Time with You

Time with You
He's My Love



Seminggu berlalu.


Hyemi sudah selesai dengan ujian sekolahnya dan saat ini sedang berada di taman belakang yang cukup sepi, duduk di bangku kayu yang berada di bawah pepohonan. Kedua tangan Hyemi sibuk mengetik berbagai pesan dan beberapa kali juga berusaha untuk menelepon seseorang, namun seperti seminggu terakhir ini, usahanya sia-sia. Selalu saja pesannya tak dibalas dan teleponnya tak diangkat.


Jujur, Hyemi mengkhawatirkannya. Khawatir pada Kyuhyun yang pergi begitu saja saat hari ulang tahunnya seminggu yang lalu. Ya, Kyuhyun memang berpesan akan menghubunginya lagi nanti, tapi kapan? Kenapa sampai detik ini Kyuhyun masih tidak menghubunginya ataupun membalas pesannya? Kemana pria itu?


Beberapa kali Hyemi juga mencoba datang ke kantor Kyuhyun, namun pria itu tidak ada disana. Semua anak buah Kyuhyun disana pun tidak ada yang mau memberitahunya. Mereka hanya berkata bahwa Tuan Marcus sedang bertugas di tempat lain.


Dan yang paling menyebalkan adalah Yesung dan Siwon. Kedua pria itu justru tak menjawabnya sama sekali dan malah suka mengalihkan pembicaraan, membuat Hyemi benar-benar kesal.


Hyemi menunduk lemas dan memegangi kalung berlian cantik pemberian Kyuhyun. Hadiah ulang tahun dari Kyuhyun.


Hhhhh… Hyemi merindukan bos rentenirnya itu.


“Hei, jalang!” seruan itu membuat Hyemi terkejut dan langsung mengangkat pandangannya.


Seantero sekolah memang tidak suka padanya, rumor negatif memang selalu mengiringi namanya. Bahkan tak jarang orang-orang di kelasnya sering mem-bully-nya. Hyemi tahu itu. Tapi, orang di sekolah ini yang berani memanggilnya dengan sebutan ‘jalang’ hanya satu, yaitu Ahn Jiyeon.


Ahn Jiyeon yang tak lain adalah teman sekelas Hyemi, kini berdiri sambil berkacak pinggang. “Kau sengaja mengadu pada mereka hah?!”


Sekilas Hyemi memandang bahu kirinya yang sempat didorong kasar oleh Jiyeon, sebelum memutar matanya malas.


“Sebenarnya apa yang kau katakan?! Kenapa mereka jadi sering datang dan mengacaukan rumahku hah?! Kau pasti sengaja menyuruh mereka meneror keluargaku karena kau dendam padaku ‘kan?! Dasar jalang! Kau menjual tubuhmu hanya untuk membalasku!” cecar Jiyeon masih dengan sebelah tangannya yang beberapa kali mendorong bahu Hyemi bahkan sampai memukul kepala gadis itu.


“Kenapa diam saja?! Kau takut?! Cih, jalang sepertimu hanya bisa mengadu dan menjual tu—”


“Aku tidak takut!” sentak Hyemi sambil bangkit dari duduknya dengan mendadak, membuat Jiyeon reflek mengambil langkah mundur. “Dan aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan! Kau bicara seperti orang gila!”


Jiyeon membelalakkan matanya, tidak terima dikatai seperti itu oleh Hyemi. Akhirnya Jiyeon menjambak rambut tergerai Hyemi hingga sang empunya meringis kesakitan, “Kau yang gila! Berhenti pura-pura bodoh dan suruh para rentenir sialan itu agar berhenti mengacaukan rumahku!”


“Akh! Sialan! Kau yang bodoh! Aku tidak tahu apa-apa!” Hyemi berusaha melepaskan tangan Jiyeon yang semakin menarik kasar rambutnya.


Ahh benar-benar, rasanya rambut Hyemi bisa botak jika begini terus.


“Jalang sialan!” Jiyeon melepaskan rambut Hyemi sambil memukul kepala gadis itu, “Ayahku yang berhutang tapi mereka justru mengancam atas nama dirimu! Kau pikir siapa lagi dalangnya kalau bukan dirimu hah?!”


Hyemi tak menjawab, dia sibuk mengusap-usap kepalanya dan berusaha mencerna ucapan Jiyeon. Apa mungkin itu adalah ulah Kyuhyun?


“Suruh mereka berhenti atau aku akan terus mengganggumu! Ingat itu!” setelah berkata seperti itu, Jiyeon langsung berbalik pergi dengan langkah cepat. Meninggalkan Hyemi yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri.


“Menyebalkan!” gerutu Hyemi pelan.


Hyemi kembali duduk di bangkunya dan berkaca dengan ponsel untuk merapikan rambutnya yang berantakan. Beberapa kali berdecak keras saking emosinya dengan fakta yang baru saja dia ketahui dari Jiyeon.


Entahlah, tapi firasatnya berkata bahwa rentenir yang Jiyeon maksud tadi pasti adalah Kyuhyun. Atau mungkin anak buah Kyuhyun. Yang jelas pasti berhubungan dengan Kyuhyun! Karena rentenir yang Hyemi kenal hanyalah Kyuhyun!


Tidak, Hyemi tidak marah Kyuhyun menagih hutang sambil membawa-bawa namanya, justru Hyemi marah karena pria itu sibuk menagih hutang tanpa mengabarinya sekali pun! Itu paling menyebalkan! Apa susahnya sekali saja membalas pesan atau menjawab teleponnya?


Ini tidak bisa dibiarkan! Hyemi tidak suka kalau harus menjalani hubungan tidak jelas seperti ini!


“Ya, Hyemi?” suara Siwon. Pria itu menjawab telepon Hyemi dengan cepat.


“Oppa, jemput aku. Aku sudah selesai ujian.” Pinta Hyemi dengan raut wajah yang masih terlihat kesal.


“Baiklah. Setelah  itu makan malam di restoran Changmin, mau?”


“Tidak, aku mau ke rumah Ahn Jiyeon.”


“Apa?! Kenapa tiba-tiba kesana?” suara Siwon terdengar panik, membuat Hyemi semakin curiga pria itu tahu sesuatu.


“Apanya yang kenapa? Tentu saja aku mencari Kyuhyun, dia ada disana ‘kan?” ujar Hyemi tanpa basa-basi, namun Siwon justru hanya diam di seberang sana. Hyemi menghela nafas pelan sambil melemaskan bahunya, “Berhenti menghindar, Oppa. Jiyeon sudah mengatakannya padaku. Lagipula aku hanya ingin melihat Kyuhyun sebentar saja. Kalau dia memang sangat sibuk, tidak apa-apa, aku berjanji tidak akan mengganggunya.”


“Tunggu sebentar, aku kesana.”


-o0o-


Setelah menjemput Hyemi di sekolahnya, Siwon langsung melajukan mobilnya menuju café terdekat. Disana Siwon mulai bercerita sambil meminum kopinya. Siwon memberitahu Hyemi semuanya tentang rentenir yang datang ke rumah Ahn Jiyeon, itu adalah dia dan Yesung. Dan memang Kyuhyun-lah yang memerintahkan mereka.


Siwon juga menjelaskan bagaimana Kyuhyun bisa mengenali Ahn Jiyeon dan apa saja yang mereka lakukan di rumah gadis itu.


Dan mengancam Ahn Jiyeon agar berhenti mem-bully Hyemi.. itu memang benar. Mereka melakukannya atas perintah Kyuhyun.


“Jadi…” Hyemi menyandarkan punggungnya, “Bukan Kyuhyun?”


“Not him,” jawab Siwon.


“Lalu, dimana Kyuhyun? Kenapa dia tidak pernah menjawab teleponku?” Hyemi kembali menanyakan hal yang sama seperti seminggu terakhir.


Dalam hati Hyemi berharap, semoga kali ini Siwon mau menjawab pertanyaannya. Namun sayangnya tidak, Siwon justru langsung mengeluarkan ponselnya dan pura-pura sibuk membalas pesan. Bahkan pria itu juga basa-basi dengan mengatakan bahwa Yesung ingin makan malam bersama di apartement Changmin.


Dan kalau sudah begini, Hyemi hanya bisa menghela nafas sebelum meminum es coklatnya. Tidak lagi memaksa seperti beberapa hari terakhir. Lagipula, untuk apa? Respon Siwon sudah jelas mengatakan bahwa dia tidak ingin memberitahu Hyemi apapun mengenai Kyuhyun.


Cih. Menyebalkan.


“Sudah,” Hyemi meletakkan gelasnya yang sudah kosong, “Aku ingin pulang.”


Lalu Hyemi langsung bangkit dan berjalan pergi lebih dulu dengan wajah murungnya, membuat Siwon merasa bersalah dan mengejar gadis itu.


Siwon mensejajari langkah Hyemi keluar dari café itu, “Mau makan apa?”


“Tidak mau.” Jawab Hyemi dengan nada sinis, sebelum masuk ke dalam mobil.


Siwon menghela nafas pelan, mengitari mobil dan berakhir duduk di bangku kemudi. Sekilas Siwon melirik ke arah Hyemi yang sedang sibuk memainkan ponselnya.


Ya, Siwon melihatnya juga. Di ponselnya itu, Hyemi sibuk menghubungi kontak bernama ‘Cho Kyuhyun’.


“You should contact someone else to know where he is,” gumam Siwon sambil melajukan mobilnya.


“Apa?” Hyemi terlihat bingung.


Siwon menoleh sejenak sambil tersenyum, “Nothing.”


-o0o-


"Hyemi~ adikku sayang~ aku bawa makanan kesukaanmu~" Changmin berseru senang sambil berlarian memasuki apartementnya, menghampiri Hyemi yang sedang duduk di sofa dan memeluk gadis itu dari samping.


Hyemi hanya tersenyum dan membalas pelukan sang kakak. Senyuman Hyemi semakin lebar saat Changmin menyerahkan bungkusan plastik yang dibawanya. Bukan makanan mewah, hanya kimbab segitiga yang Changmin beli di dekat apartementnya.


Iya, Hyemi menyukai makanan sederhana itu. Menurutnya makanan yang jarang bisa dia makan itu sangat enak. Lagipula belakangan ini dia tidak terlalu bernafsu untuk makan banyak, hanya ingin makanan kecil ini saja.


Changmin ikut memakan kimbab segitiga sambil duduk di samping Hyemi, "Kapan Siwon dan Yesung pulang? Tadi mereka makan malam disini kan?"


"Eo, belum lama Oppadeul pulang." jawab Hyemi dengan mulut yang sibuk mengunyah dan mata yang sibuk menonton drama di televisi.


"Mereka makan apa tadi?"


"Hmm… banyak, Oppadeul memesan banyak makanan. Aku lupa apa.”


“Lalu mengapa kau tidak ikut makan?”


Deg!


Hyemi menoleh pada Changmin dengan tatapan terkejut. Pikirnya, bagaimana Changmin bisa tahu? Apa Siwon dan Yesung yang mengadu pada Changmin?


Changmin menaruh plastik kimbab-nya yang sudah kosong ke meja di depannya, lalu kembali menatap ke arah Hyemi, “Sudah berapa hari kau begini? Kenapa tidak banyak makan? Apa kau sakit?”


Eo, sakit. Hatiku sakit, Oppa. Aku merindukan Kyuhyun. Aku mau Kyuhyun.


Iya, Hyemi ingin sekali mengatakan hal itu. Mengatakan alasan mengapa dirinya jadi tak nafsu untuk banyak makan. Itu karena Kyuhyun, karena dia terlalu memikirkan tentang Kyuhyun yang saat ini entah berada dimana. Dia ingin bertemu Kyuhyun agar suasana hati dan pikirannya kembali tenang. Tapi, suara hatinya sama sekali tak bisa dia katakan. Justru dia hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan, “Tidak, Oppa. Aku tidak sakit. Jangan khawatir eoh?”


“Lalu, kenapa? Aku tidak bisa tidak khawatir kalau kau hanya makan kimbab saja, Hyemi.” Ujar Changmin.


Hyemi terkekeh sambil menghabiskan sisa kimbab-nya, “Aku memang ingin makan ini saja. Lagipula…”


“Ya?” Changmin menunggu Hyemi menelan makanannya.


“Lagipula aku bisa gemuk nanti kalau banyak makan, aku ‘kan sebentar lagi akan kuliah. Aku ingin jaga postur tubuhku tetap cantik seperti ini, Oppa.” Hyemi mengedipkan sebelah matanya dengan gaya nakal hingga membuat Changmin tertawa.


“Apa ini? Kau diet? Kau kuliah itu mau belajar atau mencari kekasih huh? Ada-ada saja hahaha..” Changmin menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan jawaban sang adik.


Dan Hyemi ikut tertawa juga, atau lebih tepatnya menertawakan dirinya sendiri yang semakin pandai berbohong, pandai berakting. Padahal nyatanya itu karena dia merindukan Kyuhyun.


“Nanti kau mau ambil jurusan apa saat kuliah?” tanya Changmin sambil mengganti channel TV karena drama yang Hyemi tonton sudah habis.


“Hmm… entah, aku belum tahu.” Hyemi mengangkat bahunya acuh.


“Ya sudah, setidaknya siapkan dulu kebutuhanmu untuk kuliah nanti.”


“Ah, benar!” Hyemi menepuk pelan keningnya, lalu mengalihkan pandangannya pada Changmin, “Oppa, besok temani aku beli peralatan kuliah, ya.”


Changmin membalas tatapan Hyemi dengan kening berkerut, “Langsung mau beli besok?”


“Iya, besok. Aku mau beli buku catatan baru.”


“Ditemani Donghae atau Eunhyuk, bagaimana? Aku ada briefing pagi di toko.”


Hyemi terdiam sejenak, lalu menganggukkan kepala tanda setuju. Walaupun dia tidak yakin apa Donghae dan Eunhyuk bisa menemaninya.


Dan keesokan harinya… benar saja!


Hyemi sudah menghubungi kedua lelaki itu berulang kali tapi tetap saja tidak dijawab! Hyemi yakin, mereka pasti masih tidur pagi ini! Menyebalkan!


Tapi ya.. Di sisi lain Hyemi tidak bisa menyalahkan Donghae dan Eunhyuk juga. Dia tahu kedua pria itu lelah dengan kerjaan malam mereka di Skyz Night.


Hyemi menghela nafas panjang, melihat pantulan dirinya di sebuah cermin besar. Dia sudah rapi dan cantik dengan hotpants putih dipadu kemeja pink garis-garis. Tapi, bagaimana ini? Changmin sudah berangkat dan mantan pengawalnya tak menjawab teleponnya, jadi Hyemi harus pergi dengan siapa? Hyemi tidak mau pergi sendiri karena itu pasti membosankan. Hufttt…


Drrrt~


Hyemi langsung mengecek ponselnya secepat kilat saat benda canggih di tangannya itu bergetar, ada pesan masuk! Hyemi sudah senang karena mengira mungkin saja itu pesan dari Donghae atau Eunhyuk, tapi antusiasnya perlahan lenyap saat melihat nama kontak yang tertera. Dari Yesung.


[From: Yesung Oppa]


Hyemi, aku lapar. Hari ini kau masak apa? Aku ikut sarapan disana ya?


Hyemi memutar bola matanya malas, tangannya tidak repot-repot membalas pesan Yesung dan memilih untuk langsung menelepon pria itu.


“Hyemi~” sapaan Yesung yang terdengar serak sekaligus manja itu membuat Hyemi tersenyum kecil.


“Hari ini aku tidak masak, Oppa.” Ujar Hyemi sambil memakai tas selempangnya yang kecil, lalu bergegas keluar dari apartement.


“Tidak masak? Lalu, kau juga belum sarapan?”


Hyemi masuk ke dalam lift yang sepi itu sambil menghela nafas pelan, “Aku tidak lapar. Aku temani Oppa sarapan di luar, mau? Aku juga sekalian mau beli peralatan untuk kuliah nanti.”


“Baiklah, aku akan menjemputmu sebentar lagi.”


“Ya, Oppa, aku tunggu di lobi. Bye~” lalu Hyemi mengakhiri panggilan teleponnya, menunggu lift berhenti sambil memandangi wallpaper ponselnya yang terpajang foto dirinya bersama Kyuhyun.


Ya, andai saja ada Kyuhyun, pasti Hyemi akan pergi ditemani kekasihnya itu.


-o0o-


“Siwon… Oppa?” Hyemi terkejut sekaligus bingung saat mobil Yesung sudah sampai di lobi tapi yang dia temukan di dalamnya adalah Siwon, bahkan dia sampai melihat-lihat ke belakang mencari Yesung. Tapi, tidak ada!


Siwon tersenyum cerah, “Sudahlah, ayo masuk. Yesung Hyung tiba-tiba dipanggil ke kantor tadi.”


Hyemi tak menjawab, hanya mengangkat bahunya acuh sebelum masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Siwon. Saat Hyemi ingin memasang sabuk pengaman, tiba-tiba saja tangan Siwon sudah lebih dulu menarik sabuk pengaman dan memasangnya. Jujur, Hyemi sempat terkejut, bahkan matanya sampai menatap bingung pada Siwon. Tidak biasanya Siwon bersikap begini padanya. Tapi, apa ini? Siwon hanya tersenyum tampan dan langsung melajukan mobil.


Entah hanya perasaan Hyemi atau apa, tapi yang jelas Hyemi merasa Siwon sedikit aneh hari ini. Atau, memang Siwon seaneh ini tapi Hyemi yang baru tahu?


Oh, terserah. Hyemi tidak mau ambil pusing dan memilih untuk mengeluarkan ponselnya, melakukan rutinitasnya seminggu ini. Mengirim pesan dan menelepon nomor ponsel Kyuhyun dengan segala sisa harapan di dalam hatinya.


“Hhh… sebenarnya kau dimana?” keluh Hyemi pelan karena teleponnya masih tak dijawab oleh Kyuhyun.


“Mau sarapan dimana?” Siwon bertanya sambil fokus menyetir.


“Oppa belum sarapan?” Hyemi balik bertanya tanpa menatap lawan bicaranya.


“Aku sudah, tapi kau belum ‘kan?”


“Aku tidak lapar. Langsung ke tempat alat tulis saja, Oppa.”


“Hei,” perlahan Siwon menginjak pedal rem karena lampu lalu lintas sedang berwarna merah, “You have to eat or you will get sick, Hyemi.”


Hyemi menoleh pada Siwon yang juga sedang menatapnya, “Baiklah, aku akan makan asalkan Oppa beritahu dimana Kyuhyun sekarang.”


Siwon langsung menutup rapat mulutnya, kembali memandang lurus ke depan dan mengabaikan decakan kesal Hyemi. Lagi, Siwon menghindari permintaan Hyemi yang ingin tahu dimana Kyuhyun berada.


Jujur saja, sebenarnya Siwon juga tidak tega mengabaikan pertanyaan Hyemi seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi? Siwon tahu, dia tidak berhak bicara apapun. Walaupun ya, keadaan ini beberapa kali membuatnya bersyukur sekaligus berharap dalam hati. Harapan kecil yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri dan juga Tuhan.


“Oppa~” Hyemi merengek sambil memegang sebelah lengan Siwon, “Oppa tahu sesuatu ‘kan? Beritahu aku juga eoh?”


“Oh, sudah lampu hijau!” Siwon masih mengabaikan Hyemi dan kembali melajukan mobilnya.


“Aishh!” Hyemi kembali dibuat kesal dengan respon Siwon, membuat gadis itu melipat kedua tangan di depan dada sambil memandang ke luar jendela. Oh, dan jangan lupakan bibirnya yang masih menggerutu pelan.


Siwon hanya tersenyum kecil melihat Hyemi yang merajuk, pikirnya rajukan gadis itu akan hilang sebentar lagi. Namun ternyata sebaliknya! Setelah mereka sampai di toko alat tulis di sebuah mall, Hyemi masih saja merajuk!


Hyemi berjalan duluan mencari kebutuhannya, gantian mengabaikan Siwon yang mengekor di belakangnya. Bahkan saat Siwon berusaha mengajak Hyemi mengobrol pun gadis itu malah pura-pura memuji barang di dekatnya. Persis seperti apa yang Siwon lakukan tiap kali Hyemi bertanya tentang Kyuhyun.


“Tidak apa-apa kalau masih mau merajuk, tapi biar aku saja yang bawa ini.” Siwon tersenyum kecil sambil mengangkat keranjang di tangannya.


Hyemi yang awalnya masih ingin merajuk, akhirnya tertular senyuman Siwon juga. “Maafkan aku.”


Sejenak, Siwon justru terpaku pada bibir Hyemi yang meminta maaf sambil tersenyum manis. Cantik sekali. Dalam hati Siwon terus memuja senyuman gadis itu. Senyuman itu.. oh, tidak! Siwon segera tersadar ada yang salah disini, entah di hati atau di pikirannya yang jelas dia berusaha tidak larut dalam hal itu dan langsung tertawa pelan.


Siwon mengacak rambut Hyemi dengan gemas, “Dasar kau ini…”


Hyemi berdecak pelan karena rambutnya jadi berantakan, namun Siwon langsung merapikan kembali rambut gadis itu sambil kembali melangkah dan melihat berbagai macam buku di depan mereka. Diam-diam Siwon menikmati momen mengelus rambut tergerai Hyemi.


Hyemi mengambil salah satu buku bersampul coklat dan melihat isinya, “Aku mengalah, Oppa.”


“Hm?” Siwon tidak mengerti maksud Hyemi.


“Aku akan menyerah saja kalau Oppadeul tidak mau beritahu aku dimana Kyuhyun.” Lagi, Hyemi kembali tersenyum pada Siwon sambil menaruh buku yang dipilihnya ke dalam keranjang. Hanya saja senyuman Hyemi kali ini tidak semanis tadi, lebih terlihat seperti senyuman… putus asa. Dan Siwon menyadari hal itu. Hyemi kembali melihat buku yang lainnya, “Tapi, tidak bisakah Oppa jelaskan padaku apa yang terjadi?”


Siwon hanya terus mengekori Hyemi tanpa menjawab apapun.


“Maksudku, sebenarnya ada apa? Kenapa mendadak sekali? Setidaknya beritahu aku kenapa tiba-tiba jadi begini? Apa aku melakukan kesalahan?” Hyemi mendadak berhenti dan menoleh pada Siwon, tatapan matanya jelas menuntut sebuah jawaban.


“No, Sweety. Kau tidak melakukan kesalahan apapun.” Siwon berusaha tidak menjawab lebih dari itu.


“Lalu, kenapa? Kenapa Kyuhyun menghilang begitu saja dariku? Kenapa kalian melakukan ini padaku?”


“Baby, kau—”


“Apa Kyuhyun memang ingin berpisah denganku?” akhirnya, dugaan yang Hyemi pendam dalam-dalam, keluar juga. Lengkap dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


Grep!!


Dengan sebelah tangannya yang bebas, Siwon langsung menarik Hyemi ke dalam pelukannya. Menepuk-nepuk punggung gadis itu yang kini bergetar pelan. Hyemi menangis. Gadis itu terisak pelan sambil menyembunyikan wajahnya di dada Siwon.


Sebenarnya, beberapa detik lalu itu Hyemi mempertaruhkan semua sisa harapannya. Dia berharap Siwon menjawab ‘tidak’. Dia berharap Siwon memarahinya karena berpikir seperti itu. Tapi, lihat? Siwon justru memeluknya begini tanpa menjawab apapun. Ini membuat semuanya menjadi jelas. Dan sejujurnya, meretakkan hati Hyemi juga.


Jadi, kau menghilang karena ingin berpisah dariku, ya?


-o0o-


“Apa yang terjadi?!” Yesung baru saja datang ke apartement Changmin dan langsung menghampiri Hyemi yang terbaring di kasurnya.


Dapat Yesung lihat dengan jelas, gadis yang berbaring di balik selimut itu lemas sekali. Matanya sembab dan wajahnya juga pucat. Yesung yang berlutut di samping kasur langsung menatap Siwon dengan tajam, meminta penjelasan.


“Lambungnya sakit saat kita mau makan siang tadi, sepertinya karena telat makan. You know, she hasn’t been eating well lately.” Jelas Siwon yang sedang duduk di tepi kasur, “Kalau mata sembabnya…”


“Sudah panggil dokter?” tanya Yesung. Sengaja mengabaikan tentang mata Hyemi yang sembab karena Yesung sudah tahu kenapa.


Jelas, itu pasti karena Kyuhyun!


“Sure. Sedang dalam perjalanan.” Siwon melirik jam tangannya sekilas.


“Tapi aku sudah minum obat magh tadi, sekarang sudah tidak apa-apa.” Cicit Hyemi, sedikit takut karena Yesung terlihat serius sekali kali ini.


“Tidak bisa. Kau harus diperiksa.” Jawab Yesung, “Apa tadi pagi kau juga tidak sarapan?”


“Aku tidak lapar tadi pagi. Lagipula tadi pagi ‘kan aku hanya bilang akan menemanimu sarapan, tapi karena Oppa dipanggil ke kantor jadi aku dan Siwon Oppa langsung ke Mall.” Jelas Hyemi yang tanpa sadar membuat Siwon gugup seketika, terlebih kini Yesung juga melemparkan tatapan penuh tanya padanya.


Siwon tertawa hambar dan terlihat gelisah, “Ya, tadi pagi kau bilang harus ke kantor ‘kan.”


Apa maksudmu?! Sudah kubilang hari ini aku libur! Yesung membalas lewat tatapan matanya.


Tingtong! Tingtong!


Bel apartement menyelamatkan Siwon! Kurang dari tiga detik Siwon langsung berdiri dan bergegas membuka pintu!


Siwon tidak tahu, di belakangnya Yesung mengiringi langkah pria itu dengan tatapan tajam dan rutukan dalam hati.


“Selamat siang, Tuan Choi.” Seorang pria berambut pirang langsung menyapa dengan ramah setelah Siwon membuka pintu. Pria itu adalah Park Jungsoo, dokter pribadi Kyuhyun yang sudah lama tidak bertemu.


“Selamat siang, dokter Park. Masuklah.” Siwon mempersilakan pria itu untuk masuk dan berjalan ke arah Yesung.


“Selamat siang, Tuan Kim.” Kali ini dokter Park menyapa Yesung yang sudah berdiri di depannya, sekilas juga menyapa Hyemi dengan menunduk kecil.


Yesung tersenyum ramah sambil menepuk lengan dokter Park, “Ya, tolong langsung saja periksa dia. Kalau perlu suntik saja yang banyak agar dia cepat sehat.”


“Ishhh, Oppa!!” sahut Hyemi dengan nada kesal.


“Oh! Suntik juga, dokter, agar dia tidak sering marah-marah.” Sambung Yesung.


Dokter Park hanya terkekeh melihat tingkah dua manusia itu. Tidak heran, dia sudah tahu Yesung memang begitu. Waktu memeriksa keadaan Kyuhyun yang sempat tertusuk pisau juga begitu, Yesung memintanya untuk membalut seluruh tubuh Kyuhyun dengan perban. Benar-benar.


Hyemi sendiri hanya bisa merengut, mengambil posisi duduk dan membiarkan dokter Park mulai memeriksa keadaannya.


“Tidak takut jarum suntik ‘kan?” tanya dokter Park sambil mengeluarkan sebuah suntikan kecil dari tasnya.


Hyemi tertawa, “Aku bukan anak kecil, dokter.”


“Jawabanmu sama persis seperti Tuan Marcus.”


Tuan Marcus? Marcus Cho? Maksudnya, Cho Kyuhyun? Oh! Nama itu lagi! Pria itu lagi!


Satu nama yang membuat Hyemi langsung diserbu oleh kerinduan yang menyesakkan. Terlalu sesak mengingat fakta bahwa pria yang dia rindukan itu sudah meninggalkannya begitu saja. Saking sesaknya, bahkan Hyemi tidak sadar dokter Park sudah selesai menyuntiknya.


Dokter Park merapikan alat-alatnya dan berdiri menghadap Yesung, “Saya sudah memberikan suntikan vitamin, dia akan pulih dengan cepat. Tapi tolong tetap jaga pola makannya, Tuan Kim, sebelum penyakit magh-nya semakin parah.”


“Baiklah, dokter. Terima kasih.” Lalu Yesung melihat pada Siwon yang sejak tadi hanya diam di sampingnya, “Siwon, antar dokter Park ke depan. Sekalian beli bubur untuk Hyemi.”


Siwon mengangguk kecil.


“Saya permisi, Tuan Kim, Nona.” Dokter Park menunduk hormat sebelum bergegas pergi.


Setelah Siwon dan dokter Park pergi, Yesung langsung melangkah ke dapur kecil yang tak bersekat dengan ruang tidur Hyemi. Pria itu membuka lemari pendingin dan mengambil dua buah apel disana, lalu menyambar piring dan pisau kecil sebelum mendekat pada Hyemi dan duduk di tepi kasur. Yesung menghela nafas panjang melihat Hyemi yang hanya duduk bersandar dalam diam. Gadis itu melamun, pandangan matanya jadi kosong sejak dokter Park menyebut nama Kyuhyun.


Yesung tahu itu? Tentu saja! Hyemi menunjukkannya terlalu jelas!


Dengan kedua tangan yang sibuk mengupas apel, Yesung bertanya, “Apa Changmin tahu kau sedang sakit?”


Yesung tak mendengar jawaban apapun, membuat pria itu berniat memarahi Hyemi yang kemungkinan masih melamun. Namun saat kepalanya menoleh pada Hyemi…


“Astaga!” Yesung langsung meletakkan apel dan pisau di atas piring dan menggeser posisi duduknya dengan cepat, kedua tangannya langsung menangkup wajah Hyemi yang sudah basah. “Hyemi.. kenapa menangis?”


Hyemi semakin terisak pilu, pandangan matanya kurang jelas karena air mata yang tak bisa berhenti mengalir. Tapi dia masih bisa melihatnya, Yesung terlihat khawatir. “Kyuhyun jahat… hiks…”


Nah, benar saja. Ini tentang Kyuhyun. Yesung tak bisa banyak bicara kali ini, dia memilih untuk diam dan menghapus jejak air mata Hyemi dengan percuma.


“Kyuhyun bilang dia akan membereskan semuanya… Dia pergi dan bilang akan menghubungiku nanti… Tapi, hiks… Tapi kenapa sekarang dia malah meninggalkanku begitu saja?” ujar Hyemi dengan nada terluka, tangisannya semakin keras dan Yesung menarik tubuh bergetar itu agar bersandar di dadanya. “Hiks... Kyuhyun jahat, Oppa! Aku benci padanya! Tapi, kumohon… tolong biarkan aku bertemu dengannya… hiks, kumohon…”


“Hyemi..” Yesung berusaha menenangkan gadis itu sambil mengusap kepalanya dengan sayang.


“Aku hanya ingin melihatnya sekali saja, Oppa…”


Yesung tak kuasa. Walaupun tidak menangis, tapi mata Yesung mulai memerah. Dia sedih juga melihat Hyemi seperti ini. Ini kedua kalinya dia melihat Hyemi menangis sampai sesenggukkan begini. Pertama kalinya, saat gadis itu ke rumah sakit karena mantan pengawalnya dihajar anak buah Kyuhyun. Sekarang, karena menghilangnya Kyuhyun. Benar-benar berpengaruh besar sekali pria itu pada Hyemi.


Cho Kyuhyun.


“Oh? What’s up?” Siwon yang baru saja kembali, terlihat kaget, “Kenapa kalian menangis?”


“Hubungi Changmin. Sekarang.” Yesung berbicara pada Siwon, namun Hyemi langsung menggeleng lemah mendengarnya.


Tidak bisa. Changmin tidak boleh tahu Hyemi menangis bahkan sampai sakit begini karena Kyuhyun. Hubungan Hyemi dengan Kyuhyun akan ketahuan nanti. Dan Changmin pasti akan kecewa pada Hyemi kalau begini, ‘kan?


“What?” bukannya tidak dengar, Siwon hanya berusaha memastikan ucapan Yesung.


“Cepat hubungi Changmin! Adiknya sedang sakit disini!” kesal Yesung sambil mendelik tajam.


Siwon kaget, bingung, tidak yakin juga. Pria itu menaruh bubur yang dibelinya ke meja makan dan langsung menghubungi Changmin lewat ponselnya. Siwon menunggu beberapa detik sebelum akhirnya suara Changmin menyapa di seberang sana.


“Changmin, pulanglah lebih awal. Hyemi sakit.” Ujar Siwon, lalu terdiam sejenak sebelum kembali berkata, “She’s not eating well, you know. Aku dan Yesung Hyung ada disini.”


Siwon menghela nafas pelan, “Okay, baiklah.”


Setelah itu Siwon mengakhiri panggilan teleponnya dengan Changmin, beralih memandang ke arah Hyemi yang sudah berhenti menangis meski masih harus ditenangkan oleh Yesung.


“Sekarang, kau harus makan. Aku akan bicara dengan Changmin nan—”


“Tidak!” Hyemi menyela ucapan Yesung dengan cepat, menatap kedua pria di dekatnya sambil menggeleng pelan, “Jangan beritahu Changmin Oppa..”


Yesung dan Siwon saling memandang, mempertimbangkan ucapan Hyemi dalam diam untuk beberapa saat sebelum akhirnya hanya bisa menghela nafas pelan. Melihat dari raut wajah kedua pria itu, sepertinya mereka akan mengikuti saja keinginan gadis itu. Tapi, ya, mereka tidak janji juga.


.


.


.


Changmin semakin merapatkan posisi duduknya ke arah kasur saat melihat Hyemi menggeliat pelan, menunggu dengan tenang gadis itu mengerjapkan mata beberapa kali sampai benar-benar terbuka. Changmin tersenyum kecil membalas tatapan sendu Hyemi.


“Adikku sudah bangun? Apa lambungmu masih sakit?” tanya Changmin dengan tenang.


Hyemi mengangguk pelan menjawabnya, lalu memegang keningnya yang terasa berat. Oh, ada kain yang agak basah disana. “Oppa mengompres aku?”


“Hm, kau sempat demam tadi. Lumayan tinggi.” Changmin mengusap kepala Hyemi dengan lembut, “Jangan seperti ini lagi, Hyemi.”


“Apa?”


“Jangan menyiksa dirimu sendiri. Makan saja sebanyak yang kau mau, tidak perlu memikirkan apa kata orang lain. Lagipula kalau kau agak gemuk saat kuliah nanti, kenapa? Kau tetap terlihat cantik. Jadi, berhentilah mogok makan, diet, atau apapun itu. Kesehatan dan kebahagiaanmu itu lebih penting.”


“Ah… ya, Oppa.” Hyemi sempat bingung, tapi dia segera paham bahwa Changmin masih percaya alasannya kemarin malam.


Hyemi tertawa hambar sambil setengah mengantuk mendengar nasihat Changmin, lain hal dengan matanya yang melihat ke arah Yesung dan Siwon yang duduk di sofa panjang. Entahlah, kedua pria itu sepertinya jengah juga mendengar ocehan Changmin yang jauh dari kata benar. Dan juga, lain lagi dengan pikiran Hyemi, pikirannya jauh melayang membayangkan Kyuhyun. Ditemani lubuk hatinya yang terdalam yang merindukan pria itu.


Ah… terlalu memusingkan.


-o0o-


Keesokan paginya, Hyemi terbangun dengan tubuh yang terasa segar. Tidurnya nyenyak dan lambungnya tidak sakit lagi. Hyemi berniat bangun dan menyiapkan sarapan sebelum mandi, namun niatnya terhenti saat dia baru saja mengambil posisi duduk dan melihat sekelilingnya.


Mulut Hyemi sedikit terbuka karena kaget. Bagaimana tidak? Di sekelilingnya ada 3 lelaki yang tidur bersamanya! Changmin tidur di sebelah kanan Hyemi, posisi kepalanya bersandar di tepi kasur. Yesung tidur telungkup di bawah kakinya. Dan Siwon tidur meringkuk di samping kirinya dan… Hyemi menurunkan pandangannya, bukan ke wajah tampan Siwon, tapi ke arah tangan pria itu yang menggenggam tangan kiri Hyemi. Astaga! Hyemi baru sadar posisi Siwon juga dekat sekali dengannya!


Pelan-pelan, Hyemi menarik tangannya dari genggaman Siwon.


“Astaga!” Hyemi tersentak kaget karena tiba-tiba ponsel Siwon berdering, sang pemilik ponsel juga langsung bangun dan menjawab teleponnya dengan cepat.


Entah telepon dari siapa, yang jelas Hyemi bisa lihat raut wajah Siwon berubah menjadi serius. Bahkan pria itu juga sampai mengguncang tubuh Yesung agar bangun.


“Apa? Kenapa?” sama seperti Siwon, Yesung juga langsung bangun. Seakan mereka berdua itu sudah siap dan sudah tahu akan ada berita besar pagi ini.


“No! Jangan bawa kesana!” seru Siwon pada orang di seberang sana, suaranya terlalu keras hingga Changmin terjaga dari tidurnya. “Rumahnya lebih aman! Aku akan menyuruh dokter Park bersiap disana!”


Siwon memberi isyarat pada Yesung untuk menelepon, dan Yesung dengan cepat langsung menyambar ponselnya juga. Yesung menghubungi dokter Park. “Dokter Park, darurat! Tolong bersiap disana sekarang juga!”


Tunggu, tunggu. Hyemi tidak tahu, dia tidak mengerti apa yang terjadi. Tapi, apa ini? Kenapa dia juga merasa panik? Kenapa dia ikut gelisah? Kenapa jantungnya berdebar kelewat cepat? Kenapa harus memanggil dokter Park?


Ada apa ini?


“Damn!” umpat Siwon setelah selesai dengan teleponnya, sama seperti Yesung.


“Apa yang terjadi?” tanya Hyemi yang sedetik lebih cepat dari Changmin.


Siwon menatap ketiga orang di depannya secara bergantian, “Kyuhyun tertembak.”


Tes!


Tanpa peringatan, sebulir air mata jatuh begitu saja membasahi pipi Hyemi. Matanya membulat dan reflek kedua tangannya langsung membekap mulutnya sendiri.


“Ya Tuhan, Kyuhyun-ku..” lirihan Hyemi menarik perhatian semua orang, terutama Changmin.


Apa itu tadi? Kyuhyun-ku?


“Kyuhyun bersama anak buahnya sedang menuju Penthouse, aku akan kesana sekarang.” Jelas Siwon sambil bangkit dari duduknya.


Yesung juga ikut berdiri, “Aku juga—”


“Aku ikut! Aku juga ikut!” Sela Hyemi dengan cepat, mengusap pipinya yang basah dan menyambar ponselnya sebelum berdiri di dekat Siwon. “Bawa aku juga, Oppa! Aku mau ikut! Ya Tuhan…”


“Hyemi, tenanglah.” Yesung menepuk-nepuk bahu Hyemi pelan.


“Ayo, cepat kesana.” Changmin yang sejak tadi diam, langsung mengambil ponsel dan kunci mobil di dekatnya. Berjalan lebih dulu meninggalkan apartement dengan Hyemi, Yesung, dan Siwon di belakangnya.


Dan selama perjalanan menuju parkiran apartement itu, Changmin membiarkan Siwon terus merangkul Hyemi, mendengar dengan jelas adiknya itu masih menangis di belakangnya dengan bibir kecilnya yang tak berhenti berdoa.


“Ya Tuhan, Kyuhyun-ku… tolong selamatkan dia… tolong selamatkan pria yang kucintai… kumohon…”


To be continue…


*Terima kasih buat para readers yang masih setia baca karyaku /lovesign/


Baca juga "Devil Side", udah tamat lho ceritanya*~