
Disebuah tempat di hutan yang mulai turun hujan, ada lebih dari seratus pria bertopeng di pimpin oleh pria bermantel ungu.
"Di dalam pesanan tidak ada keterangan berurusan dengan Sekte Beiyang, dan target utama tidak dapat ditemukan? Bagaimana kalian akan bertanggung jawab untuk ini?" Ho Sanbi menggertakkan giginya.
"Maaf pemimpin!" Semua pria bertopeng segera berlutut dibelakangnya.
"Kirim pesanan! Karena target utama sudah keracunan anggap saja dia mati, dan dua target lainnya dalam perlindungan Sekte Beiyang. Rencana tidak dapat dilanjutkan." Ucap Ho Sanbi dengan nada dingin.
"Ya," jawab semua pria bertopeng itu segera.
Racun yang diminum oleh Chen Fan merupakan racun kalajengking gelap, itu merupakan racun yang mematikan dan sangat ganas. Walaupun keberadaan Chen Fan tidak diketahui ada dimana, mau tidak mau Ho Sanbi harus menganggap Chen Fan telah mati karena telah meminum racun Kalajengking Gelap yang akan merusak aliran darah dan meridian di tubuh.
"Meskipun kami tidak membunuh target kali ini, menangkap Chen Wei dan Luo Yifei sudah sangat diperhitungkan." Ho Sanbi bergumam, "Dengan Chen Wei dan Luo Fangyin telah ditangkap, aku tidak takut salah satu Klan utama itu tidak akan tidak senang."
Sementara itu kondisi Chen Fan tak sadarkan diri, setelah jatuh dari tebing ia jatuh ke sungai dan terhanyut oleh gelombang air yang cukup deras.
Beberapa jam berlalu, hujan melai reda dan Chen Fan berada di tepian sungai.
"Walah-walah, sesuai penglihatan bintang. Ini adalah orangnya."
Seorang pria dengan kulit pucat berpakaian rapi tersenyum aneh saat dirinya menatap Chen Fan, seolah-olah dia telah melihat sebuah keajaiban.
Di meraih Chen Fan dan lalu mengendongnya pergi.
Di malam hari yang sunyi.
Chen Fan seketika membuka matanya dalam terkejutan.
Dia tiba-tiba merasa seluruh tubuhnya terbuat dari bubur, seolah-olah dia dalam mimpi, tapi ini terasa jauh lebih nyata dari itu. Setiap inci kulit, setiap tulang ditubuhnya, merasakan kesakitan.
"Akhirnya kau bangun juga."
Saat sebuah suara terdengar didalam telinganya, dia langsung memalingkan wajahnya ke sumber suara.
Chen Fan menatap seorang pria yang berdiri di sampingnya, pria itu mempunyai ekspresi wajah gila dengan kulit pucat. Walaupun begitu pria itu memakai pakaian sutra yang bagus dan terlihat seperti orang bijak.
"Siapa kamu?" Tanya Chen Fan.
"Namaku Ling Tian." Ling Tian memperkenalkan diri dengan bangga, lalu dia berkata, "Tenang saja, aku telah menutup titik-titik meridian mu untuk mencegah racun itu menggerogoti seluruh tubuhmu."
"Terimakasih." Chen Fan merasa lega.
Chen Fan saat ini belum bisa bergerak, tapi dia memanfaatkan keadaan ini untuk bermeditasi semalaman.
Di pagi yang cerah di sebuah ruangan di Sekte Beiyang.
Tiga orang wanita cantik duduk sembari meminum teh.
Tak lama kemudian seorang pria datang dan melapor, "Tetua ke tiga, keberadaan Chen Fan tidak dapat ditemukan. Kami telah menelusuri aliran sungai di seluruh bukit dan tidak dapat petunjuk sedikitpun, sedangkan kedua orang tua Chen Fan juga tidak dapat ditemukan. Saat kami sampai di sana penginapan yang mereka miliki sudah hancur menjadi puing-puing."
"Ayah..."
"Ibu..."
Berita tersebut membuat Chen Mei Ying dan Chen Mengmei menangis, mereka berdua sangat sedih. Mereka tidak pernah membayangkan tragedi seperti ini menimpa keluarganya.
"Sepertinya ada sesuatu yang janggal terjadi... apakah ini ada hubungannya dengan sepuluh keluarga besar?" Mengerutkan keningnya Ji Ruanyu berpikir serius, "Chen Wei... Luo Fangyin... Tunggu sebentar..."
Melihat ekpresi Ji Ruanyu yang aneh, Chen Mengmei bertanya, "Ada apa guru?"
"Apakah kalian dari kecil benar-benar tinggal di desa?" Ji Ruanyun menatap dengan mata serius.
"Iya kami dari kecil sudah hidup di desa." Jawab Chen Mengmei.
"Hmm... Klan Chen dan Klan Luo merupakan sepuluh klan besar, dan kedua orang tua muridku mempunyai marga yang sama. Menarik ini sungguh menarik, "Batin Ji Ruanyu, lalu dia memalingkan wajahnya ke pria yang ada didepannya, "Pergilah ke Klan Chen dan Klan Luo, dapatkan informasi sebanyak mungkin sebelum kembali."
"Baik." Setelah memberi hormat, pria itu pergi.
Ji Ruanyu yakin jika masalah ini berkaitan dengan sepuluh keluarga besar, masalah sering terjadi akhir-akhir ini, dan mungkin membuat dataran Huaxia akan segera bergejolak.
Tiga hari sudah berlalu, dan Chen Fan sudah mulai bisa berdiri dan berjalan walau harus berjalan pelan-pelan. Dia tahu racun yang ada ditubuhnya sangat ganas, tapi Api Neraka di tubuhnya dapat menetralkan racun itu, di tambah seorang pria yang menyebut namanya Ling Tian yang melakulan pengobatan dapat memaksimalkan Api Neraka Chen Fan untuk dapat menetralkan racun.
Setiap hari Chen Fan rutin melakukan meditasi dan berlatih seni bela diri, dengan bantuan pil-pil pengobatan Ling Tian dia dapat mempercepat pengobatannya.
Satu bulan berlalu, dan tubuh Chen Fan hampir sepenuhnya pulih.
Saat ini dia berlatih di atas bukit.
Chen Fan menutup matanya untuk mengalami kondisi pikiran dalam Gaya Pedang Petir Kehancuran.
Tidak lama kemudian, dia membuka matanya dan tubuhnya bergetar dengan kekuatan, pedang baja di tangannya mengayun dengan kecepatan ekstrem.
Dengan kilat petir yang tanpa henti muncul di pedangya, pedang Chen Fan mulai lebih cepat dan lebih cepat. Perlahan-lahan, seolah petir petir itu menyambar sekeliling, di mana pun petir itu berada, pedang itu akan mengikuti. Ketika dia duduk, qinya dikosongkan, dia terengah-engah dan dipenuhi keringat.
"Seperti yang diharapkan dari Gaya Pedang Petir, itu menggunakan banyak qi."
Ketika kelas seni pedang semakin tinggi, konsumsi qi meningkat. Gaya Pedang Petir merupakan gerakan pertama dari Seni Bela Diri Pedang Petir Kehancuran.
Setelah qi-nya diisi kembali. Chen Fan terus mengolah dan mengulangi prosesnya.
Langit mulai gelap dan malam hari akan tiba, Chen Fan memutuskan menghentikan latihan pedangnya dan kembali ke rumah kayu milik Ling Tian.
Masuk kedalam rumah, Chen Fan disambut oleh Ling Tian, "Kau sudah kembali, ada yang ingin ku bicarakan."
Chen Fan hanya menatap tapi tidak membalas.
"Besok kita akan pergi ke bukit setan, ramalan langit mengatakan kau harus pergi ke sana." Ucap Ling Tian menjelaskan.
Chen Fan tahu kalau saat malam hari dia sering melihat Ling Tian menatap langit dan terfokus pada bintang-bintang, dan dia berpikir apakah Ling Tian ini seorang peramal?
Dengan wajah datar Chen Fan menjawab, "Aku tidak mau... lebih baik aku menyembuhkan diri untuk bisa segera pulang."
Mengerutkan keningnya Ling Tian berkata, "Apa kamu tidak tahu berterimakasih, aku melakukan ini juga untuk dirimu."
Menghela nafas malas, Chen Fan menjawab, "Baiklah..."