
Lanhua membuka matanya. Di lihatnya, ia saat ini berada di dalam danau tempat ia berkultivasi. Ia kemudian berenang menuju ke permukaan untuk menghirup udara. Entah sudah berapa lama ia berkultivasi, ia tidak tahu.
Sampai di permukaan air, Lanhua kemudian mendekati salah satu pohon kemudian menjadikannya tempat berpegangan, untuk ia naiki.
Kakinya sudah menapak di tanah. Ia sedikit meregangkan tubuhnya yang terasa sedikit pegal.
Selesai meregangkan tubuh, Lanhua kemudian menghela nafas pelan. Kali ini, ia berniat melatih jurus yang tadi Yun Rui berikan padanya.
Lanhua kemudian merentangkan kedua tangannya di udara, menghadap ke arah danau yang berada di hadapannya. Dari telapak tangannya, muncul cahaya samar berwarna biru.
Cahaya tersebut merambat hingga mengenai permukaan air danau. Air danau yang semula tenang, kini menciptakan riak-riak kecil. Lanhua menambah kekuatan pada tangannya, membuat cahaya samar tadi kian menebal.
Air danau yang beriak kemudian menciptakan gelombang kecil layaknya gelombang di pantai. Bibir Lanhua membentuk senyuman tipis.
Lanhua kemudian mengangkat tangannya lebih tinggi ke udara. Air danau yang bergelombang tadi kemudian membentuk sulur air, kemudian ikut terangkat mengikuti tangan Lanhua.
Lanhua kemudian menggerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri. Sulur sulur air danau yang terbentuk mengikuti arah gerak tangan Lanhua.
Berniat iseng, Lanhua kemudian ikut menggerakkan badannya. Meskipun dulu ia seorang dokter, ia juga bisa menari ballet.
Tubuh Lanhua bergerak ke sana kemari. Kedua kaki Lanhua juga ikut berpartisipasi dalam gerakannya saat ini. Tak lupa tangan Lanhua ia gerak-gerakkan hingga air yang ia kendalikan juga ikut bergerak.
Hanfu basah yang Lanhua pakai juga berkibar karena terkena terpaan angin. Lanhua terlihat seperti balerina sekarang!
Pertunjukkan yang sedang Lanhua lakukan sekarang tampak memukau bagi Yuna yang kini berada jauh di belakang Lanhua. Yuna sudah sedari tadi mengamati gerakan gerakan Lanhua.
Kreek,, cbruuk,,
Terdengar suara pohon tumbang. Ya, itu semua karena pohon tersebut tak sengaja terkena sabetan sulur air yang Lanhua buat. Lanhua merasa takjub dengan kekuatan milik Yun Rui.
Lanhua kemudian menggerak-gerakkan tangannya ke atas dan ke bawah, sehingga sulur air yang ia kendalikan mencambuk tanah berulang kali.
Debu debu tampak berterbangan menutupi penglihatan dua sosok yang sedang berdiri di ruang hampa.
Lanhua kemudian mengarahkan kedua tangannya ke danau lagi, untuk mengembalikan air yang tadi ia kembalikan.
Yuna berlari ke arah Lanhua yang membelakangi dirinya. Ia kemudian memeluk paha Lanhua, membuat Lanhua tersentak karena kaget.
"Ah, iya. Berapa lama aku berkultivasi di sini? "Tanya Lanhua sembari menepuk jidatnya. "Oo, kakak berkultivasi selama 5 hari"ucap Yuna masih sambil memeluk kaki Lanhua.
"Yang benar saja! Yin pasti khawatir "ucap Lanhua berteriak. Sifatnya apabila ia panik, ia akan melupakan sopan santunnya.
"Aiish, tenang saja. Satu hari di luar sana sama dengan 7 hari di sini"ucap Yuna sambil mengelus jantungnya yang yang berdetak kencang karena terkejut dengan teriakan Lanhua.
"Haah.. Kau mengejutkanku saja"ucap Lanhua sambil menghembuskan nafas lega. Yuna hanya mengabaikan Lanhua.
"Jadi, aku harus apa? "Tanya Lanhua lagi. Yuna kemudian menatap Lanhua. "Melatih fondasi tubuh kakak. Mungkin kakak bisa melatih otot otot kakak"ucap Yuna sambil mengetuk-ngetuk dagunya.
"Emm, aku bisa berolah raga. Mungkin push up, sit up, pull up, dan apalagi ya? "Yuna hanya mengerjapkan matanya polos mendengar ucapan aneh dari bibir Lanhua.
"Apa itu? "Tanya Yuna polos. Lanhua hanya sedikit melirik ke arah Yuna. "Tentu saja gerakkan gerakkan untuk melatih otot "balas Lanhua singkat.
Lanhua kemudian berjalan ke arah salah satu pohon besar. Ia kemudian mengetuk ngetuk dahan pohon itu. "Ini cukup kuat. Aku bisa pull up di sini" gumam Lanhua pelan sambil mengangkat tubuhnya ke udara, dengan tangan menggantung di dahan pohon (posisi pull up)
Lanhua kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Yuna yang sedang menatap bingung ke arahnya. "Apakah ada pakaian untukku pakai? Aku merasa kedinginan"ucap Lanhua sedikit berteriak. "Ya? O-oh ada. Tunggu sebentar, aku akan kembali"balas Yuna kemudian berlari meninggalkan Lanhua. Lanhua hanya menggelengkan kepalanya saja.
Tak lama kemudian, Yuna kembali dengan baju berwarna hitam di tangannya. Ia kemudian menyerahkan pakaian yang ia bawa kepada Lanhua.
"Oh, iya. Apakah aku bisa membawa seseorang ke sini? "Tanya Lanhua tanpa menatap Yuna. Yuna menganggukkan kepalanya pelan. "Tentu bisa. Untuk orang kakak hanya bisa membawa 1 sampai 4 orang, tidak termasuk kakak. Untuk hewan, kakak juga bisa membawanya ke sini"balas Yuna. Lanhua hanya mengangguk paham.
"Dimana aku bisa berganti pakaian? "Tanya Lanhua sambil memutar kepalanya kesana kemari. "Kakak, mungkin kau bisa mencoba kekuatanmu untuk membentuk kabut, agar menutupi pandangan"balas Yuna yang di hadiahi tatapan bingung Lanhua.
-----------------------------------------------
TBC
typo bertebaran
Chapter ini sebenarnya gak terlalu penting sih... Cuman buat basa basi, no no
Sebenarnya buat ngirim visual :')