Top Martial Arts

Top Martial Arts
Melayani Pelanggan Pendekar Wanita



"Sial! Apa-apaan dia?!" Batin Ding Tao, dia ingin marah tapi dia tidak berani.


"Tatapan yang sangat tajam, apakah dia belajar seni bela diri?" Gumam Ki Wukan penasaran.


Li Yi juga memperhatikan, "Bukankah dia dikenal sebagai idiot desa? Mengapa dia mempunyai tatapan yang sangat mengancam?"


Karena Ding Tao tidak melawan, Chen Fan pergi kedapur untuk menyiapkan makanan yang telah dipesan.


Hari telah malam dan para pelanggan yang hanya makan pulang dan pelanggan yang menginap akan tidur di penginapan.


"Sial tunggu saja kau Chen Fan idiot sialan!"


Di jalan pulang Ding Tao merasa sangat marah. Sejak kecil tidak ada orang dibawah statusnya yang berani menggertak, sekarang Chen Fan telah membuat penghinaan kepadanya? Itu tidak bisa diterima!


"Ah, panas sekali! Seperti yang diharapkan tempat daerah ini tidak menyenangkan."


Pada sore hari empat wanita yang terlihat seperti pendekar masuk kedalam penginapan, Chen Fan memperhatikan mereka dan pandangannya terarah pada wanita dibelakang.


"Dia sangat cantik, dia terlihat seperti peri."


Chen Fan terpana melihat wanita cantik yang berjalan paling akhir, dia memiliki rambut hitam nan panjang yang lurus sampai ke pinggang. matanya sipit,bulu matanya yang panjang, alisnya ramping dan kulit putihnya penuh dengan pink yang sehat, dan bibirnya sangat menggoda. benar-benar sebuah keindahan. Bahkan saat melihat wanita tersebut Chen Fan sempat membatu.


"Dia melihat kearah Ji Huanran padahal aku disini?" Seorang wanita berambut ungu yang berjalan paling depan merasa marah karena ia merasa Ji Huanran yang merupakan adik seperguruannya telah merebut pusat perhatian , "Apa penginapan ini tidak buka? Apa kau tidak bekerja disini?" Bentak wanita itu pada Chen Fan.


"Ah ya, ya. Apa yang anda inginkan? atau apakah anda ingin melihat kamarnya?" Jawab Chen Fan saat dia mulai sadar kembali.


"Hm! Adik seperguruan!" Tatap tajam wanita berambut ungu itu kepada Ji Huanran.


"Kami tidak terlalu mengenal makanan disini, jadi bisakah kamu memberikan makanan enak dengan harga yang wajar? Kami akan tinggal disini untuk bermalam dan pergi keesokan paginya, jadi tolong siapkan dua kamar untuk kami." Ucap Ji Huanran menjelaskan.


"Baik." Jawab Chen Fan dengan senyum ramah.


Melipatkan tangan didanya wanita berambut ungu berbicara kepada Ji Huanran, "Uh... dia sepertinya hanya tersenyum untukmu Ji Huanran, kau biasanya menyukai hal-hal sederhana jadi aku yakin akan kau akan puas dengan seseorang yang sederhana seperti pemilik penginapan. Kalian berdua terlihat serasi bersama."


Chen Fan yang melihatnya merasa jika wanita berambut ungu bukan memberi pujian tapi hanya memberi perkataan mengejek.


"Apa yang sedang kau lakukan? Tunjukan tempat duduk mereka." Ucap Chen Wei yang melihat Chen Fan berdiri bengong.


"Silahkan duduk disini, makanan akan segera datang dalam beberapa menit." Ucap Chen Fan sedikit jengkel.


Saat Ji Huanran mau duduk, dia dihentikan oleh wanita berambut ungu tersebut, "Tunggu kursi itu sangat tua, sepertinya akan runtuh kapan saja. Ji Huanran! Kau duduk disini."


"Baik kakak." Ji Huanran tidak bisa menolak, dia hanya bisa meng-iyakan suruhan kakak seperguruannya.


Chen Fan yang melihat hal itu merasa aneh, wanita berambut ungu itu melarang Ji Huanran duduk di kursi yang layak, tapi malah disuruh duduk di kursi yang agak rapuh. Apakah wanita berambut ungu itu membeci Ji Huanran?


Saat memotong sayuran, Chen Fan juga sadar saat 3 wanita itu dengan asiknya berbicara satu sama lain tapi Ji Huanran tidak berbicara satu katapun, sepertinya Ji Huanran tidak di ajak berbicara oleh yang lain.


Setelah mereka selesai makan, mereka bertanya, "Pemilik penginapan! Dimana kita akan menginap malam ini? Bawa kami kesana!"


Chen Fan mengibaskan jarinya sebagai petunjuk agar mereka mengikutinya.


Melihat hal itu sontak membuat wanita berambut ungu marah"Hah? Idiot kurang ajar ini! Beraninya kau mengibaskan jarimu kepada kami?"


"Tenang! Dia hanyalah anak laki-laki pemilik penginapan yang tak berharga yang bahkan tidak tahu seni bela diri." Salah satu temannya menenangkannya.


"Apa-apaan itu... jadi siapa yang tidak tahu seni bela diri tidak berharga? Aku tahu seni bela diri!" Chen Fan berjalan dengan menahan emosinya.


"Baik kalian akan tinggal disini." Chen Fan memberi mereka kamar yang agak tua dan kecil.


"Ini terlalu kecil dan bau! Bagaimana bisa kau membuat kami tinggal disini." Ucap wanita berambut ungu yang tidak terima.


"Semua kamar lain sudah ditempati, jika kau tidak puas dengan kamarnya kau harus pergi ke penginapan lain." Jawab Chen Fan dengan muka datar, dia benar-benar malas berdebat dengan wanita itu.


"Kau benar-benar ingin mati bukan? Beraninya kau memperlakukanku seperti ini?"


Wanita rambut ungu itu marah, dia adalah seorang pendekar yang berpengalaman seni bela diri. Dia harus dihormati dan diperlakukan dengan sopan, tapi Chen Fan hanya orang biasa yang menjalakan penginapan, dan dia berani tidak sopan kepadanya? itu tidak bisa diterima.


"Berhenti kakak seperguruan, kamu tidak bisa mengangkat satu jaripun disini! Semua orang disekitar kita memiliki mata dan telinga yang terlatih pada kita. Jika diketahui bahwa kita menyerang seseorang yang tidak tahu seni bela diri, guru pasti tidak akan senang! Guru pasti akan mengomeli kita seharian."


"Tepatnya. Lupakan bocah konyol itu dan segera tidur."


Dua temannya mencoba menenangkannya, wanita rambut ungu menahan emosi dan berkata, "Cih! Oke! Kau sangat beruntung hari ini, nak."


"Yah jika tempat ini terlalu kecil, masih ada gudang tua yang sempit dan mungkin sedikit kotor. Aku bisa membawa salah satu dari kalian kesana." Ucap Chen Fan.


"Gudang tua dan kotor? Ji Huanran, pergi kesana." Ucap wanita rambut ungu dengan senyum sinis.


"Apa?" Jawab Ji Huanran terkejut.


"Kenapa? Apa kau tidak mau?" Tanya wanita berambut ungu dengan wajah yang tidak menyenangkan.


"T-tidak bukan itu, baiklah."


Ji Huanran tidak bisa menolak dan lalu Chen Fan berkata, "Lalu ikuti aku."


Setelah keluar pintu Ji Huanran sedikit membungkuk sebagai tanda penghormatan bagi tiga kakak seperguruannya, "Tidur nyenyak semuanya."


"Jangan terlambat untuk membangunkan kita besok." Ucap wanita berambut ungu itu sambil menutup pintu.


Saat berjalan wajah Ji Huanran agak meyedihkan dan Chen Fan merasa kasihan padanya, ketiga wanita itu benar-benar mengucilkan Ji Huaran dalam kelompok mereka.


Berjalan menelusuri lorong, mereka berdua tiba disebuah ruangan, satelah membuka pintu. Ji Huanran terkejut, "Ini... ini!!?"


Ji Huanran berada di kamar yang sangat bagus, besar dan sangat bersih, bahkan beberapa benda menjadi mengkilap karena kamar ini sangat bersih, kamar ini merupakan salah satu kamar terbaik di penginapan.


"Seorang pelanggan tiba-tiba membatalkan jadi... aku tidak akan mengambil uang tambahan darimu, jadi tidurlah disini." Ucap Chen Fan dengan bangga.


"Tapi... tapi ini sangat besar dan bersih... aku harus memanggil kakak seperguruan kesini." Jawab Ji Huanran sedikit gugup.


"Tidak-tidak! Mereka akan tidur kamu akan hanya mengganggunya! Sejauh penampilannya aku tahu bahwa semua orang benar-benar lelah. Mereka mungkin sudah tidur." Chen Fan mencoba menenangkan dan meyakinkan Ji Huanran, lalu dia berkata dengan tersenyum canggung, "Rahasiakan dari mereka, kalau tidak mereka bisa membunuhku jika mereka tahu tentang ini."


Setelah Ji Huanran memikirkan baik-baik, perkataan Chen Fan ada benarnya, "Baik... teri ... terimakasih."


"Tentu saja. Jangan khawatir dan tidurlah dengan nyenyak." Jawab Chen Fan, lalu dia pergi keluar.


Setelah Chen Fan keluar, Ji Huanran memandangi sekitar, dia sangat senang sampai-sampai dia berlarian keliling kamarnya yang merupakan kamar yang sangat bagus.


Berbaring dikasur, Ji Huanran merasa lega dan nyaman, "Wow... aku merasa sangat nyaman."


Setelah Ji Huanran merasa nyaman dikamar yang ia tempati, Chen Fan tersenyum disudut mulutnya, "Heh... " Setelah itu dia pergi keluar penginapan."Aku harus berlatih seni bela diri untuk saat ini."


Berjarak seratus meter dari penginapan, Ding Tao dengan sekelompok pira berwajah seram memperhatikan tempat penginapan Chen Wei.


"Chen Fan brengsek! Kamu akan menerima balasanku!"