
Di gedung pedagang Elang Putih.
"Apa?"
"Apa maksudmu kita kekurangan orang?" Tanya Li Yi kepada pria paruh baya di depannya.
Pria paruh baya ini bernama Ki Wukan dia merupan komandan prajurit di grup dagang Elang Putih.
Ki Wukan menjelaskan, "Kalau kau tidak ingin dibanding-bandingkan dengan grup dagang lain, anda harus mempertimbangkan pengaruh mereka karena clan-clan besar itu sombong, kita harus menyuplai barang banyak dan membutuhkan banyak orang juga. Setidaknya kita membutuhkan lima puluh prajurit... tapi sekarang, kita saja kesulitan untuk mendapatkan 30 orang."
Li Yi Menghela nafas pendek, "Akan menguntungkan apabila kita bisa menampilkan garis depan yang kuat, pasang pengumuman di desa dan sekitarnya. Kalau kita sedang mencari pekerja paruh waktu untuk membawa barang ke kota Fuzhou. Kita sedang buru-buru jadi cepatlah." Ucap Li Yi memutuskan sepihak.
"Tapi... kita tidak butuh pekerja... kita butuh prajurit." Jawab Ki Wukan yang kurang setuju.
"Komandan Wukang, apakah tujuan kita untuk bertarung?" Tanya Li Yi menatap tajam.
"T... tidak." jawab Ki Wukan tertegun.
"Jadi yang harus kita cari adalah orang yang terlihat seperti prajurit, akan baik-baik saja kalau kita cuman memerintahkan mereka untuk berpura-pura menjadi prajurit. Kalau kita muncul dengan pasukan banyak maka tidak akan ada yang berani menantang kita, dan kita akan baik-baik saja."
"Baiklah... aku paham. Kalau begitu akan kulakukan sesuai perintahmu." Ki Wukan hanya bisa mematuhi. Bagaimanapun juga Li Yi adalah yang dapat memutuskan keputusan akhir.
Li Yi berjalan pergi dan berbicara dalam hati, "Kalau ada se-seseorang yang berguna diantara pekerja, maka semua akan lancar."
Di penginapan milik Chen Wei.
"Sial, aku kesiangan!" Chen Wei yang baru bangun tidur bergegas bangun dan turun ke lantai satu yang merupakan sebuah restoran penginapan miliknya.
"Iya terimakasih tuan, jangan lupa datang kembali."
Disisi lain Chen Fan melayani para pelanggan restoran, pemandangan ini membuat Chen Wei sangat terkejut.
"Chen Fan." Saat Chen Wei memandangi Chen Fan, dia merasa jika Chen Fan telah menjadi orang yang berbeda.
"Suamiku, bukankah anak kita hebat?" Luo Yifei menepuk pundak Chen Wei dari belakang.
"Hmm... iya, sepertinya sesuatu terjadi." Menghela nafas Chen Wei tersenyum senang.
Sejak hari itu Chen Fan selalu membantu ayah dan ibunya melakuan tugas di penginapan serta restoran, saat dia membawa air dari sungai, mengepel lantai dan menata piring, dia selalu menunjukan ekpresi bersemangat dan tidak ada tanda letih yang ia keluarkan.
"Agar seni bela diri menjadi kuat, pondasi tubuh juga harus kuat. Baiklah aku akan melatih tubuhku." Setelah menyelesaikan tugasnya di penginapan, Chen Fan pergi ke hutan untuk berlatih.
Untuk melatih tubuhnya Chen Fan melakuan push up dengan membawa batu besar dipunggungnya,
Chen Fan berfokus untuk mempelajari gerakan seni bela diri dan mendapatkan kekuatan otot, otot yang membaik karena bermetamorfosis juga berkembang lebih cepat dari yang lain.
Di pagi hari Chen Fan akan membantu tugas di penginapan, di sore hari dia akan melatih tubuhnya, dan di malam hari dia melakukan meditasi.
Beberapa hari berlalu dan sekarang Chen Fan memiliki otot yang sangat bagus, dia dapat mengangkat batu besar dengan satu tangan dan dapat menghancurkannya dengan sekali pukulan. Tidak hanya itu juga dia sekarang dapat melakukan gerakan yang cepat seperti bayangan, bahkan dia dapat melewati pohon ke pohon seperti angin.
Perkembangan yang Chen Fan lakukan adalah hal yang luar biasa.
"Sudah kubilang, Chen Fan benar-benar telah memamerkan kemampuannya belakangan ini."
"Kau hebat kakak Chen Fan."
Di restoran, Chen Fan membawa tumpukan piring kotor dikedua tangan ya dan diatas kepalanya dengan gerakan yang cepat, hal itu membuat takjub para pelayan yang datang.
"Wow dia sangat cepat!"
"Bagaimana anak itu yang biasanya duduk bodoh selama ini berubah menjadi seperti ini? Itu sangat menakjubkan"
Dihari berikutnya Chen Fan memotong-motong sayuran dengan gerakan yang sangat cepat, orang-orang yang melihatnya bahkan sampai terkagum.
Saat orang-orang memuji kemampuan Chen Fan, Chen Wei berbicara dengan bangga, "Hahaha! Dia telah berutang pada semua yang aku ajarkan padanya." Lalu kemudian dia berbisik ketelinga Chen Fan, "Sesuatu yang baik terjadi? Kau tampaknya lebih bersemangat dari biasanya."
Fokus memotong sayuran Chen Fan menjawab, "Aku hanya bekerja lebih keras tidak ada yang lain."
Tidak lama kemudian pelanggan baru datang.
"Meskipun tempat ini agak kotor, tapi makanannya enak nona. Ayo masuk kedalam" Ucap Seorang pria yang memandu Li Yi dan Ki Wukan masuk kedalam.
"Selamat datang." Chen Wei dengan ramah menyambut mereka.
Menatap 3 pelanggan yang datang, Chen Fan mefokuskan pria yang berbicara tidak sopan, "Bukankah itu Ding Tao?"
Ding Tao memilki paras wajah yang biasa dan terlihat licik, dia adalah orang yang Chen Fan tidak sukai didesa karena Ding Tao merupakan orang yang suka menindas orang lemah.
"Hehe beritahu saya jika anda butuh sesuatu."
Ding Tao mulai duduk di kursi tepat disamping Li Yi, tapi saat dia sudah duduk, Ki Wukan mengacungkan pedangnya pada leher Ding Tao, "Idiot yang bersemangat ini! Beraninya kau duduk disana."
"Ah!" Ding Tao yang menyadari hal tersebut langsung kaget dan mulai berdiri secara perlahan, "Haha... aku tidak berencana duduk disini, aku hanya menarik kursinya agar anda bisa duduk disini. Silahkan duduk."
"Bagaimana aku bisa makan satu meja dengan orang setinggi dia?" Ucap Ki Wukan dengan tegas.
"Tidak apa-apa, kalian berdua duduk. Aku bukan seorang ratu, kesopanan berlebihan seperti ini memalukan." Ucap Li Yi melerai adu mulut Ki Wukan dan Ding Tao.
"Eh?Tapi..." Ki Wukan agak ragu. Tapi Li Yi meyakinkannya. "Duduk sekarang Paman."
Mendengar ucapan tersebut Ki Wukan langsung duduk disamping Li Yi, "Kemudian... aku akan menjadi tidak pantas untuk terakhir kali."
"Cih! Ki Wukan! Dia memiliki semangat budak yang tertanam didirinya, idiot! Aku harap dia menyia-nyikan seluruh hidupnya untuk bekerja sebagai penjaga yang menyedihkan." Batin Ding Tao, lalu dia berbicara marah dengan memukul meja, "Apa yang sedang kau lakukan?! Apa kau tidak akan menerima pesana kami?"
Melihat hal seperti itu, Li Yi menasehati, "Bisakah kau sedikit lebih sopan?"
"Sebutkan pesanan anda." Sekejap Chen fan telah hadir di samping mereka.
"Aku bahkan tidak dapat merasakan saat dia datang kemari." Ki Wukan terkejut saat melirik Chen Fan yang sudah ada disampingnya.
Saat Ding Tao melihat Chen Fan yang akan melayani mereka, dia langsung marah, "Hah? Chen Fan? Bagaimana orang bodoh ini dapat menerima pesanan kita?"
Menahan emosinya, Chen Fan bertanya, "Apa pesanan anda?"
"Apa yang bagus di sini?" Tanya Li Yi.
"Mie tipis dan bebek peking." Jawab Chen Fan.
"Baiklah pesan itu." Li Yi memutuskan untuk memesan mie tipis dan bebek peking.
"Terimakasih, saya akan segera membawakan makanan anda."
Saat dia berjalan tepat dibelakang Ding Tao, dia mengirimkan pukulan ke punggungnya.
"Huh? Kau orang bodoh! Kau berani memukulku?" Ding Tao marah.
"Apa Bresngsek?!" Chen Fan memberikan tatapan tajam dan membuat Ding Tao tersentak. Bahkan Li Yi dan Ki Wukan juga ikut tersentak.