Time with You

Time with You
The Reason



"Oppa, tunggu dulu!" seru Hyemi sambil keluar dari mobil Changmin, berlari kecil mengejar sang kakak yang berjalan dengan langkah besar di depan sana.


Iya, Hyemi tahu. Kakaknya itu pasti sedang marah padanya karena dekat-dekat dengan Kyuhyun tadi. Walaupun Changmin tidak tahu apa yang Hyemi lakukan dengan Kyuhyun, tapi tetap saja kakaknya itu sempat melihat tangan Kyuhyun yang menahan tisu di bajunya yang basah. Membuat kakaknya itu memilih untuk langsung membawanya pulang dalam diam.


Percayalah, Hyemi bersyukur dalam hati. Hyemi bersyukur karena Kyuhyun menarik diri di waktu yang tepat tadi. Pikirnya, itu lebih baik. Setidaknya Changmin hanya tahu sebatas itu saja.


Perihal perasaannya pada Kyuhyun, oke, ini sudah jelas. Hyemi akui benteng pertahanan dalam hatinya sudah hancur lebur saat Kyuhyun kembali memanggilnya dengan sebutan 'sayang'. Kini dia sepenuhnya jatuh pada bos rentenir itu.


"Oppa, ayolah, jangan marah." Hyemi memegang lengan Changmin saat mereka sudah berada di dalam lift. "Oppa lihat sendiri tadi, Kyuhyun hanya memberiku tisu. Tidak lebih. Jangan marah eoh?"


Tak ada jawaban. Changmin hanya menghela nafas pelan sambil terus menatap ke depan, membuat Hyemi tak berhenti membujuknya.


"Aish ayolah, Oppa. Jangan mendiami ku seperti ini." pinta Hyemi untuk ke sekian kalinya, berkali-kali mengayun lengan Changmin untuk menarik perhatian pria itu agar mau bicara padanya. Namun, ya, percuma saja.


Bahkan setelah mereka keluar dari lift hingga sudah sampai di apartement studio saja Hyemi masih terus diacuhkan, sang kakak yang kini sudah duduk di sofa panjang masih saja bungkam.


Hyemi yang berdiri di hadapan Changmin merasa bingung bukan main, dia tidak tahu lagi harus bagaimana membujuk sang kakak agar tidak marah padanya. Hyemi baru tahu, sang kakak bisa semerepotkan ini kalau marah.


Hyemi menghela nafas sambil melemaskan kedua bahunya, pura-pura sedih. "Baiklah, maafkan aku. Aku tahu Oppa hanya terlalu khawatir dan terlalu sayang padaku. Tapi, sungguh, kuharap Oppa memarahiku jika memang kau marah. Jangan mendiami aku seperti ini."


Setelah itu Hyemi berjalan melewati Changmin, berniat menghambur ke atas kasur di depan sana dan bersiap untuk pura-pura merajuk. Namun, belum sampai langkah ke tiga setelah melewati Changmin, pria itu berbisik dengan sangat pelan hingga membuat Hyemi menghentikan langkah kakinya.


Hyemi membalikkan badannya pada Changmin yang juga sedang menatap ke arahnya.


"Apa yang Oppa bilang?" tanya Hyemi karena suara Changmin terlalu pelan tadi.


"Aku bilang, aku sudah berjanji akan membahagiakanmu." jawab Changmin dengan senyuman tipis di bibirnya, sorot matanya terlihat menyesal. "Karena itulah aku tidak mau kau terlalu dekat dengan teman-temanku, terutama Kyuhyun."


Tapi...


"Kau tahu, Kyuhyun itu pria yang seperti apa. Bukan maksudku sengaja menjelek-jelekkan temanku sendiri padamu. Tapi, percayalah, kau hanya belum tahu serumit apa masa depanmu jika terus berhubungan dengannya. Aku... hanya ingin kau bahagia."


"Oppa~" seru Hyemi sambil menghambur memeluk Changmin dari samping.


Dia tahu ini salah karena sudah membohongi Changmin yang setulus ini. Dan kalau diingat-ingat, ini kali pertama Hyemi mendengar seseorang begitu khawatir hanya karena ingin dia bahagia di masa depan. Ya Tuhan, bahkan ibu kandungnya sendiri saja belum pernah seperti ini padanya. Tapi, apa yang dia lakukan? Dia justru berbohong dan berpihak pada Kyuhyun, melindungi bos rentenir itu dari kesalahan dan malah berpura-pura di depan Changmin. Astaga, mengingat fakta itu membuat Hyemi banyak meminta maaf dalam hati.


Tapi, mau bagaimana lagi?


Hyemi baru sadar, dia juga menyukai Kyuhyun.


-o0o-


[From: Changmin Oppa]


Hyemi, maaf, aku tidak bisa menjemputmu. Aku masih mengurus beberapa pekerjaan.


Hyemi terdiam beberapa saat setelah membaca pesan itu, menghela nafas pelan, lalu mengetik balasan untuk sang kakak.


[To: Changmin Oppa]


Tidak apa-apa, Oppa. Aku juga masih ada kelas tambahan untuk persiapan ujian. Aku bisa pulang dengan bus nanti.


Terkirim.


Setelah itu Hyemi meletakkan ponselnya ke atas meja, lalu kembali memegang pulpennya dan melanjutkan tugas matematika di buku tulisnya. Namun, dia tidak bisa fokus. Tidak disaat seseorang yang duduk di sampingnya terdengar jelas sedang menahan tawa.


Hyemi menoleh pada orang di sampingnya itu, "Kenapa kau tertawa?"


Orang itu, lelaki berkaos putih yang dibalut setelan jas abu-abu itu, akhirnya melepaskan tawanya. "Hanya saja lucu melihat balasan pesanmu. Kau pandai berbohong."


"Aishhh.." Hyemi terlihat kesal hingga membuat orang itu kembali tertawa.


Namun, ya, sepertinya itu benar saja. Hyemi jadi pandai berbohong, padahal sejak dulu dia benci sekali jika ada yang berbohong padanya. Tapi, kini dia sendiri yang tega membohongi Changmin.


Kelas tambahan? Oh, yang benar saja, Hyemi tidak ada kelas tambahan hari ini. Dia sudah pulang sejam yang lalu dan berakhir mengerjakan tugas di ruangan ini, ruangan milik seseorang yang duduk di sampingnya.


Yup, Cho Kyuhyun.


Pria itu membawa Hyemi ke tempat kerjanya ini. Tempat yang Hyemi pikir menyeramkan, namun nyatanya biasa saja seperti kantor pada umumnya. Walaupun tak bisa dipungkiri gedung 5 lantai ini memang terlihat berbeda di dalamnya, lebih elegan dan terkesan mewah. Ya, ini membuktikan Kyuhyun memanglah seorang kaya raya.


"Kenapa melamun?" tegur Kyuhyun dengan sebelah tangan yang sibuk memainkan rambut tergerai Hyemi.


"Hanya... penasaran." sahut Hyemi ragu, matanya bergerak liar memandangi ruangan bos rentenir ini.


"Tentang?"


"Tentangmu."


Gerakan tangan Kyuhyun berhenti, sebelah alisnya reflek terangkat disertai senyuman geli.


Tuhan yang paling tahu, betapa Kyuhyun bahagia sekali saat ini karena Hyemi penasaran tentang dirinya. Ini membuktikan bahwa Hyemi akhirnya mau menerima Kyuhyun, gadis itu ingin lebih mengenalnya.


Kyuhyun menutup buku tulis Hyemi dan langsung mendekat untuk mengecup bibir gadis itu, "Baiklah, tanyakan apapun."


"Ishh.." Hyemi memukul dada Kyuhyun yang sudah mencuri ciumannya. Terlalu mendadak, Hyemi malu.


"Maaf, aku terlalu merindukanmu." Kyuhyun tertawa kecil melihat wajah merona Hyemi. "Apa yang ingin kau tahu tentangku?"


"Hmm... itu... apa kau benar-benar menyukaiku?" tanya Hyemi dengan jantung yang berdegup cepat, berusaha untuk tidak melepas kontak mata dengan Kyuhyun.


"Tentu saja. Kalau tidak, untuk apa aku sampai repot-repot membohongi Changmin?" balas Kyuhyun dengan nada bicaranya yang santai namun terdengar menyebalkan.


"Kau tidak mempermainkanku?"


"Tidak."


"Sungguh?"


"Ya."


"Baiklah." Hyemi menghela nafas pelan sebelum kembali memandangi buku di depannya.


"Hei," Kyuhyun beralih duduk menghadap Hyemi, memegang kedua bahu gadis itu dan menariknya pelan agar kembali menghadapnya. Kyuhyun menatap lekat mata gadis itu, "Kau meragukanku?"


Seketika mata Hyemi membulat, kepalanya menggeleng cepat sebagai jawaban. Tidak, jelas tidak. Hyemi tidak meragukan Kyuhyun, tidak meragukan perasaan pria itu padanya.


"Bagus. Kau harus percaya padaku. Tidak perlu memikirkan yang terjadi sebelumnya, kau hanya harus tahu aku tidak mau berpisah denganmu, aku tidak mau kehilanganmu." ujar Kyuhyun.


Ya, Hyemi percaya. "Tapi... Changmin Oppa..."


Tok! Tok!


Hyemi dan Kyuhyun sama-sama terdiam dan menengok ke arah pintu di depan mereka.


"Masuk," kata Kyuhyun.


Setelah itu pintu terbuka, seorang pria dengan setelan jas hitam formal masuk dan langsung menunduk hormat pada bosnya. Kyuhyun hanya menatap datar pada anak buahnya itu.


"Tuan Marcus, teman Anda baru saja datang. Sudah Saya persilakan untuk naik." kata seorang anak buah yang langsung membuat bosnya menautkan alis.


"Siapa?" tanya Kyuhyun.


"Tuan Changmin." jawab sang anak buah.


"Shim Changmin?!"


"Changmin Oppa?!"


Kyuhyun dan Hyemi berseru dengan kompaknya. Terkejut, panik, tak menyangka. Namun perasaan itu tidak membuat mereka bodoh. Dengan cepat, Hyemi langsung berlarian ke bawah kolong meja kerja Kyuhyun dan bersembunyi disana. Bukannya tidak ada tempat lain, tapi dari yang Hyemi lihat hanya meja kayu inilah yang paling tertutup dan muat untuk tubuhnya. Sedangkan Kyuhyun langsung merapikan buku dan tas Hyemi sebelum memasukkan benda itu ke laci besar meja kerjanya. Lalu, Kyuhyun langsung menarik bangku kebesarannya dan duduk disana. Membuat Hyemi reflek mencubit kaki pria itu.


Nah, kalau Kyuhyun ini memang sengaja! Padahal dia bisa saja kembali duduk di sofa panjang dan pura-pura sedang bersantai!


Dan anak buah Kyuhyun yang melihat hal itu hanya bisa tercengang. Ingin tertawa juga sebenarnya, namun dia tahan-tahan karena saat ini sang bos besar sudah melotot padanya. Mengusir lewat gerakan kepalanya.


Tepat setelah anak buah Kyuhyun menunduk hormat dan bergegas pergi, saat itulah Changmin datang. Changmin tersenyum ramah pada anak buah Kyuhyun yang juga hormat padanya.


"Hei, kau sibuk?" tanya Changmin setelah mengambil sekaleng bir di kulkas kecil di sudut ruangan.


Kyuhyun yang sedang pura-pura mengecek beberapa berkas, menatap Changmin sekilas. "Tidak bisa melihat huh?"


"Baiklah, lupakan saja kalau kau sibuk. Padahal aku ingin mengajakmu menyiapkan kejutan untuk ulang tahun Hyemi." kata Changmin sebelum meneguk birnya.


"Ulang tahun Hyemi? Kapan?" Kyuhyun bertanya dengan cepat, kali ini dia memberikan perhatian penuh pada Changmin. Ya, karena pasalnya bos rentenir itu memang tidak tahu hari ulang tahun kekasihnya sendiri. Ck.


"Tidak, lupakan saja. Kau sibuk 'kan?"


"Hei, kapan?"


"Mungkin di saat kau sedang sibuk-sibuknya. Lupakan saja."


"Sialan! Aku tidak sibuk!" bentak Kyuhyun, akhirnya.


Changmin tertawa lepas, mendekat ke depan meja kerja Kyuhyun dengan sebelah tangan berada di pinggang. "Hari sabtu."


"Apa rencanamu?" Kyuhyun semakin merapatkan bangkunya ke arah meja hingga kakinya lagi-lagi dicubit di bawah sana.


"Rencanaku, sepulang Hyemi sekolah aku akan membawanya jalan-jalan sebentar, dan saat pulang aku ingin tempatku sudah dihias, dipenuhi balon-balon, dan disiapkan kue ulang tahun untuknya. Karena Yesung dapat tugas pagi dan Siwon sedang ke luar negeri, jadi kau yang harus bantu menyiapkan semuanya di tempatku!" Changmin terdengar riang menjelaskan rencananya. Dia tidak tahu, yang mau diberi kejutan sudah terharu detik ini juga.


Kyuhyun berdecak kesal, "Siwon sudah disini sabtu sore, Yesung juga bisa izin pulang lebih cepat."


"Hei tidak cukup waktunya kalau menunggu mereka, kau saja yang siapkan! Mau atau tidak?"


"Tidak mungkin tidak!"


Changmin tersenyum kecil, lalu menghabiskan birnya dan berlalu pergi sambil berkata, "Baiklah, kalau begitu aku kembali ke restoran! Jangan lupa tugasmu!"


Kyuhyun hanya memutar matanya dengan malas, membiarkan Changmin langsung pergi begitu saja.


Setelah mendengar pintu dibuka dan ditutup kembali, Hyemi menepuk keras kaki Kyuhyun dari bawah kolong meja. Mendorong kedua kaki yang mengangkang ke arahnya tanpa tahu malu!


"Minggir! Aku mau keluar!" lagi, Hyemi memukul kaki Kyuhyun karena pria itu hanya memundurkan kursinya sedikit.


Kyuhyun tertawa kecil melihat Hyemi yang masih terjebak di bawah sana, pemandangan yang entah mengapa membuatnya jadi bergairah. "Tidak mau main dulu?"


"Huh? Main? Apa yang kau bicarakan?" Hyemi tidak mengerti, gadis itu mengernyitkan keningnya disertai tatapan bingung.


"Ayolah, kau tahu." Kyuhyun semakin melebarkan kakinya.


"Tahu apa?" tanya Hyemi yang tidak sadar dengan isyarat tubuh pria di hadapannya itu.


"Mainkan aku," kata Kyuhyun sambil melirik ke bawah, ke arah selangkangannya.


Dan Hyemi yang mengikuti arah pandang Kyuhyun langsung merona seketika, dia langsung mengalihkan pandangannya ke samping. Demi Tuhan, Hyemi tidak tahu tadi! Dia terlalu sibuk mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Kyuhyun hingga tidak sadar sesuatu dibalik celana pria itu sudah menggembung! Benar-benar bos rentenir yang mesum!


Apa-apaan Kyuhyun ini? Ingin menyuruh Hyemi memuaskannya? Bermain oral? Astaga! Yang benar saja!


Hyemi yakin Kyuhyun tahu dia malu sekali saat ini, tapi dengan menyebalkannya pria itu malah tertawa puas. Membuat Hyemi berusaha merangkak kabur saja lewat bawah kaki Kyuhyun. Namun, sialan, pria itu menghalanginya dengan cepat!


"Ishh! Minggir! Aku tidak mau main denganmu!" sambil menunduk, Hyemi berusaha mendorong kaki kanan Kyuhyun yang menghalanginya.


"Kau yakin? Ini menyenangkan, Hyemi." balas Kyuhyun disela tawanya.


"Tidak mau!!!" tegas Hyemi yang kini sudah lolos dari kolong meja. Lalu, dengan cepat mengambil tas sekolahnya yang Kyuhyun simpan di laci besar tadi.


"Hahaha baiklah, baiklah. Aku akan mengatasinya nanti."


"Cih, mengatasinya dengan cara memanggil idol-idol seksi itu maksudmu?"


"Yesung memberitahumu?"


"Apa?" seketika Hyemi menatap Kyuhyun dengan pandangan tidak mengerti yang bercampur kesal. Padahal tadi itu Hyemi hanya asal bicara, tapi kenapa Kyuhyun malah menjawab seperti itu?


Jangan-jangan...


Hyemi menggeser posisi kakinya menghadap Kyuhyun, menatap pria itu dengan kening mengkerut. "Ternyata benar begitu?"


"Tidak, bukan begitu. Hanya saja..."


"Hanya apa? Aku benar-benar sudah menjadi kekasihmu, dan kau masih bermain gila dengan mereka? Tidak bisakah kau sedikit menghargaiku?"


"Tapi ini sebuah kebutuhan. Kau tahu, aku ini pria dewasa yang sehat dan normal."


"Tidak. Kau itu pria brengsek, Marcus Cho." desis Hyemi sebelum berbalik dan melangkah pergi, mengabaikan suara Kyuhyun yang berteriak marah karena dua sebutan yang gadis itu lontarkan.


Brengsek. Dan, Marcus Cho.


-o0o-


Hari sudah malam saat Hyemi baru saja selesai mengikuti kelas tambahan di sekolahnya, kini dia berjalan lesu menuju halte bus di dekat sana. Iya, dia harus pulang naik bus kali ini karena Changmin lagi-lagi tidak bisa menjemputnya. Kakak tirinya itu sibuk sekali belakangan ini. Bahkan saking sibuknya pria itu juga sering pulang larut malam. Hyemi sedikit cemas dengan jam kerja pria itu.


Dan, jangan tanyakan Kyuhyun. Hyemi tidak mau tahu, dia masih marah karena pertengkaran mereka kemarin sore.


Hyemi menolak membaca pesan dan menjawab telepon dari pria itu. Seperti saat ini, walaupun Hyemi tahu ponselnya terus bergetar dan menampilkan nama kontak Kyuhyun, tapi dia mengabaikannya. Hanya dia lirik sesekali.


Terserah. Hyemi malas mendengar suara Kyuhyun kalau hanya ingin menjabarkan berbagai omong kosong. Dia tidak butuh itu. Dia merasa sangat bodoh kalau begitu. Walaupun memang dia belum bisa memenuhi kebutuhan Kyuhyun yang satu itu, tapi…


“Ah menyebalkan sekali..” gumam Hyemi sambil duduk lemas di halte bus yang sepi itu.


Pikiran Hyemi kacau kalau sudah mengingat Kyuhyun. Pria itu terlalu banyak tingkah dalam otaknya.


Saat Hyemi masih menunggu bus datang, salah satu mobil yang lewat di jalanan di depannya berhasil mengalihkan pikiran Hyemi sejenak. Dia melihat mobil itu berlalu dan berkedip cepat beberapa kali.


Mobil polisi. Kata Hyemi dalam hati.


Lalu tanpa berpikir lagi, Hyemi langsung menghentikan taksi yang melintas di depannya. Dia langsung menuju ke tempat tak terduga.


Kantor polisi.


Sebenarnya tempat ini berada lumayan jauh dari sekolah Hyemi, namun gadis itu tetap datang kesana. Dia tetap mendatangi tempat Yesung bekerja. Ada banyak hal yang ingin dia tanyakan dan dia pikir Yesung-lah narasumber terbaik.


Dan saat Hyemi sudah berada di depan kantor polisi itu, Hyemi langsung mengeluarkan ponselnya berniat untuk menelepon Yesung. Namun, tiba-tiba di depan sana dia melihat Yesung sudah keluar lebih dulu sambil berlari kecil… menghampirinya.


Iya, Yesung menghampiri Hyemi.


Yesung sedikit terengah setelah berhenti tepat di depan Hyemi, “Apa yang kau lakukan disini?”


Hyemi menautkan kedua alisnya. Seharusnya itu pertanyaan Hyemi ‘kan? Apa yang Yesung lakukan disini? Kenapa Yesung tiba-tiba keluar dari kantor polisi dan langsung menghampirinya? Dari mana Yesung tahu kalau Hyemi datang?


“Aku—”


“Apa kau berniat melaporkan Kyuhyun?”


“Apa?” Hyemi semakin tidak mengerti, sedikit tersinggung juga dengan tuduhan tak berdasar itu. “Aku memang datang kesini karena Kyuhyun. Tapi bukan untuk melaporkan, aku ingin bertanya tentangnya.”


“Bertanya tentangnya?” Yesung membeo, kali ini raut wajahnya terlihat sama seperti Hyemi.


“Eo, tentang Kyuhyun dan wanita-wanitanya.” Hyemi mengatakannya sambil membuang muka.


Hyemi cemburu. Batin Yesung demikian.


Yesung menghela nafas lega dan tersenyum kecil, menggenggam lembut sebelah tangan Hyemi tanpa peduli pandangan orang lain yang ada disana. “Jujur saja, kau memang bukan wanita pertamanya, tapi aku yakin kau itu wanita terakhirnya. Tenang saja. Apa yang kau cemaskan?”


“Tapi…” sekilas Hyemi menggigit bibir bawahnya karena gugup, “Tapi… Kyuhyun masih suka melakukan ‘itu’ dengan wanita-wanitanya yang lain bukan? Idol-idol seksi itu…”


“Hmm.. memang seksi.”


“Aishh Oppa!” Hyemi menyentak tangan Yesung hingga pegangan tangan mereka lepas.


Yesung tertawa, “Tidak, Hyemi. Kyuhyun tidak pernah begitu lagi sejak bersamamu.”


“Sungguh. Pamannya itu pemilik agensi Ez-M Entertainment, belakangan ini dia hanya kesana untuk berbisnis, tidak pernah bermain lagi.”


Hyemi memicingkan matanya, “Bagaimana kau tahu?”


“Karena idol-idol itu sering bertanya padaku dimana Tuan Marcus mereka, kenapa tidak pernah bermain dengan mereka lagi, begitulah. Kubilang saja Marcus Cho sedang sibuk dengan kekasihnya.” Jelas Yesung yang sedikit menggoda Hyemi diakhir kalimatnya.


Hyemi menunduk malu, menyembunyikan wajah meronanya karena disebut sebagai kekasih Kyuhyun. Kekasih seorang Marcus Cho. Ya Tuhan, jadi inikah yang orang-orang bilang bahwa yang berusaha akan kalah dengan yang dipilih?


Iya, sekarang Hyemi mengerti. Idol-idol yang pernah bersama Kyuhyun memang menggoda, tapi kalau Kyuhyun lebih memilih Hyemi, mereka bisa apa?


“Sudah?” Yesung memiringkan kepalanya.


Hyemi tersenyum kecil yang juga menular pada Yesung, “Boleh tanya satu hal lagi?”


“Tentang apa?”


“Marcus Cho. Kenapa dia tidak suka dipanggil dengan nama itu?”


“Nah, kalau itu aku tidak berhak menjelaskan.” Lalu Yesung memegang kedua bahu Hyemi, menatap gadis itu lekat. “Lebih baik kau tanya sendiri padanya.”


Setelah itu Yesung memutar tubuh Hyemi agar berbalik ke belakang, membuat gadis itu yang awalnya bingung kini langsung membelalakkan matanya kaget.


Marcus Cho yang sedang mereka bicarakan ada disini! Berdiri satu meter di depan Hyemi dengan gayanya yang bossy! Tersenyum miring juga!


Hyemi menatap tajam pada Yesung yang sedang tertawa puas di belakangnya, “Kenapa kau memanggilnya kesini?!”


Seketika Yesung berhenti tertawa, “Aku tidak memanggilnya! Dari awal kau datang, dia sudah mengikutimu di belakang! Bahkan dia juga yang memberitahuku kalau kau datang kesini!”


“Kenapa kau mengikutiku?! Apa kau seorang penguntit huh?!” kali ini Hyemi memarahi Kyuhyun.


Senyum miring Kyuhyun semakin jelas, “Siapa suruh tidak menjawab teleponku?”


Hyemi langsung diam, hanya mulutnya saja yang mengerucut dengan lucunya. Tidak sadar hal itu membuat Kyuhyun gemas bukan main.


“Sudahlah, ayo pergi.” Ajak Kyuhyun sambil merangkul paksa bahu Hyemi, membawa gadis itu pergi dan meninggalkan Yesung yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ya, tidak mungkin Yesung marah ataupun melarang, toh dia sendiri masih harus kembali ke kantornya karena banyak kerjaan.


-o0o-


Walaupun tangannya dihempas oleh Hyemi sampai beberapa kali, tapi akhirnya Kyuhyun berhasil membawa gadis itu masuk ke dalam mobilnya. Duduk manis di sampingnya meski dengan raut cemberut dan kedua tangan yang bersedekap tak mau disentuh. Bahkan sampai Kyuhyun menghentikan mobilnya di taman dekat Sungai Han saja gadis itu masih tetap bergeming.


Demi Tuhan, tingkah Hyemi terlihat menggemaskan sekali bagi Kyuhyun. Bahkan tanpa Hyemi sadar, sebenarnya Kyuhyun sudah senyum-senyum sendiri sejak tadi. Kyuhyun seakan dibuat gila hanya karena tampang lucu gadis itu.


“Masih marah?” tanya Kyuhyun memecah keheningan.


“Tentu saja.” Jawab Hyemi acuh.


“Aku hanya bercanda waktu itu. Belum kujelaskan, tapi kau sudah kabur duluan.” Kini posisi Kyuhyun sudah duduk miring ke arah Hyemi.


Hyemi hanya mendecih mendengar ucapan Kyuhyun.


“Sungguh, Hyemi. Kau dengar sendiri penjelasan Yesung tadi.” Kyuhyun berusaha menggapai tangan Hyemi, namun lagi-lagi ditolak. Akhirnya bos rentenir itu menghela nafas pelan sebelum mengangkat tangan kanannya, “Baiklah, aku mengaku, aku memang melakukannya. Tapi itu sudah lama, dan itu karena aku belum punya siapa-siapa. Sekarang aku sudah punya dirimu, sayang. Aku tidak lagi peduli pada wanita lain selain dirimu.”


Perlahan, Hyemi mulai melirik hingga menolehkan kepalanya mendengar penjelasan itu. Membuat Kyuhyun senang bukan main dibalik wajah seriusnya. Dan saat Hyemi menggapai tangan kanan Kyuhyun yang masih terangkat dan membawanya ke pangkuan gadis itu, barulah Kyuhyun bersorak gembira dalam hati.


Kyuhyun membalas genggaman tangan Hyemi dan semakin mendekatkan posisi duduknya, “Percaya padaku, ya?”


Mulut Hyemi masih tertutup rapat, kepalanya masih menunduk dan hanya memandangi genggaman tangan mereka, namun Kyuhyun tetap tersenyum karena Hyemi mengangguk meski sekilas.


“Dan juga, sudah jelas aku ini lebih tua darimu, jadi jangan berkata kasar padaku. Jangan memanggilku ‘brengsek’. Apalagi ‘Marcus Cho’, kau tahu aku benci dipanggil dengan nama itu.” Lanjut Kyuhyun sedikit kesal.


Hyemi menoleh ke samping dan langsung kembali menunduk karena wajah Kyuhyun terlalu dekat, “Kenapa?”


“Apa?” Kyuhyun tersenyum geli, sekilas.


“Kenapa kau tidak suka dipanggil dengan nama itu?”


“Karena itu bukan namaku, tapi nama mendiang ayahku.”


Lagi, Hyemi menoleh. Kali ini reflek karena terkejut. Dan Kyuhyun mengambil kesempatan itu untuk mengecup cepat bibir Hyemi.


“Iya, Marcus Cho itu nama ayahku. Tapi ayahku bukan orang yang baik, dia kejam, dia seorang gangster, dia pemilik tempat judi terbesar di Korea. Tapi, malam hari setelah aku lulus sekolah, untuk pertama kalinya dia pulang ke Penthouse tempat aku ditinggal. Kau tahu? Waktu itu aku sempat lupa aku masih punya seorang ayah.” Kyuhyun terkekeh diakhir kalimatnya.


“Tapi tidak ada drama ayah dan anak,” lanjut Kyuhyun dengan pandangan menerawang ke arah Sungai Han di depan mobilnya. “Karena setelah dia masuk ke Penthouse, tak berapa lama pelayan rumahku langsung menembakinya secara brutal. Tepat di depan mataku.”


Hyemi langsung menutup mulutnya dengan sebelah tangan, berusaha meredam ringisannya.


“Malam itu mengerikan sekali, aku jadi tak berani membawa sembarang orang ke rumahku.” Kyuhyun menggeleng pelan mengingat masa lalunya. “Tapi lebih mengerikan lagi saat orang kepercayaan ayahku membawa surat wasiat untukku. Di dalam surat itu ayahku hanya menulis satu perintah yang memintaku untuk melanjutkan posisinya sebagai Marcus Cho.”


Mendengar hal itu, entah mengapa Hyemi langsung melepaskan genggaman tangannya dengan Kyuhyun.


“Tidak, Hyemi. Aku tidak mau. Aku juga menolak tiba-tiba disuruh menjadi gangster.” Kyuhyun langsung menjelaskan karena respon Hyemi seperti itu.


“Tapi… sekarang kau…” Hyemi ragu, cenderung tak berani mengungkapkan kata-kata dalam kepalanya.


“Iya, awalnya aku menolak. Tapi tidak bisa karena ayahku punya ratusan anak buah yang bergantung padanya, hidup mereka bergantung padanya. Aku tidak bisa mengabaikan ratusan nyawa yang terus menerus memintaku untuk memimpin mereka. Jadi aku—”


“Jadi, kau memang seorang gangster?!” potong Hyemi terlampau cepat diiringi raut wajahnya yang terkejut sekaligus takut.


Kyuhyun menghela nafas kasar, “Tidak!”


“Lalu?”


“Aku hanya setuju menjadi Marcus Cho di luar sana dan perlahan kututup bisnis-bisnis kotor ayahku, termasuk organisasi gangster-nya itu.”


Seketika Hyemi tersenyum lebar sambil bertepuk tangan, membuat Kyuhyun ikut tersenyum melihatnya.


Lucunya.. Pikir Kyuhyun.


“Begitulah. Jadi, jangan panggil aku ‘Marcus Cho’.” Kata Kyuhyun sambil memandangi wajah cantik Hyemi, lalu berniat mengggenggam tangan gadis itu, tapi, sialan! Tangan Hyemi sedetik lebih cepat menghindarinya!


Tidak, tidak benar-benar menghindari Kyuhyun, tapi Hyemi reflek merogoh saku roknya dan mengambil ponselnya yang bergetar panjang. Ada panggilan masuk. Dan tubuh Hyemi seketika menegang melihat nama Changmin tertera disana. Sepertinya sang kakak sudah beberapa kali menghubunginya.


Tidak jauh berbeda dengan Kyuhyun, pria itu juga terlihat tegang meski sekilas. Namun bedanya, Kyuhyun langsung bersikap tenang dan merampas ponsel Hyemi sebelum melempar benda itu ke bangku belakang. Lalu beralih mengeluarkan ponselnya sendiri dan menghubungi seseorang.


Kyuhyun berdeham pelan, “Kim Yes—”


“Iya! Changmin meneleponku juga! Kubilang, Hyemi tertidur di mobilku! Cepat kesini, aku sudah di luar kantor!”


Tanpa mau mendengar balasan Kyuhyun, Yesung langsung menutup teleponnya di seberang sana. Membuat Kyuhyun tertawa lepas karena temannya itu terdengar kesal. Ralat, sangat kesal. Sedangkan Hyemi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Kyuhyun.


-o0o-


“Selamat Ulang Tahun!!!”


Hyemi sedikit tersentak kaget dengan seruan itu, namun detik selanjutnya gadis itu langsung tersenyum cerah sekaligus terharu.


Memang, sebelumnya Hyemi sudah tahu jelas mengenai kejutan yang Changmin siapkan untuknya ini. Tapi tetap saja dia merasa terkejut dan terharu, terlebih bukan hanya ada Kyuhyun, Yesung, dan Siwon disini, tapi juga ada Donghae dan Eunhyuk. Mantan pengawal kesayangannya berada disini juga!


Changmin yang tadi menjemput Hyemi sepulang sekolah, merangkul adik tirinya itu dan membawanya masuk ke apartemen. Disambut dengan Donghae yang mengambil alih ransel Hyemi dan diletakkan di sofa.


Dan memang seperti yang Changmin minta, apartemen studionya sudah dihias dengan berbagai balon dan ucapan selamat ulang tahun. Sangat ramai. Penuh warna.


Hyemi tak bisa berhenti tersenyum melihat sekelilingnya. Terlebih kini lelaki yang diam-diam menjadi kekasihnya membawa kue ulang tahun dengan banyak lilin yang menyala, membuat kadar bahagia gadis itu berlipat ganda.


Saengil chukka hamnida~


Saengil chukka hamnida~


Saranghaneun uri Hyemi~


Saengil chukka hamnida~


Bukan hanya Kyuhyun, tetapi kelima lelaki lainnya juga bernyanyi lagu itu untuk Hyemi. Lalu bertepuk tangan riuh dan meminta Hyemi untuk berdoa sebelum meniup lilin-lilin di hadapannya.


“Selamat ulang tahun, Hyemi!” seru Changmin sambil memeluk Hyemi dengan erat, “Teruslah bahagia seperti hari ini. Aku menyayangimu.”


“Ya, aku juga menyayangimu, Oppa. Terima kasih.” Jawab Hyemi sambil membalas pelukan Changmin tak kalah erat.


Lalu Changmin melepaskan pelukannya, mengecup sayang kening Hyemi dan memeluknya sekali lagi dengan singkat. Setelah itu berlanjut dengan Yesung, Siwon, Donghae, dan Eunhyuk. Mereka secara bergantian mengucapkan selamat ulang tahun dan juga memeluk Hyemi hangat.


Dan saat giliran Kyuhyun, pria itu hanya tersenyum dan langsung memeluk Hyemi erat. Merapatkan tubuh mereka tanpa canggung sedikit pun. Lalu, diam-diam Kyuhyun berbisik di telinga Hyemi, “Aku ingin menciummu.”


Blusshhh.


Hyemi merona seketika.


Dengan tergesa Hyemi melepaskan pelukan Kyuhyun, membuat pria itu terkekeh puas sebelum detik selanjutnya meringis sakit sambil mengusap kepala belakangnya. Terasa nyeri karena dipukul dengan cukup kencang.


Kyuhyun mendelik tajam pada satu-satunya lelaki yang melotot padanya. Shim Changmin. “Sakit, bodoh!”


“Salahmu! Kenapa membuat Hyemi ketakutan begitu?!” jawab Changmin yang membuat kelima temannya saling berbagi tatapan bingung.


“Sudah, Oppa, jangan marah-marah. Kyuhyun tidak membuatku takut.” Sahut Hyemi sambil menahan lengan Changmin yang semakin mendekat pada Kyuhyun.


“Dengar? Hyemi tidak takut padaku!” kata Kyuhyun.


Changmin beralih menatap Hyemi dan memegang pundak gadis itu, “Tidak apa-apa, Hyemi. Kau itu adikku, jadi jangan ragu bilang padaku kalau rentenir ini menakutimu.”


“Hei—”


“Baiklah, Oppa. Jangan khawatir.” Hyemi menyela ucapan Kyuhyun dengan cepat, tersenyum semanis mungkin agar Changmin percaya bahwa dia baik-baik saja. Ya, kecuali jantungnya yang masih berdebar cepat karena ulah Kyuhyun.


“Bodoh sekali tidak bisa membedakan wajah takut dan malu,” cibir Kyuhyun pelan, namun langsung mendapat cubitan gemas oleh Hyemi secara diam-diam. Posisi berdiri Hyemi yang saat ini agak membelakangi Kyuhyun membuat Changmin tidak tahu akan hal itu.


“Sudahlah, ayo duduk. Hyemi belum memotong kuenya, kalian lupa?” celetuk Yesung yang ternyata sudah duduk di depan meja kaca bersama Siwon, kedua pria itu sibuk mencabut lilin-lilin di kue Hyemi.


“Ah, tapi kami lupa, tadi kami hanya membeli bir.” Sahut Siwon sambil menatap Changmin sekilas, “Apa Hyemi boleh minum bir?”


“Tidak!” bukan hanya Changmin, tapi Kyuhyun juga menjawab demikian.


“Tenang, aku berada di pihakmu.” Ucap Kyuhyun menjawab tatapan tajam Changmin padanya. Mereka tidak tahu diam-diam Hyemi merengut mendengarnya.


“Kalau begitu, cepat beli minuman untuk Hyemi.” Titah Yesung.


“Kau menyuruhku?” Changmin menunjuk dirinya sendiri.


Kyuhyun yang sudah duduk di samping Yesung, berdecak kesal. “Siapa lagi? Dasar tidak tahu diri, kami sudah lelah mendekorasi tempat ini. Kau hanya tinggal membeli minum sa—”


“Diam kau! Aku pergi!” potong Changmin yang akhirnya pergi dengan emosi meluap-luap. Bukannya marah karena harus membeli minum, tapi itu karena suara Kyuhyun terdengar menyebalkan.


Setelah Changmin pergi meninggalkan apartementnya, Kyuhyun langsung menepuk karpet di sisi kirinya sambil tersenyum lebar. Meminta Hyemi agar duduk disana. Namun sayangnya Hyemi menggeleng cepat dan malah mendekat pada Donghae dan Eunhyuk.


“Oppadeul, duduklah. Jangan hanya berdiri seperti patung tampan, oke?” ajak Hyemi sambil menarik lengan Donghae dan Eunhyuk sampai kedua lelaki itu duduk di samping Siwon.


Donghae dan Eunhyuk tak menjawab. Mereka hanya senyum, mengangguk, dan duduk manis di tempatnya. Mata mereka menghindari memandang ke depan karena ada Kyuhyun di seberang meja. Namun Hyemi tidak menyadari hal itu, yang dia kira kedua mantan pengawalnya hanya canggung karena pertama kali kesini.


“Kau juga duduk, kemari.” Lagi, Kyuhyun menepuk sisi kosong di sampingnya.


“Tidak,” Hyemi berjalan cepat ke arah lemari baju di dekat ranjang dan mengambil asal pakaiannya, lalu buru-buru ke kamar mandi sambil berkata, “Aku mau ganti baju lebih dulu.”


“Kubantu!” Kyuhyun menyahut cepat, secepat langkah kakinya yang mengejar Hyemi dan menahan pintu dengan kuat.


“Hei!! Apa yang kau lakukan?!” Hyemi masih waras, dia menolak dengan berusaha menutup pintu yang Kyuhyun tahan.


“Membantumu.”


“Tidak—”


“Jangan sungkan,” Kyuhyun tersenyum cerah sambil mendorong pelan pintu kamar mandi hingga dia bisa masuk kesana. Bukan hal sulit sebenarnya, mengingat tenaga Hyemi tak sebanding dengannya. Hanya saja Kyuhyun mendorong pintu secara perlahan agar Hyemi tidak terluka.


Dan…


Klek.


Pintu kamar mandi terkunci setelah Kyuhyun berhasil masuk kesana, membuat Yesung dan Siwon langsung berseru kesal karena tingkah bos rentenir itu. Tak perlu menebak lagi, mereka sudah tahu apa yang akan Hyemi dan Kyuhyun lakukan di dalam sana.


“Ahh rentenir sialan itu..” gerutu Yesung sambil menatap kesal pintu kamar mandi.


Siwon juga kesal melihatnya, namun akhirnya pria itu hanya terkekeh pelan. Kalau dari awal dia tahu Kyuhyun memang sesuka itu pada Hyemi, mungkin dia tidak akan membantu Changmin dan mantan pengawal Hyemi untuk memisahkan sepasang kekasih itu.


“Hei,” suara Yesung membuyarkan lamunan Siwon, polisi itu terlihat menyodorkan dua kaleng bir pada Donghae dan Eunhyuk, “Tidak perlu cemas, Hyemi akan baik-baik saja bersama Kyuhyun.”


“Ya..” Donghae menyambar birnya dengan canggung.


“Kami harap memang begitu,” sambung Eunhyuk pelan.


Siwon merangkul Eunhyuk yang berada tepat di sampingnya, “Yesung Hyung benar, she will be alright.”


“Ah, dan juga ancaman Kyuhyun tadi, kalian tidak perlu memikirkannya. Kyuhyun tidak akan benar-benar menghabisi kalian seperti waktu itu. Dia hanya ingin kalian berpihak padanya dan jangan beritahu apapun pada Changmin.” Ucap Yesung yang sebenarnya inilah yang membuat Donghae dan Eunhyuk kaku sejak tadi, karena diancam oleh Kyuhyun!


“That’s right, karena Kyuhyun sendiri yang akan mengatakannya pada Changmin nanti. We just need to wait and…” Siwon menggantungkan kalimatnya karena pintu kamar mandi terbuka, menarik perhatian saat kedua manusia yang sedang mereka bicarakan sudah keluar dan bergabung bersama mereka.


Hyemi yang sudah berganti pakaian dengan kaos longgar selutut duduk agak di tengah, sedikit menjauhi Kyuhyun, dan itu membuatnya berhadapan dengan Yesung dan Siwon. Hyemi hanya bisa menunduk dan berusaha menghindari tatapan kedua pria itu. Berbanding terbalik dengan Kyuhyun yang duduk dengan santainya sambil tersenyum puas.


“Woahh wajahmu merah sekali, Hyemi.” Celetuk Yesung dengan sengaja.


Hyemi merengut, “Tidak perlu diperjelas, Oppa!”


“What happened? Hm?” Siwon ikut menggoda Hyemi sambil menaik-turunkan alisnya.


“Tidak ada!” wajah Hyemi terasa semakin memanas. Oh menyebalkan sekali memang Yesung dan Siwon!


Dan tidak berhenti sampai disitu, Yesung dan Siwon masih terus menggoda Hyemi agar menceritakan apa yang terjadi tadi, tidak peduli dengan wajah Hyemi yang benar-benar merona seperti kepiting rebus. Menyebalkannya, Kyuhyun pun hanya tertawa saja. Sibuk menikmati memandang wajah kekasih tercinta.


Disisi lain, diam-diam Donghae dan Eunhyuk justru memperhatikan Kyuhyun. Melihat sendiri bahwa Kyuhyun terus menerus menatap Hyemi penuh cinta, menatap gadis kecil mereka dengan tatapan memuja. Melihat hal itu membuat mereka sedikit tenang dan tanpa sadar berusaha percaya pada Kyuhyun.


“Oh, Changmin Oppa kembali.” Ujar Hyemi saat mendengar pintu apartement terbuka. Awalnya Hyemi masih tersenyum cerah pada sang kakak, namun saat sekilas melihat ada beberapa orang di depan pintu apartement mereka, entah mengapa senyumannya perlahan pudar.


“Ini, aku membeli banyak minuman enak untukmu.” Changmin memberikan belanjaannya pada Hyemi sambil tersenyum lebar, senang tadi sempat melihat Hyemi bercanda tawa dengan teman-temannya. Lalu Changmin beralih menatap Kyuhyun, “Hei ada anak buahmu di luar, mereka mencarimu.”


Reflek, Hyemi menoleh pada Kyuhyun. Tatapan matanya jelas bertanya ‘ada apa?’.


“Aku akan keluar sebentar, kalian lanjutkan saja pestanya.” Kyuhyun menyempatkan diri mengusap gemas puncak kepala Hyemi, lalu segera melangkah pergi meninggalkan apartement studio itu.


Tidak ada yang sadar, tapi tatapan penuh tanya Hyemi kini beralih ke Yesung. Dan Yesung yang peka akan hal itu hanya bisa mengangkat kedua bahunya. Pria itu juga tidak tahu ada apa.


Drrrt~


Ponsel Hyemi di bawah meja bergetar. Ada pesan masuk. Diam-diam Hyemi membuka pesan itu selagi Changmin sibuk mengobrol dengan Donghae dan Eunhyuk.


[From : Cho Kyuhyun]


Sekali lagi, selamat ulang tahun, sayang. Jangan lupa hadiahmu aku taruh di laci meja belajar.


Lusa kerjakan ujianmu dengan baik.


Aku akan menghubungimu nanti.


To be continue...


Support me with Like and Comment..


Like dan Comment kalian sangat berharga buat aku..