
"nanti aja gw kasih tau nya, mending sekarang kita ke cafe aja. Yu"ucap nayya yg di angguki ajeng,salma dan diva.
Mereka penasaran dengan apa yg akan nayya kasih tau kepada mereka ,sepertinya suatu hal yg sangat penting.
Mereka menuju parkiran lalu meninggalkan dufan.
Setelah sampai di sebuah cafe, mereka langsung masuk.
Ajeng, salma, dan diva cukup bingung ketika melihat arya, reza dan andy yg tengah duduk di sebuah kursi di pojok.
Mereka langsung menghampiri arya, reza, dan andy.
"ada apa nay, tumben minta ketemuan?"tanya arya.
Sebelum kesini, nayya sempat mengirimi pesan kepada arya untuk meminta bertemu di sebuah cafe dan menyuruh nya untuk mengajak arya, andy dan juga reza.
Entah apa yg akan nayya ucapkan.
"emm... Jadi gini"ucap nayya menjeda ucapannya dengan menghela napasnya.
"mengingat sudah banyak anggota BD yg menjadi korban dan tewas ,nayya gx mau ada lagi anggota BD yg tewas"ucap nayya sambil menatap satu persatu wajah ajeng, salma, diva, arya, reza, dan andy.
"kasian mereka, terutama bagi mereka yg masih mempunyai keluarga, pasti keluarga mereka sangat sedih. Nayya gx mau semua itu terjadi lagi."lanjutnya lalu menjeda pembicaraannya beberapa saat dan menarik napasnya dalam-dalam.
"jadi, nayya memutuskan untuk membubarkan BD. Tapi kita masih bisa hanya sekedar mengumpul saja, atau membantu satu sama lain"ucap nayya yg membuat ajeng, salma, diva, arya, Reza dan andy terkejut atas ucapannya, namun mereka juga membenarkan ucapan nayya.
"kalian setuju? "tanya nayya yg di balas anggukan walaupun mereka masih ragu.
"bener sih apa kata nayya. Sudah banyak korban yg tewas ,abang juga sebenarnya sempet punya pemikiran seperti itu"ucap arya yg membenarkan keputusan nayya.
"jeje sih setuju aja. Toh, itu buat kebaikan kita juga"ucap ajeng sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
"gw juga setuju"ucap salma dan diva dengan senyumannya.
"setuju sih"ucap andy
"yaudh, yg penting kita masih bisa menjalin pertemanan, dan saling membantu kalau ada yg dalam musibah"ucap reza
Nayya tersenyum melihat tanggapan mereka yg menyetujui keputusannya.
"siappp!! "ucap mereka dengan suara sedikit kencang yg membuat mereka menjadi pusat perhatian ,tetapi mereka tidak memperdulikannya, mereka malah tertawa.
Banyak yg memuja mereka.
Setelah beberapa jam menghabiskan waktu di cafe, akhirnya mereka pulang ke rumah masing².
Nayya sudah sampai di rumahnya, dan melihat rumah begitu sepi.
Lalu nayya melihat ke aras jam dinding yg menunjukan pukul 18.05 WIB, biasanya jam segini bundanya tengah berada di dapur untuk menyiapkan makan malam ,alex juga biasanya jam segini tengah berada di ruang keluarga.
Nayya tidak mau memusingkan itu semua, ia langsung memutuskan untuk kekamarnya saja.
Sesampainya di kamar nayya langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuknya seraya memejamkan matanya.
Kegiatannya hari ini cukup menguras tenaganya.
Selang beberapa menit tiba-tiba pintu terbuka, memperlihatkan resty yg tengah menatap putrinya yg sedang tertidur di kasur seraya menggelng-gelengkan kepalanya.
Resty juga memegang sebuah kotak.
Resty masuk kedalam kamar nayya.
"kenapa bun? "tanya nayya dengan masih memejamkan matanya.
"kamu siap-siap sana! Jam 7 nanti kita akan pergi menemui seseorang yg sangat spesial dan kamu harus ikut!"ucap resty lalu nayya mendudukan tubuhnya dan melihat bundanya yg sudah menyodorkan sebuah kotak.
Nayya menerimanya dengan malas.
Padahal ia sangat ingin beristirahat tetapi bundanya malah mengajak nya bertemu dengan seseorang yg katanya sangat spesial itu.
Entahlah, nayya tidak tauk itu siapa.
"kamu pake dress yg ada di dalam kotak itu nanti malam, dan jangan lupa, kamu harus dandan sangat cantik nanti malam!"perintah resty dengan tegas kepada putrinya itu yg masih sesekali memejamkan matanya.
"iya bunda"ucap nayya.
.
Jangan lupa Tanggapannya
.