
Tepat pukul 9 malam, Kyuhyun datang menjemput Hyemi di rumah sakit. Iya, Kyuhyun sendiri yang datang bahkan tanpa ditemani oleh Siwon ataupun Yesung. Membuat Hyemi menggerutu keras dalam hati, raut wajahnya tak bisa berbohong dan menunjukkan dengan jelas bahwa dia benci sekali pulang bersama Kyuhyun, hanya berdua di mobil pria itu. Saking bencinya, Hyemi bahkan melupakan syarat yang Kyuhyun berikan jika mereka bertemu.
Jangan tanya kenapa, tentu saja Hyemi jadi begini karena sudah mendengar semua penjelasan Donghae dan Eunhyuk mengenai seperti apa Cho Kyuhyun itu. Terlebih saat Hyemi ke toilet dia melihat ada beberapa bercak merah di lehernya, membuatnya semakin marah saja dengan Kyuhyun. Ya, dia tahu bercak merah di lehernya itu apa, dan dia sangat yakin siapa pelakunya. Jadi, kembali benci pada pria itu bukan salahnya ‘kan?
Padahal sebelumnya, Hyemi pikir Kyuhyun bukanlah pria yang sebrengsek itu.
“Kau sudah makan?” suara Kyuhyun memecah keheningan dalam mobil itu, dan Hyemi mendengarnya, namun dia enggan menjawab dan malah membuang muka.
Kyuhyun tersenyum kesal melihatnya, “Benar-benar tidak sopan. Aku bicara padamu, Hyemi.”
“Jangan bicara denganku.” Jawab Hyemi ketus.
Setelah berkata seperti itu, Hyemi terkejut sekaligus bingung karena Kyuhyun langsung menepikan mobilnya. Mereka berhenti di pinggir jalan. Hyemi melayangkan tatapan bingungnya yang tajam pada Kyuhyun, pria yang kini sudah melepas sabuk pengamannya dan mengubah posisi duduknya ke arah Hyemi.
Entahlah. Sepertinya ini akan panjang urusannya.
“Kupikir kita sudah berbaikan kemarin, apalagi kali ini?” tanya Kyuhyun yang hanya dibalas dengusan kesal oleh Hyemi, “Marah karena aku terlalu malam menjemputmu?”
Masih tak menjawab, kini Hyemi hanya memutar bola matanya malas.
“Lalu apa?” percayalah, Kyuhyun sudah sabar sekali bertanya begini tanpa menjangkau gadis di depannya itu.
Hyemi memandang lurus ke depan, mengacuhkan Kyuhyun. “Aku lelah. Aku ingin pulang.”
“Tidak, sebelum kau menjawabku.” Sergah Kyuhyun cepat.
Menghela nafas panjang, akhirnya Hyemi mengalah dan menoleh ke samping untuk balas menatap Kyuhyun. Memandang lama wajah rupawan itu dengan berbagai pikiran yang berkecamuk. Hyemi kembali mengingat tentang ucapan Donghae dan Eunhyuk saat di rumah sakit tadi…
-flashback-
“Marcus Cho itu rentenir yang terkenal paling jahat, kau lihat sendiri bagaimana akhirnya kami ada disini.”
“Padahal kami hanya ingin membayar hutang Nyonya Min dan membawamu pulang, Hyemi.”
“Dia juga terkenal sebagai player. Dia punya banyak wanita seperti itu adalah koleksinya. Karena itulah kami sangat mengkhawatirkanmu, Hyemi. Berhati-hatilah dengannya.”
“Bahkan seorang idol pun pernah dia permainkan. Kau tahu Chungha, Hyorin, dan Sunmi? Mereka itu beberapa korbannya Marcus Cho, tapi sayang sekali semua berita itu tak bisa diekspos karena dibungkam dengan uang.”
-flashback end-
“Haruskah kucium lebih dulu agar kau bicara?” celetuk Kyuhyun menyadarkan Hyemi dari lamunannya.
Hyemi meniru ciri khas Kyuhyun, menaikkan sebelah alisnya. “Cium saja Chungha, Hyorin, dan Sunmi.”
“Apa?” tanya Kyuhyun yang seakan meragukan pendengarannya.
“Idol-idol seksi itu, cium saja me—”
“Dengar dari siapa? Mantan pengawalmu?” Kyuhyun menyela ucapan Hyemi, matanya menatap gadis itu dengan pandangan tidak suka. “Jadi, karena itu kau merajuk dari tadi?”
Tak berani menjawab, akhirnya yang Hyemi lakukan hanya kembali memandang lurus ke depan. Begitu pun dengan Kyuhyun yang kini juga sibuk melihat ponselnya. Hyemi meliriknya sekilas, sepertinya Kyuhyun ingin menghubungi seseorang. Tapi, siapa?
Tunggu! Jangan bilang…
“Ini aku,” iya, itu suara Kyuhyun yang sedang berbicara dengan seseorang yang diteleponnya, dan Hyemi memandanginya dengan cemas, bertanya-tanya siapa yang pria itu telepon dan apa yang akan pria itu katakan. “Anak buah Min Jihyun, mereka masih dirawat di rumah sakit. Habisi me—”
“CHO KYUHYUN!!” bentak Hyemi sambil merampas ponsel rentenir itu, lalu cepat-cepat berkata bahwa perintah dibatalkan sebelum memutuskan sambungan telepon itu.
Hyemi meremas kuat ponsel Kyuhyun sambil menatap pria itu tajam, tersirat jelas segala kebencian dan amarah di matanya itu. Namun, seperti biasa, respon Kyuhyun selalu menyebalkan seperti biasanya karena pria itu hanya menunjukkan senyuman liciknya. Demi apapun, Hyemi benci senyuman itu!
Tiap kali melihat sisi jahat Kyuhyun yang seperti ini, terkadang terlintas berbagai pertanyaan dalam otak Hyemi. Apa pria ini memiliki gangguan kejiwaan? Apa sifat pria ini memang bawaan dari lahir? Bagaimana bisa menghabisi orang lain bisa segitu mudahnya dia lakukan? Apa dia tidak takut kalau orang yang dihajarnya mungkin saja mati? Ah, atau jangan-jangan… pria itu memang sudah sering membunuh orang yang mengganggunya???
“Jangan libatkan Donghae Oppa dan Eunhyuk Oppa lagi, Cho Kyuhyun.” Desis Hyemi tanpa mengurangi kadar kebencian di matanya. Jujur saja, diam-diam dia juga takut mantan pengawalnya itu akan diserang lagi oleh anak buah Kyuhyun.
Tidak akan, atau aku akan menyesal kalau sampai kau menangis lagi. Jawab Kyuhyun dalam hati, berbanding terbalik dengan mulutnya yang berkata, “Tergantung bagaimana sikapmu.”
“Apa maumu?”
“Apa lagi? Mungkin kau lupa, tapi aku ini kekasihmu, Hyemi. Aku hanya ingin kita menjalani hari-hari sebagai sepasang kekasih, berkencan, menghabiskan waktu bersama, dan juga bercinta kalau kau mau.”
Dalam mimpimu! Kau pikir aku sudi melakukan semua itu denganmu?! Cih, tidak akan! Tidak semudah itu, Fergusso! Ralat, Cho Kyuhyun! Sahut Hyemi dalam hati. Ingin dia luapkan semua itu, namun tidak jadi karena dia mengingat rencana amannya.
Ya, Hyemi sadar dia tidak boleh gegabah. Dia harus mengalah kali ini demi kebebasannya.
Dengan cepat Hyemi segera menormalkan ekspresi wajahnya, menghela nafas pelan, lalu mengulurkan tangannya untuk mengembalikan ponsel Kyuhyun. Beruntung pria itu terlihat percaya dengan aktingnya dan mengambil kembali ponselnya sambil tersenyum puas.
“Maafkan aku,” gumam Hyemi, berusaha terlihat semenyesal mungkin.
“Sudahlah, lupakan saja.” jawab Kyuhyun sebelum menahan tengkuk Hyemi dan mengecup bibir gadis itu, “Sudah makan malam?”
Hyemi mengangguk, tak bisa bersuara karena Kyuhyun bertanya sambil menatapnya dekat. Terlalu dekat.
“Aku belum. Aku lapar sekali, ingin memakanmu rasanya.” Bisik Kyuhyun yang berhasil membuat Hyemi semakin terdiam kaku, takut. Terlebih saat Kyuhyun mengecupi seluruh wajah Hyemi berkali-kali, lalu kecupannya semakin turun, turun, dan turun hingga ke leher gadis itu.
Nah, disini Hyemi seakan langsung tersadar dari berbagai pikiran kalutnya. Hyemi dengan kuat langsung mendorong dada Kyuhyun dan menahannya. Kepalanya menggeleng pelan menjawab raut wajah Kyuhyun yang sebelah alisnya terangkat.
“Aku ini kekasihmu, Hyemi. Tidak bolehkah?” tanya Kyuhyun yang kalau boleh jujur, ingin sekali Hyemi respon dengan muntah di depan pria itu.
Tapi, tidak, setelah menghabiskan waktu seharian bersama Donghae dan Eunhyuk, Hyemi sudah tahu dan yakin harus bersikap bagaimana di depan Cho Kyuhyun yang brengsek ini.
“Aku harus sekolah besok. Jangan membuat jejak itu lagi.” Hyemi memperingatkan sekaligus berusaha menghindar.
“Kau sudah tahu..” gumam Kyuhyun tanpa merasa bersalah sedikitpun, lalu menurunkan pandangannya ke arah dada Hyemi, “Kalau begitu.. aku bisa membuatnya agak sedikit ke bawah.”
“Hei! Jangan macam-macam!!” Hyemi kelepasan, suaranya reflek meninggi karena terlalu jijik dengan tingkah Kyuhyun. Bahkan kedua tangannya juga tanpa sadar sudah mendorong dada Kyuhyun dengan kasar.
Dan Kyuhyun malah terbahak dengan reaksi Hyemi, tertawa lepas melihat bocah yang sok dewasa itu ketakutan walaupun sedang marah. Tak bisa dipungkiri, berkencan dengan anak sekolahan memang menarik sekali.
-o0o-
Pukul 2 dini hari, orang pada umumnya pasti sudah terlelap saat ini. Namun berbeda dengan Kyuhyun yang masih terjaga di kamarnya, berjam-jam sibuk memandangi wajah tidur Hyemi dengan berbagai pikiran yang berkecamuk. Sesekali dia juga tersenyum tanpa alasan, seperti orang gila.
Entahlah. Kyuhyun juga tidak mengerti apa yang salah dengan dirinya, yang dia tahu, sampai detik ini dia sangat menikmati waktu bersama Hyemi. Bahkan sekalipun mereka bertengkar, Kyuhyun juga masih menikmatinya. Terasa lucu melihat bagaimana gadis itu marah ataupun merajuk. Membuatnya nyaris lupa bahwa waktunya tidak bisa dihabiskan hanya untuk pura-pura menjadi kekasih gadis itu. Dia juga harus memenuhi keinginannya sebelum Changmin membayar lunas hutang Min Jihyun ‘kan?
“Kyu,” bisikan itu membuat Kyuhyun reflek menoleh ke asal suara, dilihatnya Yesung menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamar.
Kyuhyun tak menjawab, dia hanya bergegas turun dari ranjang dengan perlahan. Lalu merapikan selimut Hyemi sebelum meninggalkan kamar itu.
Saat ini Kyuhyun, Yesung, dan Siwon sudah duduk bersama di ruang tengah, ditemani dengan sebotol wine yang ada di meja kaca di depan mereka. Ah, dan juga setumpuk berkas. Ada tumpukan berkas juga di meja itu, tumpukan berkas berharga milik Kyuhyun yang baru Yesung ambil dari kantor sang rentenir.
“Ada yang melaporkanmu, dalam waktu dekat para detektif pasti akan menggeledah kantormu, Kyuhyun. Lebih baik kau simpan semua itu di tempat lain.” Ujar Yesung sambil melirik berkas di depannya.
“Siapa?” Kyuhyun bertanya dengan tenang walaupun raut wajahnya tak kalah serius dari Yesung dan Siwon.
“Aku belum tahu siapa orangnya, temanku yang memberitahu hal ini belum menghubungiku lagi.” Jelas Yesung dengan sebelah tangan yang sibuk mengecek ponselnya.
“Ada yang kau curigai, Kyuhyun?” celetuk Siwon yang dari tadi hanya diam.
Kyuhyun menghela nafas pelan, memicingkan matanya menatap tumpukan berkas di depannya. Kalau ditanya ada yang dia curigai atau tidak, jelas ada. Dan pikirannya hanya tertuju pada orang-orang yang belakangan ini mengusik dirinya. Anak buah Min Jihyun, Donghae dan Eunhyuk.
Ya, Kyuhyun mencurigai mereka. Kyuhyun yakin mereka pasti tidak terima karena gagal membawa Hyemi kembali. Tapi, bukankah ini juga sedikit aneh? Ini terlalu berlebihan kalau benar mereka yang melaporkannya. Ini bukan lagi mengganggu singa yang sedang tidur, tapi ini menyerang singa yang sedang lapar.
“Bagaimana dengan Changmin?” tanya Kyuhyun setelah diam beberapa saat, menanyakan hal yang membuat Yesung dan Siwon langsung memandangnya tak menyangka.
“Not him,” ujar Siwon pelan namun penuh keyakinan.
“Ah, tentu saja tidak mungkin Changmin. Dia memang sudah lama tidak pulang kesini, tapi tetap tidak mungkin dia. Apa yang kau pikirkan huh?” sambung Yesung sedikit terkekeh.
Kyuhyun meneguk wine di gelasnya sampai habis, lalu menatap kedua temannya dengan pandangan lurus dan tajam, tatapan yang berbanding terbalik jika sedang bersama Hyemi. “Aku bertanya keadaannya, bodoh.”
“Ah, begitu..” seru Yesung dan Siwon bersamaan.
“Masih sama, dia masih sibuk bekerja keras untuk membayar hutang Min Jihyun.” Jelas Yesung sambil mengangkat bahunya acuh, “Sudahlah, pikirkan kau harus bagaimana dengan tuduhan penggelapan dana ini huh? Kau mau masuk penjara?”
“Lebih baik kau temui Kepala Kepolisian Park saja seperti sebelumnya.” Usul Siwon.
“Hei tapi Kepala Kepolisian Park semakin tamak, kau tahu. Dia meminta sangat banyak kalau sudah bertemu Kyuhyun. Benar-benar gila harta Ahjussi gendut itu.”
“Lalu, kenapa? Uang Kyuhyun tidak akan habis sampai tujuh belas turunan, Hyung. Tenang saja.”
“Kau berlebihan, Choi Siwon. Kalau kali ini Kyuhyun tertangkap, dia tidak akan bisa membuat keturunan!”
“Iya, makanya biarkan Kyuhyun membayar harga tinggi agar dia bisa membuat keturunan!”
“Tapi setelah itu dia akan rugi!”
“Ayolah, itu tidak seberapa!”
BRAK!!
Setelah mengisi gelasnya yang kosong, Kyuhyun meletakkan botol wine dengan sedikit keras. Membuat Yesung dan Siwon langsung menghentikan debat tentang ‘keturunan’ Kyuhyun. Kedua pria itu terlihat kesal sendiri dalam diam.
“Kim Yesung, kau cari tahu siapa yang sudah melaporkanku ke polisi. Selidiki orang-orang yang berhutang padaku dan semua anak buah di kantor. Simpan juga semua berkas itu bersamamu.” Titah Kyuhyun yang dijawab anggukan mantap oleh Yesung, lalu Kyuhyun beralih menatap Siwon, “Dan kau, Choi Siwon, kau yang awasi Changmin. Segera beritahu aku kalau Changmin bertemu dengan anak buah Min Jihyun. Dan juga, cari tahu tentang kehidupan sekolah Hyemi. Kegiatannya, teman-temannya, semuanya.”
“Untuk apa?” sahut Siwon yang tanpa sadar mengundang kecurigaan Kyuhyun dan Yesung. Kedua mata Siwon langsung membulat menyadari hal itu, sedangkan kedua tangannya sibuk mengibas-ngibas di depan dada. “Tidak, jangan salah paham! Aku hanya penasaran kenapa kau ingin tahu tentang kehidupan sekolah Hyemi!”
“Kau yakin?” Kyuhyun memicingkan matanya.
“Sepertinya tidak begitu, Kyuhyun.” Celetuk Yesung. Menyiram minyak di kobaran api.
“Hei apa-apaan kalian ini! Tidak begitu! Apa salahnya aku bertanya huh? Lagipula Hyemi masih anak sekolah, berbeda belasan tahun dengan kita! Dia sudah kuanggap adik sendiri! Lagipula hanya pedofil gila yang berkencan dengan gadis di bawah umur!”
Bugh!
Itu suara bantal sofa. Tepatnya bantal sofa yang Kyuhyun lempar dan berakhir di wajah tampan Choi Siwon, membuat Yesung terkikik geli melihatnya. Tidak, bukan geli melihat raut wajah Siwon yang langsung berubah datar setelah dilempar bantal, tetapi geli karena melihat reaksi Kyuhyun setelah dikatai pedofil gila.
Bukankah itu lucu? Yesung heran, kenapa Siwon harus sejujur itu? Dan juga, kenapa menyenangkan sekali mendengar Kyuhyun dikatai seperti itu?
HAHAHA…
“Lupakan! Hanya awasi Changmin dan anak buah Min Jihyun, jangan cari tahu apapun tentang Hyemi!” geram Kyuhyun sebelum bangkit dari duduknya, bergegas kembali ke kamar, namun…
“Tunggu,” ucapan Siwon menghentikan Kyuhyun, “Aku serius bertanya. Apa rencanamu?”
“Apa?” nada bicara Kyuhyun masih terdengar kesal.
“Kau dan Hyemi, kalian berkencan bukan? Apa rencanamu dengan mengencani Hyemi? Kau tidak lupa kalau Changmin akan menjemputnya ‘kan?” tanya Siwon hati-hati.
Kyuhyun mendengus kecil, “Kau terlalu banyak ikut campur, Choi Siwon.”
-o0o-
Changmin telah sampai di basement The Zones Seoul, namun dia tidak langsung keluar dari mobil dan malah memandang lama ke samping. Tepatnya ke arah tas berukuran sedang yang berisi uang tunai sejumlah 2,5 Juta Dollar.
Changmin mengusap kasar wajahnya, teringat kembali kejadian tadi pagi saat Siwon menemuinya di apartementnya.
-flashback-
“Donghae dan Eunhyuk sudah keluar dari Rumah Sakit. Mereka menitipkan ini,” kata Siwon sambil menyerahkan dua tas berukuran sedang pada Changmin, tas yang masing-masing berisi 2,5 Juta Dollar.
“Mereka benar-benar menjaga Hyemi,” gumam Changmin setelah mengecek isi tas itu, lalu kembali menatap Siwon dan tersenyum kecil, “Terima kasih, Choi Siwon.”
“Jangan sungkan. Ah benar, aku ingin kau langsung membawa Hyemi pergi, tapi sepertinya Kyuhyun akan curiga kalau begitu. Lebih baik kau bayar setengah hutang Min Jihyun secepatnya. Jangan menundanya lagi.”
Senyum Changmin perlahan pudar, perasaannya tidak enak. “Ada apa? Kenapa kau secemas itu? Hyemi baik-baik saja ‘kan?”
Siwon menghela nafas kasar, sejenak menghindari tatapan Changmin yang menuntut jawaban. “Aku tidak tahu Kyuhyun sudah berbuat sejauh mana, tapi… Kyuhyun dan Hyemi berkencan.”
“Cho Kyuhyun sialan! Bagaimana bisa dia mengencani adikku?!”
“Makanya kau harus cepat, Shim Changmin. Atau nanti malam saja kau bayarkan setengah hutang Min Jihyun, kebetulan Kyuhyun tidak akan pulang lagi hari ini.”
“Jadi, aku harus menemui Kyuhyun di kantornya?” tanya Changmin yang masih emosi sekaligus bingung dengan saran Siwon.
“Tidak, jangan bayarkan langsung pada Kyuhyun, ke Penthouse saja dan titipkan uangnya pada Yesung. Dan juga, sebenarnya sudah berapa hari ini Kyuhyun tidak memperbolehkan Hyemi kemana-mana selain sekolah, Kyuhyun melarang keras Hyemi keluar rumah karena takut gadis itu menemui Donghae dan Eunhyuk. Jadi, sekalian saja kau ajak Hyemi bersenang-senang di pesta tahunan bertopeng.” Jelas Siwon panjang lebar sambil memberikan sebuah undangan yang lebih terlihat seperti tiket emas.
Changmin tahu undangan itu, dia mengambilnya dan menatap Siwon dengan mata membulat, “Hei ini…”
“Biarkan Hyemi melihatnya sendiri.”
“Tapi… kenapa?”
“Perasaan manusia bisa berubah kapan saja ‘kan?”
-flashback end-
Changmin membuka pintu Penthouse setelah memasukkan kode pintunya, lalu berjalan masuk dan menemukan Hyemi dan Yesung sedang menonton TV di ruang tengah. Hyemi masih memakai seragam sekolah, sepertinya gadis itu baru pulang.
“Changmin! Kau datang!” seru Yesung.
“Oppa..” sapa Hyemi pelan, rasanya senang sekaligus canggung melihat Changmin datang.
Changmin tersenyum senang melihat Hyemi dan Yesung menyambutnya hangat, lalu ikut bergabung duduk di sofa di depan TV. “Bagaimana kabar kalian?”
“Tentu saja baik, tenang saja.” Jawab Yesung yang hanya bisa didukung dengan anggukan kepala oleh Hyemi.
“Baguslah kalau begitu. Dimana Kyuhyun?” Changmin pura-pura memandang ke seluruh ruangan, berlagak mencari Kyuhyun.
“Di kantornya. Dia jarang pulang belakangan ini, ada sedikit masalah dengan pekerjaannya.” Jawab Yesung acuh, namun matanya menatap penasaran pada sebuah tas yang Changmin bawa, “Apa yang kau bawa?”
“Ah, ini, aku ingin membayar setengah hutang Min Jihyun. Tapi karena Kyuhyun tidak ada, kutitipkan saja padamu.” Kata Changmin sambil menyodorkan tasnya pada Yesung.
Hyemi yang mendengar hal itu tentu saja terkejut. Walaupun baru setengah bayaran, tapi dia tidak menyangka akhirnya hari ini tiba. Padahal dia sempat putus asa karena Donghae dan Eunhyuk tidak mengabarinya sama sekali mengenai rencana mereka.
Yesung membuka tas itu dan melihat sendiri sejumlah uang tunai terisi penuh di dalamnya, “Hebat sekali, kau pasti bekerja sangat keras.”
“Ya, begitulah.” Changmin mengangkat bahunya acuh, lalu mengalihkan pandangannya pada Hyemi yang tak bersuara sejak tadi, “Hyemi, ayo kita jalan-jalan. Aku sudah lama ingin mengajakmu makan malam.”
“Itu…” Hyemi ragu, dia tak bisa menjawab dan hanya melirik Yesung yang ada di sampingnya.
“Tidak boleh. Kyuhyun melarang Hyemi pergi kemana pun.” Yesung membantu Hyemi menjelaskan, namun detik selanjutnya pria itu langsung ketakutan karena Changmin seakan mau memukul kepalanya.
“Kau pikir kau bicara dengan siapa?! Aku ini kakaknya, ingat itu!” sentak Changmin yang tanpa sadar membuat hati Hyemi menghangat.
“Hei tapi tetap saja, Kyuhyun akan mengamuk nanti kalau tahu Hyemi pergi keluar.”
“Kalau begitu tutup mulutmu! Jangan bilang pada Kyuhyun kalau aku membawa Hyemi makan malam di luar!”
Dan setelah itu, Changmin menang.
Pada akhirnya Yesung mengalah dan membiarkan Changmin membawa Hyemi pergi untuk makan malam. Beruntung Hyemi tak menolak, dengan cepat membersihkan diri dan menuruti Changmin yang memintanya memakai gaun yang indah. Dan Hyemi memilih gaun selutut berwarna peach, gaun kasual yang terlihat pas dan cocok di tubuh gadis itu.
Setelah sampai di tempat tujuan, Changmin mengambil paper bag di bangku belakang mobilnya. Dia mengambil dua buah topeng mata berwarna biru dan silver.
“Pakai ini,” kata Changmin sambil memberikan topeng mata berwarna biru pada Hyemi.
Hyemi mengambil topeng itu dan kembali melihat gedung besar di sampingnya, dimana terlihat ada banyak orang berpakaian mewah yang masuk ke gedung itu sambil memakai topeng. Hyemi kembali memandang Changmin yang sudah memakai topengnya, “Sebenarnya apa yang kita lakukan disini, Oppa?”
“Makan malam.” Jawab Changmin sambil memakaikan topeng mata Hyemi, lalu dia kembali berkata, “Semua yang terjadi di masa lalu tidak bisa kuubah, tapi aku tetap mau meminta maaf. Maafkan aku, Hyemi. Maaf membuat hidupmu jadi serumit ini.”
Hyemi menggeleng cepat sambil memegang kedua tangan Changmin, “Tidak, Oppa.. bukan salahmu.”
“Kau terlalu baik, Hyemi. Tunggu saja sebentar lagi, aku pasti akan membawamu pergi dari Kyuhyun dan membuat hidupmu bahagia. Akan kuberitahu rencanaku sambil makan malam. Ayo.”
Lalu Hyemi dan Changmin turun dari mobil. Hyemi menggandeng lengan Changmin sambil berjalan bersama memasuki gedung besar itu. Ya, tentunya mereka bisa masuk kesana setelah Changmin menunjukkan tiket emasnya. Kalau tidak, mana mungkin para penjaga di depan pintu itu mempersilakan mereka masuk.
Tahun-tahun sebelumnya, Changmin sudah pernah beberapa kali ikut dalam pesta ini bersama Kyuhyun, Yesung, dan Siwon. Jadi Changmin tidak bingung dan langsung membawa Hyemi ke sebuah meja yang kosong. Meja makan yang agak berada di sudut ruangan agar tidak menarik perhatian, juga agar tidak ketahuan oleh seseorang.
“Hyemi, tunggu disini sebentar. Aku akan mengambil makanan untuk kita.” Ujar Changmin setelah Hyemi duduk nyaman di bangkunya.
Lalu Changmin meninggalkan Hyemi sendirian di meja makan, di tengah keramaian orang-orang yang sibuk berlalu-lalang dan berbincang. Beruntung meja yang Changmin pilih tak terlalu jauh dari tempat mengambil makanan, jadi dia masih bisa memantau adiknya itu dari jauh.
Adik.
Iya, adik. Padahal hanya satu kata umum, tapi entah mengapa berhasil membuat Changmin merasa senang tiap kali mengucapkannya.
“Dimana Hyemi?” Changmin sedikit kaget karena Siwon sudah berada di dekatnya sambil meminum segelas anggur.
“Oh, Siwon.. Hyemi ada disana,” kata Changmin sambil menunjuk ke arah Hyemi.
Siwon mengangguk pelan setelah melihat gadis cantik yang Changmin tunjuk, “Kau memilih tempat yang bagus. Baiklah, aku akan pergi. Kyuhyun akan curiga kalau aku menghilang terlalu lama.”
“Baiklah, pergi sana.” Changmin tersenyum kecil walaupun kata-katanya seakan mengusir.
Changmin menghampiri Hyemi dan duduk di depan gadis itu, meletakkan makanan untuk mereka di meja bundar itu. Canggung memang, tapi mereka tetap berusaha bersikap biasa saja dan memakan makanan masing-masing. Dan saat seorang pelayan memberikan dua gelas anggur pada mereka, Changmin dengan cepat mengembalikan salah satu gelas itu.
“Tolong, jus jeruk saja.” Kata Changmin.
Sang pelayan tersenyum dan langsung menggantinya dengan gelas lain berisi jus jeruk, kemudian berlalu pergi sambil membawa nampan di tangannya.
“Padahal aku ingin mencobanya,” ujar Hyemi saat Changmin memberinya segelas jus jeruk.
“Kau masih di bawah umur, Hyemi.” Changmin mengingatkan, tak bisa menahan senyumannya melihat Hyemi kesal dan mengerucutkan bibirnya. Lucu sekali.
“Ah, ya, apa rencanamu, Oppa? Dan juga, apa Oppa tahu tentang Donghae Oppa dan Eunhyuk Oppa?” tanya Hyemi sambil melahap makanannya.
Changmin meneguk anggurnya, “Mereka sudah keluar dari Rumah Sakit, jangan khawatir. Mereka tidak bisa menghubungimu karena rencana berubah.”
“Apa?”
“Belakangan ini aku tidak bertemu dengan mereka agar Kyuhyun tidak berulah lagi, kami juga sepakat untuk pura-pura sibuk sendiri dan tidak mengabarimu. Tapi tenang saja, kami tetap bekerja sama untuk membawamu pergi.” Jelas Changmin yang Hyemi dengarkan dengan seksama, “Aku sudah memiliki uang yang cukup untuk dibayarkan pada Kyuhyun, tapi agar dia tidak curiga, jadi aku bayarkan setengahnya dulu. Kau berkemaslah mulai besok agar tidak repot, aku akan menjemputmu nanti setelah menemukan waktu yang tepat.”
Hyemi terkejut, “Benarkah? Secepat itu? Tapi… bagaimana bisa?”
“Aku bekerja sama dengan Donghae, Eunhyuk, dan Siwon. Bersabarlah sebentar lagi dan serahkan semuanya pada kami.”
“Tunggu, Siwon? Choi Siwon? Siwon Oppa yang tinggal bersamaku juga?” Hyemi semakin terkejut, namun tetap mengontrol suaranya agar tidak menarik perhatian orang lain.
Changmin mengangguk pelan sambil melanjutkan makannya, “Iya, Choi Siwon, dia yang belakangan ini menjadi perantara untukku dan dua pengawalmu itu. Dia juga yang memberitahuku untuk datang hari ini karena Kyuhyun tidak ada.”
“Daebak…”
“Dia tidak bisa memberitahumu karena Kyuhyun selalu bersamamu jika di rumah, kalian juga katanya berkencan. Benarkah itu? Apa dia juga…”
Hyemi tersenyum manis, berusaha menghilangkan kecemasan yang tersirat jelas di mata Changmin. “Oppa tenang saja, aku bisa menjaga diriku sendiri. Memang saat ini aku berkencan dengan Kyuhyun, tapi itu agar dia tidak berbuat macam-macam padaku. Tidak lebih.”
Dalam hati, Changmin merasa lega mendengarnya. “Tapi, apa kau menyukainya?”
“Apa? Tentu saja tidak, Oppa! Bagaimana bisa aku menyukai rentenir mesum yang suka mengancam itu!” jawab Hyemi cepat, membuat Changmin tertawa sekaligus bersyukur karenanya.
“Ladies and gentleman.. Acara utama akan segera dimulai, silakan para tamu undangan untuk segera memilih pasangan masing-masing bagi yang ingin bergabung.”
Hyemi dan Changmin menoleh dengan kompak ke sumber suara, begitu pun dengan semua tamu yang ada disana. Beberapa orang yang sebelumnya masih berbincang-bincang kini sudah sibuk saling mencari pasangan yang lawan jenis. Dan yang Hyemi lihat, justru ini seperti acara saling menggoda. Bahkan beberapa wanita tak sungkan untuk mencumbu pasangannya secara terang-terangan.
Percayalah, ini lebih parah dari apa yang sering Hyemi lihat di Skyz Night!
“Oppa, sebenarnya ini acara apa?” bisik Hyemi.
Changmin meneguk habis anggurnya sebelum berpindah duduk ke samping Hyemi, lalu berbisik, “Pesta anggur sekaligus acara dewasa.”
“Apa?! Lalu, kenapa Oppa membawaku kesini?! Oppa tahu, aku masih dibawah umur!” geram Hyemi dengan suara pelan.
“Aku tahu, maafkan aku..” ujar Changmin dengan raut wajah menyesal.
Hyemi tak bisa kembali mendebat karena takjub dengan apa yang terjadi di ruangan yang besar ini. Lampu ruangan meredup dan beberapa lampu sorot mengarah pada lantai kosong di dekat podium, membuat orang-orang yang sudah berpasangan langsung memenuhi lantai itu. Dan selang beberapa detik, suara musik mengalun indah mengiringi dansa para tamu itu. Gerakan dansa mereka terbilang sangat bagus walaupun agak… sedikit erotis.
Changmin tahu memang tidak seharusnya dia membawa Hyemi kesini. Tapi, mau bagaimana lagi? Bukan hanya Siwon, jujur, dia pun khawatir Hyemi jatuh dalam pelukan Kyuhyun. Tak bisa dipungkiri tak ada wanita yang menolak Kyuhyun selama ini. Karena itulah dia harus menghentikan perasaan Hyemi bahkan sebelum semua itu dimulai.
“Tunggu,” Hyemi menajamkan penglihatannya, melihat jajaran orang yang duduk di sofa-sofa panjang di seberang sana, di tepi lantai dansa di dekat podium. “Itu Siwon Oppa… dan juga Kyuhyun.”
Percayalah, suara Hyemi terdengar lemas saat menyebut nama Kyuhyun. Dalam hati merutuki dirinya sendiri yang bisa-bisanya mengenali pria di balik topeng mata berwarna hitam itu.
Kedua mata Hyemi memanas melihat bagaimana Kyuhyun bisa ada disana ditemani beberapa wanita seksi. Tidak, Kyuhyun tidak ikut berdansa, hanya duduk di sofa sambil meminum anggur dan membiarkan saja dirinya digoda kiri-kanan oleh beberapa wanita.
Dan juga, apa-apaan itu?! Ada seorang wanita nakal yang tanpa tahu malu duduk di atas pangkuan Kyuhyun! Membisikkan sesuatu yang membuat Kyuhyun mengeluarkan seringaian mautnya! Dan mereka berciuman! Astaga!!
Benar-benar seorang bajingan…
Hyemi meminum jus jeruknya tanpa mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun, membuat minumannya terasa pahit. Sangat pahit.
“Ini bukan klub malam, tapi kenapa keadaannya jauh lebih buruk?” gumam Hyemi pelan, namun masih bisa didengar oleh Changmin.
Changmin merangkul Hyemi dan mengusap sayang kepala gadis itu dari belakang, “Kyuhyun memang lelaki yang seperti ini. Jadi kuharap, kau memang bisa menjaga dirimu baik-baik saat bersamanya, Hyemi.”
-o0o-
“Kau tidak makan?” Yesung terlihat bingung saat duduk di meja makan, namun Hyemi hanya menghidangkan sepiring makanan untuknya. Tidak seperti biasanya.
“Aku tidak lapar,” jawab Hyemi sekenanya. “Nikmati makananmu, Oppa, aku mau ke kamar lebih dulu.”
“Kau sakit?”
“Tidak, Oppa. Aku baik-baik saja.”
Awalnya Yesung terlihat tidak yakin, namun akhirnya pria itu tetap mengangguk saja, membiarkan Hyemi berlalu pergi menuju kamarnya.
Setelah masuk ke kamarnya, raut wajah Hyemi yang sebelumnya ceria kini berubah murung. Dia berjalan lemas dan berakhir dengan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Dan lagi, seperti yang terjadi sejak kemarin, berada di kamar ini membuat pikirannya melayang pada sosok Cho Kyuhyun.
Seorang pria yang tidak seharusnya dia bayangkan wajah tampannya, dia ingat-ingat bagaimana senyumannya.
Padahal semua ini akan segera berakhir, Hyemi akan segera lepas dari genggaman Kyuhyun, hari yang sudah lama ditunggunya akan datang sebentar lagi. Tapi, ada apa ini? Iya, Hyemi senang, tapi mengapa di sisi lain dia juga merasa… tidak rela? Pikiran seperti ini sudah mengusiknya sejak kemarin, membuatnya selalu memikirkan Kyuhyun. Terlebih setelah melihat sendiri bagaimana brengseknya pria itu bermain dengan banyak wanita, wahh Hyemi benar-benar tidak habis pikir mengapa hal itu justru mengusiknya.
“Merindukanku?”
Hyemi terlonjak kaget, tubuhnya reflek segera bangun dan menemukan seorang pria dengan setelan kemeja navy sedang bersandar pada daun pintu. Panjang umur, pria yang Hyemi pikirkan kini benar-benar datang.
“Cho Kyuhyun..” ujar Hyemi pelan, masih sedikit terkejut.
Kyuhyun mendekat dan berakhir duduk di tepi ranjang, di samping Hyemi. “Maaf selalu meninggalkanmu belakangan ini, aku sedang sibuk.”
Oh, ya, sibuk sekali… cibir Hyemi dalam hati, lalu mencium sebelah pipi Kyuhyun karena pria itu sendiri yang menyodorkannya.
Hyemi berniat pergi setelah itu, namun saat hendak berdiri, tiba-tiba saja Kyuhyun menarik sebelah lengannya dan mendorong tubuhnya hingga kembali berbaring di ranjang. Sedangkan pria itu sendiri dengan seenaknya langsung memeluknya dari samping.
“Aish lepaskan, Cho Kyuhyun!” omel Hyemi sambil berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun.
Namun semakin dia berusaha, semakin erat juga pelukan pria itu. Membuat Hyemi akhirnya mengalah dan hanya bisa menghela nafas kasar.
Tahan, Hyemi, tahan.. hanya dipeluk, jangan buat dia melakukan hal yang lebih dari ini. Hyemi berusaha menenangkan dirinya dalam hati.
“Aku merindukanmu,” bisik Kyuhyun dengan mata terpejam.
Aku tidak.
“Aku memikirkanmu sepanjang hari.”
Itu... aku juga.
“Sebenarnya aku lelah sekali, tapi setelah melihatmu..” Kyuhyun membuka matanya dan memandangi wajah cantik Hyemi dari samping, lalu tersenyum kecil, “Aku merasa tenagaku terisi kembali.”
“Cho Kyuhyun, kau mabuk?” tanya Hyemi sambil melirik pria itu.
Kyuhyun melepaskan pelukannya dan beralih duduk, mengendus badannya sendiri sebelum kembali menatap Hyemi dengan pandangan bingung, “Apa aku bau alkohol? Aku hanya minum sedikit tadi.”
Rentenir bodoh ini.. kupikir kau mabuk karena tidak biasanya kau bisa berkata manis. Cih. Lagi, untuk ke sekian kalinya Hyemi hanya menjawab jujur dalam hati. Sedangkan di luar, dia tersenyum hambar dan berkata, “Ya, sedikit bau alkohol. Sebaiknya kau segera mandi.”
“Baiklah, apapun katamu.” Kyuhyun tersenyum kecil sambil mengusap gemas puncak kepala Hyemi.
Namun, saat Kyuhyun turun dari ranjang, matanya menangkap benda asing di dekat nakas. Ada sebuah tas berukuran sedang disana. Kyuhyun tidak merasa memiliki tas seperti itu. Seingatnya, Hyemi juga tidak memiliki tas seperti itu saat barang-barangnya dibawa kesini.
Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk segera mandi dan kembali menatap Hyemi, “Tas siapa itu?”
Hyemi meringis dalam hati, dia lupa memberitahu Kyuhyun. “Itu milikmu, dari Changmin Oppa.”
“Changmin?” Kyuhyun langsung mengambil tas itu saat mendengar nama Changmin, lalu meletakkan tas itu di atas nakas sebelum membukanya cepat. Melihat isi tas ini membuat Kyuhyun tahu, apa yang ingin Yesung bicarakan dengannya saat di bawah tadi.
“Kapan Changmin datang?” tanya Kyuhyun yang masih bergeming di tempatnya, memunggungi Hyemi.
“Tadi malam. Changmin Oppa tidak tahu kau tidak ada di rumah.” Dusta Hyemi pelan, “Dan itu… baru setengah bayaran.”
Kyuhyun terdiam.
Kedua matanya tak bisa beralih dari tas di depannya yang memperlihatkan sejumlah uang tunai di dalamnya. Keadaan ini membuat dia tidak tahu harus bersikap bagaimana.
Kyuhyun hanya bisa mendesis tajam dalam hati, kenapa harus secepat ini?
To be continue…