
"Jangan gila Stev! Apa jadinya jika orangtuamu tahu?"
"Karena itu salah satu harapanku Nick. Mereka harus tahu, siapa Kamu dan untuk kepentingan apa Aku mengundangmu malam ini," balasnya girang.
Saat mereka berdua tiba di sebuah panggung besar dengan ribuan cahaya. Di depan sebuah kue ulang tahun yang menjulang tinggi, Stevy mulai mengalihkan perhatian para tamu undangan. Semua mata tertuju ke arah mereka berdua - pun ketika keluarga Stevy tahu bahwa ia telah membawa pria udik dengan pakaian lusuh itu merasa sangat malu.
"Siapa gelandangan itu?" celetuk salah satu tamu undangan.
"Kenapa Dia membawa pemulung masuk ke dalam pesta megah seperti ini?" sahut tamu lain yang tak kalah heran.
Sementara Stevy berdehem, dengan sedikit agak ragu-ragu mulai mengutarakan maksudnya. Para tamu undangan pun terheran-heran saat Stevy secara blak-blakan menyatakan cintanya kepada Nick di hari ulang tahunnya.
Bedebah! Antoni Oswald mengeratkan tangannya geram. Stevy benar-benar mengacaukan acara besar yang telah direncanakan selama bertahun-tahun untuk mempersatukan Stevy dengan salah satu anak dari rekan bisnisnya.
"Maaf, sepertinya Putriku sedang bercanda!" Antoni berusaha mengembalikan derajat keluarga besar Oswald yang seketika turun drastis di mata para tamu undangan saat Stevy menghadirkan Nick yang terlihat seperti gelandangan.
"Putriku hanya pantas bersanding dengan pria yang setara dengan keluarga Kami," imbuhnya memperjelas.
Sementara Nick mengeratkan tangannya, kecewa! Kenapa Stevy melakukan ini. Tentu tindakan ini hanya akan mempermalukan dirinya di depan semua orang yang selalu menganggapnya rendah. Nick menyesal telah hadir di acara yang bahkan Nick sendiri sempat ragu untuk datang.
"Terima kasih!" ucap Nick sembari berlalu.
Kado yang sedari tadi dipegang, seketika jatuh di lantai. Nick menghambur keluar, meninggalkan Stevy yang berusaha mengejarnya.
Meskipun Nick secara tidak langsung menyukai Stevy, namun Nick paham jika dirinya tak akan setara di mata keluarga besarnya. Nick sudah memahami itu jauh sebelum Nick mengubur dalam-dalam keinginannya untuk menyatakan perasaannya.
Kehadiran Stevy dan sejak pertemuan awal mereka di kampus waktu itu, membuat Nick merasakan getar aneh dari dalam hatinya. Nick mengakui, kehadiran Stevy merupakan pengobat rindu kepada wanita yang telah lama meninggalkan dirinya.
Entah apa yang membuat perasaan Nick menjadi seaneh itu.
"Nick tunggu! Aku bisa jelaskan semuanya," ucap Stevy menjeda langkahnya.
"Maaf, Aku tidak punya waktu. Kamu hanya akan membuatku malu seumur hidup!" balasnya.
Saat kedua mata itu beradu pandang cukup lama, ada getar tersendiri di dalam perasaan masing-masing. Terlihat dari raut wajah Stevy-pun Nick juga merasakan getaran itu. Semakin lama getaran itu semakin kuat, mengalir ke area sekeliling mereka. Itu bukan hanya getar yang berasal dari diri mereka masing-masing, namun semakin lama getaran itu terasa mendekat dan membuat tubuh keduanya terasa bergetar hebat.
"Stev, Kamu harus segera masuk!" ucapnya setelah memastikan bahwa sesuatu telah terjadi.
"Stevy!" Nick memanggil namanya, kebingungan. Berusaha mencari wanita itu yang seketika hilang digelapnya malam.
Nick mendengar lenguhan keras, namun ia tak melihat makhluk yang mengeluarkan suara seperti monster besar.
"Apa yang terjadi? Tolong ada apa ini!" ucap seorang wanita yang melintas sembari berteriak histeris.
Nick melihat kesekeliling, saat ekor matanya terhenti tepat di belakang rumah keluarga besar Oswald. Nick melihat sinar merah yang membulat, menatap nyalang kearahnya.
Makhluk apa itu? Batinnya.
"Tolong, ada moster gurita besar!" ucap seorang wanita yang tengah memandang raksasa besar dengan tubuh manusia berkepala gurita besar serta memiliki banyak cincin tentakel berwarna biru kehitam-hitaman.
"Raksasa penghancur dunia!" seorang lagi berlari kencang menabrak tubuh Nick hingga tersungkur ke tanah.
Nick terpaku, menatap ke arah monster raksasa besar itu yang seketika menghantam semua bangunan yang menghalangi jalannya untuk menyerang semua orang yang berusaha lari, berteriak-teriak tak tentu arah untuk menyelamatkan diri.
Nick harus bertindak!
Monster raksasa itu benar-benar akan menghancurkan kota ini jika ia tak segera mengambil tindakan untuk menghentikan kemarahannya. Nick semakin terkejut melihat Stevy berada dicengkeraman raksasa itu.
Raksasa itu benar-benar memporak-porandakan seluruh kota, berlari kencang membawa Stevy menjauhi area perumahan elit yang sudah hancur.
Seluruh kota semakin bergetar hebat, tak ada satu cahaya pun yang menyinari kota itu kecuali lampu mobil yang tengah menjadi kemacetan diseluruh jalan.
Nick bergegas, menekan sabuk berbintang dan merubah dirinya menjadi pria dengan kostum hitam serta api berasap biru untuk menyelamatkan gadis yang telah dibawa pergi oleh monster raksasa berkepala gurita yang memiliki banyak tentakel mengerikan itu. Nick menantang raksasa gurita bertubuh manusia mengerikan itu, mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghalau semua serangan serta jurus yang dimiliki oleh monster raksasa itu.
Ternyata raksasa gurita ini jauh lebih kuat dari dugaannya. Kekuatannya menyemburkan cairan pekat yang lengket, serta menjerat tubuhnya dengan tentakel cincin biru yang tajam. Membuat Nick sama sekali tak mampu bergerak. Sementara Nick melihat Stevy yang tengah ketakutan, terombang ambing oleh pergerakan raksasa gurita yang berusaha menghalanginya untuk merebut Stevy dari genggamannya.
Nick mengeluarkan kekuatan spin of triangle, berputar cepat seperti mesin pemotong besi. Berputar mengelilingi tubuh moster gurita raksasa yang kini semakin banyak mengeluarkan cairan dari setiap tentakel di ujung kepalanya. Saat tubuhnya lepas dari ikatan tentakel yang lengket, Nick menyemburkan sinar biru dari matanya. Sinar seperti laser panas berwarna biru, melesat cepat mengenai tubuh monster gurita raksasa yang semakin membati buta. Nahasnya, sinar itu berhasil dihalau setiap tentakel cincin yang seketika memantulkan sinar itu ke arah Nick hingga tubuhnya terpental keras mengenari tower crane.
Tubuhnya terpelanting dari atas tower crane, mendarat tanpa mampu dikendalikan lagi. Kecepatan dan kekuatan hantaman tentakel itu, benar-benar hebat. Membuat tubuhnya mengeluarkan api seperti gesekan pada benda-benda berlogam saat keduanya berhantaman.
Selang beberapa saat, Nick kembali mendengar Stevy tengah meronta-ronta saat monster raksasa gurita itu melemparkan tubuh Stevy dari ketinggian. Untungnya Stevy gigih, tangannya masih mampu menggapai tali bandul pengangkat beton, sehingga ia tergantung di sana dan terombang ambil mengikuti pergerakan angin.
Sementara Nick masih tak berdaya dalam persembunyian, rasanya Nick tak mampu menandingi kekuatan monster raksasa gurita itu. Semua kekuatan yang ia miliki tak mampu menembus dinding pertahanannya, namun ia harus tetap berusaha untuk menyelamatkan wanita yang tengah terancam nyawanya itu, sekuat tenaga Nick kembali melompati setiap gedung pencakar langit untuk menjangkau Stevy yang tengah tergantung di atas bangunan yang belum jadi. Jika Nick terlambat tentu wanita yang tengah tergantung di atas tower crane itu tak akan selamat. Pikirnya!