TOROO!!
Aku berlari menuju Toro dan Ikhfa yang terkapar direruntuhan tembok.
"Hai Toro, bangun. Hai Ikhfa bangun BANGUN!!" Teriak ku dan menitih kan air mata.
Tiba-tiba ada monster dibelakang ku hendak menyerang kami bertiga.
"Jangan sentuh mereka!" Gertak ku kepada monster itu.
Namun monster itu tidak memperdulikan nya dan melanjutkan menyerang kami berdua.
Aku menutup mata ku, tiba-tiba Toro dan Ikhfa melindungi ku.
"TORO, IKHFA. Apakah"
"Sudah, tanya nya nanti saja. Sementara itu pergilah ke tempat yang aman" potong Toro seraya menahan monster itu.
Aku pun berlari, berlindung di belakang reruntuhan dinding sekolah. Aku lalu melihat Toro dan Ikhfa beraksi dan membunuh monster itu dengan cepat. Dan akhirnya mereka pun berlari menuju diriku dengan cepat.
"TORO IKHFA. Apakah kalian baik-baik saja?" Tanya ku dengan wajah yang khawatir.
"Hahaha, tentu saja kami berdua baik-baik saja. Benar kan Ikhfa?" Jawab Toro dengan percaya diri.
"Yups, benar sekali," sahut Ikhfa kepada Toro.
"Dasar bodoh," ucap ku memukul kepala Toro.
"Aduh, apa salah ku mbak serigala?" Ujar Toro mengejek ku.
APA!!
Ikhfa pun hanya bisa terdiam dan tersenyum melihat tingkah laku kami berdua.
Akupun, Toro dan Ikhfa, akhirnya berjalan menuju ke tempat persembunyian.
"Oh iya, kenapa tadi ketika kalian sadar. Luka yang ada ditubuh kalian menghilang?" Tanya ku kepada Toro dan Ikhfa.
"Ah, nanti sajalah kalau sudah sampai di tempat persembunyian kita," jawab Ikhfa kepadaku.
"Hmm"
Kami pun melanjutkan perjalanan ke tempat persembunyian.