The Ocean [Mermaid Again]

The Ocean [Mermaid Again]
06 lawan



06


"Seperti berputar nya Waktu


Sejauh manapun aku berlari


Waktu tetap waktu yang tidak bisa ku hindari"-- CZeally



Jiha yang sedang berada didalam kamar ibunya Hyunjae yang sekarang dirinya tempati mengintip dari balik pintu


"Apa dia belum bangun?" Cicit Jiha lantas berjalan keluar dengan hati-hati tanpa menimbulkan suara seperti seorang perampok saja


Perlahan-lahan sambil celingak-celinguk,dirinya sangat takut jika nanti Hyunjae tiba-tiba keluar kamarnya


Mata Jiha langsung terbinar melihat air kolam yang sangat terang dan segar,diriya langsung menyerbur


Begitu lincahnya dan kebahagiaan tertampak pada dirinya setiap berada didalam air


Hingga kurang lebih selama satu jam berada diair Jiha beranjak dari kolam dan berubah dirinya menjadi Manusia seperti semula


"HUWAA" pikik Jiha ketika beranjak pergi tiba-tiba Hyunjae muncul dihadapannya


"Kamu tidak Sekolah?" Tanya Hyunjae dingin


Jiha menunduk "itu....aku tidak bisa"


"Kenapa?"


"Aku tidak bisa meninggalkan mu dan aku takut jika kamu akan memarahiku lagi" cicit Jiha dengan kepalanya yang menunduk seperti anak kecil yang patuh


Hyunjae membuang napas panjang lanta menarik Jiha dan membawanya pergi,entah kemana mereka akan pergi,Hyunjae membawa Jiha hingga pergi keluar rumah


"Kita mau kemana?"


"Keliling kota" jawab Hyunjae tetap menatap menatap ke depan dengan dingin


"Tapi kamu lagi sakit!"


"Sudah diamlah!"


Jiha langsung menunduk dan diam menurut ketika Hyunjae memarahinya,bukan memarahinya tapi memperingatinya


"Kenapa kita kesini?" Tanya Jiha heran akan Hyunjae yang membawanya ke pantai


"Kamu suka air bukan?"


"Ya,tapi dirumah juga ada kolam!"


"Kamu lebih suka dilaut,kamu bisa leluasa dan bertemu teman-teman ikanmu!" Ucap Hyunjae berjalan agak menjauh dari sisi pantai,lantas duduk diatas batu yang agak besar


Jiha merasa agak ragu,tapi... obsesinya terhadap air tidak bisa dihilangkan,dirinya langsung masuk kedalam laut


"Hai" sapa Jiha pada ikan-ikan yang dirinya didalam laut


"Hai tuan putri Jeon Da Yeon"-- sapa seorang ikan anemo


Jiha mengerutkan keningnya "Namaku Yoo Jiha,dan siapa Jeon Da Yeon?"


...


Dirinya merasa kesal sudah berjam-jam dirinya berada di laut menunggu Jiha yang tidak kunjung datang,padahal hari sudah mulai senja


"Ga tahu waktu" decaknya sangat kesal


"Pangeran?" Teriak Jiha dari tengah laut yang hanya terlihat kepala dan tangannya saja yang melayang diatas


Hyunjae mendengus kesal,baru saja dirinya akan pergi meninggalkan duyung itu,tapi dia sudah datang menghampiri


Jiha naik kepermukaan lantas mengeringkan ekornya


"Kemana saja huh?suka banget di laut!" Cerca Hyunjae berjalan lebih dahulu


Jiha langsung berlari menyusul dan berjalan mengajarinya "Ya,disana aku bermain dengan teman-teman ku,tapi aku tetap lebih menyukaimu dari pada laut!"


Hyunjae menghentikan langkahnya lantas melirik kesamping melihat kearah Jiha yang tersenyum-senyum "Kenapa senyum-senyum?"


"Aku menyukai Pangeran!"


"Yang kamu sukai itu Pangeranmu,bukan aku!" Katanya dingin lantas kembali berjalan


Jiha menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Iya juga sih tapi... PANGERAN?" Teriaknya lantas berlari menyusul Hyunjae yang berjalan jajauh


DUARR DUAARR


"AAAAA"


"Syutt! Kecilin suaramu!" Bisik Hyunjae


Jiha langsung membekam mulutnya sendiri agar diam


"Kenapa kau suka sekali menonton film yang perang?" Bisik Hyunjae lagi


"Karena aku selalu ingat pada pangeran ketika dia berperang dengan rakyatnya sendiri" bisik Jiha menjawab


Kening Hyunjae mengerutkan "Kok bisa melewan rakyatnya sendiri? Pangeran macam apa dia seperti itu?"


"Harusnya tidak seperti itu,hanya demi menyelamatkan ku dari warga yang mencoba membunuhku"


"APA?" teriak Hyunjae kaget


"Syuut"


"Maaf" Ucap Hyunjae tersenyum kikuk


"Kenapa dia ingin membunuhmu?"


"Karena a-AAAA" Sebelum Jiha melanjutkan ucapannya dia langsung berteriak ketika melihat layar lebar yang dirinya lihat itu


Sungguh menyenangkan hari ini dari pagi Hyunjae mengajaknya kelaut dan Ketika malam dia membawanya ketempat dimana bisa melihat adegan seperti di televisi,tapi ini layarnya sangat besar dan suaranya menggelegar memenuhi ruangan yang disana juga banyak terdapat orang-orang asing


"Makasih sudah mau membawaku keliling-keliling,padahal kamu masih sakit"


"Gwaenchana!Lain kali jika ingin pergi keluar beritahukan aku,jangan pergi bersama Orang lain,apalagi jika orang itu tidak kamu kenal dan..." Ujar Hyunjae menggantungkan ucapan


"Dan?" Jiha masih menunggu lanjutan ucapan Hyunjae yang terjeda


"Laki-laki!" Lanjut Hyunjae lantas segera pergi masuk kamarnya dan menutup pintunya


Pikiran Jiha melayang,mencoba mencerna apa yang Hyunjae katanya barusan itu


Dirinya tidak boleh pergi dengan orang yang dirinya kenal dan laki-laki! Bukankah dia juga seorang laki-laki?


....


"Kamu makan ya biar Ga sakit lagi!"


"Makasih"


"Mau aku suapain?"


"Eh Eh Eh,main suap-suapin!" Sambar Younghoon tiba-tiba datang ke kelas mereka


"Apaan sih,lagi pula gue bukan mau nyiapin lu" cerca Miyeon mendelik


"Lu bisa Ga sih Ga mepet-mepet?"


"Bukan urusan lu!"


"Ya..emang bukan sih,tapi lu ga bisa liat Kalo Hyunjae risih dideket lu!" Cerca Younghoon sewot sendiri


"Bisa diem ga?" Omel Miyeon lantas menengok kearah Hyunjae


"Apa kamu keberatan jika aku didekat kamu?"


Hyunjae tersenyum seraya menggeleng


"Ngga,malah aku senang" jawab nya mengacak pelan pucuk rambut milik Miyeon


Miyeon tersenyum "Bisa dengar kan lu?" Sewot nya melirik kearah Younghoon


Younghoon mendengus kesal "Jae,bisa Ga sih lu ga terlalu baik sama dia?Udah kayak sama pacar aja,punya hubungan apa huh kalian?" Tanya Younghoon sewot sendiri


Brukgh


Semua kaget langsung melihat ke arah belakang tepat ke sumber suara gebrakan meja berasal


"Kamu kenapa?" Tanya Miyeon merasa heran


Jiha menggeleng "Maaf" ucapnya lalu pergi keluar dari kelas


"Dia agak aneh" cibir Younghoon melirik Jiha yang pergi


"Dia kenapa?"


Hyunjae menghela nafasnya lantas mengangkat kedua bahunya alias dirinya juga tidak tahu


Jiha keluar dengan perasaan agak kesal,tapi dirinya juga tidak berhak untuk marah-marah,lagi pula dirinya bukan tipe orang yang mudah marah


Brukgh


"Mianhae" Ucap Jiha sedikit membungkuk karena merasa bersalah telah menabrak seseorang


Orang itu hanya melihatnya sekilas lantas berjalan lagi yang berlawanan arah dengan nya.Jiha memutar balikan badannya kebelakang melihat orang yang tadi tidak sengaja dirinya tabrak masuk kedalam kelasnya


"Itukan..." Gumam Jiha tergantung,seketika matanya langsung membulat "dia itu..."


"Punya urusan apa lu sama dia?"


"Bisa Ga sih Ga cari gara-gara?"


"Bisa diem Ga kalian?" Bentak nya membuat mereka tersentak kaget,begitu pula Jiha yang baru datang ke kelas


Jiha lebih kaget ketika orang yang dirinya tidak sengaja tambrak tadi sedang memegangi kerah baju Hyunjae keatas tanpa perlawanan sedikitpun dari Hyunjae


"Jangan sentuh dia!" Jiha menyerobot langsung memisahkan mereka berdua


"Siapa lu?" Tanya orang itu sangar melirik kearah Jiha dengan matanya yang tajam


Jiha masih tenang balik meliriknya


"Kamu...Hwang Hyunjun"