
“Itu milikmu, dari Changmin Oppa.”
“Itu baru setengah bayaran.”
Kyuhyun menghela nafas kasar mengingat ucapan Hyemi beberapa jam lalu. Kata-kata yang sama sekali tidak ingin dia dengar, tidak untuk saat ini. Disaat dia sedang sibuk-sibuknya dengan pekerjaan, tidak dia sangka hal ini justru terjadi dan menambah beban pikirannya.
Namun, dia bisa apa? Semua sudah terjadi.
Tidak ada yang bisa dia lakukan selain memikirkan bagaimana cara mendapatkan Hyemi secepatnya. Dia tidak mau menyia-nyiakan waktu bermainnya dengan kekasihnya yang masih bocah itu.
“Kau belum tidur?” Kim Yesung.
Kyuhyun hanya melirik sekilas pada lelaki yang kini duduk di sampingnya, lalu kembali menatap sejumlah uang di meja di depannya dengan pandangan menerawang.
“Hei ada apa denganmu? Bukankah seharusnya kau senang?” tanya Yesung sambil menyikut pelan lengan Kyuhyun.
Kim Yesung ini, percayalah, dari semua teman dekatnya, sebenarnya Kyuhyun bersyukur memiliki teman seperti Yesung. Pria ini selalu paling peka terhadap dirinya. Tapi… “Bukan urusanmu.”
Terkadang Kyuhyun juga risih dengan mulut cerewetnya.
“Hei! Aku hanya bertanya!”
“Aish pelankan suaramu!” geram Kyuhyun yang membuat Yesung langsung menyengir lebar.
Yesung meneguk sekaleng bir yang sudah terbuka di meja, “Sudahlah, katakan saja. Ada apa denganmu? Apa kau tidak suka Changmin membayar hutang Min Jihyun dengan dicicil? Atau kau merasa tidak enak karena sudah membuat Changmin bekerja sangat keras?”
“Apapun itu, aku berharap Changmin tidak akan pernah melunasinya.” Gumam Kyuhyun.
“Ah, karena kau tidak mau berpisah dengan Hyemi?” tebak Yesung, membuat Kyuhyun tersenyum sebelah bibir yang juga menular padanya. “Sepertinya kau sangat mencin—"
“Bagaimana hasil penyelidikanmu?” sela Kyuhyun cepat, berusaha mengalihkan pembicaraan.
Yesung berdecak pelan sebelum menjawab, “Apa itu masih penting huh?”
“Tentu saja, bodoh!”
“Tapi kasusnya sudah ditutup, kau sudah aman untuk melanjutkan profesimu menjadi rentenir.”
“Tapi tetap saja aku harus tahu siapa dalang dibalik semua ini, Kim Yes—”
“Ah sudah, sudah! Aku tidak mau tahu! Yang penting sudah kupastikan pihak kepolisian tidak akan memeriksa kantormu!” jawab Yesung dengan kedua tangan yang sibuk memainkan ponselnya, mengabaikan Kyuhyun yang terlihat sangat kesal dengan sikapnya.
Baru saja Kyuhyun ingin melempar bantal sofa ke kepala Yesung yang besar itu, namun dengan cepat Yesung sudah menjaga jarak lebih dulu sambil menunjukkan layar ponselnya.
Kyuhyun mengernyitkan keningnya, bingung. Namun saat dia benar-benar memperhatikan, ternyata Yesung sedang menunjukkan note yang tampak di layar ponselnya.
Aku belum yakin, tapi akan kuberitahu setelah semuanya pasti! Jangan mendesakku lagi, rentenir-bodoh-yang-sangat-sialan!
Bugh!
“Akhh.. Hei..” rintih Yesung kesakitan, mengusap-usap perutnya yang ditinju Kyuhyun.
“Sudah kubilang, jangan menyebutku rentenir saat di rumah.” Ujar Kyuhyun dengan acuhnya, mengabaikan ringisan Yesung dan malah sibuk meneguk birnya.
-o0o-
“Itu dia! Itu dia! Anak pemilik Skyz Night!”
“Cih, lihat tampangnya yang pura-pura polos itu! Aku yakin, dia pasti sudah sering bermain dengan banyak Ahjussi di Skyz Night!”
“Hei kudengar dia sudah tidak tinggal disana.”
“Benarkah?”
“Benar, tapi sekarang dia tinggal di hotel bersama Ahjussi yang menidurinya.”
“Hahaha menjijikkan sekali.”
“Dia memang sudah kotor sejak kecil hahaha..”
“Hei jangan keras-keras, bagaimana kalau dia mendengarnya?”
“Biarkan saja, biar dia segera pindah dari sekolah ini..”
“Hahaha jahat sekali, kau terlalu jujur..”
Kelas baru selesai, Hyemi baru saja bergegas meninggalkan kelas, tapi lagi-lagi seperti itu. Lagi-lagi teman sekelasnya mulai bergosip dan mencemooh dirinya.
Jujur saja, Hyemi tidak peduli dengan semua itu. Dia tidak peduli walaupun satu sekolah menjelek-jelekkan dirinya. Hanya saja, terkadang dia penasaran, apa mereka tidak bosan selalu menggosipkan hal yang sama? Hanya menggosipkan dirinya?
Cih, kalau Hyemi jadi salah satu dari mereka, tentu dia akan merasa bosan. Dia pasti akan mencari bahan gosip yang lain, yang lebih menarik dan tidak membosankan seperti itu. Hahaha..
“Abaikan saja, Hyemi. Abaikan.” Gumam Hyemi pelan, berusaha menguatkan dirinya sendiri.
Hyemi berjalan cepat meninggalkan halaman sekolahnya, bersemangat karena ingin meminta Yesung untuk membelikannya es coklat. Astaga, pasti menyegarkan sekali.
Setelah melewati gerbang sekolah, Hyemi langsung menemukan mobil yang sangat familiar di dekat sana. Mobil yang beberapa minggu belakangan ini selalu mengantar-jemputnya. Dan saat dia sudah membuka pintu depan mobil itu, tubuhnya langsung terasa kaku melihat siapa yang menjemputnya kali ini.
Cho Kyuhyun!
Rentenir dengan setelan jas abu-abu itu menjemputnya! Ya Tuhan, kenapa harus lelaki ini?! Padahal Hyemi tak pernah berhenti berdoa dalam hati agar jangan bertemu dengan Kyuhyun!
Hhh.. sepertinya lagi-lagi Tuhan tidak mau mengabulkan permohonannya.
“Sampai kapan kau akan berdiri disitu? Tidak mau ikut huh?” celetuk Kyuhyun dengan nada bicaranya yang menyebalkan, membuat Hyemi mendengus kesal sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil dan mengecup sebelah pipi pria itu.
Ah, es coklatnya…
Ah, sudahlah. Hyemi akan membelinya sendiri nanti. Tidak mungkin ‘kan dia meminta Kyuhyun untuk mampir ke minimarket untuk membeli es coklat? Cih, yang ada pria itu malah akan meminta hal lain sebelum menurutinya.
“Sudah makan?” tanya Kyuhyun sambil menatap Hyemi sekilas, namun yang ditatap malah mengangguk malas dan terus memandang jalanan lewat kaca mobil di sampingnya.
Setelah itu Hyemi mendengar Kyuhyun berdecak sebal, pikirnya pria itu pasti akan kembali mengomel karena dia acuhkan begini. Tapi, sampai beberapa menit berlalu, nyatanya dia tak mendengar suara Kyuhyun sama sekali. Pria itu tidak marah. Saat dia melirik sekilas pun, yang dia lihat pria itu hanya fokus menyetir mobil dengan tenang.
Aneh, tidak seperti biasanya. Kemana perginya Cho Kyuhyun yang suka mengatur dan mengancamnya itu?
Tidak, lupakan tingkah aneh Kyuhyun. Semua itu tidak lagi penting saat Hyemi menyadari kemana arah mobil ini Kyuhyun bawa. Tempat ini…
“Kenapa kita kesini?” Hyemi menyuarakan kebingungannya saat Kyuhyun menghentikan mobilnya di parkiran Lotte Cinema.
“Kencan. Apalagi?” balas Kyuhyun sambil mengangkat kedua bahunya acuh, membuat Hyemi melongo melihatnya.
“Kencan? Kita?” Hyemi menunjuk dirinya sendiri dan juga Kyuhyun secara bergantian, dan Kyuhyun menganggukan kepala menjawabnya. “Tapi… kenapa?”
“Apanya yang kenapa? Apa ada yang salah sepasang kekasih pergi berkencan?” Kyuhyun terdengar malas menyahutinya.
Ah, benar. Hyemi lupa mereka ini sepasang kekasih.
Hyemi menarik nafas dalam sebelum menghembuskannya perlahan, berusaha menenangkan dirinya untuk berkencan dengan kekasihnya yang seorang rentenir ini. Kalau dipikir-pikir, ini adalah kencan pertama mereka. Ya, apapun itu, Hyemi hanya berharap semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak dia inginkan.
“Tunggu,” Hyemi menahan lengan Kyuhyun yang hendak turun dari mobil, “Kau akan kencan dengan tampilan formal seperti itu?”
Kyuhyun menutup kembali pintu mobilnya setelah mendengar ucapan Hyemi. Lalu dengan santai melepas dasi dan jasnya yang berakhir di bangku belakang, tak lupa pria itu juga membuka kancing teratas kemeja putihnya dan sedikit mengacak tatanan rambutnya. Dalam hitungan detik membuat Hyemi terpana melihatnya.
Benar, Hyemi terpesona. Gaya Kyuhyun yang sedang mengacak rambutnya sendiri membuat Hyemi seakan terhipnotis, tak bisa mengelak bahwa saat itu Kyuhyun terlihat sangat keren dan… tampan.
Oh sial! Tidak! Apa yang kau pikirkan, Hyemi?! Apa kau sudah gila?! Batin Hyemi berteriak.
“Sudah? Tidak terlihat formal ‘kan?” tanya Kyuhyun yang langsung dibalas anggukan cepat oleh Hyemi, namun setelah itu gadis itu juga langsung menundukkan kepalanya, pura-pura sibuk membuka sabuk pengaman.
“Ayo, filmnya akan mulai sebentar lagi.” Lanjut Kyuhyun sebelum benar-benar keluar dari mobilnya, lalu beralih mengitari mobil dan membukakan pintu untuk Hyemi. Hal kecil yang membuat Hyemi merasa dimanja, seperti mereka ini benar-benar sepasang kekasih yang saling mencintai.
Astaga.. ini bukan hal baik. Hyemi berkali-kali merutuki dirinya sendiri karena terbuai dengan tingkah manis pria ini. Pria yang sedang berjalan di sampingnya sambil menggenggam tangannya. Ya Tuhan!!!
Setelah menunggu beberapa menit di dekat counter, akhirnya Kyuhyun kembali dengan membawa dua lembar tiket, satu bucket popcorn, dan dua gelas minuman.
Hyemi yang sebelumnya terlihat jenuh, kini langsung bersemangat karena Kyuhyun memberinya segelas es coklat. Minuman yang sangat dia inginkan sejak tadi. Kebetulan sekali. Tapi lagi-lagi Kyuhyun terlihat aneh, pria itu seakan ragu saat memberikannya minuman ini. Ah entahlah, sepertinya itu hanya perasaan Hyemi saja.
Sambil kembali digandeng oleh Kyuhyun menuju ruang studio, Hyemi sibuk menikmati minuman di tangannya. Bahkan sepertinya minuman ini akan segera habis saat filmnya baru dimulai. Ya, biarlah, Hyemi tidak bisa menahannya untuk nanti-nanti disaat dia sangat menginginkannya.
“Hei hati-hati!” seru Kyuhyun tiba-tiba saat Hyemi tak sengaja tersandung di tangga studio itu.
“Oh, maaf.” Gumam Hyemi pelan, merasa bersalah karena dia limbung dan menabrak tubuh Kyuhyun tadi. Beruntung minuman mereka tidak sampai tumpah.
Kyuhyun tak berkata apapun dan segera membawa Hyemi duduk di salah satu kursi yang sudah dipesannya, lalu saat pria itu sudah duduk di samping Hyemi barulah dia memperhatikan gadis itu dari ujung kaki sampai ujung kepala. Jujur saja, hal itu membuat Hyemi bingung dan risih.
“Kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun, akhirnya.
Hyemi meletakkan minumannya yang sudah habis dan mengangguk pelan pada Kyuhyun, “Hanya tersandung. Aku tidak apa-apa.”
“Hhh.. lain kali perhatikan langkahmu. Aku tidak mau kau terluka.” Ujar Kyuhyun sebelum memandangi layar bioskop yang sedang menampilkan beberapa iklan.
“Kau sendiri… apa kau baik-baik saja?” tanya Hyemi ragu.
“Apa?”
“Ka-kau.. kau baik sekali hari ini, tidak seperti biasanya. Kau baik-baik saja? Kau tidak sedang sakit ‘kan?”
Kyuhyun terkekeh pelan, “Sepertinya aku jahat sekali di matamu.”
“Tidak! Bukan begitu maksud—”
“Hyemi,” potong Kyuhyun sambil menoleh ke samping, menatap lekat mata Hyemi tanpa mengurangi kadar senyumannya. “Aku tahu pertemuan pertama kita tidak berkesan baik, perlakuanku padamu juga sangat buruk sebelumnya. Tapi, tidak bisakah kita biarkan semua itu menjadi masa lalu? Tidak bisakah kau biarkan aku mencoba menjadi kekasih yang baik untukmu?”
Hyemi tak bisa menjawab, lidahnya terasa kelu mendengar kata-kata Kyuhyun yang bagaikan pernyataan cinta.
“Setidaknya, ayo, kita terus pergi berkencan sebelum Changmin membawamu pergi.” lanjut Kyuhyun terdengar lirih, membuat benteng pertahanan Hyemi mulai retak seketika.
Hyemi tahu, Kyuhyun bukanlah pria baik-baik. Kyuhyun adalah seorang rentenir jahat yang dikelilingi banyak wanita. Kyuhyun juga seorang pria dewasa yang terkadang menginginkan hal lebih saat bersamanya. Iya, Hyemi tahu itu. Tapi Hyemi juga tak bisa memungkiri bahwa saat bersamanya, pria itu juga memiliki sisi yang lembut dan sedikit… manja.
Seperti saat ini, Kyuhyun terlihat sangat lembut layaknya pria baik-baik. Terkadang membuat Hyemi merasa bersalah karena sudah sangat jahat dengan pria ini.
“Aku…”
“Tidak apa-apa, tidak perlu memaksakan diri. Aku tahu kau pasti berpikir tidak mungkin seseorang bisa berubah dalam semalam bukan?”
Hyemi memukul lengan Kyuhyun pelan, “Aishh aku belum selesai.”
Lagi. Kyuhyun terkekeh melihat tingkah Hyemi.
“Aku sudah berjanji waktu itu, aku tidak akan menghindarimu selama kau tidak berbuat macam-macam padaku.” Ujar Hyemi.
“Tidak akan, kau tenang saja.” Jawab Kyuhyun yang disambut senyuman kecil oleh Hyemi, “Kecuali kau yang menginginkannya. Aku tidak akan menolak.”
“Aishhh!” Hyemi kembali memukul lengan Kyuhyun, kali ini agak lebih keras hingga membuat pria itu meringis sambil tertawa.
-o0o-
“Hei Cho Kyuhyun!” teriak Hyemi sambil membungkuk, kedua tangannya bertumpu memegangi lututnya disertai hembusan nafas yang pendek-pendek.
Dan Kyuhyun yang melihat hal itu hanya tersenyum kecil, menghampiri Hyemi dan menarik tangannya untuk duduk di bangku taman di dekat mereka. Kyuhyun mengusap peluh di wajah cantik Hyemi walaupun mata gadis itu sedang mendelik tajam padanya. Ck.
Ya, saat ini Hyemi dan Kyuhyun sedang berada di taman dekat hotel dimana mereka tinggal. Pagi-pagi sekali mereka sudah keluar bersama untuk olahraga. Tidak, jelas ini bukan keinginan Hyemi, tapi ini adalah keinginan Kyuhyun dengan alibi berkencan sambil lari pagi itu menyehatkan tubuh. Astaga, menyebalkan bukan? Yang Hyemi tahu berkencan itu akan menyenangkan, bukan melelahkan seperti ini!
“Sudahlah, aku tidak mau melanjutkannya lagi.” Ujar Hyemi sambil menepis tangan Kyuhyun dari wajahnya.
“Sekali putaran lagi saja, ayo.” Bujuk Kyuhyun yang langsung dijawab gelengan cepat oleh Hyemi, “Apa kau tidak malu huh? Cantik-cantik tapi perutmu buncit?”
“Hei! Aku tidak buncit!” sentak Hyemi sambil memeluk perutnya sendiri.
“Cih tidak mau mengaku,” cibir Kyuhyun sambil tersenyum mengejek, membuat Hyemi semakin kesal padanya. “Dasar buncit!”
Setelah mengatai Hyemi seperti itu, Kyuhyun langsung lari dengan cepat. Membuat Hyemi yang sudah kesal reflek ikut berlari mengejar pria itu. Berbagai umpatan juga tak lupa Hyemi lontarkan sambil terus berlari, berusaha menangkap pria itu hingga menarik perhatian beberapa orang disana.
Dan saat Hyemi nyaris menggapai kaos Kyuhyun untuk dia tarik, kakinya justru tersandung akar pepohonan hingga membuatnya jatuh tersungkur. Beruntung wajah cantiknya tidak menyapa jalanan.
“Hyemi, kau baik-baik saja?” Kyuhyun bertanya dengan cemas, berusaha mendudukkan gadis itu hingga terlihat kaos putihnya yang kotor.
“Aishh sakit.. kaki kananku sakit sekali..” rintih Hyemi dengan mata yang berkaca-kaca.
“Lututmu juga berdarah,” Kyuhyun menunjuk luka lecet di lutut Hyemi, “Ayo, aku obati di rumah saja.”
Lalu Kyuhyun mengangkat tubuh Hyemi, menggendong gadis itu dengan kedua tangannya yang kekar. Tidak, bukan digendong ala bridal style ataupun digendong di punggung, tetapi Kyuhyun menggendong Hyemi di depan tubuhnya dengan posisi dada mereka yang saling menempel. Seperti sedang menggendong anak kecil.
Hyemi sendiri tidak menolak, dia justru mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun dengan nyaman. Sedangkan wajahnya dia benamkan di dada pria itu. Bukan apa-apa, itu karena dia sudah pasrah menahan sakit di kakinya. Dia hanya ingin mereka cepat sampai di rumah.
Dan setelah sampai di rumah, Kyuhyun tidak langsung menurunkan Hyemi. Kyuhyun masih terus menggendongnya menuju lantai atas, ke kamar mereka.
Kyuhyun membaringkan tubuh Hyemi di atas ranjang dengan lembut, namun setelah itu dia sendiri tak langsung beranjak dari atas tubuh gadis itu. Kyuhyun masih disana dan menciumi wajah Hyemi sebelum berbisik, “Maaf, kau terluka karena aku.”
Gawat, semakin hari rentenir ini semakin romantis saja! Jerit Hyemi dalam hati, berusaha memancarkan kelembutan di matanya saat membalas tatapan Kyuhyun dengan jarak yang kelewat dekat.
“Aku akan mengambil air minum dan kotak obat.” Kata Kyuhyun sambil tersenyum tipis, lalu kembali mencium wajah Hyemi dan semakin turun sampai ke tulang selangka gadis itu. Setelah itu, barulah Kyuhyun bangkit dan meninggalkan kamar itu.
Kyuhyun kembali ke lantai bawah dan mengambil kotak obat di lemari kaca dekat meja TV, lalu beralih ke dapur untuk mengambil segelas air mineral. Dan sebelum meninggalkan dapur, Kyuhyun menyempatkan diri untuk merogoh saku celana pendeknya, mengambil sebuah botol kecil yang berisi serbuk putih.
Sebenarnya, botol kecil ini sudah lama Kyuhyun siapkan, sejak kencan pertamanya dengan Hyemi sudah ingin dia campurkan ke minuman gadis itu. Namun, dia merasa waktunya selalu tidak pas. Dan saat ini, dia tidak mau mengulur waktu lagi, kebetulan Yesung dan Siwon sudah beberapa hari ini dia suruh menggantikannya menagih hutang dan hanya akan pulang saat malam hari. Jadi, pagi yang cerah ini adalah kesempatan emas untuknya bukan?
Drrrt~ Drrrt~~ Drrrt~~~
Sial. Baru saja Kyuhyun ingin membuka botol kecil di tangannya, namun ponselnya lebih dulu bergetar panjang tanda ada panggilan masuk. Membuat Kyuhyun mengurungkan niat awalnya dan beralih mengambil ponsel dari saku celananya.
Kyuhyun melihat nama kontak yang tertera di layar ponselnya, sedikit terkejut hingga membuatnya terdiam sejenak, lalu akhirnya dia menghela nafas kasar. Dia memutuskan untuk menyimpan kembali botol kecil di tangannya ke saku celana, lalu menjawab panggilan itu.
“Apa?” sapa Kyuhyun dengan nada malas.
“Kyuhyun, apa kau bersama Hyemi? Dia baik-baik saja? Aku menghubunginya barusan, tapi ponselnya tidak aktif.” Cecar orang di seberang sana, terdengar sangat khawatir. Dan ya, orang itu tak lain adalah Shim Changmin.
Tentu saja. Siapa lagi yang berani menelepon Kyuhyun pagi-pagi hanya untuk menanyakan Hyemi selain pria itu?
“Dia baik-baik saja, hanya sedikit lecet.” Jawab Kyuhyun ambigu, lalu membawa kotak obat dan segelas air dengan sebelah tangannya yang bebas dan bergegas kembali ke kamar.
“Se-sedikit lecet? Apa maksudmu?”
“Kau tahu maksudku.” Kyuhyun tersenyum kecil menyapa Hyemi yang sudah duduk bersandar di ranjang, lalu memberi gelas di tangannya pada gadis itu sebelum dia sendiri duduk di tepi ranjang.
“Tidak! Aku tidak tahu! Apa maksudmu huh?!”
Kali ini Changmin terdengar panik, membuat senyuman Kyuhyun berubah menjadi jahat hingga dia tak berniat menjawab berbagai pertanyaan pria itu.
Kyuhyun masih memegangi ponselnya dengan tangan kiri, sedangkan tangannya yang lain berusaha membersihkan lebih dulu luka lecet di kedua lutut Hyemi. Gadis itu masih belum tahu Kyuhyun sedang berteleponan dengan Changmin hingga gadis itu hanya diam tak peduli.
“Akhh Cho Kyuhyun! Pelan-pelan, perih sekali..” Hyemi reflek meringis.
“Maaf—”
“HEI BAJINGAN!! AKU TAHU ITU SUARA HYEMI! APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA?!!”
Kyuhyun tak bisa menjawab Hyemi karena Changmin berteriak seperti itu di telepon, membuat Kyuhyun tersentak kaget dan reflek menjauhkan ponselnya dari telinga. Sialan sekali Changmin ini, teriakannya membuat telinga kiri Kyuhyun jadi sakit.
“Kau mengagetkanku, bodoh! Jangan berteriak, aku tidak tuli!” kesal Kyuhyun sebelum memilih mode speaker di ponselnya, lalu melanjutkan kegiatannya mengobati luka di kaki Hyemi.
“SIALAN!! JAWAB AKU, APA YANG KAU LAKUKAN PADA ADIKKU?! LECET YANG KAU MAKSUD ADALAH ‘ITU’ HAH?!!”
Jangan lupa, panggilan telepon ini sudah Kyuhyun ubah ke mode speaker, yang artinya Hyemi juga mendengar jelas ucapan Changmin barusan. Dan bohong sekali kalau Hyemi bilang dia tidak mengerti maksud ucapan kakak tirinya itu, terbukti dengan kedua pipinya yang memerah.
Sedangkan Kyuhyun?
Jangan ditanya, rentenir itu hanya bisa terkekeh tanpa suara dengan keadaan ini.
“C-Changmin Oppa..” panggil Hyemi, menghentikan teriakan Changmin yang tak berhenti merutuki Kyuhyun.
“Hyemi? Shim Hyemi? Kau mendengarku?”
“Ya, aku dengar. Aku baik-baik saja, Oppa. Berhentilah memarahi Kyuhyun.” Ujar Hyemi yang disambut anggukan kepala oleh Kyuhyun.
“Jangan bohong, Hyemi! Kalau kau baik-baik saja, kenapa kau terdengar kesakitan tadi? Jangan sampai aku datang kesana sekarang juga!”
“Hei jangan datang! Kau mengganggu waktuku dengan Hyemi!” celetuk Kyuhyun.
Hyemi mendesis tajam pada Kyuhyun, lalu cepat-cepat mengambil ponsel pria itu sebelum berkata, “Tidak, Oppa. Aku tidak bohong. Aku jatuh saat berolahraga di taman tadi, kakiku lecet dan Kyuhyun sedang mengobati lukaku.”
“Benarkah? Apa lukanya parah?”
“Tidak, Oppa. Kau tenang saja.”
“Hhh.. syukurlah. Lalu, kemana ponselmu? Kenapa tidak bisa dihubungi?”
“Ah, benar. Baterai ponselku habis dari semalam, aku lupa mengisinya.”
“Ya, Oppa. Kau juga.”
Pip!
Panggilan terputus.
Hyemi meletakkan kembali ponsel itu ke dekat Kyuhyun yang baru saja selesai mengobati luka di kakinya. Benar, sudah selesai. Kyuhyun juga memasang plester dengan rapi. Hyemi sampai terkagum-kagum walaupun hanya dalam hati. Tapi…
“Akhh sakit…” ringis Hyemi pelan, lupa kaki kanannya terkilir dan dia malah menggerakkannya.
“Hei jangan digerakkan dulu,” Kyuhyun membantu Hyemi meluruskan kembali kaki gadis itu dengan perlahan, “Aku tidak bisa memanggil dokter kesini, jadi biar aku saja yang mengompres kakimu. Ini pasti akan sembuh dengan cepat.”
“Kau bisa?” tanya Hyemi, menahan Kyuhyun yang sudah berniat bangkit dari duduknya.
Kyuhyun tersenyum angkuh, “Apa yang aku tidak bisa?”
“Aish sombongnya..” Hyemi menatap malas pada Kyuhyun hingga membuat pria itu tertawa, “Tapi, kenapa kau tidak bisa memanggil dokter kesini? Bukankah orang kaya sepertimu memiliki dokter pribadi?”
“Aku punya, tapi itu dulu. Sudah lama aku tidak membiarkan orang lain untuk datang kesini.” Jelas Kyuhyun dengan tatapan lembut yang sekilas justru terlihat sedih.
“Kenapa?”
Kyuhyun terkekeh tanpa alasan dan mengangkat kedua bahunya acuh, “Bukan hal yang baik. Lupakan saja.”
Sebenarnya, Kyuhyun tahu Hyemi tidak puas dengan jawabannya walaupun saat ini gadis itu mengangguk pelan. Gadis itu juga terlihat jelas masih ingin menanyakan banyak hal padanya. Tapi, Kyuhyun pura-pura tidak tahu akan hal itu. Dia justru memilih kabur dengan alibi ingin mengambil handuk kecil dan air hangat untuk mengompres kaki Hyemi.
Dan sambil melangkah menuruni tangga, dalam hati Kyuhyun berkali-kali mengingatkan dirinya untuk tidak perlu terlalu terbuka pada gadis itu. Tidak mengenai hal-hal yang seharusnya dia lupakan sejak lama.
Dia harus fokus pada misinya saja bukan?
-o0o-
Sarapan bersama hari ini sebenarnya terasa sangat menyenangkan, keempat orang di meja makan itu juga makan dengan lahap. Hanya saja, beberapa kali terdengar decakan kesal dan dengusan malas. Jelas sekali. Dan itu adalah ulah Yesung, polisi yang sebentar lagi habis masa skorsnya.
Tidak, Yesung bukannya kesal ataupun malas dengan tawa renyah Hyemi dan Kyuhyun, tapi tingkah sepasang kekasih itulah yang mengganggunya. Saling berbagi makanan, saling menyuapi, dan saling bercanda tawa dengan mesranya. Cih, bahkan Kyuhyun juga beberapa kali mencubit gemas pipi Hyemi. Benar-benar mengganggu pemandangan ‘kan?
“Cih, dunia serasa milik kalian berdua, ya.” Cibir Yesung sambil menatap malas pada Hyemi dan Kyuhyun.
Hyemi tertawa canggung, merasa bersalah karena terlalu asik bercanda dengan Kyuhyun. “Maaf, Oppa.”
“Abaikan saja, dia hanya cemburu karena seumur hidup tak pernah berkencan.” Sahut Kyuhyun.
“Hei! Aku pernah!” Yesung tersinggung, mata sipitnya berusaha melotot yang malah direspon dengan tawa oleh Kyuhyun, membuat pria itu berdecak kesal untuk ke sekian kalinya. “Kemana lagi kali ini?”
“Apa?” Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya.
“Hampir tiap minggu pasti kalian pergi berkencan, setelah Hyemi pulang sekolah kau juga membawanya jalan-jalan. Jadi, hari minggu ini kalian akan pergi kemana lagi? Tidak bisakah sesekali kau ajak aku dan Siwon huh?”
“Untuk apa berkencan mengajak kalian berdua? Mengganggu saja.”
“Hei!”
“Aishh sudahlah,” seperti biasa, lagi-lagi Hyemi harus ikut bersuara untuk melerai adu mulut di meja makan ini. “Nanti saja kita jalan-jalan bersama, Yesung Oppa. Setelah aku ujian.”
Yesung mengernyitkan keningnya, “Kapan kau ujian?”
“Hmm minggu depan.” Jawab Hyemi.
“Apa? Lalu, sekarang kau malah pergi berkencan? Bukan belajar? Lagipula bukankah kakimu sedang terluka? Sudahlah, lebih baik kau di rumah saja, Hyemi.” Oceh Yesung.
“Tapi.. kakiku sudah sembuh beberapa hari yang lalu, Oppa. Aku akan giat belajar mulai besok.” Hyemi sedikit takut, sosok Yesung yang seperti ini mengingatkannya pada Donghae dan Eunhyuk yang suka marah jika dia malas belajar.
“Tidak, tidak. Kau harus belajar, Hye—”
“Hei! Apa masalahmu, Kim Yesung?” sela Kyuhyun dengan tajam, “Cari wanitamu sendiri, jangan mengatur-atur Hyemi. Dia gadisku.”
Yesung semakin kesal, dia menyikut lengan Siwon yang sejak tadi hanya diam, “Hei, bantu aku.”
“Come on, Hyung. Tidak ada yang salah dengan kata-kata Kyuhyun, kau yang seharusnya diam.” Jawab Siwon yang langsung melakukan high five dengan Kyuhyun, membuat Yesung menatap kedua temannya itu dengan pandangan tak menyangka. Sedangkan Hyemi sendiri hanya bisa tertawa melihat hal itu.
“Woahh kau mengkhianatiku.. Aku kecewa padamu, Choi Siwon.” Ujar Yesung sambil memegangi dada kirinya, pura-pura sakit hati.
“Sudahlah, kami akan pergi.” Kyuhyun bangkit dari duduknya yang diikuti oleh Hyemi, lalu dia menggenggam sebelah tangan gadis itu, “Ayo, Hyemi.”
“Sampai jumpa, Oppadeul.” Pamit Hyemi sambil melambaikan tangan pada Yesung dan Siwon yang tersenyum lembut padanya. Ah tidak, hanya Yesung yang tersenyum lembut, Siwon lebih ke memaksakan senyumnya saat menatap Hyemi. Lewat sorot matanya, Hyemi tahu pria itu memintanya untuk hati-hati.
Iya, Hyemi tahu, dia harus selalu hati-hati dengan Kyuhyun. Rentenir ini bisa saja berbuat macam-macam dengannya di luar sana. Tapi, entahlah, Hyemi merasa belakangan ini Kyuhyun sudah berubah. Kyuhyun menjadi lebih baik dan cenderung romantis daripada mesum, pria itu juga terlihat sangat tulus saat menghabiskan banyak waktu bersamanya, membuatnya tidak terlalu was-was saat di dekat pria itu. Bahkan, terkadang mereka juga spontan saling berpelukan.
Terkadang hal itu membuat Hyemi berpikir, apa Kyuhyun memang sebaik ini? Apa Kyuhyun benar-benar hanya ingin mencoba menjadi kekasih yang baik untuknya? Sebelum Changmin membawanya pergi? Benarkah hanya itu?
“Aishh tidak, apa yang kupikirkan?” tanpa sadar, Hyemi menyuarakan isi hatinya.
“Benar, apa yang kau pikirkan huh?” sahut Kyuhyun yang membuat Hyemi langsung menatapnya bingung, “Sepanjang jalan kau hanya melamun saja, apa yang kau pikirkan? Kau sedih karena Yesung dan Siwon tidak ikut jalan-jalan?”
Hyemi tersenyum canggung sambil menggelengkan kepalanya, dan saat matanya melihat ke luar jendela mobil, dia baru sadar ternyata mereka sudah sampai di sebuah tempat yang sangat ramai.
“Kita sudah sampai?!” Hyemi tak bisa menutupi rasa terkejutnya.
Kyuhyun tersenyum kecil dan melepaskan sabuk pengaman Hyemi, “Hm, sudah sampai. Kita kencan disini kali ini.”
“Woah aku belum pernah kesini sebelumnya,” gumam Hyemi sambil menatap takjub bangunan di depannya.
“Dan akhirnya kau kesini, bersamaku.” Kata Kyuhyun yang disambut anggukan semangat oleh Hyemi, lalu mereka bergegas keluar dari mobil dan bergandengan tangan masuk ke tempat itu.
Lotte World.
Ya, Hyemi dan Kyuhyun kencan di taman hiburan itu. Tempat bermain yang diakui terbesar di dunia. Mengingat ini hari minggu, jadi tak heran pengunjung yang datang benar-benar banyak. Ramai sekali. Hyemi sampai mengapit sebelah lengan Kyuhyun agar lebih aman.
“Cho Kyuhyun, tunggu,” Hyemi tiba-tiba berhenti di sebuah toko yang dilewatinya, toko souvenir khas Lotte World. Hyemi mengambil sebuah kacamata hitam yang dipajang di salah satu rak itu, lalu memakaikannya pada Kyuhyun, “Oh! Bagus! Itu cocok untukmu!”
Kyuhyun juga melakukan hal yang sama, mengambil kacamata yang berbingkai putih dan memakaikannya pada Hyemi, “Kau juga cocok memakai itu.”
“Benarkah?” gumam Hyemi sambil mengaca pada cermin kecil yang tersedia disana.
Kyuhyun mengangguk kecil sambil sibuk merogoh saku celananya, mengambil ponsel. Dan setelah siap, dia langsung merangkul Hyemi tanpa canggung. “Hyemi, lihat kesini.”
Ckrek!
Yup, Kyuhyun mengambil foto bersama Hyemi lewat ponselnya. Tak hanya sekali, tapi sampai lima kali dengan pose yang berbeda-beda. Ada yang mereka hanya tersenyum, saling melirik dengan gemas, memamerkan kacamata couple mereka, saling merangkul, dan pose Kyuhyun yang mencium puncak kepala Hyemi dengan sayangnya.
Setelah membeli sepasang kacamata itu, Hyemi dan Kyuhyun melanjutkan kegiatan mereka menyusuri taman hiburan yang sangat luas itu. Dengan senangnya menaiki berbagai wahana yang ada disana. Mereka juga sesekali istirahat sejenak untuk membeli souvenir, makanan, minuman, dan juga es krim. Dan selama berjam-jam itu, Kyuhyun juga tak lupa mengabadikan momen bahagianya dengan Hyemi, memotret banyak foto Hyemi hingga membuat gadis itu serasa menjadi model sehari.
Setelah puas memainkan puluhan wahana melelahkan di Lotte World, akhirnya Hyemi dan Kyuhyun memilih untuk menaiki wahana bianglala saja sambil beristirahat. Mereka duduk berhadapan dengan raut wajah lelah yang juga terlihat bahagia.
“Apa ini sudah boleh dilepas?” Kyuhyun menunjuk bando berbentuk pita besar berwarna biru yang terpasang cantik di kepalanya.
Iya, tak bercanda, Kyuhyun memang memakai bando itu sejak tadi. Baiklah, memang ini bando pasangan dengan Hyemi, dan gadis itu terlihat lucu memakai bando berwarna merah muda itu, tapi Kyuhyun? Oh ayolah, Kyuhyun lelaki dewasa, umurnya sudah 30 tahun, dia malu bukan main memakai benda ini sambil berkeliling Lotte World. Lagipula, apa Hyemi lupa? Walaupun tampangnya tidak sangar, tapi Kyuhyun ini seorang rentenir astaga…
“Tidak-boleh.” Jawab Hyemi sambil menggelengkan kepalanya.
“Hyemi—”
“Tidak, Cho Kyuhyun.”
Kyuhyun menghela nafas pelan, mengalah pada Hyemi yang sibuk melihat pemandangan indah dari atas bianglala ini.
Gadis itu tidak sadar, saat ini Kyuhyun sedang memandangnya dengan intens. Tepatnya, memandang lekuk tubuh gadis itu yang terbalut hotpants dan kaos longgar putih. Ah, benar-benar, Kyuhyun penasaran sekali dengan tubuh mungil gadis itu. Ingin segera merasakan sensasi memiliki tubuh itu, pasti tidak akan mengecewakan bukan? Pasti akan lebih nikmat dari wanita-wanita dewasa yang sudah sering bermain dengannya bukan?
“Hyemi…”
“Ya?” Hyemi menoleh, balas menatap Kyuhyun yang kini hanya diam. Beberapa detik berlalu pun pria itu masih saja diam, hanya menatapnya lekat hingga membuat Hyemi bingung melihatnya. “Ada apa? Kenapa menatapku seperti itu? Cho Kyuhyun, jangan bilang kau… takut ketinggian?”
Kyuhyun langsung tertawa, menyerah saat melihat wajah lucu Hyemi yang asal menebak. “Tentu saja tidak.”
“Lalu?”
“Hanya penasaran,” Kyuhyun terdiam sejenak, “Bagaimana sekolahmu?”
Bodoh! Rutuk Kyuhyun dalam hati, tepat sedetik setelah menanyakan hal di luar tujuannya itu.
“Hmm ya, sekolahmu, bagaimana sekolahmu? Menyenangkan?” lanjut Kyuhyun berusaha senormal mungkin, dan beruntungnya ekspresi bingung Hyemi kini berubah menjadi biasanya.
“Belajar sendiri, kerja kelompok sendiri, makan di kantin sendiri, baca buku di perpustakaan juga sendiri. Ya, menyenangkan.” Ujar Hyemi sambil tersenyum simpul.
Sebelah alis Kyuhyun terangkat, “Kau tidak punya teman?”
“Tidak. Sejak kecil aku tinggal di klub malam, jadi tidak ada yang mau berteman denganku karena mereka bilang aku bukan dari keluarga baik-baik. Walaupun sekarang aku sudah tidak tinggal disana, tapi kini aku tinggal di Penthouse hotel bersama 3 lelaki dewasa. Bisa kau bayangkan sendiri bagaimana mereka semakin menjauhiku.” Hyemi mengatakannya dengan tenang dan lancar, “Begitulah. Aku tidak punya teman.”
Jujur, Kyuhyun terenyuh mendengarnya. Dia baru tahu betapa menyedihkannya kehidupan sekolah Hyemi. Berbanding terbalik dengan kehidupan sekolah Kyuhyun yang penuh dengan kesenangan mengingat dia adalah pria tampan yang kaya dan populer. Kyuhyun benar-benar kagum karena gadis itu masih bisa bertahan untuk tetap pergi ke sekolah di tengah situasinya yang seperti itu, ah, gadis itu juga tak pernah terlihat sedih mengenai sekolahnya. Benar-benar gadis yang kuat.
Hal ini membuat Kyuhyun mengerti dengan perkataan Eunhyuk saat di rumah sakit waktu itu, Hyemi sudah banyak menderita sejak kecil.
Ternyata itu benar.
Ditambah lagi kehidupan keluarga Hyemi. Oh, jangan ditanya, mengenai hal ini Kyuhyun sudah tahu dengan jelas. Hyemi hanya tinggal bersama ibunya, keluarganya berantakan karena Min Jihyun menjadi istri kedua Shim Taejin. Hhhhh… Kyuhyun juga tahu dan bahkan melihatnya sendiri, Hyemi sama sekali tidak dipedulikan oleh ibunya.
“Jangan menatapku seperti itu, semua sudah lama terjadi. Aku sudah terbiasa.” Ujar Hyemi pelan, masih dengan senyuman yang terukir di bibirnya.
.
.
.
.
.
Kyuhyun menginjak pedal rem perlahan setelah sampai di parkiran The Zones Seoul, lalu membuka sabuk pengamannya dan berniat untuk segera turun dari mobil. Namun, matanya tak sengaja melihat Hyemi hanya diam saja dengan posisi kepala menghadap ke arahnya. Gadis itu tertidur.
Kesempatan bagus, Cho Kyuhyun! Jangan dilewatkan!
Tidak, itu bukan suara hati Kyuhyun. Tapi entah mengapa Kyuhyun seakan mendengar kata-kata itu, membuat matanya tak bisa beralih dari wajah polos Hyemi yang sedang tertidur. Pandangannya semakin lama semakin turun ke leher gadis itu, lalu ke dadanya, cukup lama dia memandang dua gundukan itu, lalu semakin turun lagi ke…
Hyemi sudah banyak menderita sejak kecil.
“Argh sial!” umpat Kyuhyun teramat pelan, kesal bukan main karena teringat kata-kata itu lagi.
Baiklah, untuk ke sekian kalinya Kyuhyun mengalah. Lagipula sepertinya memang tidak bisa dia lakukan sekarang, dia tidak tega melihat Hyemi kelelahan begini karena asik bermain di Lotte World.
Akhirnya Kyuhyun langsung turun dari mobil, berjalan ke arah pintu di samping Hyemi dan membukanya perlahan. Kyuhyun mencondongkan badannya ke dalam mobil untuk melepas sabuk pengaman Hyemi, namun tanpa diduga gadis itu terjaga dan langsung mendorong dada bidangnya dengan kuat. Membuat kepala belakang Kyuhyun terantuk pintu mobil hingga menimbulkan suara benturan yang keras.
“Aww kepalaku…” Kyuhyun mengusap-usap kepala belakangnya sambil membungkuk.
“Astaga! Maaf! Maafkan aku! Kau baik-baik saja?” Hyemi kaget sekaligus khawatir, bantu mengusap kepala belakang Kyuhyun sebelum pria itu berdiri tegap.
“Tidak apa-apa, tidak apa-apa..” ujar Kyuhyun sambil berusaha tersenyum meskipun kepalanya sakit. Sungguh, tadi itu keras sekali terantuknya. “Kau tertidur, aku hanya ingin menggendongmu tadi.”
Mendengar hal itu membuat Hyemi seketika terdiam, bingung harus menjawab apa. Jujur saja tadi itu Hyemi kaget sekali karena Kyuhyun tiba-tiba ada di depannya dengan jarak yang kelewat dekat, karena itulah dia reflek mendorong dada Kyuhyun, tapi apa pria itu bilang? Hanya ingin menggendongnya karena dia tertidur?
Jadi, dia salah paham ya?
“Sudahlah, ayo ke atas. Kau pasti lelah.” Ujar Kyuhyun setelah membawa semua tas belanjaan yang ada di bagasi mobilnya. Tidak sedikit, ada sekitar belasan tas belanja yang berisi macam-macam barang hasil dari membawa Hyemi ke Mall.
-o0o-
“Barami geothin georireul geotda.. Mundeuk millyeodeuneun jageun songire nan.. Geu ttaseuhame han beon ne miseo du beon.. Usgo marassji..” Hyemi bersenandung pelan menyanyikan lagu berjudul Time With You yang dia sukai belakangan ini.
Entahlah, rasanya lagu ini menyenangkan sekali. Mengingatkannya dengan Kyuhyun, dengan kenangan indah mereka yang berputar jelas dalam otaknya. Tanpa sadar membuatnya semakin semangat untuk menyiapkan makan malam hari ini.
“Astaga!” Hyemi tersentak kaget saat seseorang memeluknya dari belakang. Ya, siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun?
“Apa yang kau masak?” bisik Kyuhyun tanpa melepaskan pelukannya, sengaja membuat Hyemi risih.
“Sup ayam, tunggu sebentar lagi.” Hyemi masih terus mengaduk masakannya, “Kau bisa menunggu di meja makan, Cho Kyuhyun. Jangan seperti ini. Bagaimana kalau Oppadeul melihatnya?”
“Tenang saja, mereka masih di kamarnya.” Ujar Kyuhyun sebelum mengecup sebelah telinga Hyemi hingga membuat gadis itu geli.
“Hentikan, Cho Kyuhyun aishh..”
“Baiklah, baiklah.” Lalu Kyuhyun beralih menundukkan kepalanya, bersandar pada bahu kiri Hyemi. “Aku tidak bisa ikut makan malam, sisakan sup ayamnya untukku.”
Hyemi mematikan kompor sambil mengernyit bingung, “Mau kemana?”
“Biasa, ada urusan pekerjaan.” Dari nada bicaranya, Kyuhyun terdengar tidak semangat. “Aku akan pergi dengan Yesung, kabari aku jika Siwon menggodamu.”
“Yang benar saja,” Hyemi memutar matanya malas.
“Aku serius. Aku tidak mau kau digoda atau pun tergoda dengannya.” Bisik Kyuhyun setelah mengangkat kepalanya dari bahu Hyemi, lalu mengecup leher gadis itu dari samping dengan sangat lembut.
“Cho Kyuhyun..” ya, Hyemi berusaha menghentikan ulah Kyuhyun pada kulit lehernya, tapi sial sekali tubuhnya malah tak bisa berontak.
Menikmatinya, Hyemi?
Oh, yang benar saja! Hyemi tidak mau mengakuinya, tapi… sepertinya iya. Terbukti dengan kedua tangannya yang malah memegang lembut tangan Kyuhyun yang masih melingkari perutnya.
Kyuhyun sendiri tak berniat untuk berhenti, merasa belum puas hanya dengan mengecup lembut leher Hyemi. Membuat bibir tebalnya beralih turun mengecupi bahu kiri gadis itu yang dia singkap sedikit bajunya. Dan disana, Kyuhyun tak hanya mengecup, tapi juga meninggalkan jejak jelas tanda kepemilikannya.
“Indah sekali,” Kyuhyun tersenyum bangga melihat tanda yang dibuatnya di bahu kiri Hyemi.
“Aishh kau!” Hyemi melepaskan pelukan Kyuhyun sebelum merapikan kembali kerah bajunya. Hyemi berbalik dan sudah ingin memarahi Kyuhyun yang masih tersenyum puas, namun di belakang pria itu terlihat Yesung dan Siwon baru saja keluar dari kamar. “Oppadeul~”
“Oh, apa yang kalian berdua lakukan disana?” balas Yesung sambil menatap Hyemi dan Kyuhyun dengan pandangan curiga.
“Berkencan. Kau iri, huh?” sahut Kyuhyun acuh, lalu kembali menatap ke arah Hyemi, “Aku pergi dulu. Ingat pesanku tadi.”
“Cih, menjijikkan! Kita hanya akan pergi menagih hutang, bukan melakukan perjalanan bisnis berminggu-minggu!” percayalah, itu jelas sekali kalau Yesung sengaja meninggikan volume suaranya, membuat Kyuhyun mendelik tajam.
“Hei Kyuhyun, cepatlah bawa dia pergi. Berisik sekali mulutnya ini kalau sudah bicara.” Ujar Siwon dengan kesalnya.
Kyuhyun mendengus pelan, kalau tidak penting sebenarnya dia juga malas sekali harus pergi bersama Yesung.
“Sudahlah, cepat pergi supaya tidak pulang terlalu malam.” Hyemi mendorong pelan punggung Kyuhyun yang melangkah dengan malas.
Akhirnya, dengan berbagai keributan kecil antara ketiga pria itu, Kyuhyun dan Yesung pergi juga. Menyisakan Hyemi dan Siwon di Penthouse itu.
Sebelumnya, ini tidak pernah terjadi, Hyemi tidak pernah hanya berduaan dengan Siwon disini, makan malam berdua. Ini terasa canggung. Terlebih Siwon juga makan sambil sibuk memainkan ponselnya, membuat Hyemi tidak bisa memecah keheningan dengan obrolan apapun.
“Changmin akan menjemputmu sebentar lagi.” Mendadak Siwon mengatakan hal itu, membuat Hyemi mengangkat pandangannya dan menatap pria itu dengan pandangan kaget.
Siwon tersenyum kecil, “Akhirnya kau bisa bebas dari Kyuhyun. Selamat.”
Hyemi masih terkejut, sangat. Saking terkejutnya dia bahkan sampai tak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Ini… terlalu mendadak.
Iya, ini adalah saat-saat yang Hyemi tunggu. Sudah lama dia menantikan Changmin yang akan datang menjemputnya, membantunya lepas dari genggaman Cho Kyuhyun. Tapi, bagaimana ini? Hyemi benar-benar belum mempersiapkan dirinya, belum mempersiapkan apa-apa untuk perpisahannya dengan Kyuhyun. Bukan mengenai barang-barangnya, tapi mengenai hubungannya dengan pria itu.
Apa mereka harus berpisah seperti ini?
Tidak apakah dia langsung meninggalkan pria itu begitu saja?
Tegakah dia?
“Hyemi, kenapa melamun? Setelah selesai makan sebaiknya kau bawa turun kopermu, sebentar lagi Changmin sampai disini.” Ujar Siwon membuyarkan lamunan Hyemi.
Hyemi hanya menganggukkan kepalanya sebelum bangkit dari duduknya, bergegas untuk ke kamarnya.
“Tidak selesaikan makanmu?”
Hyemi menoleh pada Siwon, melihat sekilas makanannya yang belum habis. “Aku sudah selesai.”
Bohong! Hyemi bohong! Sebenarnya dia belum selesai, tapi kabar dari Siwon yang membuat selera makannya hilang!
Setelah itu Hyemi benar-benar pergi ke kamarnya, berganti baju dan merapikan sisa barang-barangnya yang masih berada di luar koper. Dan hanya Tuhan yang tahu, sebingung apa Hyemi mengemasi semua barangnya itu, sekacau apa hatinya bersiap meninggalkan tempat ini. Bahkan dia merasa semua terjadi begitu saja, berlalu dengan cepat. Hingga kini akhirnya dia sudah berada di basement, terdiam melihat Changmin dan Siwon memasukkan kopernya ke bagasi mobil.
“Kalau bukan karena bantuanmu, mungkin aku masih lama bisa membawa Hyemi pergi dari sini. Terima kasih, Choi Siwon.” Ujar Changmin setelah menutup bagasi mobilnya.
“Aku hanya perantara. Donghae dan Eunhyuk yang sebenarnya sudah membantumu, Bro.” Siwon menepuk pelan bahu Changmin.
“Ah benar, dua anak itu.” Changmin tersenyum mengingatnya, lalu merangkul Hyemi yang sejak tadi hanya diam sambil memegangi bahu kirinya. “Baiklah, kami akan pergi. Sampaikan uangnya pada Kyuhyun.”
“OK, be carefull.”
Dan ya, begitu saja, rencana mereka berhasil. Hyemi sudah masuk ke dalam mobil, begitu pun dengan Changmin. Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan basement The Zones Seoul. Meninggalkan Siwon yang awalnya tersenyum lega, namun kini terdiam kaku saat membalikkan badan dan melihat seseorang berdiri tak jauh di depannya sedang menatapnya lurus.
Orang itu tersenyum miris, “Kerja bagus, Choi Siwon.”
To be continue…