The Walter A Cobalt Blue Fire

The Walter A Cobalt Blue Fire
Selamatkan Aku, Jika Kamu Mencintaiku



Nick mendengar raksasa monster gurita itu mengaum keras, memukul-mukulkan kedua tangannya ke arah dada. Monster itu merasa sangat tertantang untuk menghabisi nyawa Nick yang gigih menyelamatkan Stevy dari ketinggian dan membawanya kabur menjauh dari jangkauan raksasa monster gurita mengerikan itu.


Nick menarik napas lega saat raksasa monster gurita itu berbalik arah, berjalan menjauhi kota menuju arah laut barat daya.


Dari mana asal raksasa monster gurita itu? Tanya Nick dalam hati.


Ia berpikir bahwa suatu saat raksasa monster gurita itu pasti akan kembali lagi untuk menghadapi Nick yang mencoba datang menjadi pahlawan, menyelamatkan wanita yang berusaha ingin dibunuh.


"Apakah Kamu baik-baik saja?"


"Ya, Aku tidak apa-apa!" balasnya singkat.


"Nick!" Stevy menjeda langkah Nick yang berusaha meninggalkannya sendiri di dekat perumahan elit yang sudah hancur itu.


"Apakah itu Kamu?" tanya Stevy penasaran.


Nick diam! Sama sekali tak menoleh ke arah wanita yang berusaha mencari kebenaran tentang pria yang baru saja menyelamatkan dirinya dari ancaman bahaya raksasa monster gurita.


"Nick!" ucapnya lagi tak menyerah.


"Pulanglah, Orangtuamu pasti khawatir!" balasnya.


Saat Nick berusaha bergerak, Stevy justru menjegal langkahnya. Memeluk tubuhnya dari belakang.


"Jangan tinggalkan Aku!" ucapnya memelas.


Sementara Nick tak bergeming!


Mengingat kejadian itu membuat hati Nick benar-benar hancur. Sampai kapan pun, keluarga besar Oswald tak akan pernah merestui hubungan mereka berdua. Bahkan saat Nick mendengar ucapan Antoni kemarin malam, bahwa Stevy hanya pantas bersanding dengan pria yang setara dengan keluarga besar Oswald. Nick semakin tak punya harapan, namun melihat Stevy yang keras kepala seperti ini, rasanya Nick tak mampu membiarkan hati wanita ini terluka sedikit pun.


"Aku tak akan pernah membiarkanmu merasa sendirian, tapi maaf Aku tak akan pernah bisa bersamamu!" balasnya.


"Tolong jangan berkata seperti itu, kata-kata itu hanya akan membuat hatiku terluka!" balasnya.


"Yakinlah, orangtuaku pasti akan menerimamu. Kita hanya butuh waktu untuk membuat mereka semua mengerti!" imbuhnya.


Tapi Nick sama sekali tak berpikir seperti itu. Keluarga besar Oswald yang terpandang dari segi kekayaan, memiliki rekan bisnis dimana-mana tentu tak akan pernah rela membiarkan putri semata wayangnya dipersunting pria miskin seperti Nick.


"Kita beda kasta!" balas Nick memperjelas.


Stevy menatap nyalang ke arah Nick yang berusaha membeda-bedakan derajatnya di atas kekayaan. Apakah itu yang menjadi alasan untuk menghindar darinya?


"Apa Kamu pikir Aku bahagia selama ini?" tanya Stevy aneh.


Nick tentu berpikir, semua orang yang memiliki harta melimpah pasti hidupnya makmur, bahagia di atas segalanya. Hanya orang miskin seperti Nick yang selalu menderita bahkan tak pernah merasakan manisnya kebahagiaan.


"Harta bukan sebuah ukuran manusia bahagaia. Aku akan terus menderita jika memiliki harta banyak namun kehilangan orang yang Aku cintai!"


"Tolong, jangan tinggalkan Aku. Tetaplah di sini. Bersamaku!" imbuhnya memperjelas.


Nick lantas paham jika kebahagiaan tidak diukur dengan sebuah harta. Stevy benar! Nick merasa selama ditinggal Vivian pergi untuk selama-lamanya, merasa hidupnya tak berarti lagi. Vivian adalah harta terbesar yang pernah Nick miliki selama hidupnya. Pun saat kehadiran Stevy ia merasa kebahagiaan itu perlahan muncul, memberi sedikit harapan meski awalnya sama sekali tak memiliki ketidak pastian.


"Maaf!" ucap Nick luluh.


Kemudian berbalik dan merengkuh tubuh Stevy.


"I Love You!"


"I Love You, more than anything!"


Saat kata-kata itu terucap dari mulut masing-masing. Nick merambatkan bibirnya ke arah kening, mendaratkan sebuah ciuman hangat di sana. Ciuman yang belum pernah Nick lakukan kepada siapa pun, termasuk Stevy. Saat Stevy bergerak dan menatap mata Nick penuh cinta, kedua mata itu saling beradu pandang cukup lama. Membuat komunikasi hati masing-masing saling membicarakan perasaan bahagia yang selama ini dinantikan.


Stevy menutup mata dan menyentuh bibir Nick, melumatkan bibirnya saling beradu penuh kasih.


"Terima kasih!" ucap Nick.


Stevy membalas anggukan seraya tersenyum penuh bahagia.


"Berjanjilah untuk terus bersamaku!" balasnya.


Nick pun hanya membalas anggukan kepala, tanda bahwa ia menyetujui permintaan wanitanya.


"Masuk, orangtuamu pasti khawatir. Kita akan segera bertemu lagi!"


"Aku ingin makan malam bersama," balasnya menolak untuk ditinggalkan.


"Bahkan, Aku tidak ingin kembali kerumah itu. Aku hanya ingin bersamamu selamanya!"


"Kita makan malam dulu," ajaknya berusaha menenangkan hati dan pikiran Stevy.


***


“Bunuh dia! Jangan biarkan bedebah itu hidup. Mengerti!”


Carlos mengeratkan tangannya, geram.


Percuma ia merubah purtra mahkotanya menjadi raksasa monster gurita itu jika, kekuatannya masih belum bisa mengalahkan kekuatan Nick.


“Tenanglah, Mr. Carlos! Kita hanya butuh waktu. Dia pasti akan bisa mengalahkannya, bahkan putramu tidak hanya bisa membunuh satu orang saja. Tapi membunuh semua orang di negeri ini pun dia bisa, percayalah padaku!” balas Dr. Wattson berusaha membuat hati Carlos tenang sejenak.


“Biarkan putramu berendam terlebih dahulu di kedalaman laut itu, sebentar lagi dia akan kembali untuk mengobrak-abrik negeri ini!” imbuhnya.


“Tunggu apa lagi?” tanya Carlos merasa belum puas.


“Jangan gegabah Mr. Carlos! Tindakanmu hanya akan membuat putra mahkotamu merasa tertekan, beri dia waktu untuk membangkitkan kekuatan aslinya. Di kedalaman laut sana, dia akan bertemu dengan makhluk yang serupa dan dia akan menyerap semua energi serta kekuatannya untuk menghancurkan manusia yang hanya sekecil semut itu,” balas Dr. Wattson memperjelas.


“Benarkah?”


“Tentu!” balas Dr. Wattson meyakinkan.


"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Carlos.


"Menunggu!" pungkasnya meyakinkan.


"Menunggu?" tanya Carlos lagi.


"Benar, Tn. Carlos. Kita hanya perlu menunggu kedatangan putramu kembali. Kita tidak bisa memaksakan kehendak, ingatlah bahwa putramu sekarang bukalah seorang manusia!"


Bedebah! Batin Carlos. Apa maksud Dr. Wattson? Jika ia menganggap bahwa Freddo telah menjelma menjadi Raksasa monster gurita itu, apakah Carlos tak boleh menganggap bahwa Freddo masih putra mahkota Ollyxton.


"Bukan begitu maksud, Saya Tn. Carlos!"


"Trus?" tanya Carlos mengancam.


"Seperti yang sudah Saya katakan diawal, jika Anda telah menyetujui eksperiment Saya, maka putra mahkotamu tidak akan bisa kembali menjadi manusia lagi. Dia akan menguasai kerajaan laut, saat semua energi para makhluk yang berada di sana terserap olehnya," jelasnya sekali lagi.


"Apakah Putraku tak akan bisa mengenaliku lagi?" tanya Carlos frustasi.


"Maaf Tn. Carlos! Dia tidak akan bisa mengenalimu lagi, bahkan jika suatu saat yang Saya katakan ini benar terjadi. Maka Anda harus tunduk dan patuh terhadap semua perintahnya, jika Anda masih berharap untuk bertemu dengan putramu lagi," ucap Dr. Wattson akhirnya menjelaskan sesuatu yang belum sempat Carlos kehatui.


Bedebah!


"Kenapa Anda lakukan!" ucap Carlos menyesal.


"Saya hanya menuruti perintahmu, Tn. Carlos!"