Top Martial Arts

Top Martial Arts
Aku Terlalu Naif!



"Sial! Kita dikepung!"


Saat ini kondisi Chen Mei Yin dan Chen Mingmei sama seperti Chen Fan, mereka dikepung oleh puluhan pria bertopeng, dan seseorang yang paling terlihat menonjol diantara pria bertopeng merupakan pria bertopeng yang memakai mantel ungu.


"Dua gadis muda yang cantik, apa kalian masih perawan?"


Senyum aneh muncul pada pria mantel ungu yang menghampiri Chen Mei Yin dan Chen Mengmei.


Di pegunungan...


"Apakah kamu menikmati secangkir teh yang hangat?"


Pria bertopeng macan kumbang maju dengan terkekeh melihat kondisi Chen Fan yang menyedihkan, dia merupakan pemimpin dari kelompok ini.


"Argh."


Chen Fan jatuh dengan satu kaki, dia menahan rasa sakit yang bergejolak didalam tubuhnya.


"Nona Li Yi."


Chen Fan sekali lagi memandang ke arah Li Yi. Pandangan sekilas itu menghancurkan harapan terakhirnya. Dia memperhatikan bahwa mata Li Yi dingin dan kejam.


Chen Fan tiba-tiba menyadari bahwa Li Yi telah merencanakan semua ini.


"Kamu telah menipuku?" Chen Fan bertanya, menatapnya.


"Menipumu? Tidak." Li Yi menggelengkan kepalanya, "Aku tidak pernah menipu apa pun padamu. Meskipun kamu adalah orang baik tapi kamu masih naif dan tidak tahu betapa kejam dunia ini bekerja, setelah masalah ini selesai jangan khawatir aku akan menjaga keluargamu. Itu pertukaran yang adil!"


"Pertukaran yang adil?" Chen Fan bertanya lagi dengan senyum lemah. "Kamu harus tahu bahwa Grup Dagang Elang Putih yang menginginkan aku untuk bekerja, dan sekarang apa yang telah kalian lakukan!"


"Aku tahu. Tapi maaf kamu harus di korbankan untuk kepentinganku." Li Yi mengangguk.


"Kepentinganmu?" Chen Fan tidak bisa berhenti menertawakan dirinya sendiri.


Ini adalah hari yang tak terduga, bahwa dia telah mengikuti ular kesarangnya. Chen Fan benar-benar tertawa pahit karena kebodohannya.


"Chen Fan matilah dengan tenang, wajah menyedihkanmu saat ini hanya membuat kamu terlihat sangat naif." Li Yi berkata dengan acuh tak acuh.


"Jadi begitu? Karena aku terlalu Naif?" Chen Fan berkata dengan senyum tipis. Namun, senyum di wajahnya sangat sedih, "Jadi, aku selalu bodoh!"


"Ha-ha, bodoh! Aku sangat bodoh!"


"Aku adalah orang bodoh terbesar di dunia!"


"Aku bodoh!"


Chen Fan meraung seolah-olah dia gila.


Puluhan pria bertopeng, Ki Wukan serta Li Yi berdiri dan menatap Chen Fan dengan tenang tanpa belas kasihan di mata mereka.


Apa yang Li Yi katakan adalah kebenaran yang brutal.


Di dunia ini, orang bertahan hidup sesuai dengan hukum rimba.


Chen Fan tertawa sedih. Tetapi sementara itu, otaknya tampaknya telah dihantam oleh ribuan petir secara bersamaan. Wajahnya bengkok dan matanya rumit, mula-mula tidak percaya, lalu kaget, dan akhirnya marah, hampir sampai gila.


Beberapa detik kemudian, Chen Fan tiba-tiba berhenti tertawa. Ketika dia mendongak lagi, matanya kembali tenang.


Semua orang memperhatikan perubahannya. Mereka sangat heran.


Namun, mereka tidak melihat perubahan berlebihan yang dialami Chen Fan dalam hatinya dalam waktu yang singkat.


Chen Fan yang awalnya tidak bersalah dan berpikiran sederhana telah pergi. Sebagai gantinya, Chen Fan berubah menjadi pria yang berhati dingin dan tampaknya telah mengalami beberapa dekade perubahan dalam hidup.


Setelah menarik napas panjang, Chen Fan kembali menatap Li Yi. Tampilan itu sangat dingin dan sama sekali tidak lembut. Li Yi tidak bisa menahan perasaan dingin di bawah tatapannya yang intens.


Mata dingin, tatapan mata Chen Fan yang sangat dingin!


Seperti ular berbisa mengincar mangsanya.


"Li Yi, kamu benar. Aku hanya orang naif yang belum tahu betapa kejamnya dunia ini." Chen Fan berkata dengan suara dingin. Dia menarik pedang dari pinggangnya dan mengangkatnya.


Sret!


Tepi pedang yang tajam menggores telapak tangan Chen Fan … Rasa sakit yang membakar menembus tangannya saat dia mengepalkan tinjunya yang berdarah. Nyeri seperti itu, dia menatap Li Yi dan berkata.


"Jika aku masih hidup setelah kejadian ini, aku akan membalas perbuatan kalian semua, dan semua orang yang telah terlibat. Aku bersumpah petaka mengerikan akan datang kepada kalian jika aku masih hidup!"


Darah mengalir sepanjang lengannya perlahan dan menetes ke tanah. Kata-kata Chen Fan terdengar nyaring dan kuat.


"Jiwa Api!"


"Seni Pedang Pembunuhan, Gerakan Membunuh Pedang!"


Kilatan cahaya pedang berdarah yang menyilaukan langsung menyapu. Niat membunuh Chen Fan mulai muncul dan bangkit.


Dengan serangan kejutan yang hebat, Chen Fan menerobosan barisan pria bertopeng. Kelompok pria bertopeng itu terkejut karena momentum yang dihasilkan Chen Fan terlalu cepat dan tepat, membuat mereka semua tidak bisa menghentikannya melarikan diri.


Wajah pria bertopeng macan kumbang menjadi gelap dan dia memandang Chen Fan yang melarikan diri dengan ekspresi serius, "Cepat kejar dia!"


"Baik!"


Semua pria bertopeng mengejar Chen Fan dengan kecepatan penuh.


"Ha-ha, kemana kamu akan pergi? Berhentilah, maka aku akan memberikanmu kematian yang layak."


Suara itu penuh dengan kejahatan. Setelah mendengar kata-kata itu, Chen Fan merasa sedikit kedinginan tetapi tidak berniat untuk berhenti.


Melirik kebelakang dia melihat kelompok pria bertopeng mengejarnya.


Sesaat kemudian salah satu pria bertopeng dapat menyusulnya.


"Mati!"


Dengan tebasan pedang yang tajam, pria bertopeng membelah Chen Fan.


Chen Fan yang menyadari hal tersebut langsung menghindar dan memberikan serangan pedang yang kejam.


"Arg!"


Pria bertopeng itu terjatuh kesakitan, darah berceceran karena satu tangannya terpotong.


"Cih, sial!"


Pria bertopeng yang lain sesaaat memandangi pria bertopeng yang menyedihkan, tetapi mereka semua mengabaikannya dan tetap terfokus mengejar Chen Fan.


"Berhentilah sialan!"


Lima pria bertopeng mulai dapat menyusulnya, mereka memberikan serangan pedang yang kejam dan mematikan.


Dentang dentang dentang!


Chen Fan berusaha menahan dengan pedangnya, namun serangan lima pria bertopeng terlalu banyak dan kejam. Mengakibatkan banyak luka muncul ditubuhnya, mata kirinya tertebas membuat Chen Fan buta satu mata!


"Apa?"


Chen Fan seketika berhenti, di depannya sudah tidak ada jalan lagi, hanya ada jurang yang menantikannya.


Tampilan Chen Fan sangat menyedihkan, bajunya compang-camping. Banyak luka ditubuh dan paling tragis mata kirinya terkena tebasan pedang. Akan tetapi Chen Fan masih memperlihatkan dirinya yang tidak takut mati dan memandangi semua pria bertopeng dengan tajam.


"Akhirnya kamu berhenti, sangat menyusahkan!" Pria bertopeng macan kumbang datang.


Nafas Chen Fan tidak beraturan lalu dia berucap, "Sial!"


"Hey, sebelum kamu mati ada satu hal yang ingin aku katakan." Ucap pria bertopeng macan kumbang.


"Ha?" Jawab Chen Fan dengan nafas terengah-engah.


"Apa kamu tahu bahwa adikmu sedang dikejar oleh pemimpin kami? Mungkin sekarang pemimpin sudah menangkap mereka dan memperkosa mereka sebelum dibunuh. Hahaha!" Pria bertopeng macan kumbang tertawa jahat, seolah-olah dia sangat puas.


"Apa?!"


Seketika Chen Fan tersentak, dia marah. Sangat marah.


"Bajingan!"


Di kuasai oleh rasa amarah dia melancarkan serangan pedang.


Bang!


Tiba-tiba pria bertopeng lain menendangnya dan hal itu membuat Chen Fan jatuh ke jurang.


"Ayah, ibu, Chen Mei Yin dan Chen Mingmei. Aku minta maaf."


Chen Fan menutup matanya, dia sudah pasrah. Tidak diragukan lagi dia akan mati jatuh kebawah jurang yang tinggi.