
"Tn. Carlos, apakah Anda sudah memikirkan keputusan ini secara matang?" tanya Dr. Wattson.
Carlos tak bergeming! Pria bengis itu hanya berdiri, sembari berkacak pinggang. Sesekali mengusap jenggot tipisnya dengan satu telapak tangan, sembari menatap tajam ke arah sebuah tabung besar dihadapannya.
"Tn. Muda, tidak akan bisa kembali menjadi manusia lagi jika serum ini sudah masuk ke dalam tubuhnya!" ucap Dr. Wattson memperjelas, saat Carlos sama sekali tak menjawab pertanyaan pertamanya.
"Dr. Wattson. Lakukan semua perintahku, apa pun yang terjadi! Putraku harus menjadi manusia terkuat di bumi ini, paham!"
"Apa gunanya, Anda jauh-jauh Saya datangkan dari Granada jika hanya ingin membuat Saya semakin frustasi memikirkan sesuatu yang tidak penting!" imbuhnya.
"Baik, Tn. Carlos!"
Dr. Wattson mulai menekan tombol untuk membuka tabung yang didalamnya sudah berisi cairan kimia mendidih. Cairan berwarna biru laut itu, mengeluarkan asap serta bunyi gelembung udara. Serum itu ditemukan oleh Dr. Wattson diperbatasan Selat Gibraltar.
Dimana Dr. Wattson merupakan salah satu team prajurit perang dunia II, team penguat kerajaan Mediterania yang berlayar menuju Samudra Atlantik, namun dipertengahan Selat Gibraltar kapal selam mereka terjebak karena arus bawah laut yang kuat.
Kapal itu karam, diterjang derasnya ombak yang sangat kuat. Namun Dr. Wattson berhasil mengapung, dan menepi diperbatasan Selat Gibraltar. Rupanya Dr. Wattson diselamatkan oleh seeokor raksasa gurita cincin biru.
Moluska misterius itu meninggalkan lendir yang sangat lengket di sekitar tempat pembaringan Dr. Wattson. Sehingga beberapa diambil dan berhasil diteliti oleh Dr. Wattson saat tiba di Cordoba dan tergabung dalam team penggali jejak-jejak arkeolog.
Dr. Wattson bukan hanya seorang yang jenius, tapi dia juga merupakan ilmuwan yang sempat dikucilkan oleh kalangan Britania, sehingga saat dirinya berhasil lolos dari lautan itu, Dr. Wattson bersumpah tidak akan pernah kembali lagi. Merasa dirinya terhianati oleh rakyat yang pernah dibantu dari kekejaman perang dunia II, Dr. Wattson menetap di Granada, menyimpan pusaka penemuan itu bertahun-tahun untuk dijadikan bahan penyerangan kembali saat menikah dan menjadi ilmuwan tersohor di sana.
Termasuk kehadirannya kali ini, Dr. Wattson didatangkan jauh-jauh dari Granada tentu Carlos berharap membuat perubahan pada putra mahkota Ollyxton menjadi manusia terkuat di bumi. Carlos tak peduli jika putranya tak akan kembali menjadi manusia lagi, yang jelas dendam itu harus terbalas dan, Nick tentu harus mati ditangan putranya!
Freddo mulai dimasukkan ke dalam tabung besar, Carlos nampak harap-harap cemas. Jika eksperiment Dr. Wattson kali ini gagal, tentu Freddo tak akan selamat. Rencana untuk membalaskan dendam itu juga tak akan berhasil tentunya.
"Saya yakin, jika kali ini Kita akan berhasil!" ucap Dr. Wattson mencoba menenangkan Carlos yang terlihat gelisah.
Carlos sengaja membangun Ollyxton Timless Lab hanya untuk eksperiment Dr. Wattson, yang didatangkan jauh-jauh dari Granada, tentu Carlos berharap besar kepada ilmuwan besar itu.
Awalnya saat serum itu dimasukkan ke dalam tubuh Freddo melalui pembuluh darah, tidak ada perubahan reaksi apa-apa. Freddo hanya diam seperti mayat hidup, wajahnya pucat pasi dengan kedua mata masih tertutup namun masih menghempuskan napas.
Selang beberapa saat, setelah Freddo dimasukkan ke dalam tabung berisi cairan dan ditenggelamkan selama beberapa menit, tubuh Freddo hanya mengapung, mengeluarkan beberapa gelembung dari sembulan pernapasannya.
Terdapat mesin waktu di sebelah tabung itu, menghitung mundur reaksi dari suntikan serum serta cairan kimia yang perlahan mengeruh nyaris pekat.
"Sepuluh detik lagi!" ucap Dr. Wattson.
Carlos hanya diam, sembari tetap mematung, menelungkupkan satu tangan di atas dada serta satu tangannya lagi berada di dagu. Memerhatikan perubahan apa yang akan terjadi pada putranya kali ini?
Saat perhitungan selesai. Mata Freddo membelalak, menatap nyalang ke arah Carlos dan Dr. Wattson. Tabung itu bergetar hebat. Dalam cairan pekat itu hanya terlihat sinar merah bulat. Cairan mendidih itu, semakin banyak mengeluarkan asap pekat.
"Jangan khawatir Tn. Carlos, itu hanya reaksi perubahan wujudnya. Masih ada yang perlu Kita lakukan setelah proses ini selesai!"
***
"Maaf, Aku tidak bisa hadir!" balasnya.
"Kenapa?" tanya Stevy kecewa.
"Aku harus mengantar majikanku. Tapi tenang, nanti akan kukirim hadiah sebagai kenang-kenangan," balasnya meyakinkan.
"Aku tidak butuh hadiah! Aku hanya butuh Kamu hadir, apakah Kamu tahu-"
"Maaf Stev, Aku harus pergi!" sahutnya cepat menimpali perkataan Stevy yang belum selesai.
"Nick!"
Langkahnya terhenti, namun tak menoleh ke arah gadis yang kini mematung dibelakangnya. Berharap Nick berubah pikiran, menerima undangan itu dan datang di malam perayaan ulang tahunnya.
Nick harus berpikir dua kali untuk menerima undangan itu. Selain harus mengantar Berlian ke bandara, Nick juga menghindari Freddo yang beberapa hari ini sudah tak terlihat lagi.
"Freddo, nggak akan datang!" ucap Stevy akhirnya.
Wanita ini sepertinya paham apa yang sedang dirasakan oleh Nick. Sejak kejadian itu, Stevy mencari tahu banyak hal tentang Nick - Tentang Freddo, kenapa mereka berdua seperti musuh bebuyutan yang ingin saling mengganyang.
"Jangan khawatir, Dia nggak akan pernah hadir menggangumu lagi. Jadi, Aku berharap Kamu datang di hari ulang tahunku. Ada yang ingin kusampaikan, jika Kamu tak ingin menyesal, datanglah!" ucapnya sembari menyodorkan kembali undangan itu.
Saat Nick menerima undangan itu, Stevy langsung pergi meninggalkan Nick dengan ribuan pertanyaan terkait Freddo. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa maksud Stevy soal Freddo yang tak akan pernah mengganggunya lagi? Nick berpikir Freddo telah mati!
"Tn. Nick, ada telephone untuk Anda!" ucap Grachia mengagetkan.
Nick menerima telephone dari Berlian yang mengabarkan bahwa jadwal penerbangannya malam ini telah dibatalkan karena cuaca yang buruk, sehingga Berlian menyuruh Nick istirahat untuk sementara waktu. Nick lalu berpikir, jika ucapan Stevy benar tentang Freddo yang tak akan datang di pesta ulang tahunnya, tentu Nick harus mempersiapkan diri, membeli kado yang sudah dijanjikan kepada wanita itu. Nick pun agak sedikit penasaran. Apa yang akan Stevy katakan malam ini?
Malamnya, Nick tiba di kediaman Oswald. Rumah megang yang penuh dengan cahaya itu, terkesan sangat mewah. Nick gugup, tentu saja! Menerima undangan dari putri semata wayang keluarga besar Oswald adalah satu hal yang membanggakan, mengingat undangan itu hanya dikhususkan untuk para pejabat terkenal yang menjadi rekan bisnis keluarga besar Oswald.
Nick menghela napas panjang. Pria yang menggunakan stelan kemeja hitam yang dipadukan dengan dalaman warna putih itu, memang tidak terkesan mewah di mata para undangan yang menghadiri pesta ini, namun Nick merasa harus menepati janjinya.
"Nick!" Stevy menyapanya dengan ramah.
Wanita yang tengah mengenakan gaun cokelat, serta payet yang dikelilingi manik-manik berkilau itu menghampiri Nick dengan wajah gembira.
"Terima kasih sudah datang," ucapnya lagi sembari memegang tangan kanannya.
Nick semakin gugup saat Stevy menggandeng lengannya dan berjalan menuju panggung besar.
"Stev!" ucapnya menolak tegas.
"Mereka semua harus tahu, dan Kamu harus mendengarnya di hari spesialku," balasnya tanpa mengindahkan tawaran Nick untuk berbalik arah.