
Lianjun memukul mukul batang pohon yang besar di hadapannya, meninggalkan jejak tinju-an di batang pohon tersebut. Fanchen menatap aneh ke arah sang kakak.
"Jangan hanya menatapku. Ayo berlatih, jika kau ingin cepat cepat menemukan adik "ucap Lianjun membuyarkan lamunan Fanchen. Fanchen masih diam di tempat, membuat Lianjun meliriknya. 'Kebiasaan baru apa itu? Apa dia sedang di hipnotis? ' batin Lianjun dengan kerutan halus di keningnya.
"Berhenti melamun. Cepat berlatih untuk menemukan Lanhua" teriak Lianjun galak. Tubuh Fanchen tersentak pelan karena terkejut.
(Author jadi keingetan, waktu lagi ngerjain tugas ada tamu. Tamunya bersin keras bangedd, kaya barang jatuh. Alhasil, satu buku ke gores bolpoin. Ngeselin astaga :()
"Apa benar Lanhua berada di sini? "Tanya Fanchen kepada Lianjun. Ia sedikit tidak percaya jika adiknya juga tersesat di dunia tidak jelas ini.
"Benar. Oleh karena itu, cepatlah berlatih untuk menemukan adik" ucap Lianjun sambil menatap adiknya. "Memperkuat diri butuh waktu lama. Apa kita akan selama itu untuk mencari adik? " Tanya Fanchen tanpa menatap Lianjun.
Lianjun tersenyum kecil. Tangannya kemudian meraih lengan Fanchen, kemudian menariknya ke gubuk yang mereka buat. Fanchen bertanya tanya dalam hati, ada apa dengan kakaknya?
Lianjun kemudian menutup pintu gubuk yang mereka buat. Dari balik pakaiannya, Lianjun kemudian mengambil sebuah bola kecil berwarna hitam. Fanchen menaikkan salah satu alisnya heran.
"Apa itu kak? "Tanya-nya heran. "aku akan menciptakan dimensi kecil untuk kita berlatih. Waktu yang akan kita lalui jika menggunakan dimensi ini akan lebih singkat jika di dunia nyata. Jadi, kita tidak perlu terlalu lama berlatih di dunia nyata"jelas Lianjun singkat.
Fanchen sedikit terkesiap. 'Memangnya sejak kapan ada benda benda seperti itu? ' tanya-nya dalam hati. Sepertinya ia melupakan sesuatu..
Lianjun kemudian melemparkan bola kecil itu ke udara. Sebuah gelembung besar kemudian menutupi tubuh Lianjun dan Fanchen. Keduanya kemudian menghilang dari tempatnya.
------------------------------------
Lianjun menatap sekitarnya dengan kepala terangguk. Iris matanya kemudian melirik ke sana kemari, memastikan tempat tujuannya tidak salah.
Fanchen sendiri sedang menatap heran ke arah sang kakak. Ia juga merasa terkejut melihat lingkungan sekitarnya berubah.
"Kak, ini dimana? "Tanya Fanchen dengan mata melirik kesana kemari. Lianjun memutar kepalanya. "Kita akan berlatih di sini. Aku akan melatihmu langsung, dan kau tak boleh menolaknya" ucap Lianjun dengan seringai jahat.
Fanchen menelan salivanya keras. Ini yang paling ia takuti. Meskipun otot otot tubuh Lianjun tidak sebesar Fanchen (du dunia modern), tapi tenaga Lianjun lebih besar dari Fanchen.
Fanchen hanya bisa menghela nafas. Dengan tak rela, ia kemudian sedikit menganggukkan kepalanya. Lianjun tersenyum lebar. Ia kemudian berbalik membelakangi Fanchen.
'Di mulai' batinnya dengan rasa senang.
••••••••••••••••••••••••••
Seorang gadis dengan bola mata berwarna ungu tengah menatap meja di hadapannya. Rambut ungunya juga bergoyang kesana kemari, terkena hembusan angin yang masuk melalui jendela yang terbuka. Seorang pria tiba tiba berada di hadapan gadis tadi.
Gadis bermata ungu tersebut langsung berdiri, menyambut kedatangan si pria bermata merah itu, kekasihnya. Ia memeluk tubuh kekar pria itu, dan di balas kecupan singkat di dahi gadis tadi.
"Yan-yan, kenapa lama sekali tidak kesini? Aku merindukanmu"ucap gadis bermata ungu itu manja. Pria tadi hanya tertawa pelan. "Maafkan aku. Kemarin ayahanda memanggilku. Jadi, aku tidak bisa menemuimu"balas si pria jujur. Gadis bermata ungu itu menatap manik merah pria di hadapannya.
"Apa yang ayah katakan? "Tanya si gadis. "Beliau meminta kita untuk membuat rencana. Ayahanda saat ini sedang meningkatkan kekuatannya. Setelah kekuatan ayahanda meningkat, 3 dunia ini akan menjadi milik kita" balas si pria dengan wajah seram. Gadis bermata ungu tertawa keras mendengar ucapan kekasihnya.
"Bagus, aku akan memanggil seluruh anak buahku. Jika semuanya sudah berkumpul, kita akan segera membuat rencana" ucap si gadis tadi, di angguki oleh si pria. Gadis bermata ungu kemudian mengambil sebuah seluring berwarna ungu. Ia meniup seluring tersebut dengan pelan, kemudian ia meletakkan kembali seluring tersebut.
- - - - - - - - - - - - - - - - -
Kekaisaran Xuan
"Yang mulia, bukankah anda hendak mencari bunga hitam untuk kesembuhan permaisuri? "Seorang menteri dari Kekaisaran Xuan bertanya pada kaisarnya, Xuan Wu. "Benar, apa kau mengetahui sesuatu? "Balas Kaisar Xuan lemah.
Benar, saat ini permaisuri Kekaisaran Xuan sedang sakit akibat di racuni oleh musuh Kaisar Xuan. Hingga saat ini, permaisuri masih tertidur panjang tanpa terbangun, akibat mengonsumsi racun tersebut.
Sang menteri tersenyum kecil, kemudian sedikit membungkukkan badannya. "Kabar baik yang mulia. Hamba dengar, di Hutan Gelap ada bunga hitam di sana. Tapi, hamba belum tahu kebenarannya "balas sang menteri dengan senyuman. Kaisar Xuan yang mendengar hal itu menatap sang menteri dengan tatapan senang.
"Kebaikan yang mulia tidak tertandingi. Terimakasih yang mulia" ucap Menteri Xiao kemudian bersujud di hadapan kaisar. Setelah kaisar mengizinkan dirinya berdiri, ia kemydian bergegas menyuruh beberapa prajurit pergi menuju Hutan Gelap.
Menteri Xiao kemudian pergi menuju arah rumahnya, yang kebetulan dekat dengan istana kekaisaran Xuan. Kepalanya berputar ke kanan dan kek kiri, memastikan tidak ada orang yang memperhatikannya. Setelah di pastikan tidak ada orang, Menteri Xiao kemudian menghilang dari tempatnya.
---------------------
Gadis bermata ungu duduk di kursi kesayangannya. Di sebelah gadis itu, pria bermata merah duduk sambil memainkan rambut ungu milik sang gadis. Tak lama kemudian, seorang pria datang ke hadapan kedua sejoli tadi.
"Ayah, akhirnya ayah ke sini. Apakah rencana kita berhasil? "Tanya si gadis bermata ungu. "Ya, Lin'er. Ayah berhasil mendorong Kaisar Xuan mengeluarkan titah untuk prajuritnya memasuki Hutan Gelap" balas pria tadi.
Gadis bermata ungu (Xiao Lin) menganggukkan kepalanya puas. "Bagus, terimakasih ayah mertua. Jika tanpa bantuan ayah mertua, kami pasti tidak akan bisa melakukan apa yang ayah perintahkan" pria bermata merah menundukkan sedikit kepalanya.
"Hahahah, tuan Zhao, jangan sungkan. Kami akan membantu semampu kami, untuk membantu meraih mimpi dewa api"Menteri Xiao tertawa bangga.
Setelah sedikit perbincangan, Lin kemudian mempersilahkan ayahnya, beserta tuan Zhao duduk. Ia kemudian memerintahkan beberapa pelayannya membawakan mereka minuman dan camilan.
"Lin'er, apa langkah selanjutnya? "Tanya menteri Xiao tak sabar. "Tunggu sebentar ayah. Mari kita tunggu raja es terlebih dahulu. Dia bisa mengatur semuanya dengan baik. Lagipula, masih banyak yang belum berkumpul di sini. Kita tunggu sebentar "balas Lin membuat menteri Xiao menghela nafas.
"Baiklah, aku akan menunggu"ucap menteri Xiao setengah hati. Mengisi waktu menunggu anggota lainnya berkumpul, menteri Xiao, Xiao Lin dan tuan Zhao memilih merundingkan tentang 'penyelamat dunia'. Xiao Lin memanggil anak buahnya yang bernama Moyi, yang kemarin memberitahu sebuah informasi kepada Xiao Lin.
Tak lama kemudian, seluruh 'anggota' yang Xiao Lin panggil sudah hadir di ruang rapat.
"Baiklah, tanpa berbasa basi. Dewa api meminta kita menyiapkan langkah selanjutnya. Beliau saat ini sedang meningkatkan kemampuannya. Jadi, sebaiknya kita segera merencanakan selanjutnya "ucap tuan Zhao membuka pertemuan.
Semua orang yang berada di ruangan, melirik satu sama lainnya. Xiao Lin tersenyum miring.
"Langkah pertama, sudah kita lakukan dengan memprovokasi setiap kekaisaran. Langkah kedua, mari kita buat seluruh dunia menjadi kacau. Dan langkah terakhir, bunuh penyelamat dunia" ucap Xiao Lin dengan seringai mengerikan. Seluruh anggota menatap Xiao Lin.
"Bagaimana rencananya? "Tanya salah satu menteri dari Kekaisaran Dei. "Sebelumnya, ayah sudah memberikan racun pada permaisuri Kekaisaran Xuan. Beberapa prajurit juga sudah kaisar perintahkan pergi ke Hutan Gelap, saat ayah memberitahu jika bunga malam ada di sana.
Jendral Jio (kekaisaran Tang) , aku meminta sedikit pasukanmu, membunuh prajurit utusan Kaisar Xuan yang pergi menuju Hutan Gelap. Jika kabar ini terdengar Kaisar Xuan, dia pasti akan mengirim pasukannya lagi, begitu seterusnya hingga habis. Setelah prajurit miliknya habis, pasti ia akan turun tangan sendiri beserta putranya.
Untuk Kekaisaran Dei, menteri Guo, beri tahu Kaisar Dei jika Kekaisaran Xuan menuduh Kekaisaran Dei sebagai pelaku pemberi racun permaisuri Kekaisaran Xuan. Setelah itu, kau ambil lencana Kekaisaran Dei diam-diam, kemudian letakkan di Hutan Gelap. Dengan begitu, kedua kekaisaran akan berseteru.
Kekaisaran Dei akan di serang oleh Kekaisaran Xuan. Sayangnya, Kekaisaran Xuan sudah tidak punya pasukan. Seharusnya, ia akan meminta bantuan pasukan ke kerajaan ataupun Kekaisaran lainnya. Kaisar Dei yang amat mudah tersinggung, seharusnya ia akan menyerang benua Long Xia dengan kekuatan penuh.
Setelah kedua benua berperang, kita akan datang menghabisi semua orang, dan dengan mudah kita bisa menguasai dunia bawah.
Tapi lebih baik, jika kita membunuh beberapa orang yang pintar. Kaisar Dei, mungkin bisa kita jadikan sasaran. Setelah Kaisar Dei wafat, beri tahu kepada semua orang, jika yang membunuh Kaisar Dei adalah orang dari Kekaisaran Xuan yang ingin balas dendam. Setelah berita itu benar benar menyebar, peperangan benar benar akan terjadi" jelas Xiao Lin panjang lebar.
Semua orang di dalam ruangan saling memandang satu sama lain dengan kepala terangguk. Xiao Lin, memang bisa di andalkan. Meskipun begitu, ia jarang mempertimbangkan keputusannya, yang sering membuat rencana mereka gagal.
"Dan untuk penyelamat duni,,, Moyi akan menjelaskan "lanjut Xiao Lin sambil menatap seorang pria gagah bernama Moyi.
"Baik nona. Penyelamat dunia, dia memiliki 2 kakak laki laki. Salah satunya, bisa melihat masa depan sang penyelamat dunia. Kita harus berhati hati untuk melakukan rencana kita. Dan kakaknya yang lain, dia sangat akrab dengan penyelamat dunia. Mungkin dari sana, kita bisa melakukan sesuatu? "Ucap Moyi membuat senyum Xiao Lin mengembanh.
"Itu bagus. Mungkin aku bisa menyamar menjadi seorang gadis malang di depan orang itu. Jika dia bisa luluh denganku, aku akan mengadu domba kedua kakak beradik itu"ucap Xiao Lin dengan senyum mengembang. Tuan Zhao mengerutkan dahinya, sedikit tidak suka dengan ide Xiao Lin.
"Xilin, apa maksudmu? Aku tak rela jika kau berada di tangan orang lain"ucapnya dengan dahi berkerut. Xiao Lin mengelus pelan tangan Zhao. "Tenang saja, aku tak mungkin menghianatimu. Aku hanya ingin, rencana ayah mertua berjalan lancar"jelas Xiao Lin lembut. Tuan Zhao hanya menghela nafas kemudian mengangguk pelan. Xiao Lin mengalihkan pandangannya lurus ke depan.
'Bahkan jika ada penolong dan orang yang mengetahui masa depanmu, rencanaku tidak boleh gagal. Bersiaplah, segalanya akan di mulai. Pembalasan dendam nenek moyang, dan juga rencana atah mertua' batin Xiao Lin dengan seringai jahat.
--------------------------
Note : manusia di dunia bawah memanggil raja dari sebuah kerajaan di dunia atas dengan sebutan 'dewa'