The Walter A Cobalt Blue Fire

The Walter A Cobalt Blue Fire
Pinjaman $10 Juta Dollar



"Tunggu!" Nick menjeda langkah Berlian.


"Jangan terlalu memandangku rendah dengan semua hadiah yang Anda berikan, Nona! Lagi pula untuk apa bercanda perihal cinta," berondongnya.


Berlian berjalan kembali ke arah Nick. Mendekati pria yang mematung penuh pesona.


"Merendahkanmu dengan uang, bercanda soal cinta?" ucap Berlian lagi.


Nick menunduk pasrah. Entah apa yang ada di dalam pikiran wanita ini, sehingga membuat dirinya benar-benar merasa kacau. Jika ucapan Berlian benar tentang cinta yang baru saja diucapkan, lalu bagaimana dengan cintanya terhadap Stevy? Nick tentu tidak akan pernah menukar perasaannya demi harta.


"Aku tidak pernah merendahkanmu, dan Aku juga tidak pernah memaksamu untuk mencintaiku, Nick!" ucapnya penuh penekanan.


"Kembalilah jika Kamu merasa membutuhkan, Aku akan selalu ada untukmu."


"Nona Berlian!"


Nick meneteskan air mata.


"Perihal bayi itu, apa yang sebenarnya terjadi?" imbuh Nick berusaha ingin tahu suami Berlian.


"Jangan khawatir! Aku akan tetap membesarkannya meski tanpa bajingan itu," balasnya.


Bajingan? Apa maksud Belian? Gumamnya heran dalam hati.


"Urusanku sudah selesai, siapa pun tidak memiliki wewenang untuk bayiku, termasuk mantan suamiku. Perceraian Kami berjalan sesuai dengan prosedur dan kesepakatan. Aku tidak pernah memaksa seorang pria untuk bertahan, memilih jalannya. Jika dia bisa bahagia dengan wanita lain, tentu Aku melepaskannya dengan senang hati!"


"Saya akan menikahimu!" tegasnya membuat Berlian sesaat terkejut.


Sementara Belian tersenyum ketus, merasa bahwa Nick ingin menikahinya karena bayi yang ada di dalam kandungannya.


"Mungkin Kamu juga bukan pria yang pantas untuk bayiku. Dia akan tetap besar meski tanpa seorang Ayah! Jangan khawatir," balasnya.


"Saya tidak bercanda Nona Berlian!" ucapnya penuh keyakinan.


"Pergilah! Aku tahu Kamu punya cinta sejati. Bawa semua yang kuberikan kepadamu dan menikahlah dengannya," ucap Berlian memberi tawaran.


"Maaf, Saya tidak akan menerima semua pemberianmu Nona Berlian, terima kasih telah membantuku," balasnya kemudian berjalan menjauhi Berlian yang telah menolak tawarannya untuk menikahi dirinya.


Tidak ada yang bisa Nick lakukan lagi! Menolak hadiah besar dari Berlian adalah tindakan bodoh mengingat waktu untuk segera mendapatkan uang itu semakin mengerucut. Nick tentu harus segera mendapatkan apa yang telah dijanjikan kepada para rentenir itu.


Kemudian Nick pergi ke sebuah mesin ATM terdekat, memastikan ucapan Berlian tentang uang yang ada di dalam tabungannya. Nick terkejut ketika mendapati angka nominal yang tertera di mesin ATM itu. Siapa yang telah mengirim uang sebanyak ini? Batinnya. Nominal ini tidak hanya cukup untuk melunasi hutang-hutang Manfreed, tapi juga cukup untuk menjamin hidupnya selama sepuluh tahun ke depan meski tanpa pekerjaan.


Nick kembali menuju ke rumah Berlian, memastikan bahwa uang itu legal untuk digunakan.


"Saya meminta izin, mengambil satu juta dolar uang yang ada di dalam tabungan Saya!" ucap Nick begitu tiba di dalam rumah Berlian.


Berlian tak bergeming. Wanita yang tengah rebahan di atas sun lounger itu mengacuhkan kehadirannya.


"Bukankah Aku sudah mengatakan bahwa Kamu berhak mengunakan uang itu sesukamu!" ucap Berlian akhirnya.


"Tapi-"


"Nick! Gunakan uang itu sesukamu, itu hak atas upahmu selama bekerja denganku. Jangan ungkit soal bantuanmu menyelamatkan nyawaku dan bayi ini. Pergilah! Kamu berhak untuk itu," sela Berlian penuh penekanan.


"Saya tidak akan pergi!" balasnya.


"Baiklah, apa yang bisa kulakukan agar Kamu segera enyah dari hadapanku, Nick!" ucap Berlian, wanita itu berjalan mengitari tubuh Nick yang mematung di pinggir kolam renang.


"Menikahimu dan membesarkan bayimu!" balasnya yakin.


"Aku tahu Kamu menikahiku bukan karena cinta-"


"Tapi Saya serius ingin membesarkan bayimu!" ucap Nick menyela ucapan Berlian yang ingin mengungkit soal perasaan.


Berlian terpaku! Kenapa Nick ngotot ingin menikahinya saat ia tahu bahwa dirinya telah mengandung?


"Saya tahu rasanya lahir, hidup dan besar tanpa seorang Ayah!" ucap Nick mengharu biru.


Sementara Berlian tercekat mendengar ucapan Nick, ia bahkan tak habis pikir tentang masa depan bayinya jika dia lahir tanpa seorang ayah.


"Maaf, Nona Berlian! Saya hanya ingin menyelamatkan masa depan bayimu. Saya harap, Nona memikirkan itu. Hubungi Saya, jika Anda siap untuk menikah," imbuhnya kemudian berlalu meninggalkan Berlian yang tercengang mendengar pengakuan Nick.


***


Dengan izin Belian, akhirnya Nick kembali mendatangi para rentenir itu. Memberikan uang yang telah dijanjikan kepada mereka.


"Sesuai kesepakatan!" ucap Nick kepada bos rentenir yang tengah duduk di sebuah sofa melingkar itu.


Pria itu nampak menghitung uang yang berada di dalam amplop coklat.


"Ini belum ada separo dari pinjaman pokok! Saya anggap ini, pembayaran bunga awal untuk bulan ini," ucapnya sembari menyedot cerutu. Nampaknya pria ini belum tahu, siapa Nick sebenarnya!


"Boss, Jangan melawan! Dia bukan manusia," desis anak buahnya yang kemarin sempat melawan Nick di rumah Grachia.


"Tentu! Dia nampak bukan seperti manusia. Lihat wajahnya yang seperti iblis peminjam uang yang tak bertanggung jawab!" balasnya meremehkan Nick yang tengah duduk santai, sembari membuang mukanya dari tatapan bos rentenir yang tak tahu diri ini. Bagaimana bisa, satu juta dolar tidak termasuk uang pokok yang dipinjam Manfreed. Benar-benar lintah darat! Batin Nick geram.


"Saya permisi!" Nick bangkit dari tempat duduknya.


"Tunggu..., tunggu dulu! Kapan sisanya Kau lunasi. Ha!" ucapnya tak puas dengan kehadiran Nick yang hanya membawa uang sejuta dolar itu.


Sementara Nick diam! Berpikir bahwa tak perlu meladeni para iblis ini. Ia tak mau melihat pertumpahan darah lagi hanya demi janji membayar sebuah hutang.


"Baiklah! Sisa dua hari lagi untuk Anda membawa sepuluh juta dolar, bawa uang itu atau habis Kau ditanganku!" ucapnya penuh kesombongan.


Sepuluh juta dolar? Sungguh nominal yang sangat fantastis.


Kemudian, Nick berlalu meninggalkan jejak dari para iblis yang berkumpul di sana.


Ia bersumpah akan menghabisi nyawa para lintah darat itu, jika mereka kembali menyakiti Manfreed dan Grachia. Satu juta dolar tentu lebih dari cukup, bahkan lebih dari pinjaman pokok serta bunga-bunganya untuk membuat lintah darat itu foya-foya dengan para wanita. Batinnya!


"Bos jangan melawan. Dia benar-benar bukan manusia!" ucap anak buahnya memperjelas supaya bosnya tidak bertindak lebih gila lagi.


"Apa Kau mau mati? Ha!" bentaknya.


"Sungguh bos, Dia bukan manusia!" sahut anak buah lain yang tak kalah takut.


"Haiiisshhh! Kalian benar-benar membuatku muak! Kenapa kalian takut dengan berandal macam itu! Akan kuhabisi dengan tanganku sendiri jika Kalian tak mampu. Paham!" ucapnya sembari memukul kedua anak buahnya yang berusaha memperingatkan supaya tidak melawan Nick yang kemarin membunuh tanpa menyentuh.


"Ingat dua hari lagi!" teriak bos rentenir itu mengiringi langkah Nick menjauh dari tempat penuh dosa itu.