
Selang beberapa menit tawa mereka sudah mulai mereda.
Salma menatap nayya.
"nay"panggil salma.
Nayya langsung menatap salma.
"iya sal? "ucp nayya.
"ikut gw yuk,ada yg mau gw omongin"ucp salma, nayya menganggukan kepalanya, lalu mereka langsung pergi menuju taman.
Sesampainya disana, mereka langsung duduk.
"emm... Nay, maafin gw yak, dulu gw sempet bikin batin dan fisik lu terluka. Gw emang bukan sahabat yg baik, gw sahabat yg paling bodoh membiarkan sahabatnya terluka. Gw bodoh banget nay. Gw nyesel, gw minta maaf banget"ucp salma dengan isakannya.
Nayya tersenyum pahit melihat nya.
Ia sempat kecewa kepada mereka.
Kenapa mereka baru menyadari kesalahannya sekarang?
Setelah nayya hilang, mereka baru sadar!
Kenapa?
Tetapi nayya langsung menepis pikiran itu.
Bagaimanapun juga, mereka dulu di hasut dengan chilla.
Semuanya bukan kesalahan mereka.
Nayya langsung memeluk tubuh salma.
"gw dulu emang kecewa banget sama kalian termasuk lu. Tapi perlahan gw belajar untuk memafkan kalian, dan gw berhasil. Sekarang gw udh maafin kalian termasuk lu"ucp nayya sambil mengelus punggung salma yg bergetar.
"Makasih nay, makasih banyak karena lu udh maafin gw"ucp salma, lalu nayya melepaskan pelukannya seraya tersenyum ke arah salma dan mengulurkan kari kelingkingnya.
"Sahabat? "ucp nayya sambil tersenyum hangat, salma tersenyum senang dan mengangguk dengan antusias.
Salma menyatukan jari kelingking nya dengan jari kelingking nayya sambil tersenyum
"sahabat"ucp salma, lalu mereka kembali berpelukan.
Dua gadis yg melihat itu pun tersenyum lalu menghampiri mereka.
"gx asik ah,peluk² an tapi gx ngajak² kita . Ya gx je? "ucp diva sambil ikut duduk di samping salma.
"iya nih, gx asik. Masa gx ngajak²kita"ucp ajeng sambil duduk di samping nayya.
"uch, sini²"ucp nayya sambil beranjak berdiri dan merentangkan tangannya.
Mereka langsung berpelukan dan tersenyum bahagia.
Bagaimana pun juga mereka sudah bersahabat dari masih kecil.
Berbagai masalah sudah mereka lewati di dalam hubungan persahabatan ini, tetapi masalah kamaren memang yg paling rumit.
Dimana mereka terpecah-belah.
Tetapi akhirnya masalah nya pun selesai.
Mereka juga mendapat kan pelajaran dari masalah yg kamaren.
Dimana di dalam hubungan persahabatan pun memerlukan sebuah kepercayaan.
Setelah berpelukan mereka langsung tertawa bahagia.
"ah pokoknya abis ini kita harus refleshing"ucp diva yg di angguki oleh nayya, ajeng dan salma.
"bener banget "ucp salma .
"kemana yak? "tanya ajeng.
"gimana kalau ke dufan?kita kn udh lama banget gx kesana berempat"ucp nayya.
"bener banget. Jeje udh lama banget gx kesana"ucp ajeng.
Lalu mereka sepakat besok mereka akan pergi ke dufan
Setelah itu mereka masuk ke dalam mansion lagi.
Nayya langsung menghampiri putra yg tengah berada di pinggir kolam renang sambil menyeburkan kakinya kedalam.
Membiarkan kakinya basah terkena air.
Nayya langsung duduk di samping lelaki yg tengah tersenyum kepadanya.
"kita pergi yuk besok"ucp putra
"yah, aku gx bisa. Besok aku mau pergi sama ajeng, diva, salma ke dufan"ucp nayya dengan raut wajah bersalah.
Putra tersenyum hangat dan mengusap puncak kepala nayya.
"yaudh aku, kenneth rafi ikut aja"ucp putra yg langsung di balas gelengan oleh nayya.
"no way, besok pokoknya aku maunya quality time sama mereka! Gx boleh ada yg ganggu. Lagian kita juga udh lama banget quality time berempat"ucp nayya.
Putra menganggukan kepalanya.
.
jangan lupa tanggapannya
.