
Pertempuran di pusat kota Fuzhou telah berakhir.
Dalam pertempuran, jenius luar biasa Tan Songyun yang semua orang harapkan untuk menang, telah menunjukkan bakat luar biasa. Namun, yang mengejutkan semua orang, Tan Songyun benar-benar telah dikalahkan oleh pemuda yang lebih muda darinya.
Sebelumnya Chen Fan adalah orang idiot yang tidak berbakat. Tapi sekarang, hanya dalam waktu sepuluh hari, dia telah menjadi seorang pendekar yang luar biasa. Tidak hanya dia mengalahkan Wu Kai dan Tan Songyun, tetapi dia bahkan mengalahkan Han Sui yang telah mencapai Ranah True Foundation.
Chen Fan adalah jenius sejati.
Lebih dari moster.
Sekarang seluruh penjuru kota Fuzhou membicarakannya dengan sangat senang, dan nama Chen Fan mulai terkenal di kalangan para pendekar.
Di salah satu tempat di sudut kota Fuzhou, di kamar yang agak rahasia.
Di bawah cahaya lilin, seorang pria dengan mantel ungu duduk dengan tenang membaca surat tersegel di depannya.
Tiba-tiba, pintu kamar dibuka, dan seorang pria berjubah hitam berlari dengan cepat.
"Tuan, ada perintah penting!" Pria berjubah hitam itu dengan hormat menyerahkan sepucuk surat padanya.
Dia membuka surat itu. Hal pertama yang dilihatnya adalah token berwarna darah. Token itu memiliki sebuah kata yang diukir dengan warna merah cerah, "BUNUH."
"Perintah Bunuh Giok!" Pria itu terkejut.
Organisasi pembunuh Macan Kumbang di tempatnya menjadi sangat kuat. Orang-orang takut mendengar nama organisasi Macan Kumbang dimana-mana. Ada banyak perintah untuk mengatur orang-orang tingkat atas, seperti Perunggu, Perak, dan Perintah Pembunuhan Emas. Tapi Perintah Pembunuh Giok adalah komando tertinggi organisasi, hanya pemimpin misterius organisasi yang bisa melakukannya.
Pembunuhan Giok, berarti bahwa itu harus dilakukan terlepas dari harganya, selama mereka bisa membunuh musuh. Bahkan jika target-nya itu seorang master, master tersebut pasti akan berakhir mati.
Organisasi Macan Kumbang telah dijatuhkan hanya beberapa kali sejak pembentukan organisasi, tapi mereka juga berhasil bangkit setelahnya.
"Batalkan pesanan yang lain. Buat semua pembunuh di atas level perunggu segera kembali. Apa pun yang mereka lakukan sekarang. Bahkan jika mereka telah menerima tugas, suruh mereka menyerah atau segera tunda. Jika ada yang belum kembali malam ini setelah menerima pesanan ini, dia akan dibunuh!" Pria mantel ungu itu mencibir.
"Baik." Pria berjubah hitam itu mengangguk dengan hormat, dia terus melihat surat itu, "Chen Fan, Chen Mei Yin, Chen Mengmei."
"Mulai hari ini, kita akan terus mengawasi tindakan target kita. Kita tidak harus membiarkannya keluar dari pandangan kita sebelum kita siap untuk bergerak!" Ucap pria mantel ungu itu dengan tegas.
....
Di Sore hari Chen Fan berada di penginapan bersama Chen Mei Yin dan Chen Mengmei.
"Ugh..."
Chen Fan bermeditasi untuk menyembuhkan luka dalam dan luar akibat pertarungan yang telah ia lakukan sebelumnya, Chen Mei Yin dan Chen Mengmei mengirimkan qi mereka kepada Chen Fan untuk mempercepat proses meditasi.
Satu jam berlalu.
"Ini terasa lebih baik."
Chen Fan merasa lebih baik, walaupun belum sembuh sepenuhnya tapi ini sudah cukup bagi Chen Fan.
Setelah melihat Chen Fan selesai bermeditasi, Chen Mei Yin berkata, "Kakak, kami mengucapkan terima kasih. Kamu telah membela kami saat direndahkan oleh senior kami."
Chen Mengmei berkata, "Ya, seni bela diri kakak luar biasa, itu sangat menakjubkan bahwa kakak dapat mengalahkan Wu Kai, Tan Songyun dan Han Sui dalam pertempuran."
Chen Mei Yin dengan bangga berucap, "Hmm, kakak adalah orang yang kami banggakan. Dari dulu aku sudah menganggap hal itu di dalam hatiku."
Chen Mengmei membantahnya, "Kamu berani mengatakan itu. kamu adalah orang pertama yang memalingkan muka saat kakak datang!"
Chen Mei Yin berucap dengan nada tinggi, "Apa? Kamu Juga!"
Mendengar kedua adiknya dan bahkan melihat mereka bermain satu sama lain, Chen Fan tersenyum. Hatinya penuh dengan kepuasan.
"Aku sangat senang dapat bertemu dengan kalian berdua lagi, tapi aku berharap kalian bisa menyepatkan waktu untuk pulang dan bertemu ayah dan ibu sebentar." Ucap Chen Fan.
Chen Mei Yin dan Chen Mengmei saling memandang lalu mereka mengangguk, "Baik, kami akan pulang kerumah setelah kami kembali ke Sekte dan meminta ijin dari guru kami."
Chen Fan tersenyum lega, "Bagus, aku akan menantikan diri kalian pulang."
Tok tok tok!
Suara ketukan pintu terdengar.
"Aku akan membukanya."
Chen Mengmei bergegas membuka pintu.
"Halo, permisi. Apa Ini kamar Chen Fan?" Li Yi bertanya dengan ramah.
"Iya, kakak telah memberitahu kami kalau kalian akan datang. Silahkan masuk."
Chen Mengmei memperselihkan masuk Li Yi dan Ki Wukan, kemudian dia menutup pintu kembali.
Li Yi menghampiri Chen Fan, dan bertanya dengan ekpresi khawatir, "Apakah kamu baik-baik saja?"
Chen Fan sedikit terkekeh, "Sudah lebih baik, itu juga karena bantuan kedua adikku."
"Mereka berdua adikmu?" Li Yi terkejut.
Seketika Chen Mei Yin dan Chen Mengmei mengangguk serta melipatkan kedua tangannya dan merasa bangga.
"Kukira kamu anak tunggal." Ucap Li Yi.
Ki Wukan menjelaskan, "Tidak nona, karena kemampuan bertarung kedua adik Chen Fan yang hebat sejak kecil. Mereka menarik perhatian Sekte Beiyang, dan akhirnya mereka berdua menjadi murid Sekte Beiyang. Itulah mengapa mereka tidak pernah terlihat di desa."
"Benar." Ucap Chen Fan tersenyum.
"Tapi mengapa kamu sampai bertarung dengan kalangan orang-orang atas yang berpengaruh? Itu berbahaya bagimu." Li Yi Khawatir.
"Ketika orang bawah sepertiku direndahkan, tidak akan ada yang peduli dan membantu. Hanya diri sendiri yang dapat melawan."
Ucapan Chen Fan penuh makna, dan mereka semua tertegun dengan perkataan Chen Fan.
Chen Fan adalah orang rendahan dimata orang-orang kalangan atas seperti klan besar dan sekte besar, tapi saat ia di hina dia masih mempunyai harga diri yang harus dipertahankan.
"Iya... kamu benar." Li Yi tersenyum lega.
Setelah mengobrol beberapa saat, hari sudah mulai malam.
"Aku permisi dulu, ada beberapa hal yang harus aku urus." Ucap Li Yi berpamitan.
"Iya nona, terimakasih sudah mengunjungiku. Hati-hati di jalan." Ucap Chen Fan dengan senyum senang.
Akhirnya Li Yi dan Ki Wukan pergi.
Saat berjalan Ki Wukan bertanya, "Nona, kenapa anda sangat perhatian kepadanya?"
Menatap langit yang dipenuhi bintang, Li Yi menjawab, "Yah... dia orang cukup spesial, dan itu membuatku tertarik."
Tiba-tiba sekelompok orang pria bertopeng menghadang jalan mereka.
"Sial!"
Sontak Ki Wukan berdiri di depan Li Yi dan menarik pedang dari sarung pedang.
Pria bertopeng paling depan tertawa, "Hahaha, tenang-tenang. Aku berjanji tidak akan ada yang dilukai."
"Siapa kalian?" Bentak Ki Wukan.
"Anggap saja kami hanya yang ingin sedikit memberikan bantuan, tapi ada yang aku ingin diskusikan dengan wanita dibelakangmu." Pria bertopeng menunjuk Li Yi.
Mengerutkan keningnya, Li Yi berucap, "Apa yang ingin kalian bicarakan?"
"Ayahmu bernama Li Heilong, seorang yang seharusnya mewarisi klan Li di kota Xiamen. Dan berakhir ditendang oleh klannya sendiri dan sekarang dia sekarat, sungguh tragis."
Mendengar ucapan pria bertopeng itu seketika membuat Li Yi marah, "Bajingan! Siapa kau sebenarnya!"
Li Yi tidak tahu siapa mereka, tetapi mengapa sekelompok pria bertopeng ini benar-benar tahu identitas ayahnya yang sebenarnya. Dia harus menyelidiki mereka.
Pria bertopeng berkata dengan percaya diri, "Organisai kami dapat memberikanmu pil Yuhai, dan dapat membuat keluargamu mempunyai kuasa di Klan Li kembali. Tapi kami juga ingin sedikit bantuan dari kalian."
"Apa?" Ekpresi Li Yi berubah serius.
"Jika kamu mau, ayo kita pindah tempat yang lebih nyaman untuk membicarakannya. Ayo ikuti kami." Pria bertopeng berjalan pergi dan memberi intruksi.
"Baiklah."
Li Yi mengikuti mereka dari belakang, bagaimanapun jika berhubungan dengan ayahnya dia harus mengetahui hal tersebut.