![The Ocean [Mermaid Again]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-ocean--mermaid-again-.webp)
..."Kenapa diciptakan nya hari esok,karena aku bisa mengerjakan nya pekerjaan hari ini dihari esok"-- KS-TBZ [Tidak untuk ditiru]...
...•...
Ini bukan yang pertama apalagi terakhir Jiha membuat kesalahan
Sudahlah Hyunjae sudah pusing menghadapi duyung yang tingkahnya seperti anak kecil itu
"Mian"
"Tidak ada guna meminta maaf" Cerca Hyunjae begitu ketus
DUAR⛈⛈
"AAAAA" teriak Jiha bersembunyi dibelakang Hyunjae
Hyunjae menghela nafasnya melihat keluar hujan yang turun dengan deras
"Mungkin aku sudah dirumah jika bukan karena mu!"
"Mianhae" Cicit Jiha yang masih bersembunyi dibelakang Hyunjae
"Kita tunggu saja!" Ujar Hyunjae sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana miliknya
Ini memang salah Jiha,kepada dia sampai bisa mengotori seisi kelas hingga harus membersihkannya saat pulang sekolah
Apa hubungannya dengan Hyunjae? Hyunjae tidak kenapa-kenapa,hanya saja dirinya merasa kasihan jika Jiha yang ceroboh itu membersihkan kelas sendiri disekolah dan takutnya dia akan melakukan hal aneh lagi
Hyunjae terus melihat kearah jam tangan nya,kurang lebih sudah satu jam mereka disana dan hujan belum juga berhenti
"Ayo pulang,hari sudah gelap!"
"Tidak" tolak Jiha
Hyunjae membalikan badannya kebelakang menghadap Jiha yang sedari tadi ada dibelakangnya "Sampai kapan kamu ada Terus disini?Semakin lama hujannya bahkan semakin deras!"
Jiha menggeleng
"Yasudah,biar aku saja" Ucap Hyunjae lantas pergi berlari keluar hujan-hujanan
"Pangeran?" Panggil Jiha berteriak Kepada Hyunjae yang pergi begitu cepat hingga tidak terlihat lagi dari pandangannya
Jiha yang memang sudah berada teras depan sekolah lalu duduk diatas lantai,menyandarkan tubuhnya Kedinding sekolah sambil memeluk lututnya
Dirinya akan menunggu,karena tidak mungkin juga akan pulang hujan-hujanan
Jiha itu mungkin seorang putri duyung yang tahan air yang dingin,tapi itu tidak berlaku untuk dirinya ketika menjadi manusia biasa,dan suhu udara sekarang membuatnya sangat kedinginan
"Ayo pulang!"
Suara itu,Jiha yang sedang menunduk mendongak ketika mendapati suara yang sangat membiasi begitu dekat dan tepat seorang Hyunjae yang basah kuyup berdiri dihadapannya
Jiha berdiri dari duduknya "Kenapa kamu kembali? Bukankah kamu pulang?"
"Aku hanya membeli payung,tidak mungkin aku akan meninggalkan mu di sini sendiri!" Katanya begitu dingin tapi sangat berarti
Hyunjae membukakan payung tersebut yang baru dirinya beli
"Itu apa?"
"Payung"
"Payung untuk apa?"
"Melindungi mu dari hujan!" Jawab Hyunjae lantas memegangi sebelah bahu Jiha
Jiha terdiam memandangi wajah Hyunjae yang juga sama-sama memandanginya begitu dekat
"Maaf" Ucap Hyunjae melepas tangannya dari Jiha sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain
DUAR⛈⛈
"AAAAA" teriak Jiha langsung meloncat ke arah Hyunjae
"Cuman geledek!Ayo pulang!"
"Gendong!"
"APA?" Teriak Hyunjae langsung melihat kearah Jiha "Maksudnya,kamu kan bisa jalan sendiri!"
Jiha menggeleng "Walaupun kamu beli payung,airnya jatuh dari atas kebawah, nanti kena kaki aku terus kamu mau aku jadi Putri duyung ditengah jalan"
Hyunjae menahan nafasnya lalu membuangnya lalu mengangguk "Kamu yang bawa payungnya!" Menyerahkan payung
Jiha mengambil payung itu dari tangan Hyunjae.Jiha langsung naik kepunggung Hyunjae yang sudah siap,Jiha sendiri yang membawa payungnya
Deg
Hyunjae mendecak,bukan dirinya kesal ataupun tidak mau akan permintaan Jiha tapi,dia membuat jantung nya kini berdetak tak karuan
...
"Mereka kemana sih!" Ujar Miyeon begitu khawatir
"Udah sih lu berisik!Nanti juga mereka balik!" Ujar Younghoon begitu bersantai
Brak
Mereka terkejut ketika mendengar suara gebrakan pintu lalu langsung menghampiri kearah pintu masuk utama suara berasal
"Ini apa-apaan sih!" Dengus Miyeon kesal melepaskan tangan Jiha dari Hyunjae
"Kalian kemana aja huh?"
Hyunjae menurunkan jiha dari pangkuannya "Jangan marah-marah!"
"Tau nih,nanti cepet tua!" cibir Younghoon melirik ke arah Miyeon "Eh kan lu emang udah nenek-nenek"
Hyunjae juga memberikan tas nya yang basah kepada Miyeon lantas pergi ke kamar mandi yang berada didekat dapur
Miyeon melirik Jiha lantas menghampiri nya "Dari mana aja baru pulang?"
"Kehalang hujan!"
"Kenapa ga dari tadi?Waktu kita pulang belum hujan kok!" Katanya begitu sangat tidak santai "Dari mana saja?"
"Jiha kan harus bersihin kelas,lu lupa?" Ujar Younghoon lantas pergi berjalan kembali duduk di sofa "Dasar Mak Lampir" sindirnya
Miyeon tidak menghiraukan Younghoon
"Oh,jadi lu minta Hyunjae buat bantuin lu?makannya jangan nyusahin orang!" Bentak Miyeon begitu kesal
"Jangan esmoci nyet!" Cibir Younghoon
Miyeon mendengus kesal lantas kembali duduk bersama Younghoon di sofa
Jiha menghela nafasnya lantas berjalan pergi menuju kamarnya.Dirinya tidak basah,hanya saja baju bagian belakangnya kehujanan,tapi tidak apa-apa asalkan bukan kakinya
Setelah berganti pakaian Jiha lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur
Tangannya memegangi sebuah benda yang mengalung dilehernya "Aku belum tahu apa kekuatan yang ku miliki"
Jiha langsung menengok ketika Miyeon tiba-tiba ada dikamar dan dikasur yang sama tepat disampingnya "Kenapa kamu disini?"
Miyeon menoleh "Mau nginep disini Memangnya kenapa?"
Jiha menggeleng "Tidak,hanya saja... kenapa kamu tidak pulang?"
"Diluar hujan dan sudah malam juga! Kayaknya lu deh yang harus" ujar Miyeon mulai berjalan mengelilingi ruangan
"Ini kamar ibunya Hyunjae,dia merawatnya dengan baik"
"Memangnya ibunya kemana?" Tanya Jiha mendudukkan dirinya diatas ranjang
"Meninggal"
"Seperti apa ibu nya?"
"Emm..." Miyeon yang sedang berkeliling melihat-lihat isi ruangan kembali duduk ditepi ranjang "Dia cantik,dia juga baik"
"Tentu saja.Aku berteman dekat dengan Hyunjae mulai dari kita masih sekolah pertama!Dia membawaku kesini waktu itu dan aku bertemu dengan ibu nya,dia sangat baik dan menyayangi ku dan dia sudah seperti ibuku sendiri" Ucap Miyeon menundukkan kepalanya sambil tersenyum
"Aku merindukannya"
"Pasti dia cantik"
"Miyeon menoleh "Tentu saja,dia cantik seperti Hyunjae yang tampan!"
"Aku ingin melihat nya!" Ujar Jiha
"Bagaimana caranya? Kecuali kamu mati dulu!" Ujar Miyeon membuang wajahnya lantas berjalan,entah apa yang sedang dia lakukan,dia membuka laci lemari
"Pasti Hyunjae masih menyimpan foto ibunya"
"Apa yang kamu lakukan? Hyunjae melarang untuk tidak menyentuh barang-barang Jiha!" Ujar Jiha memperingati
"Aku tahu,asalkan tidak merusaknya
Lagi pula dia tidak akan memarahiku" katanya lantas kembali duduk Setelah apa dia cari ketemu
Miyeon menunjukkan sebuah bingkai gambar Hyunjae dengan seorang wanita paruh baya yang sedang tersenyum manis
"Ini ibunya" ujar Miyeon menunjukkan
Jiha mengambil gambar itu "Wanita ini kan...."
🕐🕛🕧🕜
"Disana berbahaya?apa kau mendengarkan ku?"
"Aku tidak perduli!"
"Kau pikir itu lelucon?"
"Aku mencintainya!"
"Kamu belum tahu apa itu arti cinta sebenarnya!"
"Aku sudah besar!Aku bisa menjaga diriku!"
Tiba-tiba saja semua kaum serupa dengan nya menahan dirinya "Apa-apaan ini?"
"Mereka akan membunuhmu seperti mereka membunuh Seol Ah istri dari Raja Hwang Jaehyuk,raja mereka sendiri!" Tegasnya mencoba memperingati putrinya
"Aku tidak perduli jika harus mati,aku mencintainya dan dia mencintaiku!Aku akan melindunginya dari manusia-manusia jahat itu" Ujarnya menentang Sang ibu
"Cinta?Bisa saja dia hanya memanfaatkan mu!"
Buak
Dirinya mengerahkan seluruh kekuatan hingga semua terpental hingga menjauh dari dirinya,termasuk ibunya.Kemudian dengan segera dirinya pergi dari sana
"PERGILAH! JANGAN HARAP UNTUK KEMBALI LAGI!" teriak Sang ibu begitu marah melihat putrinya yang Pergi bahkan sampai menentangnya
"Gadis itu,dia rela mati hanya demi seorang manusia.KEMBALI KAU YOO JIHA!!"
**TBC
mohong dukungan nya kak😊
vote&comment🙏**