Top Martial Arts

Top Martial Arts
Perjalanan Menuju Kota Xianmen



Gelombang qi yang kuat meluap-luap keluar dari tubuh Chen Fan.


Matanya menyipit karena kemarahan.


Ling Tian yang disamping Chen Fan bahkan sampai tersentak melihat perubahan drastis Chen Fan, dirinya seperti melihat moster yang marah. Tidak lebih mirip ke iblis, mungkin raja iblis!


Ling Tian memberanikan diri dan bertanya, "Apa yang sebenarnya terjadi?"


Chen Fan menatap tajam, "Ini bukan urusanmu."


Dari kejauhan seorang pria paruh baya berlari mendekat.


" Paman Ri Kao?" Chen Fan memperhatikan.


Ri Kao merupakan tetangga Chen Fan, dan hubungan mereka cukup dekat.


"Chen Fan!" Ri Kao datang dengan panik.


"Paman selama aku tidak ada apa yang terjadi?" Tanya Chen Fan.


Mengumpulkan nafas Ri Kao mulai bercerita, "Setelah sehari kamu dan Grup Dagang Elang Putih pergi, lebih dari seratus pria bertopeng datang ke penginapan. Lalu tiba-tiba pertarungan besar terjadi bahkan pertarungan itu menghancurkan penginapanmu dan beberapa rumah-rumah sekitar, aku bahkan terkejut melihat kedua orang tuamu dapat bertarung dengan cara yang luar biasa. Tak lama kemudian ayah dan ibumu kalah dan di tangkap paksa mereka."


Mendengar ini ekpresi Chen Fan menjadi buruk ke yang terburuk, dia tidak menyangka tragedi ini menimpa kedua orang tuanya juga, lalu dia bertanya, "Bagaimana dengan Grup Dagang Elang Putih?"


"Grup Dagang Elang Putih? Lebih dari sebulan lalu mereka telah pergi dari desa, dari kabar yang beredar mereka pergi ke kota Xiamen. Terus kemana kau pergi setelah ikut dengan Grup Dagang Elang Putih?" Wajah Ri Kao menjadi sangat ingin tahu.


"Kota Xiamen ya? Klan ku tinggal cukup dekat dengan kota itu. Bagaimana kalau kita kesana Chen Fan?" Senyum aneh mulai terlihat di wajah Ling Tian.


"Ayo." Chen Fan lalu mengangkupkan kedua tangannya, "Paman Ri Kao aku pamit pergi."


"Iya hati-hati. Semoga kamu dapat menemukan keberadaan orang tuamu." Ucap Ri Kao.


Ri Kao memandang Chen Fan pergi dan mendoakannya agar dia selalu selamat.


"Ibu... ayah... tunggu aku!"


Menambah kecepatan berlari, Chen Fan dan Ling Tian menembus kegelapan malam.


Malam hari berlalu dan matahari yang cerah mulai muncul diatas langit, Chen Fan dan Ling Tian tetap berlari tanpa henti.


Sejekap mata hari telah sore.


"Chen Fan kita telah memasuki provinsi Guangdong, sebaiknya kita beristirahat dulu di kota terdekat." Ling Tian sudah merasa lelah, sekitar 27 jam mereka terus berlari tanpa henti, Chen Fan memang terlihat masih punya banyak tenaga. Tapi Ling Tian tidak, dia sudah sangat lelah.


"Bukankah kota Xianmen masih cukup jauh?" Jawab Chen Fan melirik.


"Sialan! Kita harus istirahat sekarang!" Ling Tian berteriak jengkel.


"Terserah." Mau tidak mau Chen Fan harus menuruti Ling Tian, karena Ling Tian yang dapat menuntunnya ke kota Xianmen.


Menghentikan langkah kaki cepat mereka saat didepan pintu gerbang, Chen Fan dan Ling Tian berjalan memasuki kota.


"Apakah kau tidak lelah dan lapar?" Ling Tian berjalan sembari meregang-regangkan ototnya.


"Tidak." Chen Fan tidak terlalu peduli, di hanya peduli dengan dimana keberadaan ayah dan ibunya.


Pada saat ini, tiga sosok muncul dari salah satu bangunan. Salah satu orang itu melirik Chen Fan dan dua lainnya sejenak dengan panik kiri dengan kecepatan penuh yang membuat Chen Fan memperhatikan gerakan mereka.


Chen Fan dan Ling Tian akhirnya mengerti apa yang terjadi. Mereka saling memandang dan tersenyum. Ketiga orang ini mungkin adalah penjahat dan yang menjadi target mereka saat ini adalah Chen Fan dan Ling Tian yang merupakan orang asing di kota.


Apakah ketiga orang itu datang bersama dengan niat kejam terhadap orang asing yang baru masuk ke kota? Hal semacam ini tidak jarang terjadi di kota-kota.


"Chen Fan kamu menjauhlah. Aku yang akan menghadapi mereka." Kata Ling Tian dengan senyum aneh,


Chen Fan mengangguk dan menjauh.


Berjalan sendirian di daerah yang kosong, tidak membutuhkan banyak waktu lama seseorang mendekatinya. Dia bisa melihat mata orang itu yang mengungkapkan niat yang jelas untuk bertarung.


Tidak ada waktu untuk bertukar kata. Murid itu segera menyerbu Han Man sambil mengangkat tinjunya yang memancarkan Qi yang kuat.


Tidak ada waktu untuk bertukar kata. Murid itu segera menyerbu Han Man sambil mengangkat tinjunya yang memancarkan Qi yang kuat.


"Ling Tian seperti orang gila, apakah saat bertarung dia akan menjadi seperti itu?" Ucap Chen Fan sambil tersenyum dan mengamati dari kejauhan.


Ling Tian sudah menebak level lawannya dari Qi yang kuat yang dia lepaskan dari tinjunya. Dia tidak punya waktu untuk khawatir tentang perbedaan kekuatan; dia memusatkan Qi dari seluruh tubuhnya ke dalam tinjunya dan kemudian melepaskan semua kekuatan yang dia miliki dalam satu serangan sambil memberikan teriakan yang keras dan kuat.


Kekuatan pukulan lawannya telah membuat Ling Tian mundur beberapa meter sementara lawannya tidak bergerak satu inci pun. Seolah-olah tinjunya menabrak dinding besi dan terlihat jelas dari satu pertukaran yang mana yang lebih kuat.


"Apakah kamu benar-benar Ranah Nascent Soul?… Kamu sangat lemah. Aku pikir kamu kuat dan aku bisa mendapatkan beberapa pengalaman. Sangat mengecewakan, Aku akan pergi." Ucap orang itu dengan nada apatis. Dia kemudian berbalik dan mulai pergi, dia telah kehilangan minat pada Ling Tian,


"Tunggu, tunggu!" Teriak Ling Tian.


Dia baru datang ke kota ini dan tiba-tiba ada orang yang menargetkan dirinya, saat bertukar pukulan dirinya kalah. Bagaimana dia bisa menerima dikalahkan secepat itu? Ling Tian segera melepaskan kekuatan qi-nya. Sebuah cahaya coklat kekuningan mulai mengambang di seluruh tubuhnya seolah-olah dia bersimbiosis dengan Bumi di bawah kakinya dan energi Qi-nya mulai tumbuh dalam kekuatan.


"Mulai serius ya?" kata pria itu yang menunjukkan ketertarikan tiba-tiba dan tepat setelah berkata: "Kekuatanmu tidak buruk, biarkan aku melihat apakah kamu bisa mengambil tiga pukulan terkuatku."


Setelah pria itu menyelesaikan kalimatnya, dia mengambil satu lompatan dan muncul di depan Ling Tian.


Duarz!


Warna coklat kekuningan yang mengelilingi Ling Tian tiba-tiba memancarkan cahaya yang sangat bercahaya saat debu memenuhi udara di sekitar mereka. Ling Tian didorong enam langkah mundur sementara darah mulai mengalir dari sudut mulutnya.


Ling Tian melihat pria itu siap pergi sekali lagi.


"Kembali kesini sialan." Ucap Ling Tian tersenyum gila sambil menyeka darah dari sudut mulutnya. Keberaniannya bisa mencapai langit ketika dia terus berdiri teguh, semangat bertarungnya melonjak. Cahaya coklat kekuningan yang menyelimuti tubuhnya lebih terang dan lebih terang seolah-olah dia menguras semua kekuatan dari bagian tubuh terdalam.