Top Martial Arts

Top Martial Arts
Pertempuran



"Apa yang kau lakukan sialan!" Pria topeng macan kumbang marah, dia meraih kerah baju pria bertopeng yang menendang Chen Fan. Lalu dia memberikan tatapan dingin yang menusuk, "Dasar rendahan, apa kau tahu kita harus membawa tubuhnya sebagai bukti."


"Ma-maaf. Dia orang berbahaya aku kira tadi dia akan menggunakan trik lagi, mohon maafkan aku." Ucap pria bertopeng yang ketakutan.


Jeb!


"Argh!"


Pedang menembus tubuh dan darah segar mengalir ketanah.


Pria bertopeng itu jatuh dan pria topeng macan kumbang menaruh pedang panjang ke sarung pedang.


Menendang mayat pria bertopeng ke jurang, pria topeng macan kumbang berkata, "Sampah! Organisai Macan Kumbang kami tidak membutuhkan sampah yang bodoh." Membalikkan badannya dia berkata kepada semua orang, "Ayo kita pergi dan memberi sinyal kepada pemimpin!"


Ditempat lain...


"Mengmei, kamu larilah. Aku akan menahan mereka." Bisik Chen Mei Yin.


"Tidak, kita akan menghadapi ini bersama."


Chen Mengmei menolak apa yang dikatakan Chen Mei Yin, karena dia tahu Chen Mei Yin merupakan orang yang keras kepala dan Chen Mengmei tidak ingin melihat saudarinya itu berkorban untuk dirinya. Jika mereka mati mereka harus mati bersama.


"Jangan memasang muka serius, setelah ini kita akan bersenag bersama-sama." Pria mantel ungu mendekat.


"Bajingan yang tidak tahu malu, Ho Sanbi!"


Suara yang keras bergema, membuat semua pria bertopeng terkejut dan menoleh ke arah sumber suara.


Melihat siapa yang datang, jejak senyum senang muncul di wajah Chen Mei Yin dan Chen Mengmei, "Guru!"


Seorang wanita paruh baya memakai pakaian bewarna ungu datang. Walaupun sudah tidak muda lagi semua orang tahu bahwa wanita ini masih anggun dan menawan.


Setelah kedatangan wanita itu, puluhan orang juga datang. Mengepung segala sisi kelompok pria bertopeng.


"Ucapanmu yang sangat kasar tidak berubah dari dulu. Ji Ruanyu!" Pria mantel ungu yang bernama Ho Sanbi menatap wanita paruh baya yang bernama Ji Ruanyu. Lalu dia memandang sekeliling dengan senyum pahit, "Aku tidak menyangka bahwa aku akan memprovokasi Sekte Beiyang karena permintaan pelanggan."


"Pergilah, aku tidak ingin ada pertumpahan darah terjadi di sini." Ji Ruanyu berdiri didepan Chen Mei Yin dan Chen Mengmei, dia mengacungkan pedangnya menunjuk ke Ho Sanbi.


Ho Sanbi menutup wajahnya dengan satu tangan, lalu dia terkekeh dengan sangat keras dan nyaring, "Hahaha. Beraninya kau menyuruh tuan besar ini pergi, kami tidak akan pergi jika kami tidak mengeluarkan darah dari daging kalian."


Ho Sanbi pemimpin Organisasi Macan Kumbang, dia seorang pria brutal dan kejam. Kenapa dia menargetkan Chen Mei Yin dan Chen Mengmei ketimbang Chen Fan? Itu karena dia suka memperkosa wanita sebelum dibunuh. Dengan kekejamannya yang sangat mengerikan banyak faksi yang tidak ingin berurusan dengannya. Membuat Organisai Macan Kumbang ditakuti dimana-mana dan membuat Organisai Macan Kumbang menerima banyak pesanan pembunuhan.


Dan sekarang, mereka akan melawan kekuatan orang-orang dari Sekte Beiyang. Salah satu dari sepuluh sekte utama di dataran Huaxia. Akan tetapi Ho Sanbi tidak takut. Karena dia adalah menjadi orang gila saat melihat darah, musuh mematikan itu lebih baik ketimbang mendapatkan musuh yang lemah.


"bunuh mereka!"


Saat deru amarah Ho Sanbi bergema, seluruh tempat ini terperangkap dalam perang yang mengerikan. Semua orang secara bersamaan meletuskan qi membuat seluruh tempat itu menjadi ricuh.


Di tengah-tengah badai pertempuran, ekspresi Ji Ruanyu berubah dan matanya meledak dengan niat membunuh yang mengejutkan, "Ho Sanbi, Kamu mencari mati."


Sebuah petir menyilaukan berkedip ketika pedang Ji Ruanyu tiba tepat di depan Ho Sanbi.


"Pergi!"


Dengan ayunan pedang besar ditangannya, cahaya pedang pusaran menyala menyala di sekitar Ho Sanbi.


Ketika gelombang dingin datang menerjang, ekspresi Ji Ruanyu berubah ketika dia melihat betapa mudahnya Seni Pedang petirnya dinetralkan.


Level seni pedang Ho Sanbi jelas sama dengan miliknya dan tampaknya sedikit lebih lemah dari miliknya. Tetapi waktu dan ketepatan Ho Sanbi sempurna, yang bertepatan dengan di mana kelemahan teknik Tusukan Petir.


"Aku ingin melihat seberapa kuat dirimu."


Ho Sanbi melangkahkan kakinya saat dia dengan cepat menghasilkan fatamorgana di atas tanah.


Ho Sanbi melakukan gerakan kakinya, menyebabkan tubuhnya melayang dengan cara yang tidak terduga, dan ketika dilengkapi dengan Seni Pedang Angin Dingin yang menghasilkan pedang dalam segala hal.


Ho Sanbi berteriak ketika dia bangkit kembali dengan teknik Deru Angin Yang dingin. Yang membuat angin badai yang tercipta mengelilinginya dan menerjang ke arah Ji Ruanyu.


Menanggapi ini Ji Ruanyu menggunakan Seni Pedang Aliran Tanpa Batas.


Dengan kekuatan esensi pedang yang luas itu membuat pancaran cahaya pedang menjadi menakjubkan. Jika Tan Songyun adalah pemula dalam seni pedang ini, Ji Ruanyu adalah seorang veteran.


Aura yang menakjubkan dari tubuh Ji Ruanyu telah mencapai batas tertinggi. Pada saat ini, dia menggunakan pedang panjangnya dengan kedua tangan bersamaan dan mengangkat pedang ke udara. Kericuhan disekitar seperti terdiam sesaat, sementara lingkungan sekitar mulai hening.


"Kita lihat siapa yang bertahan di akhir!


Akhirnya Ji Ruanyu dengan kuat menebas pedangnya.


Swosh!


Sebuah Cahaya pedang yang menyilaukan meledak, menembus kehampaan dan menerjang segalanya.


Itu menjadi pemandangan yang menakjubkan.


Jika badai Ho Sanbi dapat menghancurkan segalanya, aliran pedang Ji Ruanyu tidak dapat dihentikan.


Duarz!


Dua serangan meledak, menciptakan lingkaran debu serta cahaya terang dan hembusan angin kencang keluar ke semua arah.


Semua orang tanpa sadar melihat pemandangan ini dengan takjub.


Sesaat, debu mulai menghilang.


Terlihat dua sosok yang sama-sama jatuh dengan satu kaki, dan sama-sama mengeluarkan seteguk darah segar dari mulut mereka.


Tidak ada yang menang!


Tidak ada yang kalah!


Kedua pendekar ini bertarung dengan sangat hebat dan sekaligus mengerikan untuk dilihat.


Dua orang pria bertopeng didekat Ji Ruanyu menatap licik dan mengambil inisiatif.


"Mati!"


Seperti bayangan mereka muncul dari arah kanan dan kiri Ji Ruanyu dan langsung menebas.


Dentang!


Dentang!


Chen Mei Yin dan Chen Mengmei mengambil tindakan, mereka menyerang menggunakan pedang dan memukul mundur dua pria bertopeng yang menyerang.


Tiba-tiba seorang pria bertopeng yang lain datang dan berbisik ke Ho Sanbi.


Setelah mendengarnya, wajah Ho Sanbi menjadi sedikit kecewa dan lalu dia berdiri, "Wanita jalang, ini adalah hari keberuntunganmu." Membalikkan badan dia berkata kepada semua pria bertopeng, "Cukup sampai di sini, kita pergi!"


Dengan perintah ini, semua pria bertopeng melemparkan bom asap.


Bom!


Bom!


"Sial!"


"Kemana merka?!"


Setelah bom asap perlahan-lahan hilang, semua pria bertopeng sudah menghilang tanpa jejak.