Time with You

Time with You
We Meet Again



Tuk!


Suara peluru yang diletakkan di mangkuk aluminium kecil itu menarik perhatian Kyuhyun. Dia melirik benda itu sejenak sebelum kembali memandang ke depan.


Sementara itu, dokter Park yang berada di belakang Kyuhyun, langsung menghela nafas lega. Operasinya terasa cukup sulit karena peluru itu tertanam cukup dalam. Memang ini bukan pertama kalinya dia melakukan operasi darurat seperti ini, tapi tetap saja rasanya menegangkan mengingat orang yang dia operasi adalah bos rentenir terkenal. Ditambah lagi operasi yang dia lakukan di ruang tengah Penthouse ini ditonton oleh beberapa anak buah Kyuhyun, pria-pria bertubuh besar yang tatapannya seakan berkata; selamatkan bos kami atau kami tembak kau!


Benar-benar menyeramkan! Dokter Park sampai berusaha tenang tingkat dewa untuk menyelesaikan operasinya ini!


“Kyuhyun!” seruan itu memecahkan keheningan, membuat semua orang kontan melihat ke arah pintu utama dimana Yesung baru saja masuk dengan beberapa orang di belakangnya. Anak buah Kyuhyun langsung menunduk hormat menyapanya.


Kyuhyun tersenyum tipis saja membalas seruan Yesung, dan itu tidak bertahan lama. Tidak saat dia melihat ada seorang gadis cantik juga diantara Changmin dan Siwon. Itu Hyemi. Pandangan mata mereka bertemu. Kyuhyun menahan nyeri di sudut hatinya melihat Hyemi yang sedang menangis dengan murungnya. Gadisnya menangis! Astaga! Kalau tidak ingat dokter Park sedang menjahit lukanya, Kyuhyun pasti sudah mendapatkan gadis itu di dalam pelukannya!


Tapi, tunggu! Harapannya jadi kenyataan!


Kyuhyun sampai membulatkan matanya melihat Hyemi yang kini berlari kecil ke arahnya, duduk di depannya, dan menyandarkan keningnya di dada polos Kyuhyun seiring tangisannya yang pecah. Tapi, tidak. Kyuhyun tidak langsung memeluk gadis itu, justru kedua tangannya dia kepalkan kuat-kuat di atas pangkuannya. Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Changmin. Meminta persetujuan. Dan Changmin yang mengerti akan hal itu langsung menghela nafas panjang.


Changmin terlihat pasrah, membuat Kyuhyun tanpa ragu langsung mengulurkan kedua tangannya ke arah Hyemi. Memeluk gadis itu sambil menghujani puncak kepalanya dengan kecupan penuh kerinduan.


“Maafkan aku,” bisik Kyuhyun, semakin menarik Hyemi untuk mendekat. “Aku sangat mencintaimu.”


“Kau jahat!” gumam Hyemi disela isak tangisnya.


“Ya, maafkan aku. Aku bersalah.” Begitu terus sampai beberapa saat, Kyuhyun hanya mengatakan maaf, maaf, dan maaf.


Bagi Kyuhyun, tidak ada yang penting selain meminta maaf pada Hyemi untuk saat ini. Bahkan sakit di punggungnya yang sampai membuat sekujur tubuhnya mengeluarkan keringat dingin juga tidak penting lagi. Kekuatan cinta benar-benar hebat! Luar biasa bisa membuat bos rentenir jadi budak cinta begini!


Sementara itu, dokter Park yang berada di belakang Kyuhyun, kembali menghela nafas. Dia sudah menjahit luka Kyuhyun. Tugasnya selesai. “Tuan Marcus, saya sudah sele—”


“HEI APA YANG KAU LAKUKAN?!”


“ARE YOU CRAZY?!”


Teriakan Yesung dan Siwon menghentikan ucapan dokter Park, keduanya sama-sama melotot pada Changmin yang baru saja keluar dari kamar Yesung sambil membawa sebuah pistol. Entah kapan pria itu diam-diam masuk ke kamar sang polisi!


Anak buah Kyuhyun yang melihat hal itu juga langsung waspada, bersiap mengeluarkan senjata api mereka juga. Namun, Kyuhyun langsung mengangkat tangan kanannya. Isyarat agar anak buahnya tetap diam. Sedangkan tangannya yang lain Kyuhyun gunakan untuk menahan kepala Hyemi agar tetap bersandar di dadanya, tidak membiarkan gadis itu melihat Changmin mengarahkan pistol padanya. Tepat ke arah kepala Kyuhyun dengan jarak dua langkah.


“Jangan konyol, Shim Changmin. Itu bukan mainan.” Kyuhyun memperingatkan.


“Hyemi juga,” balas Changmin yang membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya. Tidak mengerti. “Dia bukan mainan.”


Kyuhyun jengah tapi tak bisa bernafas lega, “Aku tahu dan kita sudah membicarakan hal ini.”


“Ya. Tepati janjimu atau aku akan benar-benar menembakmu, Cho Kyuhyun.”


“Oppa!!” sentak Hyemi yang berhasil lepas dari tahanan tangan Kyuhyun. Gadis itu sudah berhenti menangis dan akhirnya melihat sendiri Changmin sedang mengarahkan senjata api pada Kyuhyun. “Apa yang Oppa lakukan?! Jangan menyakitinya! Dia sudah terluka, Oppa!”


Changmin tersenyum miris pada Hyemi. Adik tirinya yang sudah banyak menderita karena dirinya, yang ingin dia bahagiakan untuk menebus rasa bersalahnya, yang ingin dia lindungi dari rumitnya dunia Kyuhyun, sekarang.. gadis itu justru menghalanginya demi seorang Cho Kyuhyun. Bahkan gadis itu juga menyentaknya tadi. Ya, apa lagi? Ini sudah menjelaskan semuanya.


Adiknya, Shim Hyemi, ternyata memang mencintai Cho Kyuhyun.


Menurunkan tangannya, Changmin kembali menatap Kyuhyun dengan pandangan lurus, “Ingat permintaanku waktu itu.”


Setelah itu, Changmin langsung membalikkan badannya. Melangkah pergi meninggalkan Penthouse sambil mengembalikan pistol Yesung saat dia melewati pria itu.


Yesung yang penasaran langsung mengecek isi pistolnya, dan ternyata, “Astaga.. ini kosong! Tidak ada pelurunya!”


Yesung menunjukkan isi pistolnya hingga membuat semua orang di ruangan itu langsung menghela nafas pelan. Mereka lega. Terutama Hyemi. Dalam hati, gadis itu bersyukur ternyata sang kakak tidak sejahat yang dia pikirkan beberapa detik lalu.


“Aku akan menyusul Changmin,” kata Siwon sambil menepuk bahu Yesung.


“Baiklah, temani dia. Aku akan mengurus Pak Tua sialan yang menembak Kyuhyun. Dan kalian,” Yesung mengalihkan tatapannya ke arah anak buah Kyuhyun, “Kalian berjaga di luar. Pantau setiap lantai.”


“Baik, Tuan.” Jawab anak buah Kyuhyun dengan kompaknya.


Tanpa menunggu lagi, mereka langsung bergerak mengerjakan tugas masing-masing. Siwon yang bergerak paling cepat untuk mengejar Changmin. Dan beruntungnya saat di basement, mobil Changmin masih terparkir disana. Dapat Siwon lihat dari luar, temannya sedang menunduk hingga menyandarkan kepalanya pada stir mobil.


Siwon menghela nafas panjang, lalu menghampiri Changmin dan masuk ke dalam mobil itu. Membuat Changmin mau tak mau mengangkat pandangannya melihat pria yang duduk di sampingnya.


“She will be okay,” ujar Siwon yang sebenarnya, dia katakan untuk dirinya sendiri juga. “Don’t worry, Bro.”


Changmin menyandarkan punggungnya, “Hhhhh… bodoh sekali.”


“Siapa?”


“Aku.”


“Huh?”


“Ya, dari awal aku selalu bilang pada Hyemi, aku ingin dia memiliki masa depan yang bahagia. Aku mengkhawatirkan masa depannya jika dia terus berhubungan dengan Kyuhyun. Tapi melihat dia menangis seperti itu karena takut kehilangan Kyuhyun… aku jadi sadar masa sekarang jauh lebih penting. Kebahagiaannya saat ini lebih penting.” Jelas Changmin yang tanpa sadar tersenyum di akhir kalimatnya.


Siwon juga ikut tersenyum sambil memandang lurus ke depan, “Ya, kau sudah mengambil keputusan yang tepat. Percayakan saja pada Kyuhyun.”


“Dan juga, apa kau tahu?” Changmin menautkan kedua alisnya sambil menoleh pada Siwon, “Sepertinya seminggu ini Hyemi tidak nafsu makan bukan karena takut gemuk, tapi karena Kyuhyun.”


Siwon hanya membalas tatapan Changmin sekilas sebelum berdeham.


Changmin semakin mengerutkan keningnya melihat respon aneh Siwon, “Hei, kau sudah tahu?!”


-o0o-


“Masih marah?” tanya Kyuhyun ragu-ragu.


Hyemi tak menjawab dengan mulutnya, hanya menatap kesal pada Kyuhyun yang duduk di tepi ranjang sebelum kembali melanjutkan kegiatannya. Hyemi mengambil satu stel pakaian santai Kyuhyun di lemari. Kemeja abu-abu lengan pendek, celana pendek hitam, dan dalaman yang senada.


Setelah itu Hyemi meletakkannya di samping Kyuhyun, lalu menyambar handuk kecil yang dia siapkan di atas nakas untuk mengelap badan pria itu. Hyemi melakukannya dengan baik dan tenang. Tidak terusik dengan kedua tangan Kyuhyun yang sengaja bertengger di pinggul gadis itu.


“Maafkan aku,” gumam Kyuhyun sambil menarik Hyemi yang berdiri di antara kakinya, membuat jarak mereka semakin dekat.


Namun, Hyemi tidak membiarkan begitu saja. Dia bertahan dengan memegang bahu Kyuhyun.


Hyemi membalas tatapan lekat Kyuhyun dengan tatapan sarat akan kerinduan, “Sudahlah, bukan salahmu. Aku mengerti cinta tak harus memiliki. Tapi kumohon, jangan menghilang lagi. Tetaplah disini walaupun kita sudah tak bersama.”


“Apa… maksudmu?” Kyuhyun memiringkan kepalanya.


“Aku sudah tahu,” Hyemi kembali terlihat sedih dan menunduk dalam, menghindari tatapan Kyuhyun. “Aku tahu, kau sengaja menghilang karena ingin berpisah denganku.”


“Apa? Hei… tidak, bukan begitu,” Kyuhyun reflek bangkit dan menangkup wajah cantik Hyemi, memaksa gadis itu untuk kembali menatap padanya.


“Lalu? Kenapa kau menghilang begitu saja? Kau bilang akan menghubungiku, tapi nyatanya tidak. Kau juga tidak membalas pesan ataupun menjawab teleponku. Kalau bukan karena ingin berpisah denganku, lalu kenapa?” akhirnya, berbagai pertanyaan yang selama ini bersarang di kepala Hyemi tersampaikan juga pada Kyuhyun.


“Itu karena aku tertangkap basah oleh Changmin. Aku ketahuan menciummu diam-diam. Seperti ini,” lalu Kyuhyun mengecup manis bibir Hyemi beberapa kali, membuat gadis itu merona malu namun juga senang.


“Jangan bercanda!”


“Sungguh! Aku serius!”


-flashback-


Pukul 2 dini hari, Kyuhyun kembali ke apartement Changmin. Dalam hati merutuki lelaki tua yang sudah membuat kekacauan di kantornya. Sebenarnya ini bukan pertama kali, tapi karena lelaki tua itu membawa serta kawanannya, maka mau tak mau Kyuhyun harus turun tangan. Kyuhyun harus menegaskan pada lelaki tua itu bahwa gangster di bawah naungan ayahnya memang sudah bubar.


Dan diskusi mereka tidak berjalan baik, selalu. Lelaki tua penuh tattoo itu tak mau mengalah hingga memakan banyak waktu. Membuat Kyuhyun harus menelan kecewa karena melewatkan pesta ulang tahun sang kekasih.


Oh, Kyuhyun sangat terlambat. Pestanya sudah berakhir. Changmin, Yesung, dan Siwon sudah terkapar mabuk di sofa-sofa panjang. Meja kaca di dekat mereka juga sudah bersih tak ada makanan. Hanya menyisakan bungkus cemilan, kaleng bir, soju, dan gelas-gelas yang sudah kosong.


Ah, Donghae dan Eunhyuk? Entah. Kedua lelaki itu tidak ada. Tidak penting juga, menurut Kyuhyun.


Kyuhyun melangkah pelan melewati teman-temannya itu, berjalan lurus menuju satu-satunya kasur di apartement ini. Ya, Kyuhyun menghampiri Hyemi yang sedang tidur menyamping sambil memeluk guling. Kyuhyun duduk bersila di sisi kasur, memandangi wajah tidur Hyemi yang membuatnya gemas bukan main. Sesekali dia tersenyum tanpa sebab melihat gadisnya itu.


Dan seiring detik berganti menit, tangan Kyuhyun mulai tak bisa diam. Tangannya terulur untuk mengusap rambut halus Hyemi, beralih turun ke pipi gadis itu, dan… bibir ranum gadis itu. Bukan sekedar disentuh, tapi dengan lembut Kyuhyun mengecup bibir itu. Berkali-kali.


Hal kecil yang membuat senyumannya semakin merekah. Kyuhyun benar-benar suka mencium gadis itu.


“Apa yang kau lakukan?” suasana yang hening membuat Kyuhyun sedikit kaget dengan suara bisikan itu.


Disana, di sofa panjang itu, Changmin sudah duduk sambil memicingkan matanya. Membuat Kyuhyun langsung berdiri dan mendekati pria itu dengan langkah ragu.


“Kau menciumnya? Apa kau gila, hah?” geram Changmin setelah berdiri di depan Kyuhyun. Changmin tidak sadar gerakannya yang bangun dari sofa membuat Yesung dan Siwon terjaga dari tidurnya.


“Aku melakukannya. Kau bisa anggap aku gi—”


“Kau sudah mengalah, sialan.” Desis Changmin sambil meraih kerah baju Kyuhyun, mencengkramnya kuat.


Yesung dan Siwon yang tadinya masih berbaring santai, reflek langsung bangun melihat ulah Changmin. Mereka sudah bersiap melerai kedua temannya itu. Tapi sayangnya Kyuhyun lebih dulu bertindak, dia mendorong kasar dada Changmin hingga cengkramannya terlepas. Setelah itu…


“Apa yang kau lakukan?!” dengan nada berbisik, Yesung dan Siwon bertanya nyaris bersamaan.


Di depan Changmin, di depan kakak tiri dari gadis yang dicintainya, Kyuhyun berlutut. “Aku mencintai adikmu. Aku mencintai Hyemi.”


Changmin tidak kaget dengan pengakuan Kyuhyun, dia hanya kaget karena bos rentenir itu sampai mau berlutut begini. Dan itu hanya untuk Hyemi?


“Hyemi tidak akan mengatakannya padamu karena takut, tapi dia juga mencintaiku. Kami saling mencintai. Sepertinya, kau sudah harus tahu itu.” Bisik Kyuhyun dengan mata yang tak lepas dari tatapan Changmin.


“Kalian…” Changmin tak bisa melanjutkan ucapannya. Dia memilih duduk kembali di sofa dan terdiam cukup lama. Berpikir keras. Lalu dengan pandangan menerawang, Changmin akhirnya berkata, “Kau, pergilah sebulan. Jangan bertemu Hyemi. Jangan ada kontak apapun dengannya.”


Bukan hanya Kyuhyun, tapi Yesung dan Siwon juga bingung dengan ucapan Changmin. Mereka tetap diam karena tahu Changmin belum selesai bicara.


“Yesung dan Siwon juga, jangan ada yang memberitahu apapun tentang Kyuhyun pada Hyemi. Kalau sebulan itu Hyemi tetap baik-baik saja, berarti dia tidak mencintaimu, Kyuhyun. Kau harus menjauhi adikku apapun yang terjadi.”


Kyuhyun mendengus, “Bertaruh denganku, kurang dari sebulan kau akan melihat Hyemi tidak baik-baik saja tanpaku.”


“Kau harus benar-benar menghilang darinya.”


“Tentu.”


“Kalau benar begitu, aku akan merestui hubungan kalian. Kau boleh memilikinya.”


Seketika mata Kyuhyun berbinar melihat lampu hijau sudah hampir digapainya. Kyuhyun mengepalkan tangan kanannya pada Changmin, “Deal?”


“Ya. Deal.” Jawab Changmin sambil meninju pelan tangan kanan Kyuhyun. “Tapi…”


Kyuhyun menahan gerakan kakinya yang sudah bersiap untuk bangun.


Changmin menatap Kyuhyun lekat sambil berbisik, “Berjanjilah padaku.. kalau suatu hari nanti kau tidak mencintainya lagi, jangan beritahu dia. Beritahu aku saja. Aku akan membawanya pulang.”


“Itu tidak akan terja—”


“Berjanjilah!”


“Baiklah. Aku berjanji.” Kyuhyun mengangkat tangan kanannya.


“Kalau begitu, pergi dari sekarang. Jangan sampai aku menendangmu keluar.”


-flashback end-


“Sudah? Seperti itu dan kalian sepakat? Benarkah?” tanya Hyemi dengan mata membulat, tak menyangka dengan apa yang terjadi malam itu.


Oh, dan perhatikan, entah sejak kapan tangan Hyemi sudah melingkari pinggang Kyuhyun. Terlihat nyaman sekali.


“Ya, begitu. Kami membuat kesepakatan malam itu dan aku langsung diusir pergi.” Jawab Kyuhyun yang sengaja melewatkan bagian tentang Changmin yang memintanya untuk berjanji. Ya, biarlah itu menjadi janjinya dengan Changmin dan teman-temannya saja.


Lalu Kyuhyun memeluk Hyemi dengan tubuh topless-nya, “Kau tahu, aku juga tersiksa selama berpisah denganmu. Aku tidak tahan sepanjang hari hanya bisa melihat kau menelepon tanpa menjawabnya. Jadi, jangan berpikir macam-macam. Aku tidak pergi dengan sengaja. Maafkan aku, sayang.”


“Ya, maafkan aku juga.” Gumam Hyemi pelan. Diam-diam mengucapkan rasa syukur dalam hati karena akhirnya bisa memeluk kembali pria tercintanya ini.


“Sekarang, bisa bantu aku ganti baju?” Kyuhyun sedikit memberi jarak, menunjukkan senyum nakalnya. “Aku tidak bisa terlalu membungkuk karena luka di punggungku.”


Hyemi langsung melepaskan pelukannya dan memukul dada bidang Kyuhyun, “Dasar mesum! Aku akan memanggil anak buahmu saja!”


-o0o-


“Kyu…” Siwon menggantungkan ucapannya saat menoleh ke belakang namun bukan Kyuhyun yang datang, ternyata Yesung yang baru turun dari lantai dua.


Yesung menghampiri Siwon yang sedang menonton TV dan duduk di sampingnya, “Kenapa? Kau mencari Kyuhyun?”


“Hm, dia sedang apa?” balas Siwon sambil mengganti channel TV dengan malas.


“Kyuhyun sedang tidur dengan Hyemi,” jawaban Yesung membuat Siwon langsung melotot padanya, namun Yesung langsung melanjutkan, “Kenapa?”


“Oh.. tidak, tidak apa.” Siwon menjawab dengan ragu dan berusaha menormalkan raut wajahnya. Dan tangan kanannya bergerak gusar, mengusap tengkuk sebelum mengacak rambut hitamnya.


Yesung yang masih memperhatikan Siwon dari samping, tersenyum kecut sekilas. Ayolah, Siwon terlalu jelas menunjukkan perasaannya. Sejak Kyuhyun pergi, pria itu terlalu terang-terangan mendekati Hyemi. Dan melihat respon pria itu barusan, Yesung berani bertaruh dengan seluruh aset Kyuhyun, Siwon pasti menyukai Hyemi juga. Siwon pasti tertarik pada gadis itu.


Namun, bagaimana mengatakannya? Yesung tidak bisa melarang perasaan Siwon pada Hyemi karena dua alasan.


Pertama, Siwon temannya juga. Itu sudah jelas. Sama seperti Kyuhyun, Yesung tahu Siwon juga lelaki yang bisa dipercaya jika sudah menyukai seorang wanita. Kedua, hmm… sejujurnya, Siwon justru lebih tampan dibandingkan Kyuhyun. Jadi, karena itulah Yesung tidak bisa melarang perasaan Siwon untuk Hyemi. Baik itu Kyuhyun maupun Siwon, Yesung pikir mereka pantas untuk Hyemi.


“Aku pasti sudah gila,” suara Siwon yang teramat pelan itu berhasil membuyarkan lamunan Yesung.


“Kenapa?” sejak tadi, pertanyaan Yesung masih sama. Yesung menyambar remote TV dan mengganti salurannya ke sebuah drama yang sedang tayang. “Kau merasa gila karena termakan ucapanmu sendiri? Pedofil gila yang menyukai gadis di bawah umur?”


Siwon tak menjawab, tak menoleh, tak merespon pertanyaan Yesung. Siwon hanya tersenyum miris sekilas.


“Kau benar-benar gila. Kau dan Kyuhyun sama gilanya.” Cibir Yesung.


Siwon mengubah posisi duduknya menghadap ke arah Yesung, “You too, Bro. Kau juga gila karena menyukai Park Eunsoo. Dia juga lebih muda berapa tahun denganmu? Ah, kau juga hampir dilaporkan olehnya karena pelecehan seksual kan? Kau—”


“Hei!! Setidaknya dia bukan anak sekolah! Dan laporan itu hanya bercanda, bodoh! Aku tidak melakukan apa-apa padanya!” Yesung terpancing emosi hingga kakinya reflek menendang kaki Siwon.


“Who knows,” Siwon mengangkat bahunya acuh.


“Sialan!” Yesung mengumpat kecil sambil melempar bantal sofa ke wajah tampan Siwon.


Tertawa saja Siwon melihat tingkah Yesung yang seperti itu. Lalu sambil memeluk bantal itu, Siwon kembali duduk bersandar dan berkata, “Don’t tell Kyuhyun about that. You can trust me.”


-o0o-


Hyemi terbangun secara mendadak, tubuhnya reflek mengambil posisi duduk dan matanya terbuka lebar. Dengan gelisah Hyemi mengedarkan pandangannya. Dia berada di kamar Kyuhyun. Dia ada di Penthouse pria itu. Dan jam yang ada di atas nakas menunjukkan pukul 2 dini hari.


Tapi, dimana Kyuhyun?


Oh entahlah, tiba-tiba ditinggal tanpa kabar membuat Hyemi jadi mudah panik seperti ini. Tubuhnya bergegas turun dari ranjang dan langsung menuju ke kamar mandi di sudut kamar itu. Kosong.


Hyemi kembali melangkah, melewati meja riasnya dan menyambar sebuah ikat rambut dari sana. Sambil menguncir rambutnya asal, dia berjalan cepat keluar dari kamar. Menuruni anak tangga dan terlihat semakin panik karena ruang tengah di depannya juga kosong. Sepi. Tidak ada siapapun.


“Sudah bangun?” Hyemi langsung menoleh mendengar suara baritone yang khas itu. Suara Kyuhyun. Pria itu berada di meja makan.


Hyemi menghela nafas lega, menganggukkan kepalanya sebagai jawaban sebelum menghampiri bos rentenir itu. Kyuhyun masih memakai baju yang sama seperti tadi pagi, sedang menyantap sepiring tteokbokki dan sebotol wine dengan tangan kanan yang sibuk memegang ponsel.


Hyemi menarik kursi di samping Kyuhyun, namun belum sempat duduk, Kyuhyun sudah lebih dulu menariknya dengan cepat hingga akhirnya Hyemi berada di pangkuan pria itu. Membuat Hyemi tersipu malu dan reflek melihat ke belakang. Takut ada Yesung atau pun Siwon.


“Mereka sudah tidur,” ujar Kyuhyun yang seakan mengerti ketakutan Hyemi.


“Ah.. ya..” gumam Hyemi pelan, cenderung tidak tahu harus menjawab apa. Jarak wajah mereka yang tidak jauh membuat Hyemi tidak bisa fokus.


Kyuhyun melingkarkan tangan kirinya ke belakang pinggang Hyemi, semakin merapatkan tubuh mereka. “Kudengar, kau tidak makan dengan baik hingga sakit. Apa maksudnya itu? Kau menyiksa dirimu sendiri?”


“Tidak,” Hyemi melirik Kyuhyun sekilas dan melihat pria itu menaikkan sebelah alisnya. Ciri khas sekali. “Aku hanya terlalu memikirkanmu, jadi tidak nafsu makan.”


“Lain kali jangan begitu. Aku tahu ini salahku juga, tapi jangan menyiksa dirimu lagi. Aku ingin kau tetap sehat dan bahagia. Mengerti?” omel Kyuhyun sambil menyuapi tteokbokki pada Hyemi. Ponselnya sudah dia letakkan begitu saja di meja.


Hyemi memainkan jari-jari Kyuhyun yang merangkulnya sampai ke depan perut, “Kau juga, jangan terluka lagi.”


Kyuhyun tertawa mendengarnya, merasa lucu dengan ucapan gadis di pangkuannya ini.


“Kenapa tertawa? Aku serius, Cho Kyuhyun. Jangan terluka lagi. Kalau kau memang ingin aku bahagia, aku minta kau tetap bersamaku disini dalam keadaan baik-baik saja.”


“Kenapa begitu?”


“Karena kau bahagiaku mulai sekarang.”


“Aku baik-baik saja,” lalu Kyuhyun mengecup sudut bibir Hyemi yang tersisa saus tteokbokki, “Senang bisa menjadi bahagiamu.”


Kyuhyun dan Hyemi melanjutkan obrolan ringan mereka, masih dengan posisi Hyemi di pangkuan Kyuhyun. Namun kali ini Hyemi yang bergantian menyuapi Kyuhyun karena kedua tangan pria itu sudah sibuk memeluknya. Saat meminum wine-nya pun, Hyemi yang memegangi gelasnya.


Dan saat Hyemi mengisi kembali gelas kosong Kyuhyun, entah mengapa dia jadi penasaran dengan minuman beralkohol itu. Hyemi menatap pada Kyuhyun yang juga sedang menatapnya.


“Aku ingin mencobanya, boleh?” tanya Hyemi penuh harap.


Lagi, Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. “Apa kau tidak bisa baca kadar alkoholnya berapa persen?”


“Sedikit saja, Kyu—”


“Tidak!” Kyuhyun mengangkat tubuh Hyemi dan mendudukkannya di atas meja, lalu bergegas mengambil segelas jus mangga untuk gadis itu. “Minum ini saja.”


Hyemi merengut, namun tetap menerima gelas itu dan meminumnya perlahan. Membuat Kyuhyun tersenyum gemas melihat betapa patuhnya gadis itu. Berbeda sekali dengan sikap kasar gadis itu saat pertama kali mereka bertemu.


Kyuhyun ingat, waktu itu Hyemi benar-benar kelewat berani karena menyela pembicaraannya, mengganggu pekerjaannya. Bahkan gadis itu juga mengatainya gila. Saat-saat menyebalkan namun berkesan karena belum pernah ada yang berani menantangnya seperti itu. Menatapnya penuh benci dan aura permusuhan.


Ah, mengingat hal itu membuat Kyuhyun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak menyangka. Bagaimana bisa gadis itu kini menjadi candunya?


“Kenapa?” celetuk Hyemi dengan raut wajah bingung.


“Tidak,” Kyuhyun mencubit gemas sebelah pipi Hyemi, “Kalau sudah selesai, kembali ke kamar. Lanjutkan tidurmu.”


“Kau sendiri tidak tidur?” Hyemi meraih kancing teratas kemeja Kyuhyun dan memasangnya.


“Tidak, badanku pegal kalau harus tidur menyamping terus.” Jawab Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya karena kali ini tangan Hyemi meraih rambutnya.


“Kalau begitu tengkurap saja,” Hyemi mengusap-usap rambut tebal Kyuhyun hingga turun semua, bahkan sampai menutup penuh dahi pria itu. Lalu membelah tengah rambutnya.


“Tidak, kalau tidur tengkurap aku tidak bisa memelukmu.” Jawaban Kyuhyun membuat Hyemi langsung mendorong pelan dada pria itu.


Kyuhyun tersenyum lebar. Dengan kemeja yang dikancing semua, gaya rambut yang culun, ditambah senyum lebar pria itu, membuat Hyemi tiba-tiba ikut tersenyum bahkan nyaris tertawa melihatnya.


“Kau culun sekali,” komentar Hyemi yang kali ini benar-benar tertawa.


Kyuhyun menyisir rambutnya ke belakang dengan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya membuka kembali tiga kancing teratas kemejanya. Detik-detik pesona tingkat dewa ala Cho Kyuhyun hingga membuat Hyemi berhenti tertawa. Bahkan gadis itu juga sampai sedikit tersedak air liurnya.


Kyuhyun meletakkan kedua tangannya di tepi meja, di sisi tubuh Hyemi. Jarak yang terlampau dekat hingga Hyemi langsung mengalihkan pandangannya ke samping. Kyuhyun berbisik, “Kau bilang aku culun?”


“Ti-tidak,” Hyemi sedikit gugup, “Aku bilang, kau tidur tengkurap saja. Aku yang akan memelukmu nanti.”


Dasar!


“Baiklah. Ayo!” Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan dan langsung menarik Hyemi ke dalam gendongannya.


Iya, lagi-lagi Kyuhyun menggendong Hyemi di depan seperti menggendong anak kecil. Hyemi juga tidak protes, malah mengalungkan tangannya ke leher pria itu. Mereka seperti sudah sama-sama nyaman dengan posisi ini.


-o0o-


“Morning, Baby.” Menyapa lembut, Siwon membuat Hyemi mengerjapkan matanya beberapa kali dengan alis bertaut.


“Kau tidur pulas sekali sejak bertemu Kyuhyun. Sudah tidak cemas, ya?” Siwon duduk di tepi ranjang dan mengusap gemas puncak kepala Hyemi, “Aku tidak mau mengganggu tidurmu, tapi kau harus bangun dan segera bersiap.”


Hyemi masih bergeming, masih menatap bingung pada Siwon sambil meringkuk di balik selimut tebalnya. Hyemi seperti bermimpi. Baru bangun dan disuguhi pemandangan wajah tampan Siwon itu benar-benar tidak dapat dipercaya, terlebih ini di kamar Kyuhyun. Bagaimana bisa Siwon masuk kesini dengan santainya?


Dan juga, setelan kaos putih yang Siwon kenakan seperti ingin menggodanya saja. Kaos itu terlalu pas dengan tubuh perfect Siwon. Membuat otot-otot pria itu terlihat jelas.


Ah ini tidak benar, Hyemi malu sendiri membayangkan tubuh gagah Siwon. Membuat Hyemi semakin menenggelamkan wajahnya dalam selimut.


“This little cat..” lagi, Siwon mengusap gemas kepala Hyemi sambil tertawa. “Tapi serius, segeralah bersiap. Kyuhyun sedang menunggumu di bawah, dia ingin membawamu ke suatu tempat.”


“Kyuhyun ada di bawah?” Hyemi menoleh ke belakang, sisi ranjang tempat Kyuhyun tidur semalam ternyata kosong.


“Ya, sedang membahas masalah kemarin dengan Yesung Hyung.”


“Ah baiklah, aku akan segera turun.”


Lalu, Hyemi langsung turun dari ranjang. Buru-buru masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Siwon bergegas kembali ke lantai bawah.


Tidak sampai setengah jam, Hyemi sudah rapi dan cantik dengan rok hitam yang menutupi setengah paha mulusnya dipadukan dengan atasan lengan panjang berwarna merah muda. Hyemi menyisir rambutnya yang sudah dia keringkan dengan hair dryer dan sengaja membiarkannya tergerai. Lalu, dia memoles wajah cantiknya dengan make up tipis sebelum memakai tas selempangnya yang berukuran sedang.


Hyemi melangkah agak cepat meninggalkan kamar, tidak sabar ingin segera bertemu dengan Kyuhyun dan menguping pembicaraannya dengan Yesung. Iya, jelas, Hyemi penasaran. Hyemi khawatir. Dia ingin masalah Kyuhyun cepat selesai dan pria itu bisa aman bersamanya. Dia tidak suka melihat kekasihnya terluka.


Tapi, sepertinya rencananya gagal. Hyemi tidak melihat ada Yesung di ruang tengah. Hanya ada Siwon yang duduk bersandar menonton TV, dokter Park di sampingnya yang sedang mengganti perban pasiennya, dan Kyuhyun yang sedang menatap lembut ke arahnya.


Ah.. tatapan yang sangat Hyemi suka.


Hyemi melanjutkan langkahnya menghampiri Kyuhyun, menerima uluran tangan pria itu dan duduk di hadapannya. “Selamat pagi.”


“Pagi,” jawab Kyuhyun sambil menunjuk pipi kanannya, meminta jatah.


Hyemi yang mengerti Kyuhyun tidak bisa menggerakkan badannya, langsung mengecup cepat pipi kanan pria itu. “Dimana Yesung Oppa?”


“Ah, sudah pergi ke kantornya tadi.” Bukan Kyuhyun, tapi Siwon yang menyahut di belakang sana.


“Masalah kemarin—”


“Tidak perlu dipikirkan,” Kyuhyun memotong ucapan Hyemi dengan cepat, dengan kedua tangan yang sudah sibuk menggenggam tangan gadis itu. “Yesung sedang berusaha menyelesaikannya untukku.”


Hyemi merengut, “Tapi tetap saja hidupmu selalu dalam bahaya. Benar ‘kan?”


“Kau mencemaskanku? Segitu cintanya padaku huh?” goda Kyuhyun sambil tersenyum angkuh, membuat Hyemi membalasnya dengan tatapan pura-pura jijik.


Mereka tidak tahu, di belakang sana Siwon dan dokter Park memandang jijik juga pada Kyuhyun. Kedua pria itu sudah lama mengenal Kyuhyun, terutama Siwon, dia tahu Kyuhyun sebelumnya tidak pernah seperti ini. Hanya tahu banyak wanita untuk bersenang-senang di ranjang saja. Tidak pernah sengaja menggoda dengan nada bicara seperti itu.


“Sudah selesai, Tuan Marcus.” Ujar dokter Park sambil bangkit dari duduknya, merapikan barang-barangnya dan membiarkan beberapa perban beserta obat cair lainnya tetap di atas meja. “Besok saya sudah berangkat ke Jepang, jangan lupa untuk rutin mengganti perban anda, Tuan.”


Hyemi yang sedang membantu Kyuhyun memakai kemeja hitam lengan panjangnya berkata, “Tapi luka Kyuhyun belum sembuh, dokter.”


“Tidak apa, ini memang tanggalnya dokter Park untuk pulang ke rumah orangtuanya.” Jelas Kyuhyun yang kini sudah berdiri dan memasukkan kemejanya ke dalam celana, membuat Hyemi langsung menunduk malu.


Setelah itu, Hyemi kembali membantu Kyuhyun memakai jasnya. Pria itu terlihat berkali lipat lebih keren dibalut setelan jas serba hitam. Terlebih rambut tebalnya juga ditata rapi ke belakang, sedikit menunjukkan kening indahnya.


“Ah, tunggu,” Kyuhyun menahan lengan Hyemi saat mereka sudah bersiap pergi meninggalkan Penthouse, “Kau mau kuliah dimana? Mau ambil jurusan apa?”


Hyemi memiringkan kepalanya, pertanyaan ini terlalu mendadak. Bahkan dia sendiri lupa dia belum mengurus kuliahnya. Tapi, melihat Kyuhyun di depannya, membuat mulutnya reflek menjawab, “Aku ingin ambil jurusan kedokteran.”


“Benarkah?”


“Ya.”


Lalu, Kyuhyun menoleh ke belakang. Tepatnya ke arah Siwon yang juga sedang melihatnya. “Seoul National University jurusan kedokteran. Urus administrasinya.”


“Yes, Sir.” Jawab Siwon dengan gaya ala tentara.


“Kyuhyun, kau serius? Kampus itu terlalu bagus, aku tidak yakin bisa lulus ujian masuk kesana.” Hyemi terlihat panik sekaligus terkejut.


Kyuhyun merangkul bahu Hyemi dan kembali melanjutkan langkah mereka keluar dari Penthouse, “Kau tidak yakin, tapi aku yakin. Lagipula, selama ini kau selalu ranking 1 bukan?”


“Kau tahu?” Hyemi balik bertanya dengan wajah polosnya.


“Cih, tentu saja. Kau yang sepintar itu kenapa tidak pernah memberitahuku huh?” Kyuhyun masih merangkul hangat bahu Hyemi meskipun mereka sudah berada di dalam lift.


Hyemi tersenyum kecil, “Kupikir itu bukan hal yang penting.”


“Apapun tentangmu menjadi hal penting bagiku. Ceritakan padaku apapun yang kau alami mulai sekarang. Mengerti?” titah Kyuhyun membuat senyuman Hyemi semakin lebar sebelum akhirnya gadis itu memeluk tubuhnya.


“Ya. Terima kasih, Kyuhyun.” Gumam Hyemi pelan.


Dalam hati, Hyemi bersyukur. Dia terharu dengan kata-kata ‘apapun tentangmu menjadi hal penting bagiku’. Ucapan itu jelas menunjukkan Kyuhyun sangat peduli padanya. Pria itu benar-benar tulus mencintainya.


Saat lift sudah sampai di basement dan pintunya terbuka, Hyemi segera melepaskan pelukannya. Mereka melangkah keluar menuju mobil Kyuhyun yang terparkir tidak jauh dari sana.


“Tapi, sebenarnya kita akan pergi kemana sekarang?” tanya Hyemi saat Kyuhyun membukakan pintu mobil untuknya.


“Sarapan bersama,” jawab Kyuhyun.


Hyemi menganggukkan kepalanya. Pikirnya, mungkin mereka akan sarapan bersama di sebuah restoran. Hyemi tidak penasaran lagi dan tenang-tenang saja selama perjalanan.


Namun saat mereka sudah sampai di depan sebuah bangunan, barulah raut wajah Hyemi kembali bingung. Terlebih Kyuhyun langsung keluar dan membukakan pintu untuknya dengan senyuman menawan, terlihat tenang dan seperti menunjukkan bahwa mereka tidak salah tempat.


Hyemi turun dari mobil dengan langkah ragu, “Kita sarapan… disini?”


Kyuhyun menutup pintu mobil dan membiarkan seorang penjaga memarkirkan mobilnya, “Ya, disini.”


“Apa maksudmu? Apa yang kau rencanakan?” suara Hyemi terdengar pelan.


Kyuhyun tahu, Hyemi pasti terkejut karena tiba-tiba di bawa ke tempat ini. Tapi, demi apapun, seminggu berpisah dari gadisnya itu membuat Kyuhyun tidak bisa menahan diri. Dia merasa harus mempercepat pertemuan ini.


Kyuhyun menggenggam lembut kedua tangan Hyemi, “Kau ingat? Waktu itu, aku pernah bilang padamu bahwa aku akan membereskan semuanya 'kan? Sebenarnya, itu bukan hanya tentang Changmin, tapi sampai rintangan disini pun aku akan membereskannya. Anggap saja ini bukti bahwa aku serius denganmu.”


“Tapi…”


“Tenang saja, Hyemi. Kau bisa tetap melanjutkan pendidikanmu. Sarapan bersama ini hanya untuk memberitahunya saja.”


Hyemi terdiam sejenak, menatap lama kedua mata Kyuhyun yang hanya memancarkan ketulusan padanya.


“Baiklah,” ujar Hyemi, akhirnya.


Kyuhyun mengecup kedua punggung tangan Hyemi, lalu merangkul gadis itu dan berjalan bersama memasuki bangunan di hadapan mereka.


Skyz Night.


To be continue…


Mendekati ending, menurut kalian bakal kayak gimana akhirnya?


Happy ending? Atau, sad ending?


Sad ending aja kali yak kkkkk~