Time with You

Time with You
You...



Kyuhyun masuk ke dalam mobil yang sudah Siwon bukakan pintu belakangnya, lalu supir pribadi Kyuhyun itu juga segera masuk dan duduk di bangku pengemudi.



Kyuhyun mengecek email di ponselnya saat mobil sudah melaju, melihat beberapa pesan masuk yang rata-rata berisi sebuah laporan untuknya. Ya, tentu saja itu mengenai uang. Apa lagi?



"Go home?" tanya Siwon sambil melirik Kyuhyun dari kaca spion di atas kepalanya.



"Hm. Yesung bilang Hyemi sudah membeli beberapa makanan." Jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel di tangannya.



"Benar, Hyemi. Kenapa kau melarangku mengantar-jemput Hyemi, tapi Yesung boleh?"



"Terserah padaku."



"Kau menyukainya?"



Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya menatap Siwon, "Yang benar saja, kau tahu seleraku itu sekelas Hyorin."



"Cih, dasar. Lalu kenapa kau membawanya pulang dan membiarkan 5 Juta Dollar-mu melayang begitu saja?"



"Hmm.. Entah. Hanya merasa bocah SMA itu lebih menarik dari uang. Kau tahu, sudah lama aku tidak 'bermain' dengan bocah."



Siwon terdiam sejenak, seketika teringat dengan Changmin. "Kau sudah berjanji tidak akan menyentuhnya."



"Ah, itu? Aku tidak akan menyentuhnya, tapi kalau gadis itu sendiri yang menyerahkan diri, kau pikir akan kutolak?" balas Kyuhyun sebelum terkekeh pelan.



-o0o-



Kyuhyun tersenyum kecil pada Hyemi, "Berkencanlah denganku."



Deg.



Lagi, jantung Hyemi berulah. Bukan berdebar tak menentu, namun kali ini justru nyaris tak berdetak. Terlalu mendadak. Hyemi sangat terkejut dengan ajakan Kyuhyun.



Berkencan? Dengan rentenir yang membelinya?



Demi apapun, Hyemi sama sekali tidak merasa senang setitik pun itu. Walaupun dia sempat terbuai dengan ciuman Kyuhyun, walaupun seumur hidupnya dia tak pernah berkencan, namun dia sadar ini bukanlah hal yang benar. Dia tidak bisa berkencan dengan Kyuhyun. Toh niat awalnya bersikap baik pada pria itu hanya untuk menghindar agar tidak diambil paksa harta berharganya. Iya, tidak bisa. Itu tidak boleh terjadi.



Hyemi merasa, dia harus bisa menjaga dirinya baik-baik sampai Changmin datang menjemputnya. Dia tidak mau kakak tirinya kecewa padanya. Sudah cukup pertengkaran mereka karena keluarga, jangan ditambah dia yang berhubungan dengan rentenir ini.



Ya Tuhan... apa yang harus kukatakan untuk menolaknya??? Ujar Hyemi dalam hati.



"Tidak mau?" tanya Kyuhyun karena Hyemi hanya diam.



"Maafkan aku, Cho-"



"Ahh aku jadi ingin berbuat sesuatu yang buruk kalau ditolak begini," sela Kyuhyun cepat.



Hyemi langsung menggelengkan kepala, menggenggam tangan Kyuhyun yang berada di pipinya. "Tidak! Jangan! Aku mau!"



"Bagus," gumam Kyuhyun dengan senang, senyuman manis tidak luntur sedikitpun dari bibirnya. Lalu Kyuhyun mengecup puncak kepala Hyemi, "Baiklah, sekarang waktunya tidur. Aku senang akhirnya kita berkencan."



Itu karena kau yang memaksa! Sahut Hyemi.



Rencananya gagal.



Iya, seharusnya Hyemi bisa mengulur waktu untuk mencari aman dengan cara menjaga jarak. Namun, tak disangka akhirnya dia malah jatuh dalam genggaman pria itu. Kalau tahu begini, demi Tuhan Hyemi tidak akan bersikap pura-pura baik dari awal. Harusnya dia tetap memberontak saja tadi!



Benar-benar sial hari ini!



Hyemi bersiap untuk tidur di ranjangnya saat Kyuhyun menggeser duduknya, memberinya ruang untuk berbaring. Dan saat dia sudah berbaring nyaman di bawah selimut, betapa terkejutnya dia karena Kyuhyun tidak pergi, pria itu justru ikut masuk ke dalam selimut dan tidur menyamping menghadap ke arahnya. Oh, jangan bilang...



"Kau tidur disini?" tanya Hyemi disertai tatapan tajam.



Kyuhyun mengangguk, "Tentu saja."



"Astaga, kau..." Hyemi tak bisa melanjutkan ucapannya, membuat dia akhirnya memilih untuk mengalah dan memakai opsi lain untuk istirahat malam ini, "Aku akan tidur di lantai ba-"



"Hei!" sentak Kyuhyun sambil menahan tubuh Hyemi agar tetap berbaring di tempatnya.



"Jangan begini, Cho Kyuhyun! Walaupun aku sudah menjadi kekasihmu tapi aku tidak mau 'tidur' denganmu! Bukankah sepasang kekasih harus saling menghargai?!" Hyemi balas menyentak sambil memukul tangan kanan Kyuhyun yang melintang di atas dadanya.



"Woah apa yang kau pikirkan, bocah?" senyum usil Kyuhyun muncul, dia menyanggah kepalanya dengan tangan kiri agar bisa melihat seluruh wajah Hyemi yang merona.



Ah menggemaskan sekali, pikir Kyuhyun.



"Ka-kau tahu maksudku!" ujar Hyemi bercampur kesal dan malu.



"Tidak, apa maksudmu?"



"Aish lupakan! Aku mengantuk, jadi kau cepat pergilah! A-aku tidak bisa tidur jika ada orang lain.."



"Aku bukan orang lain, aku kekasihmu, Hyemi."



Muak sekali Hyemi mendengarnya, membuat matanya reflek menatap kesal pada Kyuhyun. "Kumohon, Cho Kyuhyun. Aku mengantuk!"



Kyuhyun tertawa, nyaris terbahak melihat tingkah kekasihnya yang masih bocah ini. Namun tetap saja pria itu tidak beranjak dari tempatnya, malah memeluk Hyemi dari samping dan memberikan kecupan-kecupan kecil di puncak kepala gadis itu setelah puas tertawa.



"Tidurlah. Benar-benar tidur, Hyemi." Bisik Kyuhyun semakin mendekap Hyemi lembut, berharap gadis itu akan merasa nyaman bersandar di dada bidangnya.



-30 menit kemudian-



Secara perlahan, Kyuhyun melonggarkan pelukannya pada Hyemi. Lalu sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat Hyemi yang hanya diam sejak tadi.



Kyuhyun tersenyum kecil, "Jadi, begini yang dibilang tidak bisa tidur jika ada orang lain huh?"



Ya, Hyemi sudah tidur. Gadis kecil yang suka melawan Kyuhyun itu kini sudah terlelap dengan tenang. Nafasnya berhembus teratur dengan wajah tidur yang sangat polos. Terlihat seperti anak kecil. Kyuhyun tak bisa berhenti tersenyum melihat wajah cantik gadis itu.



Jujur saja, Hyemi terlalu cantik untuk ukuran anak sekolah. Membuat Kyuhyun terkadang lupa diri karenanya.



"Mmmh.." Hyemi menggeliat pelan, meringkuk ke arah Kyuhyun yang diterima dengan senang hati oleh pria itu.



Kyuhyun memeluk Hyemi sambil mengusap-usap punggung gadis itu, "Jadi aku yang tidak bisa tidur."



-o0o-



"Hyung, bukan hanya aku 'kan yang melihatnya?" bisik Siwon sambil menyenggol lengan Yesung yang duduk di sampingnya.



"Eo, aku juga lihat." Yesung balas berbisik.



"Apa mereka melakukannya?"



"Sepertinya tidak, buktinya gadis itu tidak terlihat sakit saat berjalan."



"Ah, benar."



"Tapi lihat, Siwon, bukankah itu terlalu banyak?"



"Lots and clear."



"Rentenir itu menang banyak."



"Selesai!" seru Hyemi tiba-tiba, membuat Yesung dan Siwon terlonjak kaget karenanya. Hyemi tersenyum cerah pada dua lelaki yang sejak tadi duduk manis di meja makan melihatnya memasak, "Aku mau mandi dulu dan bersiap sekolah, kalau Oppadeul mau makan lebih dulu makan saja."



Siwon ikut tersenyum melihat sarapan yang Hyemi hidangkan, "Terima kasih, Hyemi."



"Kau akan sekolah?" tanya Yesung yang dijawab anggukan kecil oleh Hyemi, "Bukankah sebaiknya kau izin saja?"



"Kenapa begitu?" Hyemi balik bertanya dengan raut wajahnya yang bingung.



"Sudah, nanti kau terlambat, Hyemi. Cepatlah mandi dan kita sarapan bersama." Sela Siwon sedetik sebelum Yesung menjawab, membuat Hyemi memiringkan kepalanya sambil berpikir keras.



Namun, Hyemi akhirnya hanya kembali menganggukkan kepalanya sebelum berbalik pergi. Menaiki tangga dan bergegas menuju kamarnya. Ya, kamar Kyuhyun yang dia tempati sejak tinggal disini.



Hyemi masuk ke kamarnya dan mendengus kesal karena Kyuhyun sudah tidak ada di ranjang. Yang berarti pria itu sudah bangun dan sedang berada di kamar mandi di sudut kamar ini, membuat Hyemi harus menunggu pria itu. Menyebalkan.



Hyemi mengambil seragam sekolah dari lemari kayu yang sangat besar, menaruh pakaian satu stel itu di atas ranjang untuk dia kenakan nanti. Dan saat Hyemi ingin kembali berjalan ke lemari besar itu untuk mengambil jaket, tiba-tiba sebuah ponsel di atas nakas berbunyi. Ada pesan masuk. Hyemi mengurungkan niat awalnya dan melihat layarnya yang menyala.



[Kim Heechul]


Anak buah Min Jihyun belum siuman.



Min Jihyun? Eomma?



Hyemi langsung menyambar ponsel itu dan membuka pesan masuknya. Beruntung ponsel ini tidak dikunci dengan kata sandi apapun, membuat Hyemi bisa langsung melihat riwayat perpesanan itu. Dan kini berbagai pertanyaan muncul dalam kepalanya.



Dari sekian banyak pertanyaan yang bersarang di kepalanya, satu hal yang paling menyita perhatian Hyemi. Anak buah ibunya yang mana yang dihajar sampai belum siuman?



"Apa yang kau lakukan?" Hyemi reflek membalikkan badannya mendengar suara Kyuhyun, dilihatnya pria itu sudah segar sehabis mandi dalam keadaan topless. Hanya handuk putih yang bertengger di pinggangnya.



Hyemi tak sempat terpesona dengan tubuh kekar Kyuhyun, dia justru terlihat sangat serius sambil menunjukkan perpesanan di ponsel yang dia pegang. Ya, itu adalah ponsel Kyuhyun. "Apa maksudnya semua ini? Siapa yang kau celakai? Apa Eomma masih ada hutang lain padamu?"



"Bukan Min Jihyun, tapi anak buahnya." Jawab Kyuhyun sambil berniat mengambil ponselnya dari Hyemi, namun gadis itu menghindari tangannya.



"Siapa?"



"Kau tahu. Mantan pengawalmu."



"Apa?!" mata Hyemi membulat karena syok, dugaannya benar. Donghae dan Eunhyuk. "Apa yang kau lakukan?! Apa salah mereka?! Aku sudah disini bersamamu, kenapa kau masih mengganggu mereka?! Jawab aku, Cho Kyuhyun!"



Hyemi menggenggam erat ponsel Kyuhyun, menatap penuh kebencian sambil menunggu jawaban dari pria itu. Namun, nihil. Tak satu kata pun yang pria itu ucapkan, hanya pandangan matanya yang tak lepas membalas tatapan Hyemi.



Akhirnya, Hyemi memutuskan untuk pergi. Dengan cepat dia mengambil jaket dari lemari dan menyambar dompet serta ponselnya yang ada di meja rias. Ya, dia juga membawa ponsel Kyuhyun bersamanya. Dia membutuhkan benda itu untuk mengetahui dimana Donghae dan Eunhyuk dirawat.



"Hyemi, kau mau kemana?" tanya Yesung sambil menghadang Hyemi yang berlarian turun dari lantai atas.



Hyemi hanya sendiri, tidak ada drama Kyuhyun yang mengejar di belakangnya.



"Kau menangis? Ada apa?" Sambung Siwon yang berdiri di samping Yesung.



Hyemi mengusap kedua pipinya yang entah sejak kapan sudah basah karena air mata, "Tanyakan saja pada Cho Kyuhyun sialan itu. Aku pergi."



Lalu, Hyemi melanjutkan langkahnya. Tidak peduli dengan Yesung dan Siwon yang beberapa kali memanggil namanya. Terserah. Hyemi tidak ada waktu untuk menjelaskan semuanya. Yang terpenting dia harus segera menemui Donghae dan Eunhyuk, dua mantan pengawalnya. Dua lelaki yang sebelumnya selalu menjaga dan melindungi Hyemi layaknya seorang kakak.



Hyemi tidak bisa membiarkan sesuatu yang lebih dari ini menimpa dua lelaki kesayangannya itu. Tidak, atau Hyemi akan benar-benar marah pada Kyuhyun.



Berbekal informasi dari perpesanan Kyuhyun dengan seseorang bernama Kim Heechul, akhirnya Hyemi bisa sampai di tempat tujuannya dengan cepat. Dia bahkan sudah berdiri di depan pintu sebuah kamar rawat inap dimana Donghae dan Eunhyuk terbaring di dalamnya.



Ya, Hyemi ingin segera masuk. Ingin cepat-cepat melihat bagaimana kondisi kedua lelaki itu. Namun sialan sekali karena kedua kakinya sedikit bergetar. Dia terlalu takut hingga tidak bisa berjalan. Dan saat dia memaksakan diri untuk melangkah, justru kakinya terasa semakin lemas dan membuat tubuhnya limbung.



Hyemi hampir jatuh. Hampir.



Kalau saja kedua tangan yang kokoh itu tak cepat menahan tubuhnya, mungkin saat ini Hyemi sudah jatuh terduduk di lantai.



"Yesung Oppa.." gumam Hyemi saat melihat siapa orang yang sudah membantunya.



"Aku bisa mengantarmu, kenapa kau harus pergi sendiri huh?" ujar Yesung marah. Ah, tidak. Tidak benar-benar marah, pria itu sebenarnya hanya sedikit lelah karena harus mengejar Hyemi tadi.



Hyemi tak menjawab, dia hanya melanjutkan langkahnya memasuki kamar rawat inap itu sambil berpegangan pada lengan Yesung. Dan saat sudah masuk, matanya membulat melihat Donghae dan Eunhyuk terbaring di ranjang yang berbeda dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Wajah tampan kedua pria itu penuh luka dan memar, hampir seluruh tubuhnya juga penuh dengan perban. Terutama Eunhyuk, sepertinya pria itu yang paling menderita, suara nafasnya terdengar berat dan tidak stabil.



Mata Hyemi memerah sebelum detik selanjutnya air mata mengalir bebas, membasahi kedua pipinya disertai isakan pilu. Rasanya sakit sekali melihat orang yang dia sayang harus menderita seperti ini.



Hyemi menghampiri Donghae dan Eunhyuk, berdiri di antara kedua ranjang yang ada disana. "D-Donghae Oppa.. Eunhyuk Oppa.."



"Hyemi," Yesung menghampiri, mencoba menenangkan Hyemi dengan menepuk-nepuk bahunya pelan. Namun, tangisan Hyemi justru semakin menjadi.



"Hiks.. Oppadeul, bangun.. Jangan seperti ini.. Hikss kalian kuat, ayolah bangun.." lirih Hyemi sambil menangis, meraung-raung sambil menggenggam tangan Donghae dan Eunhyuk yang bebas dari selang infus.



Yesung masih terus berusaha menenangkan Hyemi, walaupun beberapa kali pria itu juga menatap langit-langit agar air matanya tidak jatuh. Ya, dia tak kuasa menahan kesedihannya melihat Hyemi sampai menangis seperti ini. Tega sekali orang yang sudah membuat bocah SMA ini menangis.



Diam-diam Yesung menoleh ke belakang, tepatnya ke arah pintu kamar dimana Kyuhyun terlihat menonton semuanya dari luar sana. Pria itu, pria yang tega membuat Hyemi menangis, sebenarnya sejak awal sudah berada disana. Pria dengan setelan jeans dan kemeja hitam itu datang bersama Yesung, dia melihat sendiri bagaimana Hyemi berlarian saat sampai di rumah sakit ini, ketakutan saat ingin memasuki kamar, dan kini menangis meraung-raung memanggil nama mantan pengawalnya. Dan bodohnya dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia hanya bisa diam menonton dan membiarkan Yesung yang menghampiri gadis itu, menenangkannya.



"Tuan Marcus, maafkan saya." Suara itu menarik perhatian Kyuhyun, membuat pria itu menoleh dan melihat Kim Heechul sudah berdiri di dekatnya sambil menunduk.



"Kemasi barang-barangmu, kembali ke Cina." Kata Kyuhyun yang membuat Kim Heechul langsung menatapnya terkejut.



"Tuan Marcus..."



"Hubungi Siwon untuk mengurus bayaranmu." Kyuhyun terlihat acuh tak acuh walaupun wajah Kim Heechul memelas minta dikasihani, "Ah, bawa pergi juga semua orang-orangmu. Kalian memuakkan. Kalian mengacaukan rencanaku."



Tiba-tiba Kim Heechul berlutut, menggosok-gosok kedua telapak tangannya walaupun Kyuhyun masih saja menatapnya datar. "Tuan Marcus, maafkan saya. Saya bersalah. Saya tidak tahu anak Min Jihyun yang menerima pesan itu. Kalau Tuan memecat saya seperti ini, saya bisa dapat uang dari mana lagi. Saya masih butuh banyak uang untuk pengobatan anak saya di Cina."



"Siwon yang akan mengurusnya. Cepat pergi sebelum aku menghajarmu, Kim Heechul." Geram Kyuhyun yang membuat nyali Kim Heechul semakin menciut.



Kim Heechul tidak tahu dia harus merasa senang atau sedih. Yang jelas, dibuang oleh Kyuhyun pasti akan membuatnya jatuh miskin seketika. Kembali ke titik awal. Tidak akan ada lagi jutaan uang yang mengalir seperti air ke rekeningnya.



-o0o-



Yesung menunjuk jam tangannya yang terlihat sudah pukul 10 malam lewat 23 menit, "Kyuhyun, sudah semalam ini. Apa kau akan diam saja?"



"Aku tidak tahu." Jawab Kyuhyun yang duduk di depan Yesung, matanya menatap secangkir kopi di tangannya dengan pandangan menerawang.



Saat ini Kyuhyun dan Yesung sedang berada di kantin rumah sakit, tidak pergi kemana pun karena Hyemi juga masih bersikeras ingin menunggui Donghae dan Eunhyuk. Dan Kyuhyun masih belum menemui Hyemi, gadis itu masih tidak tahu dia ada disini mencemaskannya. Sejak pagi Kyuhyun hanya meminta Yesung agar membawakan makanan untuk kekasihnya itu. Namun, sampai malam tiba pun Hyemi tidak mau makan sama sekali. Membuat Yesung harus bolak-balik menemui Kyuhyun di kantin untuk melapor. Ya, tidak bisa lewat telepon karena ponsel Kyuhyun masih ada di tangan Hyemi.



"Ayolah, Kyuhyun, bujuk Hyemi untuk makan. Dia sama sekali tidak mau mendengarku." Untuk ke sekian kalinya Yesung mengatakan hal itu.



Kyuhyun menghela nafas, "Apalagi aku. Hyemi lebih tidak mau mendengarku."



"Tapi kau bisa memaksanya! Cepatlah temui dia, bodoh!"



"Aku tidak tahu mantan pengawalnya seberharga itu, dan aku sudah membuat mereka menderita hingga Hyemi menangis. Baru kemarin kami mulai berkencan dan hari ini aku sudah membuatnya menangis. Hyemi pasti tidak mau bertemu denganku." Racau Kyuhyun yang seakan kehilangan setengah nyawanya.



Dan Yesung yang mendengar hal itu merasa sedikit terkejut, apa aku tidak salah dengar? Mereka berkencan?



"Kalau begitu, pulanglah." Celetuk Siwon yang baru datang dan duduk di samping Yesung, membuat Kyuhyun mengangkat pandangannya. "Biar aku saja yang membujuk Hyemi untuk makan. You just have to go, Bro."




"Sudah selesai. Heechul Hyung sudah terbang ke Cina bersama orang-orangnya beberapa jam lalu, aku juga sudah mengurus biaya pengobatan anaknya agar ditanggung atas nama Marcus Cho."



Kyuhyun berdiri sebelum memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, "Kalau begitu kau yang seharusnya pulang. Pergi sana. Tidak perlu repot-repot ingin mengurus kekasihku."



Woah aku tidak salah dengar. Gumam Yesung dalam hati.



Sedangkan Siwon hanya tersenyum puas setelah Kyuhyun berlalu pergi, misinya berhasil. Ya, Siwon sudah tahu belakangan ini Kyuhyun sering menjauhinya dari Hyemi karena pria itu cemburu, maka dari itu Siwon menggunakan kesempatan ini untuk menyadarkan temannya itu. Berpura-pura ingin membujuk Hyemi makan agar Kyuhyun sendiri yang melakukannya. Siwon tidak tega melihat semua pesan Yesung yang mengatakan bahwa pria itu lelah bolak-balik menemui Hyemi dan Kyuhyun di lantai yang berbeda.



Dan saat ini Kyuhyun sudah berada di kamar rawat inap Donghae dan Eunhyuk, Hyemi menyambutnya dengan sangat dingin. Hanya memandang sekilas lalu membuang muka.



Kyuhyun mendekat dan berdiri di samping Hyemi yang duduk di sebuah kursi di samping ranjang, matanya menatap rindu leher indah gadis itu yang terekspos jelas karena rambut panjangnya dikuncir. Tidak, bukan maksud Kyuhyun ingin melakukan sesuatu pada leher gadis itu. Hanya saja beberapa tanda merah yang memang sudah ada disana membuatnya teringat kebersamaan mereka kemarin malam. Mereka tidur seranjang dan Kyuhyun menikmati kejahilan yang dia lakukan saat Hyemi terlelap. Namun, hal itu terasa sudah lama sekali karena Hyemi bersikap dingin padanya.



"Kau belum makan. Kau bisa sakit nanti." Kata Kyuhyun dengan suara pelan.



"Bagaimana aku bisa makan kalau Oppadeul saja menderita seperti ini?" Balas Hyemi tanpa menatap lawan bicaranya, "Mereka itu orang baik, mereka itu orang yang sudah menjagaku disaat Eomma sama sekali tak peduli padaku. Kenapa kau jahat sekali sampai membuat mereka seperti ini?"



Kyuhyun memejamkan matanya sejenak, "Mereka ingin mengambilmu dariku, tentu saja aku tidak bisa tinggal diam. Kau milikku."



"Kau tinggal mengatakan hal itu pada mereka, tidak perlu memakai kekerasan. Apa kau seorang gangster, Cho Kyuhyun?"



"Gangster?" Kyuhyun tersinggung, "Jaga ucapanmu, Hyemi."



"Itu memang benar, kau bersikap sangat kasar dan tak berperasaan menghajar orang sampai seperti ini. Apa namanya kalau bukan gangster?" kali ini Hyemi berkata sambil menatap tajam pada Kyuhyun.



"Kau..."



"Apa? Tidak terima? Ingin menghajarku juga, Tuan Mar-"



"Sialan!" umpat Kyuhyun sedetik sebelum membungkukkan badannya, lalu menahan tengkuk Hyemi dan melumat cepat bibir gadis itu. Bibir manis sialan yang selalu menantang dirinya.



Hyemi yang terkejut dengan tingkah Kyuhyun segera menahan dada pria itu, mendorongnya keras walaupun itu tak berpengaruh apapun. Justru Kyuhyun semakin memperdalam ciumannya. Dan saat Hyemi mengerahkan semua tenaganya hingga berhasil melepaskan diri dari Kyuhyun, dia langsung berdiri dan...



PLAK!!



Hyemi menampar pria itu.



"Demi Tuhan, aku sangat membencimu, Cho Kyuhyun." Desis Hyemi.



Kyuhyun tersenyum samar, mengusap sebelah pipinya yang Hyemi tampar. Sebelumnya, seumur hidupnya, tidak pernah ada seorang wanita pun yang menolaknya, apalagi sampai menamparnya. Dan kini, Hyemi yang notabene kekasihnya justru melakukan hal itu. Kyuhyun merasa ini lucu sekali.



Kyuhyun menatap Hyemi lekat sambil tersenyum, "Kau milikku, aku kekasihmu. Sudah kubilang jangan memanggilku dengan nama Marcus. Dan juga, aku ini hanya seorang rentenir, pertengkaran seperti ini bukan berarti aku seorang gangster. Jangan menyebutku seperti itu."



Diam. Hyemi tak berniat mengatakan apapun.



"Aku paling tidak suka apa yang menjadi milikku diambil oleh orang lain, kuharap kau mengerti itu." Lanjut Kyuhyun sebelum beralih ke meja kecil di dekat ranjang, mengambil sekotak makanan yang Yesung siapkan sebelumnya. Kyuhyun menarik bangku lain ke dekat Hyemi dan duduk disana, lalu dia juga menarik tangan gadis itu agar kembali duduk di tempatnya. "Kita bisa bertengkar lagi nanti. Kau boleh membenciku, menamparku atau memukulku sebanyak yang kau mau nanti. Tapi sekarang, kau harus makan."



Hyemi masih diam. Namun, kali ini Hyemi diam karena merasa bingung dengan Kyuhyun, dia tidak mengerti dengan jalan pikiran pria itu. Bagaimana bisa pria itu malah suka rela memperbolehkan dia membenci, menampar, atau bahkan memukul pria itu lagi nanti? Apa pria itu tidak marah?



"Buka mulutmu," kata Kyuhyun sambil menyodorkan sesendok makanan.



Hyemi patuh, membuka mulutnya dan membiarkan Kyuhyun menyuapinya. Sekali, dua kali, bahkan sampai beberapa sendok setelahnya hingga makanan itu sudah habis setengah, Kyuhyun masih diam. Pria itu tak mengatakan apapun. Bahkan disaat pria itu jelas-jelas tahu Hyemi sedang menatapnya dengan tanda tanya besar.



Hingga akhirnya, keheningan yang menyelimuti mereka pecah oleh suara notifikasi dari ponsel di saku jaket Hyemi. Suara ini sudah Hyemi dengar seharian, dan itu berasal dari ponsel Kyuhyun. Karena itulah dia langsung mengambil ponsel pria itu dari saku jaketnya, bukan ponselnya. Dia melihatnya sekilas, ada pesan masuk, lalu dia kembalikan pada pemiliknya tanpa merasa bersalah sedikitpun.



"Kau sengaja tidak mengunci ponselmu dengan kata sandi?" tanya Hyemi saat Kyuhyun sedang mengecek ponselnya dengan tangan kanan, sedangkan tangannya yang lain sibuk memegangi kotak makanan yang belum habis isinya.



"Maksudmu?" balas Kyuhyun tak mengerti.



"Yah.. Kau sengaja tidak mengunci ponselmu agar aku bisa melihat pesan itu bukan? Agar aku tahu seberapa brutalnya dirimu untuk dilawan?"



"Kenapa aku harus melakukan itu? Apa kau melihat kejadian ini di sebuah film huh?" Kyuhyun justru terlihat bingung sendiri, lalu pria itu menyimpan ponselnya di dalam saku celana sebelum kembali menyuapi Hyemi. Namun, gadis itu menghindar karena sudah kenyang.



Kyuhyun menaruh kembali kotak makan di tangannya ke meja kecil, lalu mengambil sebotol air mineral yang ada disana untuk Hyemi.



Hyemi menerima sebotol air mineral dari Kyuhyun dan meminumnya, lalu dia kembali bertanya, "Kalau begitu kenapa ponselmu tidak kau kunci?"



"Karena tidak ada yang berani membuka ponselku," jelas Kyuhyun yang membuat Hyemi tercengang, "Sebelumnya."



Hyemi tidak bisa berkata apapun, hanya bisa menutup botol air di tangannya sambil menunduk. Membuat Kyuhyun tertawa melihatnya. Lagi, pria itu tidak marah dan malah tertawa. Kyuhyun juga mengacak rambut Hyemi dengan gemas hingga membuat dia bingung untuk ke sekian kalinya.



"Tidak apa-apa, Hyemi. Kekasihku sendiri yang melakukannya, jadi tidak apa-apa." Ujar Kyuhyun dengan santainya.



"Maafkan aku, Cho Kyuhyun." Gumam Hyemi, merasa bersalah.



"Aku juga," Kyuhyun menggapai tangan Hyemi dan menggenggamnya lembut, "Maafkan aku. Maaf sudah membuatmu menangis."



Hyemi mengernyitkan keningnya, "Yesung Oppa memberitahumu?"



Sebelah alis Kyuhyun terangkat, "Aku melihatnya sendiri. Tadi pagi, aku datang bersama Yesung."



"Kenapa tidak langsung menemuiku? Kenapa baru datang sekarang?"



"Entah, aku merasa kau tidak akan mau bertemu denganku tadi."



Grep!



Tiba-tiba Hyemi langsung memeluk Kyuhyun, membuat pria itu sedikit terkejut sebelum akhirnya membalas pelukan Hyemi dengan senang hati. Mendengar semua penjelasan Kyuhyun dan juga melihat sikap pria itu membuat Hyemi berpikir, mungkin... Kyuhyun tidak sejahat seperti apa yang dia bayangkan selama ini.



-o0o-



"Ssttt.. jangan berisik." Bisik Donghae pada seorang perawat yang baru masuk ke ruang inapnya, Eunhyuk yang ada di sampingnya juga memberi isyarat lewat telunjuk kanannya yang dia taruh di depan mulut.



Perawat yang cukup cantik itu berkata maaf tanpa suara, melangkah dengan hati-hati melewati sofa panjang dimana ada Hyemi dan Kyuhyun yang sedang tidur bersama disana. Kyuhyun tidur dalam keadaan duduk sedangkan Hyemi berbaring dengan paha Kyuhyun sebagai bantalnya. Ya, sepasang kekasih itu memutuskan menginap disana karena semalam Hyemi masih keras kepala ingin menunggu mantan pengawalnya sampai siuman.



"Mereka selalu seperti ini?" bisik Eunhyuk sambil memegangi dadanya, terasa sedikit sakit saat sang perawat memeriksanya.



"Semoga saja tidak. Kau tahu, Tuan Marcus itu seperti apa." Jawab Donghae juga sambil berbisik.



"Tapi kita tidak bisa melakukan apapun dalam keadaan begini."



"Kita hubungi saja dia."



"Lagi?" Eunhyuk menoleh menatap Donghae, namun yang ditatap masih fokus memandangi Hyemi di depan sana.



"Tidak ada pilihan lain." Gumam Donghae.



Setelah sang perawat selesai memeriksa keadaan Donghae dan Eunhyuk, wanita itu meninggalkan ruangan. Lalu, barulah Donghae membuka laci kecil di nakas di dekatnya dan mengambil satu dari dua ponsel yang ada disana. Ponsel Eunhyuk. Donghae memberikan ponsel itu pada sang empunya.



Eunhyuk memandang Donghae dengan tatapan kesal, "Kau yang mengusulkan ide untuk menghubungi Changmin, tapi aku yang melakukannya. Sebelumnya juga begini."



"Hei kenapa mengeluh? Kita sepakat melakukan ini demi Nona Hyemi, kau lupa? Hubungi saja, cepat." Balas Donghae yang juga menatap Eunhyuk dengan tatapan yang sama.



Donghae dan Eunhyuk masih terus berdebat, tidak sadar ada seseorang yang memperhatikan mereka dalam diam. Ya, orang itu tak lain adalah Cho Kyuhyun.



Kyuhyun yang sebenarnya tidak tidur dari semalam, kini membuka matanya, menyudahi istirahatnya yang hanya sekedar memejamkan mata. Dia menatap tajam pada kedua orang yang ada di ranjang di depannya. Jangan tanya apa saja yang Kyuhyun dengar, itu sudah jelas semuanya. Dari A sampai Z.



"Astaga!" Eunhyuk tersentak kaget saat melihat Kyuhyun sudah bangun, begitu pun dengan Donghae.



"Dia sudah bangun.." ujar Donghae pelan, terperangah.



Kyuhyun mengusap-usap kepala Hyemi dengan lembut karena gadis itu menggeliat, sepertinya terusik dengan suara Eunhyuk dan Donghae. Lalu Kyuhyun kembali menatap tajam pada dua lelaki di depannya, "Kalian memberitahu Changmin?"



Eunhyuk menggeleng cepat sambil menunjukkan layar ponselnya, "Belum, tidak jadi."



"Kami hanya bercanda." Sambung Donghae. Sama seperti Eunhyuk, dia juga panik.



"Kalian pikir aku bodoh? Kalau aku diam saja, kalian sudah pasti akan memberitahu Changmin. Seperti saat aku membawa Hyemi hari itu." Ujar Kyuhyun yang membuat Donghae dan Eunhyuk semakin terdiam kaku, keduanya menegang.



"Ckckck malangnya..." celetuk Yesung yang baru saja masuk ke ruangan itu, berdiri di dekat Kyuhyun sambil memandang sedih ke arah Donghae dan Eunhyuk. "Kalian bahkan belum sembuh, tapi sudah dibuat ketakutan sepagi ini. Benar-benar malang."



"Apa yang kau lakukan disini?" desis Kyuhyun tajam.



"Menjemput Hyemi, apalagi? Bukankah dia harus sekolah hari ini? Atau biarkan dia bolos lagi?" balas Yesung yang tidak sadar suaranya itu terlalu kencang hingga membuat Hyemi terjaga.



Hyemi mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum mengambil posisi duduk, mencerna ucapan Yesung dengan proses yang lambat sebelum menatap sedih pada Kyuhyun. "Aku tidak mau sekolah. Biarkan aku menunggu disini sampai mereka siuman."



"Mereka sudah sadar," ujar Kyuhyun sambil menunjuk ke depan dengan dagunya.



Hyemi mengikuti arah tunjuk Kyuhyun dan melihat sendiri Donghae dan Eunhyuk sedang duduk bersandar di ranjangnya sambil tersenyum lebar, membuat Hyemi reflek bangun dari duduknya dan langsung menghampiri kedua pria itu. Dia terus menerus mengucap rasa syukur sambil menggenggam tangan Donghae dan Eunhyuk.



Selagi ketiga orang itu sibuk dengan dunianya sendiri, diam-diam Kyuhyun langsung bangkit dan berbisik pada Yesung, "Bagaimana dengan Changmin?"



"Tidak ada masalah, Changmin belum tahu kau memberi banyak 'cupang' di malam kau mengencani Hyemi." Jawab Yesung yang langsung mendapat tatapan membunuh dari Kyuhyun.



"Bukan itu, bodoh!"



Yesung terkekeh pelan, "Aku bercanda. Changmin sibuk bekerja dan mengumpulkan banyak uang, dia tidak tahu apapun yang terjadi disini."



"Siwon?"



"Dia sedang membeli sarapan."



"Tuan Marcus," tiba-tiba suara Donghae menginterupsi, membuat Kyuhyun dan Yesung menoleh padanya.



"Lee Donghae.." gumam Eunhyuk berusaha menghentikan temannya itu.



"Bisa kita bicara bertiga?" tanya Donghae, membuat Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. Bertiga? Siapa saja? "Aku, Eunhyuk, dan kau, Tuan Marcus."



Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Hyemi, menyuruh gadis itu untuk menunggu di luar lewat isyarat matanya. Dan sangat mengejutkan bagi Kyuhyun karena Hyemi langsung menuruti perintahnya. Gadis itu tak melawan sedikitpun dan berjalan keluar dengan tenang, diikuti oleh Yesung di belakangnya. Apa ini karena Donghae yang memintanya? Ck.



Kembali duduk di sofa, Kyuhyun menyilangkan kakinya sambil bersedekap. Menunggu dua lelaki di depannya mulai berbicara. Ah tidak, tepatnya dia menunggu Donghae berbicara karena pria itu yang terlihat jelas benci sekali dengannya.



"Maaf, Tuan-"



"Jangan sakiti Nona Hyemi." Donghae menyela ucapan Eunhyuk dengan cepat, matanya tak goyah membalas tatapan tajam Kyuhyun dengan tatapan beraninya. Namun, setelah itu dia menunduk hormat. "Kumohon."



Eunhyuk yang melihat Donghae sampai seperti itu akhirnya menghela nafas pelan, dia juga ikut menundukkan kepalanya. "Kami mohon. Nona Hyemi sudah banyak menderita sejak kecil, tolong kasihani gadis kecil kami dengan tidak melakukan 'hal itu' padanya."



Kyuhyun mengerti maksud ucapan Donghae dan Eunhyuk? Ya, tentu saja. Kyuhyun sangat paham kemana arah pembicaraan ini karena Eunhyuk mengatakan 'hal itu' sambil menunjuk ke sekitar lehernya.



Apa lagi?



Ini tentang kissmark yang Kyuhyun berikan di leher Hyemi. Mereka pasti melihat tanda itu.



"Tenang saja, setelah hari ini kalian tidak akan melihat hal itu lagi." Kata Kyuhyun yang membuat Donghae dan Eunhyuk langsung menatap ke arahnya. "Karena aku tidak akan membiarkan Hyemi bertemu lagi dengan kalian."



Kyuhyun tersenyum. Senyuman yang kelewat tenang hingga membuat kedua mantan pengawal Hyemi hanya bisa terdiam, saling melemparkan pandangan yang seakan berkata 'bagaimana ini?'.



-o0o-



Hyemi tak berhenti tersenyum. Tidak, tepatnya senyuman itu tak mau hilang dari bibir Hyemi. Kedua sudut bibirnya seakan tak mau turun sama sekali untuk saat ini, sedangkan kedua tangannya juga tak berhenti menyuapi bubur pada Donghae dan Eunhyuk secara bergantian.



Hyemi benar-benar merasa senang saat ini karena Kyuhyun mengizinkannya untuk membolos, membiarkannya menjaga Donghae dan Eunhyuk. Walaupun nanti malam dia akan dijemput pulang, tapi tetap saja dia sangat bersyukur dan senang bisa seharian bersama orang terkasih tanpa diganggu si rentenir itu. Bahkan Yesung dan Siwon juga diperintahkan Kyuhyun untuk menunggu saja di rumah.



"Sudah, Nona. Aku sudah kenyang." Eunhyuk menghindar saat Hyemi menyodorkan sesendok bubur padanya, membuat gadis itu mengalihkan tangannya pada Donghae.



"Aku juga kenyang, Nona." Tolak Donghae sambil menggeleng cepat.



"Aishh kalian itu baru siuman tadi pagi, jadi kalian harus makan yang banyak. Oppadeul harus cepat pulih!" balas Hyemi keras kepala.



Namun, bukannya kembali menolak, Donghae dan Eunhyuk malah saling bertatap-tatapan. Kemudian kembali memandang Hyemi dengan mata mereka yang membulat.



Ada apa?



"Nona, kau memanggil kami apa tadi? Oppadeul?" tanya Donghae yang dijawab anggukkan ragu oleh Hyemi. Gadis itu tidak mengerti kenapa dua lelaki di depannya bersikap aneh begini.



Sedangkan Eunhyuk bertepuk tangan dengan wajah berbinar, "Ini pertama kalinya kau memanggil kami Oppadeul sejak kita bertemu, Nona."



"Maaf," kata Hyemi sambil tersenyum lebar, dia tidak tahu memanggil kedua lelaki itu dengan sebutan Oppa bisa membuat mereka sesenang itu. Sebelumnya, memang Hyemi merasa janggal memanggil mereka dengan sebutan seperti itu karena hubungan mereka bertiga selalu ada batas antara Nona dan Pengawal. Begitulah. Hyemi menaruh mangkuk bubur ke meja sebelum kembali memandang kedua lelaki itu, "Mulai sekarang aku akan memanggil kalian Oppa. Tapi sebagai gantinya, aku punya tiga permintaan. Bolehkah?"



Donghae dan Eunhyuk mengangguk dengan kompak.



"Pertama, jangan panggil aku dengan embel-embel Nona lagi. Oppadeul tahu, aku bukan Nona kalian lagi, aku bukan anak dari bos kalian la-"



"Hyemi," ujar Donghae sambil tersenyum kecil, berusaha menghentikan Hyemi dari mengingat fakta menyakitkan tentang keadaannya.



"Hyemi.. kami suka memanggilmu seperti itu, ini seperti kami mempunyai adik perempuan. Benar kan, Donghae?" kata Eunhyuk yang dijawab anggukkan setuju oleh Donghae.



Hyemi kembali tersenyum mendengarnya, lalu kembali berkata, "Yang kedua, ini mungkin terdengar egois, tapi... aku ingin Oppadeul tetap bekerja bersama Eomma di Skyz Night. Tolong, jaga Eomma untukku."



"Tenang saja, kami memang sudah memutuskan untuk melakukan hal itu." Jawab Donghae.



Eunhyuk mengusap puncak kepala Hyemi dengan sayang, "Lalu, apa permintaanmu yang ketiga?"



Hyemi terdiam sejenak, menatap ragu pada Donghae dan Eunhyuk. Entahlah. Hyemi yakin dua lelaki itu pasti tahu banyak mengenai hal yang ingin dia cari tahu, tapi dia tidak yakin dengan dirinya sendiri. Apa dia siap mendengar penjelasan dua lelaki itu? Apa dia siap menghadapi kenyataan mengerikan yang lainnya?



"Hyemi, kenapa diam?" celetuk Donghae, "Katakan saja. Kami pasti akan melakukannya untukmu."



"Aku ingin..."



Donghae dan Eunhyuk menunggu dengan gemas sekaligus cemas.



"Aku ingin Oppadeul jujur padaku. Kali ini saja, tolong jujur padaku, apa saja yang kalian ketahui tentang Marcus Cho?" akhirnya, Hyemi mengutarakan permintaannya yang ketiga.



Awalnya Donghae dan Eunhyuk hanya saling diam untuk beberapa saat, namun setelah itu mereka menghela nafas panjang sebelum memberitahu Hyemi semuanya. Ya, semua yang mereka tahu tentang siapa itu Marcus Cho.



Dan Hyemi mendengarkan semua penjelasan mereka dengan raut wajah tercengang, tak menyangka. Dalam hati berkata...



Cho Kyuhyun... aku salah besar sempat berpikir kau tidak sebrengsek itu.



To be continue...