Travel Across Space and Time: Reincarnation

Travel Across Space and Time: Reincarnation
kelemahan



[POV Ikhfa]


Kami menyerang monster itu dan menusuk bagian tangan serta dada nya, namun monster itu beregenerasi terus. Hingga kami kewalahan dibuatnya.


"Cih, sampai kapan kita disini terus dan menahan monster - monster ini? " Toro berkata seraya membuang ludah


"Tetaplah bertahan sebentar lagi. Tunggu sampai layla berhasil menyelamatkan murid-murid lain. Sesuai dengan rencana kita tadi, sementara layla menyelamatkan murid - murid lain kita akan mencari kelemahan dari monster - monster ini. Pasti ada kelemahan dari para monster - monster ini " aku menenangkan Toro yang sudah hampir putus asa.


"Rencana kami adalah menahan dan menyelamatkan nyawa dari siswa yang masih bertahan, tapi apakah kami berdua bisa bertahan hidup melawan monster - monster ini, sudah ku coba menyerang bertubi-tubi, tapi kenapa kenapa, makhluk ini terus beregenerasi ?! " aku sedang berpikir dibenak nya dan menghindari serangan - serangan dari monster - monster itu.


Lalu aku menyerang salah satu monster itu dibagian pundak, sontak monster itu berteriak dengan suara yang berat dan menghempaskan ku, sampai berguling dan menghantam tembok, untung saja ikfha bisa sedikit menahan serangan dari monster itu, dengan cara menusuk kan tombak sapu nya ke tanah.


"Ikfha!!" Toro pergi berlari menuju diriku yang tersandar didinding reruntuhan sekolah.


Lalu layla berada dibelakang Toro dan bertanya tentang keadaan ku


"Apakah kau baik-baik saja?" Toro merangkul ku dan membawa ke tempat yang aman, dan menyadarkannya ke dinding.


"Sepertinya aku telah menemukan kelemahan dari monster itu" ucap ku sambil bersandar didinding, namun sepertinya ini belum berakhir, monster itu masih bisa bergerak, baiklah aku akan menyerangnya sekali lagi," ucap ku berusaha berdiri namun tubuh ku sepertinya tidak bisa bergerak dahulu untuk sementara waktu.


"Sudahlah ikfha lebih baik kau beristirahat dulu sejenak, biar aku yang menghadapi dan mengalahkan monster itu, dengan cara menusuk kan tombak sapu ku ke pundaknya kan?" Toro membusungkan dada dan ingin pergi namun layla menghentikannya dan menarik rambutnya.


"Dasar bodoh, jangan gegabah bodoh, apakah kau tidak melihat ikfha dikalahkan dengan sangat mudah?" Layla berkata dan menarik rambut Toro sampai Toro hampir terjatuh dibuatnya.


"to long de ngar kan aku sebe ntaaaarrr" Toro berkata dengan rambut yang masih ditarik oleh layla.


layla lalu melepaskan cengkraman nya dan bertanya, "apakah kau punya rencana untuk mengalahkan monster itu?"


"Dasar bodoh, jangan membuat lelucon seperti itu bodoh ." Layla memukul kepala Toro lagi.


"Adu duh, iya - iya aku punya rencana, jadi begini sepertinya dibagian pundak yang diserang ikfha tadi tidak bisa beregenerasi, karena sebelum ikfha menyerang pundak monster itu, biasanya monster itu langsung beregenerasi, namun setelah ikfha menyerang bagian pundaknya monster itu seperti merasa kesakitan setelah tadi diserang ikfha diarea pundaknya, jadi sepertinya aku juga akan menyerangnya dibagian yang sama dengan ikfha" Toro pun memberikan idenya seraya memenggang kepalanya.


"Tapi apakah kamu bisa bertahan, maksudku apakah kau bisa kembali?" Layla bertanya kepada Toro dengan suara yang merendah.


"Yahh tentu saja aku akan kembali, karena ada orang yang selalu menunggu ku" Toro berkata seraya memegang kepala dan tersenyum manis kepada layla.


layla lalu membalikkan badan dengan wajah yang sedikit memerah dan berkata "kembalilah, kami berdua selalu menunggumu"


"Tapi sepertinya tombak sapu ku tidak akan cukup untuk menyerangnya, ikfha tinggalkan sapu mu disini." Toro meminta tombak sapu punya ku untuk berjaga-jaga jika tombak sapu milik toro semuanya patah untuk menahan serangan - serangan dari monster itu.


Toro sudah memikirkan bahwa sepertinya dia akan menahan serangan - serangan dari monster itu, lalu ikfha menjawab "Baiklah tapi dengan syarat, kamu harus usahakan untuk kembali jika kamu kewalahan dengan mereka, lari lah jangan memaksakan diri"


"Layla cepat bawa ikfha ke tempat yang aman, dan tolong sandarkan dia ke dinding sekolah, kita berpisah dulu disini ." Toro kembali merangkul ku dan merangkulkannya ke pundak layla.


Kami pun akhirnya berpisah dengan Toro. Ditengah - tengah jalan ikfha bertanya kepada layla "Layla apakah menurutmu Toro akan bertahan dan kembali dengan selamat?"


"Yahh aku kurang yakin sih Toro bisa kembali dengan selamat, tapi kita kan temannya jadi kita harus percaya Toro bisa kembali dengan selamat, bukannya sekarang tempat pulangnya Toro adalah kita?" Jawab layla dengan suara yang rendah.


aku tersenyum dan berkata "Yahh begitulah, tempat pulang yah," gumam ku


[Flashback on] masih dengan POV Ikhfa sampai bab selanjutnya.


Toro sejak 2 tahun yang lalu memang dia tidak memiliki tempat untuk pulang, dia anak yang sejak kecil, dibuang oleh ayahnya, dia tinggal bersama dengan neneknya, namun 2 tahun lalu neneknya meninggal dan akhirnya dia sebatang kara.